Pages

Showing posts with label crawling. Show all posts
Showing posts with label crawling. Show all posts

Monday, April 22, 2013

My plan..

Perencanaan itu memang tidak semudah mengucapkannya, tetapi harus dilakukan. Kalau tidak ada rencana, semua jadi serba tak terarah dan penuh kebingungan. Paling tidak itulah yang diajarkan oleh guru-guru saya. Waktu kelas 3 SD, wali kelas saya bilang "monika, kamu harus punya rencana belajar yang baik supaya bisa mempertahankan prestasimu". Waktu itu saya sama sekali tidak mengerti apa maksud wali kelas saya itu. Tapi justru karena saya tidak mengertilah akhirnya kata-kata wali kelas saya itu masih saya ingat sampai sekarang. Kemudian, yang saya tahu ketika kelas 4, nilai raport saya jadi jelek karena saya memang tidak pernah punya rencana apa-apa dalam belajar. Percayalah, saya baru memahami perkataan guru saya itu ketika kuliah. Sungguh terlambat memang, tapi saya tetap mensyukurinya karena masih diberi kesempatan untuk memahami hal tersebut.

Kata orang bijak kalau kita gagal merencanakan berarti kita merencanakan untuk gagal. Masalah nanti hasilnya sesuai dengan yang kita rencanakan, itu soal lain. Tergantung seberapa keras usaha dan kemauan kita serta doa kita tentunya. Kalau masih belum berhasil, mungkin usaha kita yang kurang atau memang itu bukan yang terbaik untuk kita.

Ah, saya bukannya sok bijak atau apa, tapi reality bites. Banyak yang sudah saya rencanakan, tidak terwujud, tapi setelah dipikir-pikir lagi hal itu tidak baik untuk saya dan Allah menggantinya dengan yang lebih baik.

Saya pernah berencana untuk mendapat beasiswa S3 sebelum umur saya 36 tahun. Tapi kesempatan itu baru datang setelah usia saya 37 tahun. Sekalinya ada kesempatan, dua kali saya apply, dua kali itu pula saya gagal. Apa saya menyerah? Tentu saja tidak. Saya tetap mencari cara agar saya pantas menerima beasiswa.

Tadi pagi, saya menerima email mengenai beasiswa S3 dari kantor saya. Membaca subject email itu saja sudah membuat saya melonjak senang. Tapi ketika membaca syarat ketentuannya sepertinya itu bukan untuk saya karena berbeda jurusan. Jadi, saya cuma tersenyum saja sambil ngetwit.

Itulah ya, tidak semua yang kita rencanakan itu terwujud. Menjaga semangat ini juga bukan hal yang mudah, tapi bayangkan kalau kita tidak punya rencana apa-apa dan selalu berkilah biarlah berjalan apa adanya, let it flows gitu... Ah, itu bukan saya..

Friday, April 12, 2013

It's not easy

Pagi ini, playlist utama saya adalah lagunya five for fighting. Yang lagi seneng saya dengerin adalah soundtracknya serial Smallville yang judulnya It’s not easy to be me. Ketika serial ini sedang diputar di sana, di sini sudah ada dvdnya. Waktu itu saya lagi kuliah di Bandung dan kos pula. Tapi saya punya teman baik yang meminjamkan saya dvd serial ini. Hehehe.. Dia seneng aja minjemin film itu ke saya, karena kalau saya sudah nonton pasti dia ngajak saya ngomongin soal ini... eh clark kent begini.. clark kent begitu.. lois begini.. lois begitu. Makasih ya mirz udah minjemin dvd nya.

Lagu it’s not easy itu sendiri bercerita tentang superman yang ternyata dibalik kesuperannya, dia juga punya keinginan sederhana yang mungkin tidak bisa dipahami orang biasa (di lagu ini sih Lois Lane). Gara-gara lagu ini semua memori lama saya ketika kuliah dulu jadi kembali. Sebenarnya itu masa-masa yang ga enak karena jauh dari keluarga, tapi saya mengingat bagaimana semangatnya saya waktu itu menyelesaikan semua tugas dan ujian satu demi satu. Ya, saat ini saya butuh semangat semacam itu lagi dan lagi.

Ini dia lirik It's not easy to be me - nya five for fighting

I can't stand to fly
I'm not that naive
I'm just out to find
The better part of me

I'm more than a bird:I'm more than a plane
More than some pretty face beside a train
It's not easy to be me

Wish that I could cry
Fall upon my knees
Find a way to lie
About a home I'll never see

It may sound absurd:but don't be naive
Even Heroes have the right to bleed
I may be disturbed:but won't you conceed
Even Heroes have the right to dream
It's not easy to be me

Up, up and away:away from me
It's all right:You can all sleep sound tonight
I'm not crazy:or anything:

I can't stand to fly
I'm not that naive
Men weren't meant to ride
With clouds between their knees

I'm only a man in a silly red sheet
Digging for kryptonite on this one way street
Only a man in a funny red sheet
Looking for special things inside of me

It's not easy to be me.

Thursday, February 14, 2013

Komunitas Jalan Perjuangan

Setiap pagi, untuk mencapai kantor tempat saya bekerja, saya melewati jalan yang merupakan jalan utama di wilayah Bekasi Utara. Namanya Jalan Perjuangan. Sesuai dengan namanya, untuk melalui jalan ini juga penuh perjuangan. Asal tahu saja, kepadatan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat di jalur ini luar biasa padatnya pada pagi hari, sore hari, dan weekend pertama tiap bulan ketika pegawai-pegawai sudah terima gaji.

Jalan Perjuangan menjadi jalur utama bagi mereka yang tinggal di sebelah utara Bekasi. Dulu, wilayah utara Bekasi merupakan lahan sawah yang luas. Tapi, seiring bertambahnya jumlah penduduk, lahan sawah tersebut berubah fungsi menjadi perumahan, pabrik, sekolah dan pertokoan. Dan Jalan Perjuangan merupakan akses utama untuk mencapai pusat kota dan pemerintahan.

Saya belum tahu kenapa dinamakan Jalan Perjuangan. Saya menduga-duga saja pasti ada cerita dibalik penamaan jalan itu. Yang jelas dari dulu sampai sekarang melalui jalan tersebut harus penuh perjuangan. Dulu, sebelum tahun 2004, jalan itu rusak parah. Jalan tersebut sering dilalui truk tangki yang mengangkut minyak dari Babelan. Itu menyebabkan kondisi jalan rusak. Tahun 2005, jalan tersebut selesai dicor. Tapi kemudian, semakin banyak saja kendaraan yang melalui jalan itu, sehingga perlu perjuangan lebih untuk melaluinya.

Saya tidak sendiri, setidaknya ada empat orang teman saya lainnya di kantor yang selalu melewati Jalan Perjuangan. Saya menyebutnya Komunitas Jalan Perjuangan. Kalau ada kejadian luar biasa, semisal macet karena kecelakaan atau alat angkut berat yang lewat dan menghalang-halangi jalan, kami selalu mendiskusikannya. Semacam update kondisi lalu lintas lah. Kalau cuaca sedang hujan deras seperti akhir-akhir ini, Jalan Perjuangan selalu macet parah.

Kegiatan lain dari Komunitas Jalan Perjuangan adalah menyusun tips dan trik dalam menjalani kemacetan. Kalau saya ya sudah pasti mendengarkan musik via handphone. Ada juga yang memberi tips untuk zig zag kiri kanan bagi biker di area tertentu untuk melakukan manuver tersebut. Ah namanya juga komunitas, menurut Soenarno (2002), definisi Komunitas adalah sebuah identifikasi dan interaksi sosial yang dibangun dengan berbagai dimensi kebutuhan fungsional. Kira-kira kami berlima ini sudah bisa disebut komunitas tidak ya?

Monday, May 9, 2011

On time itu belum tentu baik :(

Sumpah, ini postingan iseng sambil menunggu waktu meeting.

Ceritanya saya datang terlalu pagi dalam sebuah meeting di salah satu hotel di bandung. Di undangan tertulis acaranya jam 10 pagi. Saya sudah buru-buru dari bekasi pas mau check in kata front office nya belum booking! Duh!. Pas saya cek ke si empunya acara, katanya mulainya jam 1 siang.. Bwahahaha.. Jadilah saya terlantar di lobi!

Padahal, untuk mencapai hotel ini saya sempet kesasar gara-gara mengikuti petunjuk gps di maps iPad saya..hohoho gps pun bisa menipu! Satu jam lalu saya berada tepat di depan gedung BI Bandung sambil celingukan memegang iPad dan terheran-heran karena hotel yang saya tuju yang menurut gps ada di depan BI adalah perkantoran pemkot Bandung! Cakepnya...

Akhirnya saya naik taksi ke daerah pasteur tempat the real hotel is..

Dan sialnya, pas sampai pun, panitianya ga ada.. Sempat bingung tuh mbak-mbak resepsionis karena ga ada yang booking. Terus waktu saya telpon ke si penyelenggara yang notabene adalah kantor walikota bekasi, katanya acaranya jam 1 siang! Gubrag!! Kirain sudah telat karena kesasar sampai Braga segala, ternyata being on time is not a value for them!!! Nggileni toh yo..

Friday, March 25, 2011

#pengakuan

Everybody needs a break and escape from the routine. At least that's what I believe (since couple hours ago hehehe). And I did it (I'm not proud but i like to make a confession).

Well, actually it happened when my boy need my presence at school to finish the unfinished matter (whooaaa.. kinda strange eh?). So, after coming to office and doing some works, I went to my boy's school. It only took two or three hours to talk to his teacher and do the form submission ( I need to check them out).

Then I went home.. haiyyyaaa.. what a crap!
I think I need time to be irresponsible person for a while. So, what i do at home? Nothing.. I just ate and watched the movie.. hihihi..

But I went back to office at 12. And i write this confession..
God, I know I need to know how it feels to be irresponsible, but after all, I don't enjoy it much.. Sorry..

Tuesday, March 15, 2011

ketika sedang mengantuk

Sumpah setengah mati, pagi ini sel-sel kelabuku tidak bisa bekerja dengan sempurna.. Sepertinya kekurangan oksigen karena aku luar biasa mengantuk.

Sulit sekali rasanya untuk tune in kalau sedang mengantuk seperti ini. Apalagi ini adalah kantuk bawaan dari rumah. Yah, inilah ganjarannya kalau semalaman ngoprek iPad sampai malam dan tidak kenal waktu. Sepertinya aku mulai addict dan akan sering bertemu dengan iTunes untuk malam-malam berikutnya.. Keseimbangan terganggu sudah..

Alhasil, untuk meminimalisir kantuk ini, semua social media kuaktifkan.. twitter, facebook, chit chat sana sini ga jelas.. cuma supaya ga ngantuk.. Hasilnya? melek ga malah tambah ngantuk.

Katanya kalau mengantuk harus banyak bergerak. Tapi tadi aku sudah beres-beres banyak file di meja.. masih ngantuk aja..

Aku butuh mantra ajaib yang bisa mengusir kantuk ini segera..

hakunamatata

Hakunamatata.. means no worry

Who am I worrying about?

Nothing.. but due date

Why due date?

Because it pushes my limits

And what is my limit?

My patience..

What will happen if I lose my patience?

I'll be no longer a nice person

How come?

Okay, I'll think twice then..

Saturday, September 25, 2010

revelation

Hayyah.. know what?
In the past two weeks I've been thinking
About a lot of things
To keep me balance..
It's about to put everything in its place, orderly
It's about being patient and never complain
It's about receiving and open minded
More..
And trust me, it's easy to write hard to do..

yellow /coldplay/

Look at the stars,
Look how they shine for you,
And everything you do,
Yeah they were all yellow,

I came along
I wrote a song for you
And all the things you do
And it was called yellow

So then I took my turn
Oh all the things I've done
And it was all yellow

Your skin
Oh yeah your skin and bones
Turn into something beautiful
D'you know you know I love you so
You know I love you so

I swam across
I jumped across for you
Oh all the things you do
Cause you were all yellow

I drew a line
I drew a line for you
Oh what a thing to do
And it was all yellow

Your skin
Oh yeah your skin and bones
Turn into something beautiful
D'you know for you i bleed myself dry
For you i bleed myself dry

Its true look how they shine for you
look how they shine for you
look how they shine for you
look how they shine for you
look how they shine for you
look how they shine
look at the stars look how they shine for you

Monday, September 20, 2010

susahnya jadi cewek


Ini dicopy dari grup bbm saya, lucu juga bacanya, karena sebagian memang ada benarnya..

diem dikira sombong
senyum dikira centil
nyamperin dikira gatel
ngelirik dikira genit
perhatian dikira naksir
nerima cowo dikira murahan
nolak dikira jual mahal
manja dikira sok imut
cuek dikira angkuh
negur dikira SKSD
ditraktir dikira matre
jalan ma lebih tua dikira simpanan

capeee deh..

Wednesday, September 15, 2010

here we go again..

Selamat Idul Fitri!!
Usai sudah Ramadhan, dan usai pula liburan Idul Fitri.. Back to office, back to activity.. Alhamdulillah.. liburan pun ga kemana-mana.. serasa mati gaya..
Masalahnya justru setelah Idul Fitri itulah banyak acara kemana-mana, jadi liburan kali ini dimanfaatin untuk di rumah sajah..
Apalagi kalau bukan acara di Bandung, Cepu, Kudus.. hoalah.. buanyak banget ya.. dan semuanya bukan dalam rangka liburan tapi on duty! Sekali lagi ON DUTY..
Ga enak banget ya.. tapi nikmati aja..
Wokeeh.. libur telah usai.. semoga kesibukan mendatang menjadi ladang amal ibadah kita semua.. amien..

Wednesday, August 18, 2010

follow my tweet..

Entah kenapa, semalam saya mempunyai pikiran aneh. Saya maupun bikin tweet di twitter menjadi sebuah cerita. Alurnya ya ngikutin keseharian saya aja. Apa yang lagi saya pikir dan saya rasakan pada saat itu.

Ini terinspirasi dari tweetnya pak mentri kominfo kemarin ketika dirgahayu RI ke 65. Dia tweet tentang kemerdekaan sampai 8 kali dan masing-masing diberi nomor. Kemudian dia meminta semua yang punya akun twitter memberi komentar.

Kalau saya inginnya tweet2 saya itu menjadi sebuah rangkaian cerita bila digabungkan. Dengan bahasa yang rada-rada lebay juga ga masalah. Yang penting jadi cerita..

Wanna see my stories.. follow me on twitter.. akmonika..

Saturday, July 31, 2010

sibuk

Sumpah.. jelang ramadhan ini saya sibuuukk sekali..

Monday, July 26, 2010

menghilangkan rasa bete

Beberapa hari yang lalu, teman facebook saya menulis di statusnya,"lagi bete". Keadaan seperti itu pasti pernah dialami oleh banyak orang. Ketika kebosanan mulai melanda, tak puguh lagu mau ngapain, begini salah begitu salah, tidak ingin berada di tempat dimana dia berada.. dll.. dll..

Saya tulis di status teman saya itu supaya tidak bete, dia tarik napas dalam-dalam, tahan lima detik, lalu dikeluarkan perlahan.. kalau tidak berhasil berarti salah resep. Iya, karena itu sebenarnya untuk menahan emosi.

Rasa-rasanya saya pernah memposting judul yang sama di blog multiply sekitar dua tahun yang lalu.. (ketika saya sangat menggilai blog). Waktu itu, saya menulis tentang apa saja yang dilakukan untuk menghilangkan rasa bete. Beberapa diantara mungkin akan saya tulis lagi.. dengan versi yang lain..

Pertama, turn the music on.. biasanya bisa mengurangi rasa bete
Kedua, keluar sebentar, liat-liat situasi.. tapi jangan lupa balik lagi..
Ketiga, nge-blog.. seperti saya ini .. lagi bete neh!

Sunday, July 25, 2010

lesson learned today..

Tadi siang, ketika makan bareng anak-anak di d'cost (punten nyebut tempat) ada hal-hal menarik yang menambah semangat untuk menempuh hidup dengan lebih baik lagi.

