Pages

Wednesday, April 29, 2009

Romantisme a la Daniel Bedingfield

Mungkin karena acara ngajar mengajar itu sudah selesai.. akhirnya bisa rileks lagi untuk 12 jam ke depan.. dan ini adalah lagu yang aku pilih untuk menemani pikiran yang lagi rileks.. benar-benar romantis..


If you're not the one - Daniel Bedingfield

If you’re not the one then why does my soul feel glad today?
If you’re not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call
If you are not mine would I have the strength to stand at all

I’ll never know what the future brings
But I know you’re here with me now
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with

I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?

If I don’t need you then why am I crying on my bed?
If I don’t need you then why does your name resound in my head?
If you’re not for me then why does this distance maim my life?
If you’re not for me then why do I dream of you as my wife?

I don’t know why you’re so far away
But I know that this much is true
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I pray in you’re the one I build my home with
I hope I love you all my life

I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I can stay in your arms?

‘Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
‘Cause I love you, whether it’s wrong or right
And though I can’t be with you tonight
You know my heart is by your side

I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I could stay in your arms

Friday, April 24, 2009

Resesi, Depresi dan PHK

Artikel ini diambil dari buku barunya Rhenald Khasali berjudul Marketing in Crisis. Di dalam salah satu box-nya ada tulisan yang dia cuplik juga dari harian Kompas 1 Desember 2008, bagus dan membuat kita terus berpikir..

"Kalau tetangga kehilangan pekerjaan, itu namanya resesi. Kalau Anda juga kehilangan pekerjaan, itu depresi"

Berapa pun besarnya pesangon, menjadi penganggur sungguh tidak enak. Menurut Harvey Brenner, setiap 10% kenaikan penganggur, kematian naik 1,2%, serangan jantung 1,7%, bunuh diri 1,7% dan harapan hidup berkurang 7 tahun.

Namun, ada kabar gembira, orang yang kepepet bisa hijarah menjadi pengusaha, asalkan lingkungannya kondusif. Minggu lalu, Organisasi Buruh Internasional mengumumkan krisis keuangan global akan mengakibatkan pemutusan hubungan kerja 20 jutra orang. Padahal, tanpa krisis, 190 juta orang menganggur, Di AS, angka PHK baru 1,2 juta. Lantas, dimana pengangguran terbesar? Sebagian besar menduga CIna.

Namun Dirjen ILO menyebut Cina relatif aman karena pasar domewstiknya kuat. Di Thailand, 1 juta orang akan menganggur. Singapura sama, tetapi parlemen mengizinkan pemerintah mengatur keuangan agar lebih adaptif.

Di Indonesia, mereka yang pesimis menyebut pengangguran akan menyentuh 2 juta orang, sementara yang moderat menyebut 1 juta. Hitungan ekonominya, penurunan ekonomi 1 persen membuat lapangan pekerjaan menyusut 150.000. Di lapangan, sebagai antisipasi krisis,pengusaha mulai menahan ekspansi. Konsumsi listrik untuk industri di Jawa sebulan terakhir turun lebih dari 5 persen.

Namun, benarkah ancaman pahit itu akan menjadi kenyataan? Di AS, yanng paling terkena krisis adalah jasa keuangan, perumahan, ritel, otomotif, dan konstruksi. Di negara lain, yang terimbas adalah sektor-sektor ekspor, seperti faren, furnitur dan bahan mentah.

Namun, di Indonesia, segala industri, juga UMKM, bisa terkena kalau respons operasional birokrasi lamban dan inkonsisten. Kita ambil saja dua contoh, industri kertas dan UMKM. Dalam industri kertas, Indonesia punya keunggulan daya saing alamiah sehingga berpotensi menggeser kompetitior dari negara yang sedang terimbas krisis.

Di khatulistiwa, pohon akasia dapat dipanen 6 tahun, sementara di Eropa Utara butuh 20-40 tahun. RAPP dan INdah Indah Kiat masing-masing menanam investasi lebih dari Rp. 50 triliun. Perangkat hukum hutan tanaman industri muali dari UU No 41.1999 sampai PP No 6/2007 sudah lengkap. Kalau kondusif, industri ini bisa jadi powerhouse ekonomi.
Studi LPEM FEUI (2008) menemukan mulitplier tenaga kerjanya 2,381 sehingga berhasil menstimulasi lapangan pekerjaan di Provinsi Riau sekitar 250.000 (2005). sMAPAI BULAN sEPTEMBER 2008, RAPP masih menjual dolar ke BI sebesar 500 juta dolar AS. Namun karena setahun terakhir ini aparat di lapangan bertikai dan saling menuding, pasokan kayu pun menipis.

Kita tahu, polisi saat itu ingin membongkar sindikat pembalakan hutan. Kejaksaan juga ingin dapat nama dalam pemberantasan korupsi. Namun, ibarat kaum bisu tuli dalam tarian The Thousand Hands of Buddha, hanya satu orang yang boleh di depan. Nyatanya semua ingin ke depan sehingga timbul kekacauan dan rantai suplai yang dibangun bertahun-tahun hancur.

Dalam situasi demikian, bulan lalu RAPP mem-PHK 1000 karyawan tetapnya.
Lain lagi UMKM. Dari pengalaman di Korea Selatan, Thailand, dan Cina, pengembangan UMKM tidak boleh dipisahkan dari industri penopangnya yang berseifat komplementer sehingga hrus membentuk klaster. Dalam setiap klaster ada 2-3 perusahaan besar yang menjadi lokomotif bagi gerbong-gerbong itu.

Karena tidak integratif, penanganan UMKM di Indonesia tidak efektif. Yang satu memberikan bantuan, Satpol PP menggusurnya. UMKM ditanam sporadis sehingga menimbulkan banyak benturan. Karena itu, UMKM belum bisa menjadi alat pencipta kesejahteraan yang stabil. Angka kematiannya pun sangat tinggi.

Dua contoh itu menunjukkan pentingnya membangun spirit Indonesia yang sejalan. Semua kekacauan itu dimulai dari visi yang belum terurai sampai level operasional, malah masing-masing asyik dengan "hobinya" dan ingin tampil ke depan sendiri-sendiri.

Upaya mengatasi resesi dan depresi dapat diibaratkan dengan dua kalajengking milik presiden, yang ditaruh dalam gelas. Obama dan pemimpin kita sama-sama menggenggam kalajengking. Begitu air dimasukkan ke dalam gelas, dalam hitungan menit gelas Obama sudah kosong. Kalajengking yang satu mengatakan kepada temannya, "Ini benar-benar sudah gawat, kita bisa mati. Naiki pundak saya, sampai di atas tolong tarik saya." Mereka sepakat, seperti slogan kampanyenya "Change, You Can Believe In".

Bagaimana kalajengking di gelas pemimpin kita? Begitu yang satu naik sedikit, kawannya buka mendorong ke atas, malah menarik kakinya ke bawah. Walhasil, kdeduanya sama-sama mati. Siapa yang menarik kaki kalajengking itu?

Pada akhirnya, kita hanya bisa keluar dari resesi bukan karena kehebatan kita, melainkan apakah kita benar-benar percaya bahwa ancaman krisis dan PHK ini bisa menjadi riil dan tidak main-main, lalu apakah kita mau bekerja sama dan beradaptasi?...

Monday, April 20, 2009

Caught in the act..

Hari ini meeting lagi.. seperti biasa, tiada hari tanpa meeting.. yang seringnya solusinya tidak ada atau kalau ada tidak ditepati..

Beberapa waktu yang lalu, apa yang sudah aku usulkan ditolak mentah-mentah.. yah maklum, junior.. tapi aku tetap mengemukakan rencanaku beserta konsekuensinya kalau kita tidak menjalankannya sesuai prosedur..

Dan meeting hari ini mengungkapkan fakta-fakta yang terjadi... inilah akibatnya kalau tidak sesuai dengan teori dan apa yang sudah di rapatkan sebelumnya.. Dalam hati sih rasain deh.. tapi ga tega juga, bagaimanapun juga ini institusi yang mau tidak mau harus aku bela.

Kalau sudah ketangkap basah begini, baru deh grabag grubug cari option lain... Ingin sih aku bilang, "tuh kan.. saya bilang juga apa?" tapi ga tega euy.. Yah bantu sebisanya saja..

Tabungan..

Sudah ngeprint buku tabungan belum? Coba diprint.. apakah saldonya semakin berkurang atau bertambah sesuai dengan iklan bank-bank tersebut. Ini cuplikan dari sebuah artikel di kompas.com.

.....

Ambil contoh BCA, bank yang memiliki jumlah penabung paling banyak di Indonesia. Untuk tabungan Tahapan Silver, BCA mengenakan biaya administrasi Rp 10.000 per bulan. Adapun suku bunga untuk tabungan bersaldo Rp 1 juta-Rp 10 juta sebesar 2 persen per tahun.

Dengan asumsi nilai tabungan awal Rp 5 juta dan tidak pernah ditambah selama setahun, nasabah akan mendapat bunga Rp 100.000 per tahun. Setelah dipotong pajak 20 persen, pendapatan nasabah tinggal Rp 80.000. Padahal, biaya administrasi yang harus dibayar selama setahun mencapai Rp 120.000. Alhasil, dana berkurang Rp 40.000 dalam setahun.

Penabung kian cepat kehilangan uangnya jika nilai tabungan di bawah Rp 1 juta. Sebab bunganya nol persen. Penabung tidak akan tergerus uangnya jika saldonya minimal Rp 6 juta. Pada level itu, biaya administrasi dan bunga mencapai titik keseimbangan.

Perbankan umumnya menerapkan bunga rendah untuk tabungan. Bank Mandiri, bank terbesar di Indonesia, bahkan hanya memberikan bunga 1,75 persen untuk tabungan bernilai Rp 1 juta-Rp 5 juta. Kian tinggi nilai tabungan, bunga akan semakin besar, namun biasanya tak lebih dari 4 persen per tahun. Bank tentu merasa berhak memungut biaya administrasi. Alasannya, mereka harus membangun dan memelihara jaringan seperti ATM, yakni fasilitas untuk para penabung. Bank juga harus membangun infrastruktur teknologi informasi untuk mengelola dan menjaga rekening nasabah tetap aman.

Bank merasa pantas memberi bunga kecil atas tabungan dengan alasan tabungan dapat ditarik setiap saat sehingga bank tidak begitu leluasa menggunakan dana tabungan untuk disalurkan sebagai kredit. Berbeda dengan deposito yang dipatok jangka waktunya sehingga bank mudah mengelolanya.

Bahkan, menurut para bankir, sebenarnya tabungan sudah merupakan jasa yang harus dibeli nasabah. Dengan menabung, nasabah memiliki banyak keuntungan, seperti keamanan dan kemudahan bertransaksi, karena tidak harus membawa uang tunai ke mana-mana.

Di negara maju seperti Jepang hal inilah yang terjadi. Tabungan dipahami bukan lagi tempat menggandakan uang, tetapi hanya sekadar cadangan uang tunai mengantisipasi keperluan transaksi segera atau mendadak. Untuk investasi, dana biasanya ditaruh dalam deposito atau produk pasar modal.

Namun faktanya, perbankan juga kerap memanfaatkan pengetahuan para penabung Indonesia yang umumnya masih awam. Bank tidak pernah menjelaskan kepada nasabah. Misalnya, jika saldonya di bawah Rp 5 juta, dana nasabah tidak akan pernah bertambah.

Bagaimana menyikapinya? Informasi seperti ini sebaiknya harus dicerna pelan-pelan. Bukan apa-apa kalau kita tidak menabung ke bank, artinya fungsi bank sebagai intermedia antara pemilik modal dan orang yang membutuhkan modal akan terganggu. Investasi tidak jalan dan akan merembet ke hal-hal lainnya. Ujung-ujungnya ekonomi sulit tumbuh.

Lalu kalau cuma punya uang 5 juta ditabungin ga ya?
Yah.. makanya jangan cuma punya 5 juta, harus lebih dari itu.. Artinya lebih keras lagi usahanya, lebih banyak lagi mengumpulkan uangnya jadi kalau nanti ditabung tidak rugi.. :)

Saturday, April 18, 2009

Golput

Ampun deh.. di tv masih aja dibahas masalah DPT dan banyaknya orang yang golput.. Sekarang ada lagi golput terbagi menjadi 2, golput karena memang tidak berminat untuk ikut pesta demokrasi dan golput karena memang tidak terdaftar di DPT, istilah kerennya Golput by system..

Ada lagi yang bilang golput itu golongan putih, ada yang bilang golput itu golongan luput.. ada-ada aja. Bandingkan proses dan result pemilu kali ini dengan proses dan result pemilu 2004, lebih rapih yang 2004 kan... ya iya lah.. walaupun ada kekurangan disana sini, tapi jauh lebih rapih dan transparan.. kalau sekarang kan validitasnya belum-belum sudah banyak yang mengkomplain..

Tapi bagaimanapun juga sebagai anggota masyarakat, harusnya kita tetap menghargai kerja KPU, bagaimanapun juga di antara berantakannya DPT masih tetap ada orang-orang yang telah bekerja sungguh-sungguh. Dan kita juga harus menyikapinya dengan dewasa (KPU juga harus menyikapi kritik ini dengan dewasa juga lho..). Biarkan hasilnya sampai final barulah disikapi dan dievaluasi...

Wednesday, April 15, 2009

I call it negotiation

Serunya mengintimidasi orang.. hehehe kelakuan baruku yang aneh dan jangan dijadikan kebiasaan. Haduh.. aku barusan ketawa sampai gimana gitu gara-gara mengingat kelakukanku yang satu ini kemarin siang pas meeting itu..

Mulai darimana ya ceritanya.. (sampe bingung deh.. ).
Begini, akhir-akhir ini aku sedang diuji mengenai masalah negosiasi.. Ya apa saja, negosiasi itu kan bukan hanya negosiasi harga, tapi juga masalah tugas, wewenang, dan lain sebagainya.. you name it.. Masalahnya, as a JUNIOR, kadang-kadang kita suka dilewatin begitu aja atau tidak dianggap sama sekali.. hehehe klasik ya..

Sampai kemarin itu, akhirnya aku pake trik jaim dan sempat-sempatnya mengintimidasi dengan cara yang halus tapi mematikan.. cie.. seperti biasa lah fakta-faktanya aku uraikan satu demi satu kemudian konsekuensi yang akan dihadapinya apa saja dan ... vuala! terintimidasilah orang itu. And it feels really good.. hahaha... haduh setan apa sih yang merasuki aku sampe seneng liat orang lain terintimidasi oleh aku sendiri..

Bukannya apa-apa, aku baca di buku saku negotiating karangan siapa gitu.. (serial manajemen kalo ga salah) trik seperti ini kadang-kadang harus diterapkan kalau kita ingin memenangkan negosiasi..

Hasilnya sejauh ini aku cukup membuat kehebohan. Ratingku naik beberapa poin (karena jadi bahan pembicaraan kali ye..), tapi paling ga sekarang aku diperhitungkan lah.. ga sembarangan lagi kalau sudah menyangkut aku.. hehehe.. Betul juga kata orang tuaku, ilmu itu memang sangat berharga.. Beberapa kali aku dihadapkan pada fakta ini, maka jangan malas belajar..

DPT lagi...

Sudah seminggu terakhir ini banyak yang membahas masalah DPT (Daftar Pemilih Tetap). Mulanya aku malas aja memperhatikannya atau membahasnya atau membicarakannya atau mengulasnya apalah itu.. you name it.. Tapi, lama-lama tergoda juga untuk ikutan diskusi.

