Pages

Sunday, July 26, 2009

Globalisasi 3.0

Ketika anak saya yang duduk di kelas 4 SD sedang belajar IPS untuk persiapan ujian kenaikan kelasnya, tema globalisasi merupakan salah satu bab yang dibahas dalam buku IPS tersebut. Suka tidak suka, mau tidak mau globalisasi terjadi dan harus disikapi. Sehingga ekonom sekaliber Milton Friedman pun sudah menyikapi globalisasi ini jauh-jauh hari sebelum tema tersebut masuk dalam kurikulum pelajaran IPS anak saya itu.
Friedman menuliskan sepuluh kejadian yang telah mendatarkan dunia (istilah the world is flat sebenarnya digulirkan oleh seorang kolumnus New York Times yang mendapat hadiah Pulitzer). Menurutnya kesepuluh kejadian atau keberadaan teknologi berikut ini benar-benar telah membuat dunia menyatu. Kesepuluh kejadian yang disebutnya Globalization 3.0 (globalisasi generasi ketiga) itu adalah :

1. Runtuhnya tembok Berlin (9 November 1989)

Runtuhnya tembok pembatas yang memisahkan dua ideologi besar saat itu telah membebaskan belenggu-belenggu manusia untuk menjelajahi setiap titik dunia ke mana pun mereka suka. Bahkan ia juga meruntuhkan sistem perekonomian sentralisme komunisme yang dipakai di Uni Soviet, China, India, dan Asia Tenggara sehingga semua bangsa telah berubah menjadi pasar dan tergolong dalam ekonomi pasar bebas.

2. Dunia terhubung oleh web dan netscape (6 Agustus 1991)

Berners-Lee, pembuat website pertama di duia yang menjelaskan cara kerja dunia maya ini. Majalah Times (14 Juni 1999) menjulukinya sebagai Thomas Edison abad ke-20. Dalam waktu yang relatif singkat, dunia pun terhubung, tak peduli apakah anda pengusaha atau pekerja; pelajar atau pengajar; anak kecil atau kakek-nenek; semua telah dapat terhubung secara bebas, menembus batas ruang dan waktu.

3. Pekerjaan antarmesin terhubung

Pekerjaan-pekerjaan kolaboratif terhubung kala mesin-mesin produksi bisa berbicara dalam bahasa yang saling mengerti. Software mengenai workflow mendorong kolaborasi-kolaborasi lainnya ke dalam pendataran berikut, yaitu uploading, outsourcing, offshoring, supply chaining, insourcing dan informing. Dunia mencatat kolaborasi itu merupakan kesepakatn dair berbagai penguasa dunia seperti pembayaran lewat dunia web yang dikoordinasi oleh PayPal yang diluncurkan tahun 1998, yang dilanjutkan oleh kolahorator-kolaborator lain seperti ebay, microsoft, yahoo, SAP, dan penggagas-penggagas dunia animasi, hiburan, perdagangan, sampai pendidikan dan engineering.

4. Uploading

Semua orang sekarang bisa berkolaborasi apa saja, mulai dari pemilihan kepala daerah, pembelian buku, penulisan cerita, sampai membuat software. Semua orang bisa bekerja memasukkan data sendiri-sendiri ke dalam dunia maya. Kala metode Open Source telah dirangkai oleh para penjelajah dunia maya, muncullah kebiasaan-kebiasaan baru membangun komunitas bersama-sama, mulai dari software Linux, sampai Wikipedia - siapa pun boleh ikut berpartisipasi dan mengembangkan, seolah ini milik bersama.

5. Outsourcing

Inilah peristiwa penting lain yang ditakuti oleh para aktivis dunia perburuhan. Outsourcing dianggap sebagai ancaman karena perusahaan mulai mengurangi karyawan dan tidak lagi menginginkan pos 'payroll'-nya diisi oleh karyawan-karyawan tetap yang digaji secara tetap, ada atau tidak ada produksi. Perusahaan-perusahaan menginginkan biayanya berubah menjadi variabel, bukan biaya tetap. Variabel atau fleksibel berarti sangat luas, yaitu bisa diambil dari mana di seluruh dunia ini (seperti call center perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang ditaruh di India, atau Call center XL Commindo yang ditaruh di Jogyakarta tapi berkantor pusat di Jakarta), dan jumlahnya bisa diubah kapan saja (tidak ada ketentuan). Sekali pun berupa ancaman, ada peluang bagi munculnya pengelola-pengelola jasa outsourcing.

6. Offshoring

Sejak pemimpin China, almarhum Deng Xiaoping mengumumkan bahwa China akan menempuh Jalan Kapitalisme pada tahun 1997, dunia pun mulai mengarahkan matanya ke sana. Sejak saat itu, China pun berubah, apalagi sejak ia bergabung dengan WTO (11 Desember 2001), dan sepakat mematuhi hukum internasional sehingga menjadi lebih menarik di mata investor. Perpindahan pusat produksi secara fisik ke China terjadi secara besar-besaran sehingga mendorong cara kerja baru yang dikenal dengan metode offshoring. Metode ini ternyata tidak hanya dinikmati oleh China, tetapi juga negara-negara eks Uni Soviet, Malaysia, Thailand, dan sebagian masuk ke Indonesia.

7. Modernisasi Mata Rantai Pemasok (Supply Chaining)

Modernisasi itu tengah terjadi secara besar-besaran. Kala mata rantai logistik sembako di Indonesia carut-marut dan birokrasi tak kuasa mengendalikan perputaran pupuk, minyak goreng, garam, rotan, migas, beras, dan lain-lainnya, perusahaan-perusahaan skala global memukau dunia dengan mata rantai yang efisien, tepat waktu, dan memahami kebutuhan konsumen-konsumennya.

8. Kolaborasi Horizontal Untuk Menciptakan Nilai Tambah (insourcing)

Mata rantai pasokan global yang kompleks dan mahal kini menjadi lebih murah lagi kala industri jasa pengiriman bergeser perannya menjadi pelaku penting dalam bidang logistik. Dalam bidang itu kita saksikan para pelakuk usaha memasuki era baru yang mereka sebut sebagai "total solution", yang artinya mereka bukan cuma sekadar mengirim, melainkan juga memperbaiki dan mengambil peran-peran strategis lainnya. Itulah yang dilakukan pasukan bercelana pendek coklat UPS yang turut memperbaiki produk-produk milik klien-kliennya.

9. Terciptanya Mesin Pencari dan Klarifikasi (informing)

Ketika banyak orang mengeluh sulitnya menjadi manusia yang baik, menjadi orang jahat di abad ini juga semakin tidak mudah. Semua itu terjadi karena dunia sudah semakin akrab dengan mesin pencari yang sangat canggih yang antara lain dipelopori oleh Google. Semua orang bisa dengan begitu cepat mengecek track record calon-calon karyawan atau pimpinan, bahkan sampai mencari anggota keluarga yang tersesat dan menelusuri jejak si penjahat. Kita cukup menulis sebuah kata kunci untuk pencarian itu, dan dalam sekejap klarifikasi pun muncul, kita tinggal memilih mana yang paling mendekati atau tepat.

10. Berkembang Pesatnya Teknologi-teknologi Supercanggih

Friedman menamakan gejala ini sebagai steroid yang ditandai dengan kecepatan masuk keluarnya data (computing), terobosan dalam pengiriman pesan dan file sharing panggilan telepon melalui internet, video conferencing yang lebih canggih, game komputer dan teknologi nirkabel. Semua itu mengakibatkan mesin kini bisa berbicara dengan mesin-mesin lain dalam bahasa yang sama dan begitu cepat, mudah dan murah. Meja kerja juga bisa ikut pergi kemana pun anda berada.

Nah, kesepuluh hal tersebut lah yang dipercaya Friedman telah mendatarkan dunia, sehingga dunia tidak lagi terbagi-bagi menurut suku, agama, warna kulit, geografis dan sebagainya.

Globalisasi ini pula yang melandasi pemikiran banyak ekonom dalam menyikapi terjadinya krisis finansial global. Sehingga mereka beranggapan bahwa bila ekonomi Amerika Serikat sedang buruk, maka seluruh dunia akan ikut perasakan pahitnya. Begitukah?


Sumber : Marketing in Crisis, Rhenald Kasali