Sebelum kita menikmati hidangan, kita masuk waiting list.. he he ini memang bukan resto mewah tapi demand-nya lumayan, mungkin karena harganya yang rada miring.. (sekali lagi rada..)

Akhirnya, kita dapat table, order bla..bla..bla.. dan menunggu pesanan tiba. Sambil menunggu pesanan which are udang mayonaise, gurame asem manis, kerang saus tiram, sapi lada hitam, tumis tauge ikan asin, kangkung balacan, cumi saos padang.. (he he banyak.. maklum rakyatnya yang makan juga banyak) kita sholat dzuhur dulu bergantian.. (di resto ini ada tempat sholatnya.. please ini ga promosi).

Setelah saya selesai sholat, gantian hubby yang sholat.. he he segitunya nungguin meja sampai sholat aja gantian.. maklum tadi agak lama waiting listnya.

Sambil menunggu makanan tiba, saya lihat2 list orderan saya sambil memanjangkan leher ke arah dapur (maksudnya celingak celinguk kali aja pesanan saya sudah jadi). Eh, tau-tau ada pria berumur jelang lima puluhan mendatangi saya, dan bertanya "ada yang bisa dibantu bu?".. He he rada malu, saya bilang, "ga ada kok cuma ngecek pesanan saya ada yang kurang apa ga"

Tidak berapa lama pesanan datang, dan kita langsung menyantap.. dengan penuh semangat tentunya.. yah maklumlah lagi lapar berat..

Sekilas saya melihat pria setengah baya itu bergerak kesana kemari, gayanya tenang.. akurat.. meyakinkan.. Kalau ada customer yang ingin pesan tambahan dia segera menghampiri. Kalau ada table yang sudah selesai, segera dia turut membantu pelayan disitu.

Dilihat tampilannya, pastilah dia bukan pelayan atau sekedar pegawai biasa, mungkin owner.. mungkin area manager.. atau semacam store manager.. atau manager in charge atau apalah.. pokoknya bukan waitress.

Dengan headset di kepala, saya perhatikan dia sesekali memberi perintah hampir setengah berbisik, mengecek ke PDA, bergerak menyambangi customer, mengecek dapur etc etc etc.. Menilik penampilannya yang tidak lagi muda, gayanya yang tenang namun luar biasa efisien (catatan : restoran sedang ramai2nya), membuat saya salut sama beliau..

Setelah kita selesai makan, saya antri di kasir. Ketika saya sedang mengantri, orang di depan saya rupanya ada masalah dengan ordernya. Sepertinya ada item yang tidak diakuinya.. Si kasir berbicara melalui headsetnya mengenai kondisi tersebut, kayaknya sih ke pria tadi..dengan nada seperti bawahan ke atasan.. karena ketika saya menengok ke belakang untuk mengecek kondisi anak-anak, si pria paruh baya itu sedang bergerak ke arah kasir.. dengan tenang dan efisien..

Si bapak itu langsung mengecek ke monitor komputer, dan si customer di depan saya itu menganulir klaimnya setelah dihampiri oleh temannya.. masalah selesai..
Lalu, saya membayar makanan saya..

Ketika keluar restoran itu, saya masih sempat melihat pria paruh baya itu sedang membantu pelayan membersihkan table..

Hmmm.. tebakan saya dia pasti manager.. tapi seorang manager dengan responsibility sense yang luar biasa. Bayangkan dia bisa berada di segala lini pelayanan.. dengan emosi yang terjaga, tenang, dan gerakan yang luar biasa efisien..

Thank you Allah, I've learned something today..

when i want to say the f word

Terkadang, ada saat-saat tertentu dimana kita ingin sekali mengucapkan the f word. Walau secara etika itu absolutely not okay for us to do so, tapi pastilah ada masanya ketika kekesalan mencapai puncaknya. Ini adalah beberapa kejadian yang membuat saya ingin sekali mengucapkan the f word itu.. walaupun tidak terucap.

1. Ketika ada yang menyerobot antrian (terutama di kasir)
2. Ketika lagi jalan, ada motor/mobil yang nyelonong dan membuat cipratan tak enak dipandang mata terkena baju kita.. (lagi apes deh)
3. Ketika ada orang yang mengakui hasil karya kita (sering bow..)
4. Ketika kita difitnah orang (wah, kalo ini.. langsung berdoa banyak-banyak biar dibales sama Allah)
5. Ketika kita merasa apa yang sudah diprediksikan pasti terjadi tapi ternyata meleset dari perkiraan (biasanya kalo lagi nonton bola atau f1)
6. Ketika ada yang mengambil hak kita (yang ini seringkali berkaitan dengan honor)
7. Ketika lagi naik motor dan sedang menunggu kereta api lewat di perlintasan kereta api, ada mobil yang bannya melindas kaki.. (oh, that's really.. really.. f..)

and many more..

Saturday, May 1, 2010

Kau Dengan Gunung Mu, Aku Dengan Gunung Ku

ditulis oleh Made Teddy Artiana, S. Kom
fotografer & penulis


“Begitu banyak orang takut akan persaingan. Ini aneh. Karena permulaan kehadiran kita didunia ini dimulai dalam sebuah proses persaingan. Mungkin kita dapat belajar dari sebuah proses pembuahan. Sel sperma yang berjuta-juta itu harus bersaing sedemikian rupa untuk membuahi satu sel telur. Mereka harus berlomba berenang begitu cepat, berebut untuk mengawini satu sel telur tersebut. Dan yang kuat, cepat, tangguh akan keluar sebagai pemenang”

Demikianlah uraian yang berulang kali ku dengar dari salah seorang ulama yang sangat terkenal, guru sekaligus seseorang yang sangat kukagumi. Tapi kalau boleh jujur, aku tidak terlalu sependapat dengannya. Uraian beliau tentang persaingan kuanggap tidak seratus persen benar.

Mengapa ?

Aku dibesarkan dalam sebuah masyarakat yang memelihara sebuah persaingan sebagai budaya tak terlepaskan dari kehidupan mereka. (Siapa sih yang tidak ? Aku rasa kita semua mengalami nasib yang sama).

Mula-mula di dunia pendidikan. Sebagian besar dari kita terbiasa/terpaksa belajar dan memperoleh prestasi, seolah-olah seperti dalam sebuah arena persaingan. Juara satu, dua dan tiga. Ranking sepuluh besar. Kebiasaan ini diteruskan dalam dunia kerja, baik dunia profesional maupun bisnis.

Tips dan trick memenangkan kompetisi.
Kiat mengalahkan pesaing.
Cara mengetahui strategi Competitor.
Sebelas langkah untuk segera dipromosikan.
Seratus jurus untuk melampaui karir atasan Anda di kantor.

Kepala ini sudah terlanjur terdoktrin tentang dengan hal-hal seperti itu sehingga hampir tidak ada lagi yang berani bertanya : apakah semua ini mutlak benar ? Benarkah segalanya begitu terbatas ? Benarkah hidup ini tidak menyediakan kecukupan untuk semua orang ? Benarkan TUHAN yang sangat tidak terbatas itu sedemikian miskin, sehingga kita ‘ditakdirkan’ harus saling sikut, saling rampas, adu cepat, adu licik, main dukun, sogok sana sini hanya atas nama memenangkan persaingan. Sementara DIA diatas sana berdiri sebagai wasit –sang pengadu domba- mengganjari para pemenang dan menertawai pecundang-pecundang malang.

Kontradiksi dengan semuanya itu. Bukankah sedari kecil kita juga telah sering mendengar pengajaran-pengajar an sebagai berikut :

“Mungkin bukan rejeki kita”
“Sudah menjadi rejeki dia”
“Rejeki itu sudah kita bawa ketika kita lahir”
“Setiap manusia sudah punya rejeki masing-masing”
“Menjemput rejeki”
“Rejeki tidak mungkin tertukar”
“Iri hati kita tidak menambah atau mengurangi rejeki orang lain”

Periksalah seluruh kitab suci di atas muka bumi ini dan temukan sebuah ayat tentang persaingan. Tentang betapa sedikitnya kemampuan TUHAN memberikan rejeki pada umat-NYA. Tentang betapa terbatasnya segala sesuatu. Dari sana kita akan mendapat gambaran yang jauh berbeda dengan dunia yang didalamnya kita sudha bernafas sejak kecil.

Lalu dari mana doktrin ini berasal ? Apakah pendapat dunia sekuler telah begitu mencemari kita ?

Kita tahu bahwa ada dua jenis manusia didunia ini. Mereka yang beriman dan mereka yang berotak. Ini tidak berarti orang-orang beriman tidak memiliki otak sama sekali dikepala mereka, atau begitu juga sebaliknya mereka yang berotak sama sekali tidak memiliki iman dihati mereka. Ini hanya sebuah istilah yang ingin menggambarkan “tentang apa yang mendominasi kehidupan mereka sehari-hari”.

Bagi mereka yang mengagung-agungkan otak, lebih percaya hanya kepada apa yang mereka lihat, alami dan pelajari. Namun kaum beriman –yang seringkali bersandar pada hati- menaruh kepercayaan pada apa yang tidak kasat mata. Janji TUHAN, pahala, dan lain sebagainya.

Kedua golongan ini saling berinteraksi, saling mempengaruhi satu dengan lain. Mungkinkah diktat besar mengenai persaingan kemudian ditandatangani disini, lalu diterima sebagai sebuah kebenaran turun temurun ?

Kita belajar karena ingin menduduki ranking tertentu atau bahkan lebih parah dari itu : karena takut tidak lulus dan takut tidak memenuhi syarat pekerjaan di masyarakat. Hanya segelintir orang yang belajar karena rasa ingin tahu yang tulus.

Ingin mendapat pendapatan atau jabatan yang lebih tinggi. Bisnis yang lebih hebat. Uang yang lebih banyak. Lalu mulai bermanuver, politiking, si-sa-si-ji- sa-si : sikut sana sini, jilat sana-sini. Apakah pendekatan ‘memberikan yang terbaik dan berkarya sehebat mungkin’ sudah terlalu kuno dan kurang efektif lagi ?

Bukankah ‘memperbaiki diri’ adalah salah satu takdir yang harus kita penuhi ? Bahwa orang yang keadaannya sama saja dengan hari kemarin adalah orang-orang yang merugi dan bahwa orang-orang yang keadaannya lebih buruk dari kemarin adalah orang-orang terkutuk ? Sama sekali bukan alasan siapa menang dan siapa kalah. Siapa yang mendapat dan siapa yang terpaksa menyerahkan.

Lalu untuk apa kita belajar, memperoleh gelar Prof, Dr., SH, S. Kom, MBA, MSI, TKW, HIV ? Untuk apa seluruh daya upaya, pengorbanan, keringat, strategi, riset, kreatifitas dan usaha yang telah kita dikerahkan ?

Untuk menggali tambang emas gunung rejeki kita masing-masing !

Itu juga berarti, sama sekali tidak menjadi masalah jika kita saling membantu, saling sokong, saling memberi informasi rahasia, saling menyumbangkan tips dan trik, karena kita tidak sedang berebutan menggali satu gunung rame-rame, tapi yang kita lakukan adalah menggali gunung rejeki kita masing-masing, yang sudah ditentukan TUHAN menjadi bagian kita sejak kita lahir.

Saling jegal ? Buat apa !?
Itu hanya sebuah pemborosan energi yang sudah pasti membuat pekerjaan menambang emas kita masing-masing jauh lebih lambat dari kecepatan sebenarnya. Lebih jauh dari itu, hanya merupakan kegiatan yang mengotori hati nurani dan mengundang hal-hal buruk terjadi pada hidup kita.

Sedikit banyak ini merupakan kabar baik bagi para pencundang, bahwa ternyata masih begitu banyak harapan dalam hidup ini. Sebaliknya merupakan kabar buruk buat mereka-mereka yang selama ini membusungkan dada, karena merasa telah mengalahkan banyak orang dalam hidupnya. Bahwa ternyata kemenangan yang mereka raih adalah palsu. Para pemenang palsu ini berlari kesetanan padahal tidak ada yang mengejar mereka. Menggali membabi buta, padahal yang mereka gali adalah gunung mereka sendiri, yang tidak mungkin diganggu gugat oleh siapapun. Oooh poor fake winner…

Bahkan Sun Tzu dalam strategi perangnya mengatakan secara implisit bahwa musuh yang sebenarnya ada dalam diri kita. Sehingga seorang jenderal perang yang ceroboh, akan terbunuh. Penakut, akan tertangkap. Lekas marah, akan mudah terprovokasi dan mereka yang begitu sensitif akan kehormatan akan dengan mudah dipermalukan. Bukankah itu semua ada dalam diri kita ? Dengan kata lain yang membuat kita terbunuh, tertangkap, marah, dan dipermalukan adalah diri kita sendiri dan sama sekali bukan orang lain. Jadi pemenang sejati adalah mereka yang mengalahkan bagian dari diri mereka yang buruk dan sama sekali bukan mengalahkan orang lain.

Jadi bagaimana membuat persaingan tidak relevan lagi ?

Agak sedikit berbeda dengan pendekatan yang Blue Ocean Strategy tawarkan (ada baiknya jika kita kembali kepada kebenaran awal, takdir mula-mula manusia) bahwa : kau berhadapan dengan gunung rejeki mu dan aku berhadapan dengan gunung rejeki ku.

Otomatis persaingan menjadi sangat tidak relevan lagi.

Apakah perenungan ini valid ? Apakah ini sebuah kebenaran yang terlupakan atau lamunan iseng keblinger dari orang yang baru hidup sepertiga abad ? Semuanya kembali kepada diri kita masing-masing tetapi apapun itu : “Terjadilah sesuai dengan iman mu !!!” atau dalam bahasa lain “TUHAN adalah seperti prasangka hamba-NYA”.

Oh iya ada sesuatu yang hampir saja terlupakan. Mengenai analogi sel sperma dan sel telur diatas.

Mungkin ada baiknya jika kita melihat dari sudut pandang berbeda. Yaitu sudut pandang sel telur. Bahkan satu sel telur tidak perlu merasa kuatir akan sel sperma untuknya, karena TUHAN telah menyediakan berjuta-juta sel sperma, yang tanpa diminta berenang dan berusaha membuahinya.

Pola pandang seperti ini memang cenderung ganjil dan nyeleneh.

Tapi paling lewat pola pandang seperti ini berakibat
hidup menjadi begitu luar biasa,
sesama yang selama ini dipandang sebagai ancaman, berubah menjadi partner yang menyenangkan,
hati yang semula bergejolak dalam pertempuran yang tidak perlu kini mengalir teduh dan
TUHAN dimuliakan karena ketidakterbatasan kemampuan BELIAU menyediakan segala sesuatu untuk semua.

What a wonderfull world !
What an abundance life !!
What an exciting journey !!!

Wednesday, April 29, 2009

Romantisme a la Daniel Bedingfield

Mungkin karena acara ngajar mengajar itu sudah selesai.. akhirnya bisa rileks lagi untuk 12 jam ke depan.. dan ini adalah lagu yang aku pilih untuk menemani pikiran yang lagi rileks.. benar-benar romantis..


If you're not the one - Daniel Bedingfield

If you’re not the one then why does my soul feel glad today?
If you’re not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call
If you are not mine would I have the strength to stand at all

I’ll never know what the future brings
But I know you’re here with me now
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with

I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?

If I don’t need you then why am I crying on my bed?
If I don’t need you then why does your name resound in my head?
If you’re not for me then why does this distance maim my life?
If you’re not for me then why do I dream of you as my wife?

I don’t know why you’re so far away
But I know that this much is true
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I pray in you’re the one I build my home with
I hope I love you all my life

I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I can stay in your arms?

‘Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
‘Cause I love you, whether it’s wrong or right
And though I can’t be with you tonight
You know my heart is by your side

I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I could stay in your arms

Sunday, January 18, 2009

Life Before June 08

Life before June 08 :

Everything is so light.
No tensions
No frictions
No text message traffic
No emails traffic
Uugh how life changes so fast
Welcome to the fast track..