Thursday, April 3, 2014
Sebuah kunjungan
Jadi ceritanya, teman seangkatan saya itu lagi kuliah S3 di IPB dan sekarang memasuki tahun ke-3, seru lah ya denger cerita kuliahnya itu (asli bikin iri), secara dulu kita sama-sama dari Jakarta dan punya masa-masa sulit untuk beradaptasi dengan sistem perkuliahan kedinasan ini. Biasa lah bayangan kita dulu itu kuliah ga seperti begini. Apalagi saya sebelumnya sudah sempat kuliah sebulan di tempat lain. Beda.. jauh berbeda, tapi thanks God akhirnya kita bisa beradaptasi dan ga sempat jadi mutant (looh?..).
Itu kunjungan yang pertama, di sore hari, ada lagi teman yang datang dari kantor lama saya. Sebenarnya sih dia datang karena ada urusan administrasi dengan baak, tapi sekalian bertemu saya. Nah ini membuat saya jadi teringat masa-masa perjuangan bekerja di tingkat II yang perlu kesabaran tingkat dewa. Terus berceritalah dia tentang kondisi di kantornya, personelnya, bagaimana ketatnya jadwal survei yang seolah seperti air bah datang ga kenal waktu, kegiatan yang saling tumpang tindih... ya ya ya saya mengerti sekali yang kayak begini dan parahnya saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu selain mendengarkan..
Jujur, kalau dikunjungi teman lama itu rasanya senang. Bisa cerita-cerita pengalaman masing-masing, memberi kabar baik (yang buruk ga perlu lah) dan bikin kita semangat lagi. Walaupun sebenarnya, dengan era sosial media saat ini, semua itu bisa dilakukan dengan kelincahan jari-jari di atas smartphone atau komputer, tapi kalau bertemu langsung rasanya beda aja. Energi positifnya dapet. Kalau terus-terusan dapat energi positif bisa sehat terus kan.. Mungkin memang benar kalau menyambung silaturahmi itu bisa memperpanjang usia. Jadi, siapa lagi teman yang akan mengunjungi saya? Atau saya akan berkunjung ke siapa nih..
Thursday, March 27, 2014
Moving out
Kemudian tibalah saat itu..
Pagi itu, ada email masuk yang meminta 7 orang calon fungsional dosen di BAAK pindah ke ruangan dosen di gedung 2. Hehehe akhirnya tidak lagi mengerjakan pekerjaan administrasi dan bisa fokus pada perkuliahan. Dalam hati sih yes yes yes, tapi tampang tetep dipasang sekalem mungkin.
So, we're officially moving out to Gd2 lt2 201-202 on Wednesday, March 26th 2014. Perlu diketahui, sebenarnya ruangan ini belum layak sekali untuk dosen. Pertama, it's not fully furnished a.k.a ga ada lemari, ga ada komputer, ga ada listrik.. cuma meja dan kursi aja, itu pun barang second hahaha... Kedua, yang namanya gedung 2 lantai 2 itu kotornya luar biasa.. pantry-nya, toilet-nya, lantai-nya haduh.. Untung aja kreativitas saya lagi ga bagus, kalo ga sudah buat syuting film horor.. karena kondisinya mendukung.
Anyway, apapun itu harus disyukuri.. bukankah kalau kita bersyukur maka akan ditambah...
Saya bersyukur akhirnya bisa fokus baca dan bimbing skripsi anak-anak cerdas ini, baca proposal PKL dan membimbing mereka membuat kuesioner dan buku pedomannya. Ok, ini pencitraannya sudah keterlaluan.. Yang jelas, you kids will never find me again in BAAK, I'm moving out..
Tuesday, January 8, 2013
Do Not Assume
Saat ini saya sedang double duty alias merangkap dua tanggung jawab sekaligus. Ini terjadi karena rekan kerja saya yang sedang cuti melahirkan. Jadi, terhitung sejak tahun 2013 ini dimulai, saya memiliki tanggung jawab lebih banyak untuk sekitar tiga bulan ke depan. Sebenarnya ini bukan yang pertama kalinya. Tahun 2011, saya juga pernah mengalami hal yang sama ketika rekan kerja yang bertanggungjawab atas pekerjaan tersebut pensiun. Namun, tetap saja saya mengalami jet lag karena dua jenis pekerjaan yang sungguh berbeda.
