Pages

Wednesday, April 15, 2009

DPT lagi...

Sudah seminggu terakhir ini banyak yang membahas masalah DPT (Daftar Pemilih Tetap). Mulanya aku malas aja memperhatikannya atau membahasnya atau membicarakannya atau mengulasnya apalah itu.. you name it.. Tapi, lama-lama tergoda juga untuk ikutan diskusi.

Sebenarnya dua minggu sebelum pemilu, aku pernah bicara masalah ini dengan teman-teman di kantor. Reaksi mereka dingin-dingin aja, seolah-olah beranggapan itu sudah bukan urusan kita atau instansi tempat aku bekerja. Waktu itu aku serius sekali menanggapinya. Pasalnya data DPT yang katanya dan seharusnya berasal dari data lungsuran P4B tahun 2003/2004 dalam proses mantainancenya tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Masih jelas terekam dalam memoriku bagaimana dulu kita mengorganisir kegiatan pengumpulan data P4B tahun 2003. Dulu itu aku all in one, ya inda, ya pengawas, ya jadi obyek sasaran.. untungnya ga ikutan entri.. Hasilnya 2004 aku bisa ikutan pemilu, karena kuesionernya aku sendiri yang isi dan si petugas tinggal ambil aja. Tapi anehnya ketika pilkada baik tingkat propinsi maupun kabupaten, aku sama sekali tidak terdaftar dalam daftar pemilihnya. Dan ketika pemilu kemarin, namaku tiba-tiba muncul lagi.. hahaha. Dari sini mulai kelihatan tidak beresnya proses maintenance itu.

Sejak awal aku sudah memprediksi bahwa hasil pemilu kali ini kurang valid lantaran data jumlah pemilihnya yang kacau. Kalau dulu banyak terdapat kabar di media yang bilang pekerjaan BPS tidak benar, ngawur, ngaco dan lain sebagainya... kenapa sekarang tidak terblow up kalau pekerjaan instansi lain itu jauh lebih tidak benar?

Aku jadi teringat lagi soal data untuk pembagian BLT... Ketika anakku melihat iklan sebuah partai yang mengklaim keberhasilan program BLT dengan mengatakan Partai *** turun ke lapangan.... anakku langsung protes. Katanya lho bukannya gara-gara BPS dan mama yang suka ke lapangan makanya BLT sukses.. Hahahaha.. masalahnya waktu garap data PSE tahun 2005 untuk data BLT aku sering pulang malam karena kelamaan di lapangan, itu yang bikin anak sulungku itu protes habis-habisan dan aku harus menerangkan banyak hal, makanya dia mengerti apa yang kukerjakan kalau di lapangan..

Dan beberapa waktu yang lalu setelah pembagian BLT terakhir (cuma 2 bulan yang dicairkan), ada seorang pak RT yang menyambangi kantor kami untuk protes kenapa ada warganya yang tadinya menerima BLT (2005 dan 2008) tapi pas kemarin tidak menerima. Dia datang lengkap dengan data-data pendukung seperti no KIP dan daftar warganya yang menerima BLT tahun 2005 dan 2008 yang katanya berasal dari kelurahan. Ketika kita cek dengan database yang kita punya, ternyata namanya benar tapi no KIP nya salah, terus alamatnya tidak sesuai dengan yang ada di database kita... hehehe kalau sudah begini bingung deh.. salahnya di PT Pos atau di BPS karena PT Pos pernah melakukan verifikasi terbatas sebelum kita melakukan PPLS.. dan sst.. itu juga tidak bilang-bilang BPS lho..

Yah.. akhirnya waktu yang akan membuktikan semuanya, kalau kita sudah benar-benar bekerja sesuai aturan, sudah berusaha mengatasi masalah di lapangan dan di kantor semaksimal mungkin pasti akan terlihat mana yang baik..

No comments: