Pages

Friday, February 8, 2013

Perubahan

Ketika sedang wawancara untuk mendapat paspor, bapak-bapak yang mewawancarai saya tertegun waktu saya bilang saya PNS di Badan Pusat Statistik. Katanya dulu dia pernah ikut pelatihan analisis statistik dasar di BPS sekitar tahun 92-an (dia lupa tahunnya).

Lalu, jiwa pencacah saya pun keluar. Saya tanya tahun berapa bapak mulai bekerja di imigrasi. Dia bilang sudah bekerja sejak tahun 1986. Saya berkomentar bahwa bapak ini pasti sudah mengalami banyak perubahan sistem di imigrasi selama bekerja, karena saya hafal betul bagaimana bentuk kantor imigrasi yg selalu saya lewati dulu ketika kuliah. Dia tertawa, katanya dia sudah melalui tiga jaman.

Dia tidak bertanya yang macem-macem lho, cuma mencocokkan data di dokumen dan yang di formulir. Kemudian dia bercerita bagaimana ripuhnya jaman dulu ketika dia mulai bekerja, dilanjutkan penggunaan teknologi komputer.

Terus dia juga cerita bagaimana proses adaptasinya pakai komputer. Sampai akhirnya kita bertukar cerita soal anak. Bahaya teknologi informasi terhadap anak-anak dan lain sebagainya.

Saya jadi tahu anaknya ada 3, yang paling besar kuliah, dan yang bungsu kelas 4 SD. Saya juga jadi mengerti bahwa beliau perlu usaha yang lebih untuk beradaptasi dengan perubahan sistem di imigrasi, mulai dari aturannya, etikanya, teknologinya dan lain-lain.

Saya juga mendengarkan keluhannya mengenai pegawai-pegawai baru yang dianggapnya kurang giat dalam bekerja padahal mereka masuk berbekal ijasah sarjana. Keluhan yang sama yang sering saya dengar di kantor saya.

Alhasil wawancaranya jadi lama. Hubby yang dapat jadwal wawancara lebih dulu terlihat bingung kenapa saya lama sekali. Waktu dia tanya apa yang membuat saya lama, saya bilang "Biasa lah A, jiwa pencacah saya suka muncul di waktu yang tak tepat. Suka kepo aja gitu".

Bapak pewawancara itu telah menunjukkan bahwa apa yang dibilang Charles Darwin tentang bukan yang terkuat dan terpintarlah yang mampu bertahan, melainkan yang bisa beradaptasi terhadap perubahan, memang benar adanya. Kotaro Minami di film serial Satria Baja Hitam bilang : kalau saya tidak berubah, saya tidak bisa menang. Jadi, siap-siaplah berubah!

No comments: