Pages

Thursday, April 3, 2014

Sebuah kunjungan

Saya tidak tau ada keajaiban apa dengan hari Rabu kemarin. Pertama saya bangun kesiangan, tapi berangkat ke kantor tidak sampai telat banget karena malamnya saya ga sengaja sudah menyiapkan semua keperluan pagi (sudah seperti feeling aja). Terus, lalu lintas pagi itu lancar jaya, jadi sampai kantor pun masih jam 7.00 barengan dengan mahasiswa dan cleaning service (padahal harusnya cleaning service harus datang lebih pagi). Lalu, tidak lama kemudian ada bbm dari teman seangkatan yang mau datang. Dan bertemulah kita setelah belasan tahun ga ketemu. Dan ternyata hebohnya masih belum berubah hehehe..

Jadi ceritanya, teman seangkatan saya itu lagi kuliah S3 di IPB dan sekarang memasuki tahun ke-3, seru lah ya denger cerita kuliahnya itu (asli bikin iri), secara dulu kita sama-sama dari Jakarta dan punya masa-masa sulit untuk beradaptasi dengan sistem perkuliahan kedinasan ini. Biasa lah bayangan kita dulu itu kuliah ga seperti begini. Apalagi saya sebelumnya sudah sempat kuliah sebulan di tempat lain. Beda.. jauh berbeda, tapi thanks God akhirnya kita bisa beradaptasi dan ga sempat jadi mutant (looh?..).

Itu kunjungan yang pertama, di sore hari, ada lagi teman yang datang dari kantor lama saya. Sebenarnya sih dia datang karena ada urusan administrasi dengan baak, tapi sekalian bertemu saya. Nah ini membuat saya jadi teringat masa-masa perjuangan bekerja di tingkat II yang perlu kesabaran tingkat dewa. Terus berceritalah dia tentang kondisi di kantornya, personelnya, bagaimana ketatnya jadwal survei yang seolah seperti air bah datang ga kenal waktu, kegiatan yang saling tumpang tindih... ya ya ya saya mengerti sekali yang kayak begini dan parahnya saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu selain mendengarkan..

Jujur, kalau dikunjungi teman lama itu rasanya senang. Bisa cerita-cerita pengalaman masing-masing, memberi kabar baik (yang buruk ga perlu lah) dan bikin kita semangat lagi. Walaupun sebenarnya, dengan era sosial media saat ini, semua itu bisa dilakukan dengan kelincahan jari-jari di atas smartphone atau komputer, tapi kalau bertemu langsung rasanya beda aja. Energi positifnya dapet. Kalau terus-terusan dapat energi positif bisa sehat terus kan.. Mungkin memang benar kalau menyambung silaturahmi itu bisa memperpanjang usia. Jadi, siapa lagi teman yang akan mengunjungi saya? Atau saya akan berkunjung ke siapa nih..