Lima bulan di tempat kerja yang baru, dengan bidang keahlian yang berbeda, bertemu dengan orang-orang yang baru dan sistem yang berbeda, membuat semua ini harus disyukuri. Bagaimana tidak, ini pengalaman yang sulit dinilai dengan uang, priceless.. Awalnya memang agak berat karena ini jauh berbeda dari sebelumnya, sekarang semua lebih mudah.
Apa saja yang sudah saya lakukan lina bulan terakhir ini akan saya bagi disini Perlu diingat saya suka sharing pengalaman, jadi jangan anggap ini sarana show off hehe..
Pertama, edit modul matrikulasi. Sebenarnya ini bukan hal baru dan hampir sama sekali tidak menantang, tapi saya berusaha seantusias mungkin mengerjakannya karena saya bekerja dengan teman-teman baru dengan latar belakang pendidikan dan budaya yang berbeda. It went well after all. Begitulah..
Kedua, ikut berbagai macam seminar. Mulai dari yang gratisan sampai yang... gratisan juga. Biasanya yang gratisan itu dari universitas. Nah disini saya dapat wawasan dan ilmu yang lebih banyak, bertemu dengan orang pintar lebih banyak lagi. Saya sampai heran bertemu doktor dari UI yang dari tampilannya biasa saja, terkesan santai dan muda tapi ketika mereview jurnal teman saya membuat saya terkesan dengan kemampuannya menyederhanakan dan mengkomunikasikan jurnal sehingga lebih mudah dimengerti. Ternyata beliau memperoleh gelar doktornya karena meneliti tabel input output. So, there's connection here. I won't tell his name here since he's quite famous in his campus *ehm
Ketiga, toefl. Ya, kami yang bekerja disini menjalani tes toefl kemudian diberi kursus dari Lembaga Bahasa UI untuk mengupgrade nilai toefl kami. Tes pertama, toefl saya 560, padahal saya ditargetkan untuk mencapai 600. Still a long way to go. So, tutor saya bernama Paul dan Chisna yang keturunan India itu. Paul konsentrasi di structure, Chandra di listening dan reading. O ya, Paul sangat mengagumi sistem yang diterapkan kampus kami. Dia sangat iri dengan betapa tertibnya perkuliahan dan kegiatan disini dengan monitor yang ada dimana-mana sehingga setiap orang bisa mendapat informasi yang tepat. Bulan depan kami akan menjalani tpa. Kenyataan bahwa semua tes tersebut harus dijalani adalah demi sertifikasi dosen yang syaratnya nilai toefl dan tpa pada passing grade tertentu. Somehow, I enjoy it very much.
Keempat, mengajar. Ya, itu tugas utama saya. Tapi saya harus mengajar matrikulasi untuk debut saya ini. Hehe matrikulasinya semacam pelajaran SMA untuk matematika. Rasanya seperti mengajar anak sendiri. Yang diajar itu berasal dari Papua, Maluku, Aceh, Kalimantan. Mereka adalah mahasiswa yang diterima melalui jalur penerimaan pmdk. Tujuannya supaya mereka memiliki kemampuan yang setara dengan mahasiswa reguler. Kebanyakan ini adalah kali pertama mereka jauh dari orang tuanya. Dan mereka curhat.. oh dear..
Kelima, workshop. Saya sempat mencicipi workshop selama 5 hari dengan Australia Berau Statistics. Kami berdiskusi tentang penghitungan National Account antara dua negara, Australia dan Indonesia. Delegasi dari ABS yang menangani national account adalah Andrew dan seorang perempuan cantik yang namanya saya lupa. Dari workshop itu saya jadi mengetahui bahwa apa yang sudah dilakukan direktorat neraca sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan yang sudah dilakukan Australia. Saya jadi lebih menghargai kerja teman-teman neraca baik di pusat maupun daerah. Jadi berhentilah membully teman-teman yang sudah berusaha keras menyempurnakan penghitungan PDB. They've worked so hard..
Keenam, jadi moderator. Ada 5 skripsi yang harus saya moderatori ketkka sedang diseminarkan untuk syarat kelulusan mahasiswa tingkat akhir. Saya cukup terkesan dengan kemampuan mahasiswa disini yang menurut saya jauh di atas rata-rata.
Ketujuh, membuat modul SNNI atau Sistem Neraca Nasional Indonesia. Ini bukan pekerjaan sepele karena modul ini belum ada dan baru tahun ini dibuat. Untuk ini saya bekerja dengan tim yang terdiri dari 4 orang yang pernah jadi kasi neraca. Gara-gara ini juga saya harus pulang hingga larut malam karena rapat dengan narasumber yang dulunya dedengkot neraca di BPS RI. Kami harus menyesuaikan dengan jadwal beliau. Bekerja membuat buku dalam satu tim bukan hal mudah karena setiap orang punya ide yang berbeda. Saya harus ekstra sabar dan sedikit menahan diri untuk tidak terburu-buru membicarakan keinginan saya. Banyak yang saya pelajari disini terutama dari sisi mengelola emosi hehe.. kind of learning to be more mature..
Selain itu semua, ada beragam pekerjaan administratif yang tidak perlu saya share disini karena sifatnya biasa saja. Jadi begitulah hal-hal baru disini. Semangat mudanya sungguh luar biasa.. Alhamdulillah..