Saat menuliskan ini, saya sedang berada di kantor imigrasi, menunggu untuk difoto. Kemudian terlintaslah di benak saya apakah model model kalau mau difoto juga seperti saya, menunggu, menanti giliran di sekitar set foto. Imaginasi saya memang suka berlebihan kalau lagi menunggu. Mungkin aroma bulgari dari emak-emak sebelah saya ini yang bikin saya membayangkan model segala.
Minggu lalu, saya juga dalam posisi yang sama seperti ini. Menunggu ketika sedang memperpanjang SIM di Polres Bekasi. Tapi namanya juga perlu jadi ya dilakoni saja.
Katanya pelayanan publik sudah diperbaiki dan ditertibkan. Nyatanya tetap saja calo bermain. Saya melihat petugas resmi yang terlihat asyik berbicara dengan calonya. Gimana sih? Malahan waktu saya tanya prosedur pengurusannya, si petugas me'refer' ke seorang calo.
Ups, saya tidak bermaksud mengeluhkan pelayanan publik. Hanya saja, saat ini memang pelayanan publiknya belum standar. Tidak perlu jauh-jauh ke ketepatan waktu dan lain sebagainya. Calonya saja masih eksis. Suka tidak suka harus saya akui memang tidak mudah memulai ini semua. Tapi kalau tidak dimulai kapan ada hasilnya.
Ah sebentar lagi nomor antrian saya dipanggil. Saya harus sudahi postingan ini. Padahal wifinya sedang kenceng-kencengnya. Layanan free wifi ini jadi poin positif pelayanan publik. Ya, apapun mungkin di dunia ini untuk berubah lebih baik..
No comments:
Post a Comment