Ampun deh.. di tv masih aja dibahas masalah DPT dan banyaknya orang yang golput.. Sekarang ada lagi golput terbagi menjadi 2, golput karena memang tidak berminat untuk ikut pesta demokrasi dan golput karena memang tidak terdaftar di DPT, istilah kerennya Golput by system..
Ada lagi yang bilang golput itu golongan putih, ada yang bilang golput itu golongan luput.. ada-ada aja. Bandingkan proses dan result pemilu kali ini dengan proses dan result pemilu 2004, lebih rapih yang 2004 kan... ya iya lah.. walaupun ada kekurangan disana sini, tapi jauh lebih rapih dan transparan.. kalau sekarang kan validitasnya belum-belum sudah banyak yang mengkomplain..
Tapi bagaimanapun juga sebagai anggota masyarakat, harusnya kita tetap menghargai kerja KPU, bagaimanapun juga di antara berantakannya DPT masih tetap ada orang-orang yang telah bekerja sungguh-sungguh. Dan kita juga harus menyikapinya dengan dewasa (KPU juga harus menyikapi kritik ini dengan dewasa juga lho..). Biarkan hasilnya sampai final barulah disikapi dan dievaluasi...
Saturday, April 18, 2009
Wednesday, April 15, 2009
I call it negotiation
Serunya mengintimidasi orang.. hehehe kelakuan baruku yang aneh dan jangan dijadikan kebiasaan. Haduh.. aku barusan ketawa sampai gimana gitu gara-gara mengingat kelakukanku yang satu ini kemarin siang pas meeting itu..
Mulai darimana ya ceritanya.. (sampe bingung deh.. ).
Begini, akhir-akhir ini aku sedang diuji mengenai masalah negosiasi.. Ya apa saja, negosiasi itu kan bukan hanya negosiasi harga, tapi juga masalah tugas, wewenang, dan lain sebagainya.. you name it.. Masalahnya, as a JUNIOR, kadang-kadang kita suka dilewatin begitu aja atau tidak dianggap sama sekali.. hehehe klasik ya..
Sampai kemarin itu, akhirnya aku pake trik jaim dan sempat-sempatnya mengintimidasi dengan cara yang halus tapi mematikan.. cie.. seperti biasa lah fakta-faktanya aku uraikan satu demi satu kemudian konsekuensi yang akan dihadapinya apa saja dan ... vuala! terintimidasilah orang itu. And it feels really good.. hahaha... haduh setan apa sih yang merasuki aku sampe seneng liat orang lain terintimidasi oleh aku sendiri..
Bukannya apa-apa, aku baca di buku saku negotiating karangan siapa gitu.. (serial manajemen kalo ga salah) trik seperti ini kadang-kadang harus diterapkan kalau kita ingin memenangkan negosiasi..
Hasilnya sejauh ini aku cukup membuat kehebohan. Ratingku naik beberapa poin (karena jadi bahan pembicaraan kali ye..), tapi paling ga sekarang aku diperhitungkan lah.. ga sembarangan lagi kalau sudah menyangkut aku.. hehehe.. Betul juga kata orang tuaku, ilmu itu memang sangat berharga.. Beberapa kali aku dihadapkan pada fakta ini, maka jangan malas belajar..
Mulai darimana ya ceritanya.. (sampe bingung deh.. ).
Begini, akhir-akhir ini aku sedang diuji mengenai masalah negosiasi.. Ya apa saja, negosiasi itu kan bukan hanya negosiasi harga, tapi juga masalah tugas, wewenang, dan lain sebagainya.. you name it.. Masalahnya, as a JUNIOR, kadang-kadang kita suka dilewatin begitu aja atau tidak dianggap sama sekali.. hehehe klasik ya..
Sampai kemarin itu, akhirnya aku pake trik jaim dan sempat-sempatnya mengintimidasi dengan cara yang halus tapi mematikan.. cie.. seperti biasa lah fakta-faktanya aku uraikan satu demi satu kemudian konsekuensi yang akan dihadapinya apa saja dan ... vuala! terintimidasilah orang itu. And it feels really good.. hahaha... haduh setan apa sih yang merasuki aku sampe seneng liat orang lain terintimidasi oleh aku sendiri..
Bukannya apa-apa, aku baca di buku saku negotiating karangan siapa gitu.. (serial manajemen kalo ga salah) trik seperti ini kadang-kadang harus diterapkan kalau kita ingin memenangkan negosiasi..
Hasilnya sejauh ini aku cukup membuat kehebohan. Ratingku naik beberapa poin (karena jadi bahan pembicaraan kali ye..), tapi paling ga sekarang aku diperhitungkan lah.. ga sembarangan lagi kalau sudah menyangkut aku.. hehehe.. Betul juga kata orang tuaku, ilmu itu memang sangat berharga.. Beberapa kali aku dihadapkan pada fakta ini, maka jangan malas belajar..
DPT lagi...
Sudah seminggu terakhir ini banyak yang membahas masalah DPT (Daftar Pemilih Tetap). Mulanya aku malas aja memperhatikannya atau membahasnya atau membicarakannya atau mengulasnya apalah itu.. you name it.. Tapi, lama-lama tergoda juga untuk ikutan diskusi.
Sebenarnya dua minggu sebelum pemilu, aku pernah bicara masalah ini dengan teman-teman di kantor. Reaksi mereka dingin-dingin aja, seolah-olah beranggapan itu sudah bukan urusan kita atau instansi tempat aku bekerja. Waktu itu aku serius sekali menanggapinya. Pasalnya data DPT yang katanya dan seharusnya berasal dari data lungsuran P4B tahun 2003/2004 dalam proses mantainancenya tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Masih jelas terekam dalam memoriku bagaimana dulu kita mengorganisir kegiatan pengumpulan data P4B tahun 2003. Dulu itu aku all in one, ya inda, ya pengawas, ya jadi obyek sasaran.. untungnya ga ikutan entri.. Hasilnya 2004 aku bisa ikutan pemilu, karena kuesionernya aku sendiri yang isi dan si petugas tinggal ambil aja. Tapi anehnya ketika pilkada baik tingkat propinsi maupun kabupaten, aku sama sekali tidak terdaftar dalam daftar pemilihnya. Dan ketika pemilu kemarin, namaku tiba-tiba muncul lagi.. hahaha. Dari sini mulai kelihatan tidak beresnya proses maintenance itu.
Sejak awal aku sudah memprediksi bahwa hasil pemilu kali ini kurang valid lantaran data jumlah pemilihnya yang kacau. Kalau dulu banyak terdapat kabar di media yang bilang pekerjaan BPS tidak benar, ngawur, ngaco dan lain sebagainya... kenapa sekarang tidak terblow up kalau pekerjaan instansi lain itu jauh lebih tidak benar?
Aku jadi teringat lagi soal data untuk pembagian BLT... Ketika anakku melihat iklan sebuah partai yang mengklaim keberhasilan program BLT dengan mengatakan Partai *** turun ke lapangan.... anakku langsung protes. Katanya lho bukannya gara-gara BPS dan mama yang suka ke lapangan makanya BLT sukses.. Hahahaha.. masalahnya waktu garap data PSE tahun 2005 untuk data BLT aku sering pulang malam karena kelamaan di lapangan, itu yang bikin anak sulungku itu protes habis-habisan dan aku harus menerangkan banyak hal, makanya dia mengerti apa yang kukerjakan kalau di lapangan..