Sebenarnya dua minggu sebelum pemilu, aku pernah bicara masalah ini dengan teman-teman di kantor. Reaksi mereka dingin-dingin aja, seolah-olah beranggapan itu sudah bukan urusan kita atau instansi tempat aku bekerja. Waktu itu aku serius sekali menanggapinya. Pasalnya data DPT yang katanya dan seharusnya berasal dari data lungsuran P4B tahun 2003/2004 dalam proses mantainancenya tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Masih jelas terekam dalam memoriku bagaimana dulu kita mengorganisir kegiatan pengumpulan data P4B tahun 2003. Dulu itu aku all in one, ya inda, ya pengawas, ya jadi obyek sasaran.. untungnya ga ikutan entri.. Hasilnya 2004 aku bisa ikutan pemilu, karena kuesionernya aku sendiri yang isi dan si petugas tinggal ambil aja. Tapi anehnya ketika pilkada baik tingkat propinsi maupun kabupaten, aku sama sekali tidak terdaftar dalam daftar pemilihnya. Dan ketika pemilu kemarin, namaku tiba-tiba muncul lagi.. hahaha. Dari sini mulai kelihatan tidak beresnya proses maintenance itu.

Sejak awal aku sudah memprediksi bahwa hasil pemilu kali ini kurang valid lantaran data jumlah pemilihnya yang kacau. Kalau dulu banyak terdapat kabar di media yang bilang pekerjaan BPS tidak benar, ngawur, ngaco dan lain sebagainya... kenapa sekarang tidak terblow up kalau pekerjaan instansi lain itu jauh lebih tidak benar?

Aku jadi teringat lagi soal data untuk pembagian BLT... Ketika anakku melihat iklan sebuah partai yang mengklaim keberhasilan program BLT dengan mengatakan Partai *** turun ke lapangan.... anakku langsung protes. Katanya lho bukannya gara-gara BPS dan mama yang suka ke lapangan makanya BLT sukses.. Hahahaha.. masalahnya waktu garap data PSE tahun 2005 untuk data BLT aku sering pulang malam karena kelamaan di lapangan, itu yang bikin anak sulungku itu protes habis-habisan dan aku harus menerangkan banyak hal, makanya dia mengerti apa yang kukerjakan kalau di lapangan..

Dan beberapa waktu yang lalu setelah pembagian BLT terakhir (cuma 2 bulan yang dicairkan), ada seorang pak RT yang menyambangi kantor kami untuk protes kenapa ada warganya yang tadinya menerima BLT (2005 dan 2008) tapi pas kemarin tidak menerima. Dia datang lengkap dengan data-data pendukung seperti no KIP dan daftar warganya yang menerima BLT tahun 2005 dan 2008 yang katanya berasal dari kelurahan. Ketika kita cek dengan database yang kita punya, ternyata namanya benar tapi no KIP nya salah, terus alamatnya tidak sesuai dengan yang ada di database kita... hehehe kalau sudah begini bingung deh.. salahnya di PT Pos atau di BPS karena PT Pos pernah melakukan verifikasi terbatas sebelum kita melakukan PPLS.. dan sst.. itu juga tidak bilang-bilang BPS lho..

Yah.. akhirnya waktu yang akan membuktikan semuanya, kalau kita sudah benar-benar bekerja sesuai aturan, sudah berusaha mengatasi masalah di lapangan dan di kantor semaksimal mungkin pasti akan terlihat mana yang baik..

Tuesday, April 14, 2009

Facebook Mankiw over limit???

Ini baru seru.. Prof. Gregory Mankiw, yang ngarang buku macroeconomic itu sampai kebanyakan teman dan mencapai upper limit jumlah teman yang bisa dimiliki oleh seseorang yang punya akun di facebook..

Ini kutipan dari blog resmi Mankiw..

Monday, April 13, 2009

Goodbye, Facebook

I have decided to deactivate my Facebook account.* For the past couple years, I have used the account for the sole purpose of accumulating "friends." Now, Facebook tells me that I have reached my upper limit! So there is little point in keeping the account going. Going forward, if you want to be my friend, you will have to come to Harvard Square and meet me face to face.
---
*As soon as I can figure out how. Right now, Facebook gives me an error message every time I try to deactivate. There appears to be no escape.