Seperti halnya suatu siklus, jenis pekerjaan tambahan ini pun juga mengalami perubahan. Maksudnya, walaupun dulu saya pernah menangani hal serupa, tetapi tetap ada beberapa perubahan. Oh ya, saya biasa menangani masalah teknis, dan double duty nya itu masalah ketatausahaan yang concern sekali di bidang administrasi. Dibandingkan sebelumnya, sekarang ini lebih well organized dan computerized. Jadi sebenarnya ga sulit-sulit amat untuk mengikuti irama dan alurnya. But still, bereaucracy is bereaucracy. Harus ekstra sabar dan tawakal untuk menjalaninya.
Kadang saya suka berpikir mungkin inilah bentuk kasih sayang Allah ke saya untuk melatih kesabaran. Jujur, saya bukan orang sabar. Jadi mungkin ini adalah masa pelatihan saya untuk menjadi insan yang lebih baik.
Terkait dengan sabar itulah, saya punya cerita tentang perlunya sabar nanak nunuk untuk mengikuti irama kerja di bidang ini. Ada beberapa hal yang memang perlu dikoordinasikan dengan instansi lain, dan saya pikir itu hal biasa karena bisa dikomunikasikan dengan teknologi melalui telpon atau email. Tapi nyatanya saya salah. Ternyata perlu usaha lebih dari itu untuk menyelesaikan hal sederhana karena memang SOP nya seperti itu. Saya tidak boleh berasumsi yang bukan-bukan. Segalanya harus jelas terlebih dulu daripada nantinya salah. Mengutip perkataan D.A. Benton, "bertanya lebih baik daripada menebak-nebak, dan kamu akan mendapatkan petunjuk"
Sepertinya ada satu lagi hikmah yang bisa saya ambil dari double duty ini. Saya termasuk seorang introvert yang agak sukar berkomunikasi langsung dengan orang. Mungkin saya sedang dilatih untuk menjadi seorang komunikator yang lebih baik, dan bertemu orang dengan karakter yang lebih beragam lagi. Yang jelas ini pelajaran baru buat saya yang terbiasa membuat asumsi dalam mengalisis. Saat ini do not assume, just ask to make it clear..
Friday, November 4, 2011
aLL bY my SeLf..
Anyway, I'm really happy today karena banyak hal. Pertama, buku publikasi yang jadi tanggung jawab saya sudah selesai *jenggg jenggg...*. Saya kasih tau ya, waktu bikin buku itu cuma seminggu, tapi itu adalah seminggu tergila tahun ini. Soalnya tiap hari bangun jam setengah tiga cuma buat nulis sehalaman.. aduh mirisnya.. Yah, kemampuan ini sudah berkurang sodara-sodara.. Kalau sampai di kantor sulit untuk melanjutkan, karena sooooo many disturbances.
Kedua, senengnya itu karena tadi ada yang demo masak di kantor. Mereka masak apa yah? Semacam kare ayam gitu lah trus bikin es krim segala.. Walaupun saya ga ikut icip icip, tapi seneng aja ngeliatnya. Gini-gini juga pecinta kuliner dan follower pak Bondan (apa ya maksudnya?)
Ketiga, I'm happy because I'm finally feel happy ajah.. Memangnya harus ada alasan khusus ya untuk seneng? Yah, oke deh kalo gitu. Saya seneng karena
Oh iya.. hari ini hari Jum'at dan saya sendirian di ruangan. Saya suka kayak gini nih, sendirian.. jadi penguasa ruangan, bisa nulis blog, bisa dengerin musik kesukaan tanpa harus pake earphone dsb dsb. Tapi temen seruangan yang tiga orang itu bisa kompak yah ga masuk di hari ini (sebenernya dua, tapi yang satu ijin pulang cepet jam 10-an gitu). Jum'at lho ini.. artinya liburan akan lebih lamaaaa apalagi hari minggunya Idul Adha.. Owwwhhh ngiri..
Tapi eits... ga boleh gitu.. the good point is everything I wished before come true, right? Itu sesuatu banget lho. Tinggal 12 lagi buku publikasi yang harus kelar.. WHATTT?!@*$??!
Sunday, April 25, 2010
Indonesia.. Are You Ready??
So far, as I know.. people respond to incentives. I kept meet people who always asked what will they get if they answered our questions.. even my friends,,
Their mindset are not changing even when I told them that data we collect will be used by the government to draw some policies..They do not understand the importance of collecting data. or maybe they don't want to understand?
