Sudah beberapa bulan ini saya selalu mendapat tawaran kredit tanpa agunan dari berbagai bank melalui sms. Biasanya sms-sms tersebut datangnya di sore hari. Tetapi akhir-akhir ini sms itu juga muncul di inbox di siang hari, pas jam istirahat gitu. Lalu, akhir-akhir ini mulai ditelpon oleh telemarketer yang sibuk mempromosikan kredit tersebut. And it is annoying! Gimana tidak menjengkelkan, kirain telpon dari siapa atau urgen atau apaaaa gitu eh taunya dari telemarketer. Iya kalau saat itu kita sedang tidak sibuk, tidak sedang di jalan, tidak sedang berpikir. Telpon di saat yang tidak tepat apalagi kalau kontennya tidak tepat, sudah dipastikan memicu emosi. Apalagi, sang telemarketer merupakan pejuang tangguh yang kalau kita bilang sedang rapat, beberapa waktu kemudian dia telpon lagi. Kalau kita bilang tidak tertarik, maka dia akan menceracau soal jualannya itu. Hiiih.. bikin gemes!
Soal telemarketer yang menjengkelkan itu, saya pernah menggunakan dua cara berikut ini untuk menghindari telemarketer KTA (terutama seringnya jualan ini).
1. Cara jutek..
Sebenarnya tidak jutek-jutek amat. Pertama kali dia telpon, dia pasti akan mengkonfirmasi nama kita. Nah, saat itulah jurusnya dimulai. Biasanya saya akan langsung balik bertanya seperti ini "Mbak/Mas tau nomor telpon saya dari siapa?" si telemarketer akan bilang begini "dari pusat data kami bu.." Saya jawab lagi "apa nama perusahaannya?" Kalau si telemarketer pantang menyerah, biasanya dia akan menyebutkan nama perusahaannya. Terus saya tanya lagi "Bisa saya tau nomor telponnya?" Nah, yang sudah-sudah dia akan bilang "tunggu sebentar ya bu" Terus dia bicara lagi dengan kita dan bilang tidak bisa. Saya lalu bilang begini "Saya tidak bersedia memberikan data saya kalau saya tidak bisa bicara dengan PIC yang sudah tau nomor saya. Masa saya tidak boleh tau nomor telpon data centernya padahal mereka tau nomor telpon saya" jreng..jreng.. dan dia akan undur diri atau langsung tutup telpon.. klek..
2. Cara telemarketer..
Pernah dengar fight fire with fire. Ya ini adalah cara yang kurang lebih sama. Begini, kalau ada telpon dari telemarketer dan dia mulai mengkonfirmasi nama, saya dengan lebay nya akan berkata "Oh, begini mbak/mas saya juga lagi cari nasabah KTA nih, gimana kalau mbak/mas jadi nasabah KTA kita aja. Dari bank ******* , bunganya kompetitif lho.. syarat-syaratnya gampang kok, cuma fotocopy KTP dan konfirmasi data aja..." Dan si telemarketer di seberang sana akan klek... tutup telpon. Hahaha jeruk makan jeruk itu namanya..
Sementara baru dua cara itu aja yang sukses dilakukan.. Nanti kalau ada pengalaman lain akan saya posting..
No comments:
Post a Comment