Acara seminar dan sidang skripsi sudah hampir dua minggu berlalu. Kesibukan kedua acara tersebut melebihi sibuknya artis yang syuting secara striping untuk acara sinetron kejar tayang. Pokoknya hectic banget..
Dari beberapa sidang skripsi mahasiswa, semua menggunakan model ekonomi yang sama, yaitu model ekonometrika. Entah itu dengan data panel, time series atau dengan cross section yang pakai RLB. Saya kurang mengerti, apakah memang harus menggunakan model ekonometrika untuk dapat menjawab tujuan yang kebanyakan adalah menganalisis dampak variabel-variabel ekonomi. Karena ada model lain yang juga menggunakan statistik yang bisa menjelaskan fenomena ekonomi secara lebih komprehensif. Contohnya saja yang sudah diajarkan adalah model IO, model SNSE dan yang saat ini sedang happening adalah model CGE (Computable General Equilibrium).
CGE merupakan model struktural. Artinya, model ini dibangun dengan dasar-dasar teori mikroekonomi dan makroekonomi dimana perilaku agen-agen ekonomi dijelaskan secara spesfik dan detail dalam bentuk persamaan (behavioral equation). Oleh karena itu, model CGE dapat menjelaskan interaksi antara agen-agen yang berbeda pada suatu wilayah (bisa berupa negara atau daerah).
Sebenarnya, ada beberapa model ekonomi yang bisa digunakan untuk melihat dan menganalisis dampak perubahan variabel-variabel ekonomi, yang paling sering digunakan adalah model ekonometrika dan model CGE. Model lainnya adalah model keseimbangan parsial (partial equilibrium), yang salah satu aplikasinya adalah equilibrium displacement model, Input-output Model (Model IO) dan Social Accounting Matrix atau Sistem Neraca Sosial Ekonomi (SNSE).
Model ekonometrika didasarkan pada analisis regresi dengan jenis data yang digunakan bisa berupa data cross section, time series, dan panel yang merupakan gabungan antara data cross section dan time series. Sehingga diperlukan series data yang cukup untuk melakukan estimasi parameter dan ada asumsi-asumsi yang harus dipenuhi terkait dengan regresinya. Ketersediaan series data dan konsistensinya seringkali menjadi masalah bila ingin menggunakan model ekonometrik pada data negara sedang berkembang.
Sementara itu, model CGE hanya mengacu pada tahun tertentu (particular benchmark years). Model CGE juga dapat melakukan analisis dan dampak pada tingkat mikroekonomi dan makroekonomi. Hal ini berbeda dengan yang terjadi bila menggunakan model ekonometrik yang biasanya hanya dapat melakukan analisis di tingkat makroekonomi.
Konsep dasar CGE adalah Efisiensi Pareto atau Pareto Optimum pada setiap agen ekonomi (produsen, konsumen, investor dan pemerintah). Dalam teori mikroekonomi, efisiensi dalam perekonomian dikenal dengan efisiensi pareto yang menjelaskan kondisi dimana satu pihak tidak dapat menignkatkan kepuasannya tanpa mengurangi kepuasan pihak-pihak lainnya. Konsep efisiensi pareto mencakup tiga jenis efisiensi :
1. efisiensi alokasi sumber daya (keseimbangan produksi)
2. efisiensi kombinasi distribusi komoditas (keseimbangan konsumsi)
3. efisiensi kombinasi produk (keseimbangan sektor produksi dan konsumsi)
Sebelum menggunakan model CGE, harus dipastikan dulu si pembangun model memiliki ilmu matematika (terutama kalkulus lah ya untuk optimasi), mikroekonomi (untuk menjelaskan efisiensi pareto), makroekonomi (untuk analisis dampaknya), plus komputasi (karena ini bukan model ekonometrika yang biasa pake eviews, jadi akan sangat membantu bila si pembuat model memahami algoritma komputasi karena software yang digunakan biasanya open source yang mengandalkan penguasaan syntax-syntaxnya).
...to be continued
No comments:
Post a Comment