Diiringi lagunya the script ft will.i.am yang judulnya hall of fame, saya iseng menuliskan ini di jum'at siang yang ga terlalu asik. Bukan apa-apa, biasanya kalau sudah memasuki medio maret itu, sudah mulai hectic dan ga sempet memikirkan kesenangan diri sendiri seperti menulis begini. Pikiran tidak bisa lagi berkelana kemana-mana kalau begini, harus fokus, stay focus, hard focus..haizz apa ajalah namanya.
Tapi lagu hall of fame nya the script ini benar-benar menyemangati. Cocok jadi personal anthem. Awalnya sering dengar pagi-pagi di acara olahraga di televisi, lama-lama biasa. Kalau lagi mengendarai mbak Silvy, ini enak banget buat di dengar di jalan. Tapi saya sedang tidak ingin membahas lagu ini. Saya lagi mau cerita tentang kesibukan yang sebentar lagi hilang.
Jadi, double duty yang selama ini selalu membuat perhatian saya tertumbuk pada hal seputar pekerjaan, akan segera berakhir. Senang sekali ya.. Senengnya itu seneng banget bukan seneng aja. Tadi orang yang saya plh-in itu datang dan saya mulai mentransfer tugas-tugas yang ada di waktu mendatang. Huaah rasanya lega sekali.
Lalu, saya langsung memikirkan self reward untuk ini.. mmm apa ya kira-kira..
Self reward itu penting untuk menjaga keseimbangan. Ga perlu yang mahal, tapi bikin senang hati aja. Biasanya, saya selalu menghadiahi diri saya sendiri kalau sudah menyelesaikan suatu tugas, misalnya waktu pekerjaan membuat publikasi selesai saya beli sesuatu sebagai hadiah untuk diri saya kalau saya sudah menyelesaikan pekerjaan itu. Maksudnya supaya saya lebih mencintai lagi pekerjaan saya. Dan setelah keluar dari hectic moments ini, saya juga bermaksud menghadiahi diri saya. Contohnya, postcard bergambar menara eiffel yang saya tempel di meja saya merupakan self reward saya ketika saya menyelesaikan pengadaan. Sederhana, tapi setiap kali saya melihat postcard itu rasanya senang aja. Hey, bahagia itu sederhana. Saya sulit menjelaskannya, tapi nyatanya ya seperti itu.