Pages

Sunday, February 3, 2013

Bukan Komoditas Biasa

Ketika sedang mengisi bbm di SPBU dekat rumah, hubby secara tidak sengaja bicara mengenai minyak yang merupakan komoditas dengan karakteristik yang khusus. Katanya dibandingkan komoditas lainnya, minyak (sebutan yang lebih sederhana) memiliki serentetan peristiwa yang banyak. Minyak adalah komoditas energi.  Karena minyak lah maka terjadi perang, inflasi, perubahan asumsi, dan menarik minat politikus.

Seperti komoditas lainnya, misalnya jagung atau emas, minyak (dan gas alam, yang memiliki kaitan erat dan perilaku yang sama) merupakan sebuah aktiva yang dapat diperdagangkan di pasar future, dan harganya naik turun mengikuti naik turunnya permintaan di pasar. Namun komoditas energi berbeda karena dua alasan utama.

Pertama, energi merupakan elemen penting bagi negara sehingga politikus cenderung memandangnya sebagai masalah keamanan nasional. Dan jika politikus sudah terlibat dalam sesuatu, maka asumsi yang biasa berlaku mengenai penawaran, permintaan dan harga cenderung tidak bisa lagi diterapkan.

Kedua, harga energi merefleksikan biaya jangka panjang terhadap kumpulan polusi. Membakar bahan bakar fosil menghasilkan campuran gas yang terkait dengan pemanasan global. Dampak tidak langsung semacam ini dari sebuah aktivitas, yaitu ketika tindakan seseorang dapat menimbulkan bahaya atau kerusakan besar terhadap orang lain yang tidak bersalah tanpa disertai keharusan membayar atau bertanggung jawab untuk itu adalah sesuatu yang disebut eksternalitas oleh para ekonom.

Yang membuat saya tersenyum adalah ketika hubby merefleksikan minyak ke dalam puisi yang jadi aneh kalau dibaca. Tapi saya ga akan menyampaikannya, karena ini bukan komoditas biasa..

No comments: