Pages

Sunday, October 31, 2010

lazy sunday morning

Waktu cepat berlalu.. sudah jum'at dan tau-tau sudah minggu lagi..
Hari ini saya mendapat undangan walimatussafar dua buah. Pertama, walimatussafar tetangga dan kedua kakak ipar saya sendiri. Sepertinya yang pertama harus mengalah..

Tetapi, layaknya hari libur bawaannya malas (sesuatu yang tidak boleh dipelihara betapapun enaknya..) Pagi-pagi saya sudah ngecek twitter saya, nge-tweet sejenak untuk bilang pagi ke tweeps. Sok eksis memang, tapi it gives me good feeling.. hehehe

Di pasar (kegiatan yang harus dilakukan kalau ingin masak enak hari ini) saya beli bakpao.. hua anget-anget gitu, membuat sepanjang jalan pulang saya tidak bisa berhenti memikirkan betapa lezat rasanya bila dimakan bersama kopi buatan saya (tentunya). Huah.. ga konsen pokoknya sejak beli bakpao..

Sampai di rumah, acara leyeh-leyeh favorit saya pun dimulai.. Secara rumah sudah rada clean karena staf rumah saya (bahasa keren untuk pembokat) sudah bersih-bersih. Sambil nonton tv dan vuala.. oh nikmatnya lazy sunday morning..

Sekarang, saya lagi nunggu hubby yang masih di bandung karena kerjaan untuk pergi ke rumah kakak ipar saya yang mau berangkat haji.. Oh, saya kapan ya?

Ok, happy sunday morning..

Wednesday, October 20, 2010

kenapa saya jadi marah?

Akhir-akhir ini saya sering kali merasa pemberitaan mengenai kinerja pemerintah sekarang cenderung memojokkan. Disadari atau tidak disadari, hal itu pun kerap mempengaruhi pemikiran saya.

Ah, apa sih maunya rakyat Indonesia tuh? Ga mau menurut, ga mau tertib administrasi, ga mau clean, ga mau bekerja dengan baik, semua dibantah, semua ditentang. Bahkan aparat penegak hukum seperti TNI/Polri dihakimi sendiri. Haduh, chaos bener ya negaraku..hiks.

Memang tidak semua aparatur pemerintah itu bener. Memang masih banyak yang korupsi, Memang masih banyak yang ga kompeten, ga disiplin, ga taat aturan dan lain sebagainya. Tetapi apa itu lantas membuat rakyat Indonesia berhak berbuat semaunya? Tidak pakai etika? Tidak pakai perasaan? Tidak pakai logika? Memangnya, kalau mereka ditempatkan pada posisi pemerintah sekarang lalu semua permasalahan negeri ini akan selesai dan menguap begitu saja? Ga kan...

Lalu, kenapa juga saya jadi marah begini? Ga ngerti lah..

Tuesday, October 19, 2010

hari yang tidak sempurna

Mungkin, kemarin bukanlah hari yang sempurna untuk saya. Staf saya sakit, dokumen ditunggu paling lambat besok, analisis sudah harus segera dikirim, padahal banyak data yang belum masuk dan program entrinya macet pula. Sungguh, benar-benar sibuk sendiri. Dalam hati sih saya menyumpahi ketidakdisiplinan saya dalam mengelola waktu-waktu sebelumnya. Sudah gitu, saya masih sempat membayangkan bagaimana rasanya kalau escape dari kantor sambil nonton di XXI.. Sungguh terlalu!!

Tapi hari yang tidak sempurna itu sudah berlalu. Dokumen sudah dikirim, analisis sudah selesai dan dikirim (tentunya). Yang tersisa adalah sisipan rasa sesal karena tidak mampu berbuat yang lebih baik lagi. Menyesal karena mengetahui bahwa sebenarnya saya bisa mengerjakannya lebih baik lagi kalau saja bla.. bla.. bla.. Dan rasa seperti ini seperti yang sudah-sudah akan bertahan untuk beberapa waktu ke depan.

Saya bukan orang yang suka bekerja bak bik buk, sibuk di ending deadline. Tapi manakala semua itu harus terjadi, saya akan melewatinya dengan baik. Walaupun tetap tidak bisa dipungkiri semuanya harus berbagi dengan rasa sesal.

Semoga, tidak terjadi lagi!

Friday, October 15, 2010

nice fact!

Artikel dari metrotvnews.com yang menarik..

Fakta Menarik Perempuan Amerika dan Keuangannya

SUDAH menjadi pengetahuan umum bahwa perempuan memiliki cara berbeda dalam menangani keuangan pribadi dibandingkan lelaki. Perempuan memiliki realitas keuangan yang berbeda, karena cenderung hidup lebih lama, menghabiskan waktu pensiun lebih lama, dan lebih mungkin keluar dari pekerjaan demi mengurus keluarga.

Nah, berikut ini adalah sejumlah fakta menarik tentang perempuan dan finansial, yang dirangkum dari Women & Co., sebuah divisi sumber daya finansial khusus untuk perempuan dari Citigroup:

1. Kaum perempuan mengontrol 60 persen dari total kekayaan di Amerika Serikat (AS) dan sekitar setengah dari kekayaan pribadi, yang besarnya diperkirakan antara US$10-12 juta.

2. Sekitar tahun 2028 mendatang, rata-rata perempuan diproyeksikan memiliki pendapatan lebih dari rata-rata lelaki di AS.

3. Hampir semua pertumbuhan pendapatan di AS selama 15-20 tahun terakhir berasal dari kaum perempuan.

4. Kaum perempuan berada di ambang melampaui laki-laki dalam jumlah tenaga kerja di AS.

5. Sebanyak 90 persen perempuan akan bertanggung jawab sepenuhnya atas keuangan mereka, pada suatu saat dalam kehidupan mereka.

6. Kaum perempuan merupakan 43 persen dari penduduk AS dengan aset kotor melebihi US$1,5 juta.

7. Perempuan memiliki 40 persen bisnis pribadi di AS, dan bisnis yang mereka kelola tumbuh dua kali lipat dari tingkat perusahaan di AS secara keseluruhan.

8. Sebanyak 50 persen dari seluruh modal investasi AS berasal dari perempuan.

9. Sekitar 85 persen keputusan pengeluaran rumah tangga dibuat oleh perempuan.

10. Perempuan memiliki masa kerja lebih pendek dibandingkan lelaki. Rata-rata, perempuan mengambil masa setara dengan 11 tahun untuk keluar dari pekerjaan dan merawat keluarga.

11. Sebanyak 73 persen perempuan mendefinisikan kekayaan sebagai 'keamanan' atau 'kebebasan.'

12. Sebanyak 92 persen kaum ibu menganggap diri mereka sebagai role model yang baik menyangkut keuangan.

13. Uang merupakan topik diskusi nomor satu antara ibu dan anak perempuannya di masa kini. (MI/ICH)

Thursday, October 14, 2010

more supermarkets

Feeling so productive lately..

As I went to the office this morning, I saw new supermarket will be opened on Oct 22nd. It's about a kilo from my home. For your information, one and half kilos from my home to the east there is a big supermarket. And now, there will be one more to the west. The supermarket I'm talking about is not a regular one, but a big one, more like hypermarket.

That makes me think, would that position make me more consumptive? My home is in between, the access is no longer a problem, I can go there by walking if I want to. But how about the small store nearby? How it will effect them? Ugh, I don't think it's fair.

my top priorities

Why do I put plural word in my title, priorities?
It seems that I have a lot of things to do. Indeed, I do. Start from searching data to complete my works, financial meeting this morning, getting things well done in financial section, printing my two books, arranging meeting with post agency and many more..

Although they all should have completed by this friday, I still have to put them in order. In case, there is additional job, I have no plan B.

Wednesday, October 13, 2010

postingan di malam yang hujan

Hmm.. I just can't sleep tonight. Not because of the coffee intake this afternoon, but because my mind can't stop thinking. Luckily I have a lot of to think and hopefully to share.

Reading my friends' status on facebook and timeline on twitter become old fashion lately. Nothing interesting. Chit chat is no longer overwhelming activity. My head is full of outlines. They consist of what kind of books or writing I should have done in the next few days.

I have to download more data, search more references to make everything well done. Since the internet connection is not okay, so I decide to write this things down. Just to make it easier, I can only wish in this blog that my writings will be the best.

And as data collected to support my analysis, I can assure that the proof is out there..

So, in this cold lonely night, I have to start writing.. he he he

Thursday, October 7, 2010

from bandung with multijob..

Ah, ternyata hidup memang tidak akan pernah mudah kalau tidak dijalani dengan sungguh-sungguh.. Ini bukti lho, bukan janji..

Ceritanya begini,
Dua minggu terakhir ini saya agak paciweuh karena harus bolak-balik bandung. Ke Bandungnya sih ga masalah, tetapi kan tetap saja harus meninggalkan pekerjaan yang di Bekasi, meninggalkan urusan di rumah dan segudang pemikiran yang baru muncul setengah-setengah. Di tengah-tengah keribetan itu pun, saya masih saja memiliki rencana-rencana yang inginnya segera terealisasikan.

Sialnya, selama itu pula self discipline yang selalu saya jaga menguap entah kemana. Akibatnya tentu bisa ditebak, saya jadi kebat kebit ketika semua pekerjaan jatuh tempo. Sumpah, tidak mudah menjaga spirit untuk tetap disiplin. Walaupun saya mengerti, paham dan yakin dengan segala konsekuensi yang bakal saya hadapi kalau saya sedikit saja melonggarkan diri, tapi entah setan apa yang membuat saya jadi kurang disiplin diri.

Bahkan, postingan ini pun merupakan draft, yang seharusnya saya post seminggu yang lalu. Alhasil, dari bolak balik bandung itu saya memiliki multijob yang saat ini membuat saya sangat resah dan semakin gelisah karena pekerjaan saya belum tuntas. Walaupun harus diakui, kalau sudah menuliskannya seperti ini, ada sedikit rasa lega menyesap pelan di dalam diri... Halah..

Sunday, October 3, 2010

Reading 'this time i fail better'

Waktu blog walking ke blog nya dika si kambing jantan, ada beberapa hal yang rasa-rasanya memang it's true.. real..

Misalnya saja tulisannya yang terakhir, yang bisa disimpulkan kalau kepribadian kita bisa dibaca dari status, time line kita di situs sosmed. Well, disadari atau tidak, apa yang kita bicarakan, tuliskan merupakan ungkapan dari hati atau kepribadian kita sendiri. Jadi ada benarnya juga tulisan dika..

Iseng, akhirnya saya baca blognya dia yang lain, yang jauh lebih jadul. Isinya menurut saya bagus lah.. terobservasi dengan baik. Itu keliatan lho dari tulisannya. Ungkapan perasaannya juga ehm lumayan..

Ada satu postingan yang mengingatkan saya akan pekerjaan yang saya lakoni. Judulnya, this time I fail better. Dia mengisyaratkan bahwa setiap kali bukunya terbit dia merasa selalu saja ada kekurangan yang kemudian diperbaikinya di buku berikutnya..

That's true again my dear.. Saya juga selalu merasa begitu setiap kali melihat apa yang telah saya kerjakan, kemudian mengevaluasinya.. Rasa tidak puas itu memang membantu kita untuk berbuat lebih baik lagi di pekerjaan berikutnya.. Right? Keep on writing dik..