Setiap pagi, untuk mencapai kantor tempat saya bekerja, saya melewati jalan yang merupakan jalan utama di wilayah Bekasi Utara. Namanya Jalan Perjuangan. Sesuai dengan namanya, untuk melalui jalan ini juga penuh perjuangan. Asal tahu saja, kepadatan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat di jalur ini luar biasa padatnya pada pagi hari, sore hari, dan weekend pertama tiap bulan ketika pegawai-pegawai sudah terima gaji.
Jalan Perjuangan menjadi jalur utama bagi mereka yang tinggal di sebelah utara Bekasi. Dulu, wilayah utara Bekasi merupakan lahan sawah yang luas. Tapi, seiring bertambahnya jumlah penduduk, lahan sawah tersebut berubah fungsi menjadi perumahan, pabrik, sekolah dan pertokoan. Dan Jalan Perjuangan merupakan akses utama untuk mencapai pusat kota dan pemerintahan.
Saya belum tahu kenapa dinamakan Jalan Perjuangan. Saya menduga-duga saja pasti ada cerita dibalik penamaan jalan itu. Yang jelas dari dulu sampai sekarang melalui jalan tersebut harus penuh perjuangan. Dulu, sebelum tahun 2004, jalan itu rusak parah. Jalan tersebut sering dilalui truk tangki yang mengangkut minyak dari Babelan. Itu menyebabkan kondisi jalan rusak. Tahun 2005, jalan tersebut selesai dicor. Tapi kemudian, semakin banyak saja kendaraan yang melalui jalan itu, sehingga perlu perjuangan lebih untuk melaluinya.
Saya tidak sendiri, setidaknya ada empat orang teman saya lainnya di kantor yang selalu melewati Jalan Perjuangan. Saya menyebutnya Komunitas Jalan Perjuangan. Kalau ada kejadian luar biasa, semisal macet karena kecelakaan atau alat angkut berat yang lewat dan menghalang-halangi jalan, kami selalu mendiskusikannya. Semacam update kondisi lalu lintas lah. Kalau cuaca sedang hujan deras seperti akhir-akhir ini, Jalan Perjuangan selalu macet parah.
Kegiatan lain dari Komunitas Jalan Perjuangan adalah menyusun tips dan trik dalam menjalani kemacetan. Kalau saya ya sudah pasti mendengarkan musik via handphone. Ada juga yang memberi tips untuk zig zag kiri kanan bagi biker di area tertentu untuk melakukan manuver tersebut. Ah namanya juga komunitas, menurut Soenarno (2002), definisi Komunitas adalah sebuah identifikasi dan interaksi sosial yang dibangun dengan berbagai dimensi kebutuhan fungsional. Kira-kira kami berlima ini sudah bisa disebut komunitas tidak ya?
No comments:
Post a Comment