On Sensus Penduduk, the preparation is final. The execution is just counting for the date. So, Indonesia.. Are You Ready??
Alamat penting..
Bidang Kesejahteraan Rakyat
Bidang Perekonomian
Alamat : Jl. Lapangan Banteng Timur 2-4 Jakarta 10310
Telepon : (021) 3808384, 3850119
Fax : (021) 3440394
Bidang Politik dan Keamanan
Alamat : Jl. Merdeka Utara No. 7 Jakarta 10110
Telepon : (021) 3849453, 3451064
Fax : (021) 3450918
DEPARTEMEN
Departemen Agama (Ministry of Religious Affairs)
Alamat : Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta 10710
Telepon : (021) 381-1679
Fax : (021) 381-1436
Departemen Dalam Negeri (Ministry of Home Affairs)
Alamat : Jl. Merdeka Utara No. 7 Jakarta 10110
Telepon : (021) 345-0058, 384-2222
Fax : (021) 383-1193
Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (Ministry of Energy and Mineral Resources)
Alamat : Jl. Merdeka Selatan 18 Jakarta 10110
Telepon : (021) 380-4242, 381-3233
Fax : (021) 384-7461
Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (HAM) (Ministry of Justice and Human Rights)
Alamat : Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 6-7 Kuningan, Jakarta 12940
Telepon : (021) 525-3004 Ext. 258, 526-5989
Fax : (021) 526-3082
Departemen Kehutanan (Ministry of Forestry)
Alamat : Gedung Manggala Wanabakti, Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta
Telepon : (021) 573-1820
Fax : (021) 570-0226
Departemen Kelautan dan Perikanan (Ministry of Marine Affairs and Fisheries)
Alamat : Ex. Gedung Humpuss, Jl. Merdeka Timur No. 16, Jakarta
Telepon : (021) 350-0023
Fax : (021) 351-9133
Departemen Kesehatan (Ministry of Health)
Alamat : Jl. H.R. Rasuna Said Blok X 5 Kav. 4-9, Blok A, 2nd Floor,
Jakarta 12950
Telepon : (021) 520-1590
Fax : (021) 520-1591
Departemen Keuangan (Ministry of Finance)
Alamat : Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta 10710
Telepon : (021) 384-1067, 381-4324
Fax : (021) 380-8395
Departemen Luar Negeri (Ministry of Foreign Affairs)
Alamat : Jl. Taman Pejambon No. 6 Jakarta
Telepon : (021) 344-1508, 345-6014
Fax : (021) 380-5511
Departemen Pendidikan (Ministry of National Education)
Alamat : Jend. Sudirman Pintu 1, Senayan, Jakarta 10002
Telepon : (021) 573-1618, 573-6870
Fax : (021) 573-6870
Departemen Perhubungan (Ministry of Communication)
Alamat : Jl. Merdeka Barat No. 8 Jakarta 10110javascript:void(0)
Telepon : (021) 381-1308
Fax : (021) 345-1657
Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Ministry of Industry and Trade)
Alamat : Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 52-53, 2nd Floor, Jakarta 12950
Telepon : (021) 525-6548
Fax : (021) 522-9592
Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (Ministry of Settlement and Regional Infrastructure)
Alamat : Jl. Patimura No. 20, Kebayoran Baru, Jakarta
Telepon : (021) 724-7564, 739-7758
Fax : (021) 726-0855
Departemen Pertahanan (Ministry of Defence)
Alamat : Jl. Merdeka Barat 13-14 Jakarta 10110
Telepon : (021) 345-6184, 381-2028
Fax :
Departemen Pertanian (Ministry of Agriculture)
Alamat : Jl. Harsono RM. No. 3 Ragunan , Pasar Minggu Jakarta 12550
Telepon : (021) 780-4056
Fax : (021) 780-4237
Departemen Sosial (Ministry of Social Affairs)
Alamat : Jl. Salemba Raya No. 28 Jakarta 10430
Telepon : (021) 310-3781, 310-3591
Fax : (021) 310-3783
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Ministry of Manpower and Transmigration)
Alamat : Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 51 Jakarta 12950
Telepon : (021) 522-9285, 798-9924
Fax : (021) 797-4488
NON DEPARTEMEN/KEMENTERIAN NEGARA
Bank Indonesia (Bank of Indonesia)
Alamat : Jl. MH Thamrin 2, Jakarta 10010
Telepon : (021) 231-0847, 231-0408
Fax : (021) 350-1867
Kejaksaan Agung (Attorney General)
Alamat : Jl. Sultan Hasanudin No. 1 Kebayoran Baru, Jakarta 12160
Telepon : (021) 720-8577, 725-1403
Fax : (021) 725-1277
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Ministry of State Owned Enterprises)
Alamat : Jl. Dr. Wahidin Raya No. 2 Jakarta
Telepon : (021) 577-2776, 386-4449
Fax : (021) 384-1094
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Ministry of Culture and Tourism)
Alamat : Jl. Medan Merdeka Barat 17, Jakarta 10110
Telepon : (021) 384-9142, 345-6705
Fax : (021) 387-7600, 384-8245
Kementerian Komunikasi dan Informasi (Ministry of Communications and Information)
Alamat : Jl. Medan Merdeka Barat No. 9 Jakarta 10110
Telepon : (021) 384-4227
Fax : (021) 386-7600
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Ministry of Cooperatives, Small and Medium Enterprises)
Alamat : H.R. Rasuna Said Kav. 3-5, Kuningan, Jakarta 12940
Telepon : (021) 520-4375
Fax : (021) 522-0849
Kementerian Lingkungan Hidup (Ministry of Environment)
Alamat : B Building, 2nd Floor, Jl. DI. Panjaitan, Kav. 24 Kebon Nanas,
Jakarta 13410
Telepon : (021) 858-0103
Fax : (021) 858-0101
Kementerian Pemberdayaan Perempuan (Ministry of Women Empowerment)
Alamat : Jl. Medan Merdeka Barat No. 15 Jakarta 10110
Telepon : (021) 380-539, 380-563
Fax : (021) 381-0052
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Ministry of Administrative Reform)
Alamat : Jl. Jend. Sudirman Kav. 69, Jakarta
Telepon : (021) 739-8381, 739-8341
Fax : (021) 739-8385, 739-8389
Kementerian Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia
Alamat : Menara Saidah, 18th floor. Jl. MT Haryono Kav. 29-30 Jakarta
Telepon : (021) 7918-6444, 7918-6654
Fax : (021) 7918-6654
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Ministry of National Development Planning)
Alamat : Jl. Taman Suropati No. 2, Jakarta
Telepon : (021) 334-811, 3190-6288
Fax : (021) 314-5374
Kementerian Riset dan Teknologi (Ministry of Research and Technology)
Alamat : Gedung BPPT II, 2nd Floor, Jl. MH. Thamrin 8, Jakarta 10340
Telepon : (021) 316-9960, 316-9961
Fax : (021) 391-1789
Panglima TNI (Military Commander in Chief)
Alamat : Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta 13870
Telepon : (021) 8459-1244, 8459-1243
Fax : (021) 845-6805
Sekretariat Negara Republik Indonesia (State Secretary Republic of Indonesia)
Alamat : Gedung Utama Setneg, Jl. Veteran No. 17 Jakarta 10110
Telepon : (021) 384-5627, Ext. 4201, 4202
Saturday, September 12, 2009
Working atmosphere..
Namun karena saya hanyalah seorang perempuan biasa yang juga harus mengurus keluarga (karena saya hanya mampu membeli rumah di sister city, dengan berat hati saya minta dimutasi ke level terendah tersebut. Awalnya memang berat dan terasa aneh. Tapi, seiring berjalannya waktu dan perubahan yang terus menerus terjadi, saya merasa sangat bersyukur bisa mengabdi di level terendah ini.
Bagi mereka (rekan kerja sesama instansi) yang tidak pernah “menyentuh” tingkat II pasti memiliki pola pikir berbeda dengan kami yang di tingkat II. Memang ujung tombak dari seluruh kegiatan instansi tempat saya bekerja ada di tingkat II, namun semua perencanaan tetap ada di pusat. Akibatnya sering terjadi management gap untuk kegiatan-kegiatan besar. Menurut saya itu wajar saja, tapi kalau tidak diperbaiki menjadi tidak wajar.
Contohnya, untuk hal yang paling kecil dan mungkin dianggap sepele (semoga tidak), pengadaan instrument kerja. Entah apa yang menjadi indikator untuk penganggaran pengadaan instrument kerja seperti kuesioner atau form2 penting lainnya. Karena selalu saja tidak tepat, entah itu excess supply atau excess demand..