Lucunya, dia ga bisa deactivate account facebooknya.. Beberapa waktu lalu, seorang teman juga mengirim email hasil diskusi para IT mengenai fenomena facebook ini. Ada yang berasumsi facebook merupakan bagian dari rangkaian teori konspirasi Amerika untuk mengambil data-data pribadi dari pemilik account facebook. Terlebih kini facebook sudah dilengkapi fitur relative atau hubungan kekerabatan. Kemudian account di facebook itu bersifat permanen. Awalnya aku ga percaya, sampai Mankiw sendiri mengalaminya.. benar teori konspirasi itu??

Action speaks louder than words

Ternyata komen yang baru aku tulis di status seorang teman benar2 terjadi kepadaku hari ini... Komen-ku itu... It ain't over until it's over... wah kayak lagu aja.

Pagi ini rapat lagi, ketika saranku diikuti dan disetujui, seneng dong pastinya.. tapi, belum juga satu jam berlalu tiba-tiba ngumpul lagi untuk rapat lagi... wakz! ada apa nih? usut punya usut ternyata eksekusi yang semestinya kita ambil gagal dilaksanakan lantaran yah.. sabotase.. gitu kata kasarnya...

Dalam hati, makanya jangan senang dulu.. action speaks louder than words.. Pertempuran belum selesai sampai benar-benar selesai... halah... akibatnya.. ya rapat lagi dan lagi di dua tempat berbeda.. ampun deh.. sampe capek!!! Semuanya cuma gara-gara kita ga antisipasi kemungkinan-kemungkinannya, dan contigency plannya ga dibuat! Pelajaran hidup no 234, selalu buat contigency plan!!

Monday, April 13, 2009

Feel free to ask..

Today.. this afternoon at the office..

One of the local government employee came in, introduced himself to us as a data user. He needed Human Development Index data to accomplish his mission from his boss. We gave him the only book we have (we used to have lots of copy but they apparently to be disappeared since those data users borrowed from us). He insisted to borrow that only book. We pursued him to copy them rather than borrowed. He didn't want to know, he told us that he is a trustworthy guy and would return it as soon as he can. We told him that most of Bappeda guy used the same reason and they never returned it back..

I told him that if he really needed I can gave him the soft copy.. all he had to do was just submit his USB to us. He agreed.. and wondered why he couldn't borrow that only one book but he can get the soft copy.. I told him it is part of our service.. all he have to do is just ASK..

Lelang.. lelang...

Entah aku harus merasa senang atau tidak dengan meeting tadi pagi.. Bunda membuka meeting dengan mengatakan betapa senangnya dia mengikuti saran kami untuk mengadakan lelang dan segera membuat pengumuman di koran tanggal 3 April lalu. Karena itu merupakan keputusan yang tepat setelah dirapatkan di tingkat yang lebih tinggi yang hasilnya memang harus lelang.

Masih jelas teringat pagi itu tanggal 2 April, beliau kelabakan ketika menerima pemberitahuan mengenai matrik anggaran untuk pelatihan pemetaan. Walaupun angka itu masih perkiraan kasar alias belum fixed, tapi dia ragu-ragu apa yang harus dilakukannya. Dan aku.. tidak bisa lepas dari kalkulator untuk menghitung prediksi-prediksi yang mungkin terjadi dengan beberapa besaran rupiah yang akan digelontorkan.

Sejak awal aku sudah mengukuhkan diri untuk mengadakan lelang karena sesuai dengan ketentuan Keppres 80, kegiatan pengadaan barang dan jasa di atas 50 juta harus lelang, dan aku sudah segera memberitahu beliau untuk memasang pengumuman pada hari itu juga atau paling telat esok hari jika ingin mengadakan kegiatan paling lambat akhir bulan ini. (Itu kalau mau mensinkronkan antara aturan hukum dengan aturan dari pimpinan yang menginginkan agar pelatihan tidak dilaksanakan di bulan Mei). Tapi yah.. begitulah... aku kan paling junior disini, jadi pendapat dan saranku perlu justifikasi dari banyak pihak untuk segera disetujui. Setelah klarifikasi sana sini, telpon sana telpon sini beliau agak terpaksa untuk memasang iklan. Itupun setelah kami (yang lulus keppres 80 : Pak Muktar, Pak Ade dan aku) menyarankan untuk rembugan dengan kantor tetangga alias Kabupaten Bekasi.

Pendapatku sederhana, kita punya juklak, punya pedoman, punya ketentuan yang harus dan merupakan syarat cukup dan perlu dalam sebuah kegiatan pengadaan barang dan jasa yaitu keppres 80, maka ikutilah alurnya.. dan vuala.. pada rapat tadi pagi bunda bilang ternyata hanya 3 kab kota yang mengadakan lelang (karena nilainya di atas 50jt), yaitu kota bekasi, kab bekasi dan kab bogor. Tiga serangkai itu memang saling terkoneksi dengan baik. Sampai-sampai Kab. Bandung minta difax bagaimana sih bentuk pengumuman yang harus disubmit ke koran.. Padahal preparasi di kita sudah sampai menyiapkan semua kelengkapan dokumennya.. Hmm.. cuma sekedar menunjukkan bahwa kita bekerja tidak setengah-setengah...

I don't know.. somehow I feel like I'm on the edge of mountain.. feels like winning something.. what I think, what I feel, what I ever predict is just happen.. and it feels really good..

The bottom line is.. be carefull on what you do.. although the assignment came from the chief.. if it didn't suit the law.. don't do that.. it is your life you're gambling with...

Never ending story

The overload work is now become my never ending story.. Because of it, I forgot about my kid's schedule on his taekwondo examination. Gee.. what kind of mother I am! I become more permissive about his school.

I have a lot of job pending lately.. and sure it start to drive me crazy. I should have delegate it to my staff but all I know it never works! What should I do? I can not keep complaining about my never ending story on my job, yet I love my job.

I thought I have bad time management. I don't have to bring my work to home while I can finish it at office.

Sunday, April 12, 2009

Does it really matter..?

A friend of mine told me that there is no coordination in our office. Bad data management, bad connection, bad everything.. I see it in another point of view. Okay if we have bad coordination, bad management even bad working condition. But I love my job. I take it very seriously.. as serious as I consider my life. I grew up in this community, learned with this community, earned my money from it and so much more.

Statistics Indonesia, that's what I used to call my office. Everything about data macro or micro can be found or forced to be found. I had bad and good moments. Sometimes it feels like you're on the edge of the mountain but somehow you'll find yourself in the bottom of the sea. Things are changed.. the institution changed, I changed, everybody's change.. but my love remain the same.

I have higher expectation for my institution to raise it to higher level. I write this to let everybody knows that I never do my work as if it was nothing. I am a government employee and I take it very seriously..

Saturday, April 11, 2009

It's Alan Greenspan

I just found out the book of Alan Greenspan yesterday at Gramedia Bookstore. The title is Abad Prahara. The book price is a hundred thousand rupiahs discount 20 % at the bazaar. I'm kind of interested to read it, but somehow I have made a little research on internet about Alan Greendspan.. and it's dissapointing...

He was blamed for the financial crisis for policies that he drawn when he was chairman of the Fed. Stiglitz and Krugman also blamed him for the same reason. Wow.. if two nobelist blamed for the same thing, it must be very wrong.

Friday, April 10, 2009

Government Spending.. Can we rely on this engine?

According to Keynesian, the GDP from expenditure side is explained as Y = C + I + G + (X-M), where C stands for Consumption, I = investment, G for Government Spending and (X-M) as net export.

Many economist said that Indonesia’s economic growth is led by consumption showed by its share on GDP (61% of GDP, 2008). But it will disturbed along the crisis since the investment (the share on GDP is 8%) is declining and so is net export. Indonesia is the second country in the fall down net export after Rusia.

In this global crisis situation, according to Keynesian, the government spending could be another way out as engine of growth. As we know, the government had given stimulus for about 73,3 billion to make the economy work, 12,1 billion of it is for the infrastructure development.

The rumor said that government will give stimulus package for government employee like remuneration package. They might be hope that this stimulus will run the economy as the whole. But can we rely on this?