Dan beberapa waktu yang lalu setelah pembagian BLT terakhir (cuma 2 bulan yang dicairkan), ada seorang pak RT yang menyambangi kantor kami untuk protes kenapa ada warganya yang tadinya menerima BLT (2005 dan 2008) tapi pas kemarin tidak menerima. Dia datang lengkap dengan data-data pendukung seperti no KIP dan daftar warganya yang menerima BLT tahun 2005 dan 2008 yang katanya berasal dari kelurahan. Ketika kita cek dengan database yang kita punya, ternyata namanya benar tapi no KIP nya salah, terus alamatnya tidak sesuai dengan yang ada di database kita... hehehe kalau sudah begini bingung deh.. salahnya di PT Pos atau di BPS karena PT Pos pernah melakukan verifikasi terbatas sebelum kita melakukan PPLS.. dan sst.. itu juga tidak bilang-bilang BPS lho..
Yah.. akhirnya waktu yang akan membuktikan semuanya, kalau kita sudah benar-benar bekerja sesuai aturan, sudah berusaha mengatasi masalah di lapangan dan di kantor semaksimal mungkin pasti akan terlihat mana yang baik..
Sebenarnya dua minggu sebelum pemilu, aku pernah bicara masalah ini dengan teman-teman di kantor. Reaksi mereka dingin-dingin aja, seolah-olah beranggapan itu sudah bukan urusan kita atau instansi tempat aku bekerja. Waktu itu aku serius sekali menanggapinya. Pasalnya data DPT yang katanya dan seharusnya berasal dari data lungsuran P4B tahun 2003/2004 dalam proses mantainancenya tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Masih jelas terekam dalam memoriku bagaimana dulu kita mengorganisir kegiatan pengumpulan data P4B tahun 2003. Dulu itu aku all in one, ya inda, ya pengawas, ya jadi obyek sasaran.. untungnya ga ikutan entri.. Hasilnya 2004 aku bisa ikutan pemilu, karena kuesionernya aku sendiri yang isi dan si petugas tinggal ambil aja. Tapi anehnya ketika pilkada baik tingkat propinsi maupun kabupaten, aku sama sekali tidak terdaftar dalam daftar pemilihnya. Dan ketika pemilu kemarin, namaku tiba-tiba muncul lagi.. hahaha. Dari sini mulai kelihatan tidak beresnya proses maintenance itu.
Sejak awal aku sudah memprediksi bahwa hasil pemilu kali ini kurang valid lantaran data jumlah pemilihnya yang kacau. Kalau dulu banyak terdapat kabar di media yang bilang pekerjaan BPS tidak benar, ngawur, ngaco dan lain sebagainya... kenapa sekarang tidak terblow up kalau pekerjaan instansi lain itu jauh lebih tidak benar?
Aku jadi teringat lagi soal data untuk pembagian BLT... Ketika anakku melihat iklan sebuah partai yang mengklaim keberhasilan program BLT dengan mengatakan Partai *** turun ke lapangan.... anakku langsung protes. Katanya lho bukannya gara-gara BPS dan mama yang suka ke lapangan makanya BLT sukses.. Hahahaha.. masalahnya waktu garap data PSE tahun 2005 untuk data BLT aku sering pulang malam karena kelamaan di lapangan, itu yang bikin anak sulungku itu protes habis-habisan dan aku harus menerangkan banyak hal, makanya dia mengerti apa yang kukerjakan kalau di lapangan..
Dan beberapa waktu yang lalu setelah pembagian BLT terakhir (cuma 2 bulan yang dicairkan), ada seorang pak RT yang menyambangi kantor kami untuk protes kenapa ada warganya yang tadinya menerima BLT (2005 dan 2008) tapi pas kemarin tidak menerima. Dia datang lengkap dengan data-data pendukung seperti no KIP dan daftar warganya yang menerima BLT tahun 2005 dan 2008 yang katanya berasal dari kelurahan. Ketika kita cek dengan database yang kita punya, ternyata namanya benar tapi no KIP nya salah, terus alamatnya tidak sesuai dengan yang ada di database kita... hehehe kalau sudah begini bingung deh.. salahnya di PT Pos atau di BPS karena PT Pos pernah melakukan verifikasi terbatas sebelum kita melakukan PPLS.. dan sst.. itu juga tidak bilang-bilang BPS lho..
Yah.. akhirnya waktu yang akan membuktikan semuanya, kalau kita sudah benar-benar bekerja sesuai aturan, sudah berusaha mengatasi masalah di lapangan dan di kantor semaksimal mungkin pasti akan terlihat mana yang baik..
Tuesday, April 14, 2009
Facebook Mankiw over limit???
Ini baru seru.. Prof. Gregory Mankiw, yang ngarang buku macroeconomic itu sampai kebanyakan teman dan mencapai upper limit jumlah teman yang bisa dimiliki oleh seseorang yang punya akun di facebook..
Ini kutipan dari blog resmi Mankiw..
Lucunya, dia ga bisa deactivate account facebooknya.. Beberapa waktu lalu, seorang teman juga mengirim email hasil diskusi para IT mengenai fenomena facebook ini. Ada yang berasumsi facebook merupakan bagian dari rangkaian teori konspirasi Amerika untuk mengambil data-data pribadi dari pemilik account facebook. Terlebih kini facebook sudah dilengkapi fitur relative atau hubungan kekerabatan. Kemudian account di facebook itu bersifat permanen. Awalnya aku ga percaya, sampai Mankiw sendiri mengalaminya.. benar teori konspirasi itu??
Ini kutipan dari blog resmi Mankiw..
Monday, April 13, 2009
Goodbye, Facebook
I have decided to deactivate my Facebook account.* For the past couple years, I have used the account for the sole purpose of accumulating "friends." Now, Facebook tells me that I have reached my upper limit! So there is little point in keeping the account going. Going forward, if you want to be my friend, you will have to come to Harvard Square and meet me face to face.
---
*As soon as I can figure out how. Right now, Facebook gives me an error message every time I try to deactivate. There appears to be no escape.
Lucunya, dia ga bisa deactivate account facebooknya.. Beberapa waktu lalu, seorang teman juga mengirim email hasil diskusi para IT mengenai fenomena facebook ini. Ada yang berasumsi facebook merupakan bagian dari rangkaian teori konspirasi Amerika untuk mengambil data-data pribadi dari pemilik account facebook. Terlebih kini facebook sudah dilengkapi fitur relative atau hubungan kekerabatan. Kemudian account di facebook itu bersifat permanen. Awalnya aku ga percaya, sampai Mankiw sendiri mengalaminya.. benar teori konspirasi itu??
Action speaks louder than words
Ternyata komen yang baru aku tulis di status seorang teman benar2 terjadi kepadaku hari ini... Komen-ku itu... It ain't over until it's over... wah kayak lagu aja.
Pagi ini rapat lagi, ketika saranku diikuti dan disetujui, seneng dong pastinya.. tapi, belum juga satu jam berlalu tiba-tiba ngumpul lagi untuk rapat lagi... wakz! ada apa nih? usut punya usut ternyata eksekusi yang semestinya kita ambil gagal dilaksanakan lantaran yah.. sabotase.. gitu kata kasarnya...
Dalam hati, makanya jangan senang dulu.. action speaks louder than words.. Pertempuran belum selesai sampai benar-benar selesai... halah... akibatnya.. ya rapat lagi dan lagi di dua tempat berbeda.. ampun deh.. sampe capek!!! Semuanya cuma gara-gara kita ga antisipasi kemungkinan-kemungkinannya, dan contigency plannya ga dibuat! Pelajaran hidup no 234, selalu buat contigency plan!!
Pagi ini rapat lagi, ketika saranku diikuti dan disetujui, seneng dong pastinya.. tapi, belum juga satu jam berlalu tiba-tiba ngumpul lagi untuk rapat lagi... wakz! ada apa nih? usut punya usut ternyata eksekusi yang semestinya kita ambil gagal dilaksanakan lantaran yah.. sabotase.. gitu kata kasarnya...