Dan, Alhamdulillah hingga kini diskrepansinya tidak juga mengecil. Artinya masih ada pekerjaan buat perencana di pusat untuk memikirkan hal ini (daripada tidak ada kerjaan ya ...) Tapi sudahlah, yang seperti itu memang tidak perlu dibesar-besarkan, karena tidak dibesarkan juga sudah besar sendiri.. he he he
Dinamika bekerja di level terendah ini tidak hanya itu. Menghadapi orang banyak dari berbagi kalangan dan karakteristik penduduk yang berbeda-beda merupakan anugerah tersendiri yang menurut saya priceless.. tidak bisa ternilai harganya. Tahukah mereka yang di pusat bagaimana sakitnya ditolak responden dari kalangan pengusaha, tidak bisa masuk ke kantor mereka yang mentereng dan hanya bisa sampai pada satpam saja? Atau perihnya dimarahi para elite residence di perumahan elit yang menolak kita mentah-mentah kala dimintai keterangannya.. Atau turut merasakan sulitnya responden dari kalangan yang mengenaskan dan kita hanya bisa bersyukur tidak seperti mereka yang memang benar-benar kekurangan. Belum lagi kalau kita harus menghadapi arogansi penguasa setempat yang merasa memiliki segalanya untuk menjalankan pemerintahan di daerah tingkat II.
Bila hasilnya tidak tepat waktu atau kualitasnya buruk, teman-teman di pusat akan menjudge kami kerjanya tidak optimal dan tidak serius. Yang paling parah kami dianggap tidak sesuai standard operation procedure (SOP), yang kadang-kadang SOP-nya sendiri bisa berubah-ubah sesuai kebutuhan.
Padahal, tanpa bermaksud membela diri, untuk mendapatkan data yang berkualitas tidak hanya dengan menekan ujung tombak, tapi perencanaan yang matang dan optimal, dukungan dana dan komunikasi yang baik juga diperlukan. Menurut saya, komunikasi dua arah sudah merupakan hal yang wajib hukumnya supaya semua masalah dan kemungkinan yang terjadi di lapangan bisa di atasi. Dan tolong.. berbaik sangka-lah
Dinamika lainnya adalah hubungan dengan instansi lain pada level tingkat II. Walaupun kami ini instansi vertikal, tetapi sering kali dianggap sebagai bawahan oleh penguasa setempat, sehingga terkadang mereka bersikap semaunya dan tidak menganggap kami sebagai sesama abdi negara.
Maju mundurnya suatu bangsa sangat tergantung kepada reliabilitas dan validitas sistem data yang ada di negara tersebut. Semakin terorganisir dengan baik sistem organisasi data tersebut maka akan semakin maju negara tersebut. Strategi pembangunan apapun tergantung kepada sistem data yang diterapkan.
Harus diakui, kami memang banyak kekurangan, tapi kami selalu berusaha untuk memperkecil kekurangan kami itu. Dengan banyak cara tentunya, kami banyak belajar, banyak mengolah informasi penting yang mungkin bisa kami jadikan petunjuk dan berusaha menjalin komunikasi dengan pihak lain.
Sebenarnya hal tersebut tidak sulit dilakukan dan sangat mungkin untuk dikerjakan, namun sayangnya hingga saat ini masih belum optimal untuk dilaksanakan. Tapi yakinlah suatu saat nanti pasti terealisasi. (Optimis itu bukan penyakit kan.. )
Alhamdulillah, bekerja di tingkat II sungguh merupakan suatu anugerah.
Monday, April 20, 2009
Caught in the act..
Beberapa waktu yang lalu, apa yang sudah aku usulkan ditolak mentah-mentah.. yah maklum, junior.. tapi aku tetap mengemukakan rencanaku beserta konsekuensinya kalau kita tidak menjalankannya sesuai prosedur..
Dan meeting hari ini mengungkapkan fakta-fakta yang terjadi... inilah akibatnya kalau tidak sesuai dengan teori dan apa yang sudah di rapatkan sebelumnya.. Dalam hati sih rasain deh.. tapi ga tega juga, bagaimanapun juga ini institusi yang mau tidak mau harus aku bela.
Kalau sudah ketangkap basah begini, baru deh grabag grubug cari option lain... Ingin sih aku bilang, "tuh kan.. saya bilang juga apa?" tapi ga tega euy.. Yah bantu sebisanya saja..