Judul postingan ini diinspirasi dari spanduk pembangunan apartemen deket rumah yang bertuliskan ground breaking. Itu artinya pembangunan apartemen tersebut baru saja dimulai. Begitu juga dengan postingan kali ini, tang menandakan postingan pertama di tahun 2015.
Sejujurnya, postingan ini saya buat sambil menunggu commuter line yang sudah tiga hari ini jadwalnya kacau balau sehingga kenyamanan penumpang terganggu. Dan entah kenapa, justru di saat jadwal CL terganggu saya malah terpaksa menggunakan angkutan ini.. pyuuh..
Akibatnya, banyak teman-teman yang bertanya kenapa saya tidak bawa mobil, kenapa jadi sering naik CL, apakah sudah terjadi penurunan kesejahteraan, apakah lalu lintas sangat macet jadi naik CL, apakah bekasi sebegitu parahnya sampai tidak nyaman untuk naik mobil dan seterusnya.. Dan saya pun menjawab secara random pertanyaan-pertanyaan itu dengan sempurna..
Ada dua hal saya terpaksa harus naik CL. Pertama adalah sesi 1. Kalau saya mengajar sesi 1 yang dimulai jam 7.30, peluang saya untuk datang terlambat kalau naik mobil cukup besar, sekitar 20-25 persen. Soalnya dalam 20 hari kerja selama sebulan, rata-rata saya telat itu 3-4 kali. Kalau datangnya sudah telat, biasanya perlu mood booster karena kesal datang terlambat. Hal kedua adalah non academic factor. Itu bisa macam-macam selain sesi 1. Misalnya saja waktu itu gembok mobil saya tidak bisa terbuka, bangun kesiangan, ada telpon penting... loh.. iya kadang telpon bisa lama..
Buat seorang komuter seperti saya, naik CL itu bisa membantu dari sisi waktu, tapi tidak dari sisi kenyamanan. Selain itu ada aja cerita hasil curi dengar pembicaran penumpang yang lagi ngobrol. Iya, biasanya saya naik CL tanpa teman, jadi kalau di stasiun atau di dalam gerbong ya asik sendiri. Kind of a loner type hehe..
Contohnya hari ini, saya jadi tau ternyata sinetron yang lagi happening itu zoda. Nah, saya yg jarang nonton tv jadi penasaran. Kata ibu-ibu penumpang CL, rajanya ganteng tapi sayang pendek hahaha.. trus saya juga jadi tau sate padang yg enak deket rumah saya waktu di dalam gerbong dan lg untel-untelan penumpangnya. Gerombolan penumpang CL itu asik ngomongin sate padang. Dari hasil curi dengar itu saya bisa tau kalau mereka tinggal deket area rumah saya.
Angkuta kereta api itu kalau di PDB yang berbasis SNA 1993 masuk ke dalam sektor angkutan, subsektor angkutan rel. Daya angkutnya yang besar untuk melintas antar kota dan tanpa macet plus biayanya yang murah, membuat komuter mengandalkan CL. Berdasarkan pengalaman saya naik CL, demand untuk subsektor ini sangat tinggi. Sayangnya tidak diiringi supply. Sebagai penganut general equilibrium garis keras, kalau supply tidak bisa nencukupi demand, ada kebijakan yang harus diambil. Ga mungkin kn kita impor jasa angkutan kereta, kecuali pmtbnya yang diimpor.
Di tengah carut marutnya sektor transportasi ini, ternyata saya bisa tertawa dalam hati. Menikmati sih ga juga, tapi daripada kesel lah.. jadi lihat sisi positifnya aja. Demikian juga untuk tahun ini, semoga saya jadi lebih positive thinking..