Dalam hati, makanya jangan senang dulu.. action speaks louder than words.. Pertempuran belum selesai sampai benar-benar selesai... halah... akibatnya.. ya rapat lagi dan lagi di dua tempat berbeda.. ampun deh.. sampe capek!!! Semuanya cuma gara-gara kita ga antisipasi kemungkinan-kemungkinannya, dan contigency plannya ga dibuat! Pelajaran hidup no 234, selalu buat contigency plan!!
Monday, April 13, 2009
Feel free to ask..
Today.. this afternoon at the office..
One of the local government employee came in, introduced himself to us as a data user. He needed Human Development Index data to accomplish his mission from his boss. We gave him the only book we have (we used to have lots of copy but they apparently to be disappeared since those data users borrowed from us). He insisted to borrow that only book. We pursued him to copy them rather than borrowed. He didn't want to know, he told us that he is a trustworthy guy and would return it as soon as he can. We told him that most of Bappeda guy used the same reason and they never returned it back..
I told him that if he really needed I can gave him the soft copy.. all he had to do was just submit his USB to us. He agreed.. and wondered why he couldn't borrow that only one book but he can get the soft copy.. I told him it is part of our service.. all he have to do is just ASK..
One of the local government employee came in, introduced himself to us as a data user. He needed Human Development Index data to accomplish his mission from his boss. We gave him the only book we have (we used to have lots of copy but they apparently to be disappeared since those data users borrowed from us). He insisted to borrow that only book. We pursued him to copy them rather than borrowed. He didn't want to know, he told us that he is a trustworthy guy and would return it as soon as he can. We told him that most of Bappeda guy used the same reason and they never returned it back..
I told him that if he really needed I can gave him the soft copy.. all he had to do was just submit his USB to us. He agreed.. and wondered why he couldn't borrow that only one book but he can get the soft copy.. I told him it is part of our service.. all he have to do is just ASK..
Lelang.. lelang...
Entah aku harus merasa senang atau tidak dengan meeting tadi pagi.. Bunda membuka meeting dengan mengatakan betapa senangnya dia mengikuti saran kami untuk mengadakan lelang dan segera membuat pengumuman di koran tanggal 3 April lalu. Karena itu merupakan keputusan yang tepat setelah dirapatkan di tingkat yang lebih tinggi yang hasilnya memang harus lelang.
Masih jelas teringat pagi itu tanggal 2 April, beliau kelabakan ketika menerima pemberitahuan mengenai matrik anggaran untuk pelatihan pemetaan. Walaupun angka itu masih perkiraan kasar alias belum fixed, tapi dia ragu-ragu apa yang harus dilakukannya. Dan aku.. tidak bisa lepas dari kalkulator untuk menghitung prediksi-prediksi yang mungkin terjadi dengan beberapa besaran rupiah yang akan digelontorkan.
Sejak awal aku sudah mengukuhkan diri untuk mengadakan lelang karena sesuai dengan ketentuan Keppres 80, kegiatan pengadaan barang dan jasa di atas 50 juta harus lelang, dan aku sudah segera memberitahu beliau untuk memasang pengumuman pada hari itu juga atau paling telat esok hari jika ingin mengadakan kegiatan paling lambat akhir bulan ini. (Itu kalau mau mensinkronkan antara aturan hukum dengan aturan dari pimpinan yang menginginkan agar pelatihan tidak dilaksanakan di bulan Mei). Tapi yah.. begitulah... aku kan paling junior disini, jadi pendapat dan saranku perlu justifikasi dari banyak pihak untuk segera disetujui. Setelah klarifikasi sana sini, telpon sana telpon sini beliau agak terpaksa untuk memasang iklan. Itupun setelah kami (yang lulus keppres 80 : Pak Muktar, Pak Ade dan aku) menyarankan untuk rembugan dengan kantor tetangga alias Kabupaten Bekasi.
Pendapatku sederhana, kita punya juklak, punya pedoman, punya ketentuan yang harus dan merupakan syarat cukup dan perlu dalam sebuah kegiatan pengadaan barang dan jasa yaitu keppres 80, maka ikutilah alurnya.. dan vuala.. pada rapat tadi pagi bunda bilang ternyata hanya 3 kab kota yang mengadakan lelang (karena nilainya di atas 50jt), yaitu kota bekasi, kab bekasi dan kab bogor. Tiga serangkai itu memang saling terkoneksi dengan baik. Sampai-sampai Kab. Bandung minta difax bagaimana sih bentuk pengumuman yang harus disubmit ke koran.. Padahal preparasi di kita sudah sampai menyiapkan semua kelengkapan dokumennya.. Hmm.. cuma sekedar menunjukkan bahwa kita bekerja tidak setengah-setengah...
I don't know.. somehow I feel like I'm on the edge of mountain.. feels like winning something.. what I think, what I feel, what I ever predict is just happen.. and it feels really good..
The bottom line is.. be carefull on what you do.. although the assignment came from the chief.. if it didn't suit the law.. don't do that.. it is your life you're gambling with...
Masih jelas teringat pagi itu tanggal 2 April, beliau kelabakan ketika menerima pemberitahuan mengenai matrik anggaran untuk pelatihan pemetaan. Walaupun angka itu masih perkiraan kasar alias belum fixed, tapi dia ragu-ragu apa yang harus dilakukannya. Dan aku.. tidak bisa lepas dari kalkulator untuk menghitung prediksi-prediksi yang mungkin terjadi dengan beberapa besaran rupiah yang akan digelontorkan.
Sejak awal aku sudah mengukuhkan diri untuk mengadakan lelang karena sesuai dengan ketentuan Keppres 80, kegiatan pengadaan barang dan jasa di atas 50 juta harus lelang, dan aku sudah segera memberitahu beliau untuk memasang pengumuman pada hari itu juga atau paling telat esok hari jika ingin mengadakan kegiatan paling lambat akhir bulan ini. (Itu kalau mau mensinkronkan antara aturan hukum dengan aturan dari pimpinan yang menginginkan agar pelatihan tidak dilaksanakan di bulan Mei). Tapi yah.. begitulah... aku kan paling junior disini, jadi pendapat dan saranku perlu justifikasi dari banyak pihak untuk segera disetujui. Setelah klarifikasi sana sini, telpon sana telpon sini beliau agak terpaksa untuk memasang iklan. Itupun setelah kami (yang lulus keppres 80 : Pak Muktar, Pak Ade dan aku) menyarankan untuk rembugan dengan kantor tetangga alias Kabupaten Bekasi.
Pendapatku sederhana, kita punya juklak, punya pedoman, punya ketentuan yang harus dan merupakan syarat cukup dan perlu dalam sebuah kegiatan pengadaan barang dan jasa yaitu keppres 80, maka ikutilah alurnya.. dan vuala.. pada rapat tadi pagi bunda bilang ternyata hanya 3 kab kota yang mengadakan lelang (karena nilainya di atas 50jt), yaitu kota bekasi, kab bekasi dan kab bogor. Tiga serangkai itu memang saling terkoneksi dengan baik. Sampai-sampai Kab. Bandung minta difax bagaimana sih bentuk pengumuman yang harus disubmit ke koran.. Padahal preparasi di kita sudah sampai menyiapkan semua kelengkapan dokumennya.. Hmm.. cuma sekedar menunjukkan bahwa kita bekerja tidak setengah-setengah...
I don't know.. somehow I feel like I'm on the edge of mountain.. feels like winning something.. what I think, what I feel, what I ever predict is just happen.. and it feels really good..
The bottom line is.. be carefull on what you do.. although the assignment came from the chief.. if it didn't suit the law.. don't do that.. it is your life you're gambling with...
Subscribe to:
Posts (Atom)