Pages

Sunday, February 10, 2013

Parkir

Hari Minggu ini rencananya ingin memaksimalkan leyeh-leyeh di rumah sambil baca novel, tapi tadi pagi adik yang di Bogor telpon dan mengajak ketemu di rumah orang tua yang berjarak 14 kilometer dari rumah. Sepertinya saya harus telpon ibu saya untuk konfirmasi kedatangan saya dan adik saya, karena rumah ibu saya itu susah parkirnya. Kebayang nanti kalo mbak Silvy (sebutan mobil saya) dan Ce Mumun (sebutan mobil adik saya) datang, tidak dapat parkir.

Dulu, kalau saya ke rumah ibu, bebas mau parkir dimana saja karena belum banyak mobil. Sekarang memang agak repot karena banyak tetangga ibu saya yang parkir di depan rumah.

Saya jadi ingat kemarin juga saya dan hubby kesulitan dapat parkir di metmall. Sepertinya parkir sudah menjadi suatu hal yang perlu diperhatikan pemerintah daerah. Meningkatnya kepemilikan kendaraan roda empat di Bekasi memicu kurangnya lahan parkir di rempat umum. Bahkan ketika saya hendak sholat maghrib di masjid Al Barkah (masjid terbesar di Kota Bekasi), saya juga kesulitan mendapat parkir.

Saya pikir, tidak heran kalau pemprov DKI menaikkan tarif parkir menjadi 4000 per jam karena terbatasnya lahan parkir. Itu akan menstimulus masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum ketimbang kendaraan pribadi. Berbeda dengan tarif parkir di Kota Bekasi yang masih 2000 per jam. Kebijakan di DKI biasanya mendapat perhatian bagi Pemkot Bekasi. Ini seperti game theory dimana setiap daerah melirik strategi yang diterapkan daerah sekitarnya.

Tahun 2009, saya pernah mengumpulkan data parkir di empat mall besar di Kota Bekasi. Saya melakukan itu untuk menghitung PDRB subsektor jasa penunjang angkutan. Waktu itu saya mencurigai sepertinya pendapatan dari parkir yang dikelola swasta ini lumayan besar dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap sektor angkutan.

Saya tidak bisa mengungkapkan hasil survey tersebut karena kerahasian datanya, yang jelas sharenya lumayan. Saya sendiri waktu itu sempat tercengang dengan potensi parkir terhadap sektor angkutan. Perparkiran yang digarap swasta ini memang bisnis yang menggiurkan. Belum lagi parkir di sekitar stasiun dan pintu tol yang dikelola oleh perorangan.

Parkir kelihatannya sepele, tapi nyatanya memiliki potensi untuk dikelola secara profesional demi ketertiban umum.

No comments: