Pages

Sunday, May 10, 2009

Supply and Use Table

Sekarang lagi belajar SUT (Supply and Used Table), tidak ada yang menyuruh, tidak ada deadline yang harus dipenuhi, hanya ingin belajar. Sebenarnya dari tahun 2004 sudah berkeinginan mempelajari hal yang satu ini, hanya saja waktu itu lebih tertarik untuk belajar CS Pro untuk membuat program entri (dapat ordernya itu sih.. hehehe)

Supply and Used Table sebenarnya digunakan sebagai alat kontrol untuk melihat konsistensi antara penyusunan PDRB dari sisi sektoral (lapangan usaha) dan PDRB dari sisi penggunaan (expenditure). Sebagaimana diketahui, data PDRB atau PDB atau data makro ekonomi lainnya yang merupakan produk BPS seringkali dikritik karena ketidakkonsistenannya. Dalam beberapa kesempatan, hal ini juga pernah saya alami di kelas-kelas ekonomi yang saya ikuti dahulu. Dan karena saya bekerja untuk BPS, saya pun harus menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi karena saya sering ditanya kenapa kok bisa begitu.

Harus diakui, database kita belum bagus, tapi usaha untuk membuatnya lebih baik selalu ada dan terus dilakukan. Termasuk salah satunya penggunaan Supply and Used Table ini.

SUT sendiri sebenarnya merupakan inti dari SNA (System of National Account), menggambarkan total ekonomi menurut kelompok produk, sumber dan penggunaan barang dan jasa. Aliran barang dan jasa ditelusuri dari produsennya sampai penggunanya. Untuk setiap produk total supply harus sama dengan total penggunaannya.

SUT terdiri dari dua bagian yaitu Supply Table dan Used Table. Supply Table memberikan informasi mengenai sumber barang dan jasa, bagaimana suatu produk disuply apakah merupakan produksi domestik atau impor. Produk dalam Supply Table ini disajikan dalam bentuk baris sesuai dengan ketentuan Central Product Classification (CPC), sedangkan kolomnya merupakan industri menurut ISIC (International Standard for Industry Classification), juga import dan penyesuaian item seperti tax dikurangi subsidi dan TTM (tax and transport margin). Bagian utama dari Supply Table adalah pada basic price. Namun, untuk menyeimbangkannya dengan penggunaannya pada purchase price (seperti yang dipresentasikan pada Use Table), ditambahkan kolom sehingga didapat total supply pada purchase price.

Sedangkan Use Table memberikan informasi mengenai penggunaan barang dan jasa, serta struktur biaya dari industri. Use Table terdiri dari intermediate use (intermediate consumption) dan final use (final consumption, capital formation dan ekspor).

Bentuk persamaan dasarnya adalah sebagai berikut

output + import (total supply) = intermediate consumption + export + gross domestic capital formation + final consumption + changes in inventories (total use)

Sisi kiri persamaan adalah PDRB atau PDB menurut lapangan usaha (sektoral) sedangkan sisi kiri adalah PDRB atau PDB menurut penggunaan (expenditure)

Jujur saja, sepintas ini mirip dengan tabel input output. Tapi pada tabel input-output diterapkan banyak asumsi dan terdiri dari 3 kuadran, sedangkan pada SUT tidak demikian. Selain itu ada dua harga yang diterapkan disini yaitu basic price dan purchase price. Artinya kita juga mempertimbangkan harga (dengan kata lain menguasai masalah IHK, IHPB)

Dengan penggunaan SUT ini, diharapkan data PDRB sektoral dan penggunaan menjadi konsisten. Misalnya tidak terjadi lagi kesalahan kenapa ekspor turun (di PDRB penggunaan) tapi produk2 orientasi ekspor (di PDRB sektoral) malah mengalami pertumbuhan yang tinggi. Atau mengapa konsumsi naik tapi di PDRB sektoralnya mengalami penurunan produksi dan lain sebagainya..

Preparation, selalu begitu yang saya terapkan untuk semua pekerjaan yang sedang dan akan dilaksanakan. Semoga apa yang sedang disiapkan ini benar-benar membuat kualitas data yang dihasilkan menjadi jauh lebih baik..

No comments: