Pages

Sunday, April 3, 2011

kekayaan --> kapital --> demokrasi

Ceritanya hari Sabtu Minggu ini dihabiskan untuk memasak dan menonton DVD Korean Series. Minggu ini nonton Secret Garden. Lumayan juga ceritanya, setingannya winter season, jadi pemandangannya salju semua. Yang berkesan adalah rumahnya si pemeran utama laki-laki. Serba kaca.. Kemudian, memperhatikan bagaimana kalangan kaya beraksi dan bertransformasi.

Tetapi, saya tidak sedang memposting review Secret Garden. Minggu siang ini saya juga baca e-magazine Prisma yang download dengan penuh kasih sayang oleh hubby. Menurutnya saya harus rajin membaca artikel-artikel di majalah tersebut supaya wawasan saya tambah luas dan tidak nonton DVD Koresn Series terus. Hehehe hopefully it works..

Artikel pertama yang saya baca dari majalah itu berjudul "Mengolah Kekayaan, Kapital dan Demokrasi". Itulah sebabnya judul postingan ini mirip dengan judul artikel tersebut dan bukannya secret garden:).

Artikel tersebut memceritakan bagaimana kita tertarik untuk menjadi kaya. Dalam sejarah manusia, dalam memenuhi kebutuhan dasarnya untuk bertahan hidup, yaitu makan, nenek moyang kita hanya mengumpulkan dan mengambil apa yang disediakan oleh alam. Sehingga dahulu manusia banyak berburu dan bergaya hidup nomaden yang berpindah-pindah, demi untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Seiring dengan perkembangan manusia sebagai makhluk yang berakal, mulai dikenal cara hidup untuk berproduksi dengan bercocok tanam dan beternak dan mulai bertempat tinggal menetap. Lebih jauh lagi, karena untuk berproduksi diperlukan tenaga kerja yang banyak (sebelum era industrialisasi), kita juga mengenal istilah perbudakan. Bahkan, si penulis mengungkapkan perbedaan perbudakan berdasarkan letak geografis. Dia menceritakan perbudakan di Roma berbeda dengan perbudakan di Amerika. Di Roma, hasil perbudakan yang paling nyata hingga saat ini adalah Colasseum. Sementara di Amerika perbudakan di kebun-kebun kapas berupa kapital dan akumulasi kapital, yaitu kekayaan yang menghasilkan kekayaan lain sedemikian rupa, sehingga menjadi dasar imperialisme dalam segala arti. Mungkin maksudnya, karakter manusia yang tidak pernah puas dalam mengumpulkan kekayaan dengan berproduksi, beralih dengan melipatgandakan kekakayaan dengan kapital.

Terkait dengan itu, saya teringat dengan buku-bukunya Robert T. Kiyosaki (yang sialnya, saya miliki seriesnya). Kalau pernah baca Rich Dad Poor Dad pasti teringat dengan cashflow quadran dan kata-kata biarkan uang bekerja untuk anda. Lebih riilnya, melipatgandakan kekayaan melalui instrumen keuangan seperti saham dan portofolio. Sehingga kaptal tidak lagi bersentuhan dengan produksi nyata. Karena kapital/modal berlipat ganda menjadi kapital lagi.

Dan tebak, siapa yang memiliki peran dalam mengimbangi perubahan tersebut? Ya... Pemerintah. Adalah pemerintah yang memegang peranan dalam menjaga keseimbangan ekonomi tersebut. Disitulah kata demokrasi ditempatkan, menjadi sesuatu yang akan mengkatalisasi perubahan baik ke arah yang baik maupun yang buruk.

Jujur saja, buat saya artikel ini seperti mengingatkan kembali apa yang perlu saya perbaiki sebagai abdi negara. Terlepas dari segala kekisruhan politik yang semakin aneh dan membuat tidak nyaman berbagai media untuk saya nikmati (yang akhirnya membuat saua lebih sering nonton Korean Series, hehe justifikasi)

Dan, seperti yang ditampilkan dalam Secret Garden yang mengekspos bagaimana keluarga konglomerat bekerja, terlihat bagaimana peran pemerintah tetap tidak bisa diabaikan, dan disitulah politik bersentuhan dengan ekonomi. Oh dunia, semakin hari engkau semakin menunjukkan betapa harus berhati-hatinya menjalani hidup ini.

Selanjutnya artikel tersebut juga menjelaskan

No comments: