Pages

Tuesday, January 8, 2013

Do Not Assume

Saat ini saya sedang double duty alias merangkap dua tanggung jawab sekaligus. Ini terjadi karena rekan kerja saya yang sedang cuti melahirkan. Jadi, terhitung sejak tahun 2013 ini dimulai, saya memiliki tanggung jawab lebih banyak untuk sekitar tiga bulan ke depan. Sebenarnya ini bukan yang pertama kalinya. Tahun 2011, saya juga pernah mengalami hal yang sama ketika rekan kerja yang bertanggungjawab atas pekerjaan tersebut pensiun. Namun, tetap saja saya mengalami jet lag karena dua jenis pekerjaan yang sungguh berbeda.

Seperti halnya suatu siklus, jenis pekerjaan tambahan ini pun juga mengalami perubahan. Maksudnya, walaupun dulu saya pernah menangani hal serupa, tetapi tetap ada beberapa perubahan. Oh ya, saya biasa menangani masalah teknis, dan double duty nya itu masalah ketatausahaan yang concern sekali di bidang administrasi. Dibandingkan sebelumnya, sekarang ini lebih well organized dan computerized. Jadi sebenarnya ga sulit-sulit amat untuk mengikuti irama dan alurnya. But still, bereaucracy is bereaucracy. Harus ekstra sabar dan tawakal untuk menjalaninya.

Kadang saya suka berpikir mungkin inilah bentuk kasih sayang Allah ke saya untuk melatih kesabaran. Jujur, saya bukan orang sabar. Jadi mungkin ini adalah masa pelatihan saya untuk menjadi insan yang lebih baik.

Terkait dengan sabar itulah, saya punya cerita tentang perlunya sabar nanak nunuk untuk mengikuti irama kerja di bidang ini. Ada beberapa hal yang memang perlu dikoordinasikan dengan instansi lain, dan saya pikir itu hal biasa karena bisa dikomunikasikan dengan teknologi melalui telpon atau email. Tapi nyatanya saya salah. Ternyata perlu usaha lebih dari itu untuk menyelesaikan hal sederhana karena memang SOP nya seperti itu. Saya tidak boleh berasumsi yang bukan-bukan. Segalanya harus jelas terlebih dulu daripada nantinya salah. Mengutip perkataan D.A. Benton, "bertanya lebih baik daripada menebak-nebak, dan kamu akan mendapatkan petunjuk"

Sepertinya ada satu lagi hikmah yang bisa saya ambil dari double duty ini. Saya termasuk seorang introvert yang agak sukar berkomunikasi langsung dengan orang. Mungkin saya sedang dilatih untuk menjadi seorang komunikator yang lebih baik, dan bertemu orang dengan karakter yang lebih beragam lagi. Yang jelas ini pelajaran baru buat saya yang terbiasa membuat asumsi dalam mengalisis. Saat ini do not assume, just ask to make it clear..

No comments: