Mungkin, kemarin bukanlah hari yang sempurna untuk saya. Staf saya sakit, dokumen ditunggu paling lambat besok, analisis sudah harus segera dikirim, padahal banyak data yang belum masuk dan program entrinya macet pula. Sungguh, benar-benar sibuk sendiri. Dalam hati sih saya menyumpahi ketidakdisiplinan saya dalam mengelola waktu-waktu sebelumnya. Sudah gitu, saya masih sempat membayangkan bagaimana rasanya kalau escape dari kantor sambil nonton di XXI.. Sungguh terlalu!!
Tapi hari yang tidak sempurna itu sudah berlalu. Dokumen sudah dikirim, analisis sudah selesai dan dikirim (tentunya). Yang tersisa adalah sisipan rasa sesal karena tidak mampu berbuat yang lebih baik lagi. Menyesal karena mengetahui bahwa sebenarnya saya bisa mengerjakannya lebih baik lagi kalau saja bla.. bla.. bla.. Dan rasa seperti ini seperti yang sudah-sudah akan bertahan untuk beberapa waktu ke depan.
Saya bukan orang yang suka bekerja bak bik buk, sibuk di ending deadline. Tapi manakala semua itu harus terjadi, saya akan melewatinya dengan baik. Walaupun tetap tidak bisa dipungkiri semuanya harus berbagi dengan rasa sesal.
Semoga, tidak terjadi lagi!
No comments:
Post a Comment