Monday, May 11, 2015
a due date
Yang namanya due date, buat semua pegawai di lini manapun pasti akan menghadapinya, yang membedakan adalah tingkat stres-nya. Ada due date yang kalau dipikirin sampai bikin orang sakit karena selalu pusing memikirkan pekerjaannya, khawatir dengan proses dan hasilnya nanti. Ada juga yang dibawa santai, tapi istiqomah, tetap dikerjakan sesuai prosedur, lalu pasrah.. Ada juga sih yang cuek, pura-pura ga punya peran dalam kegiatan, go with the flow versi dia. Di dunia ini, sebenarnya memang cuma ada tiga itu aja tipe pegawai dalam menghadapi due date.
Dan masih dalam kerangka jujur-jujuran tadi, saya termasuk yang kedua. Ok, ini sebenarnya tidak perlu dijelaskan, karena dijelaskan juga tidak ada manfaatnya. Tapi kondisi menghadapi 'due date' itu kembali menghantui saya. Sempat ilfil karena sudah dua tahun tidak merasakan deg-degannya dengan due date ini. Sempat ketawa ketiwi dalam hati kalau mengingat apa yang sudah saya lakukan kalau berhadapan yang namanya due date ini. Dulu saya sering menganiaya badan saya dengan mengambil jatah tidur yang minimal 4 jam sehari menjadi sekitar 3-2 jam sehari. Tapi sekarang saya tidak bisa bersikap seperti itu terhadap badan saya, alasannya sudah jelas, badan saya saat ini tidak dalam kondisi seperti beberapa tahun lalu itu. Dulu kalau tidur cuma 3 jam sehari, di kantor masih bisa aktif, lalu pulang balas dendam tidur, bisa langsung kembali segar. Tapi metabolisme tubuh sekarang ini sudah mengalami perubahan, jadi tidak bisa lagi seperti itu. Justru saat ini, saya tidak boleh tidur kurang dari 4 jam. Kalau kurang, bisa kayak zombie kalau ke kantor. Yang hadir cuma badannya saja, tapi konsentrasinya entah kemana. Dan kalau dalam kondisi seperti ini, nyetir pun ga boleh, harus naik angkutan umum. Apalagi sekarang semua pekerjaan domestik (baca: rumah tangga) harus ditangani sendiri, karena saya tidak pakai asisten rumah tangga. Jadi sebenarnya ini cuma trade off antara pekerjaan kantor dengan pekerjaan domestik :)
Lalu, due date apa yang saya hadapi? Ah, ini sebenarnya cuma kasus biasa, tapi mungkin karena sudah lama tidak menghadapinya jadi kesannya 'wow' aja. Dan untuk tune in nya itu rasanya beraaaaaaat banget.. oh dear..
Itu juga yang akhirnya membuat saya akhirnya menulis di sini, kali aja dengan melepaskan itu semua dalam tulisan ini bisa memuluskan jalan saya untuk tune in. Ayo kasih semangat dong.. If the sky is the limit, it's time to fly! Fighting!!!
Tuesday, March 24, 2015
Ujian
Ok, ini postingan kedua di tahun ini, setelah sebelumnya saya mengunci blog ini karena tadinya saya merasa ini harus dikunci. Tapi mengingat saya bukanlah seleb blog dan bukan seleb lecture juga, jadi saya pikir ya sudahlah, mari dibuka lagi saja.
Sebenarnya, waktu untuk membuat postingan itu banyak terjadi di tempat-tempat umum ketika sedang menunggu. Menunggu apa saja, menunggu angkutan umum seperti commuter line, pesawat, di dalam bus antar kota atau mobil travel. Menunggu jam mengajar, menunggu teman di lobi atau menunggu kepastian hehe.. Setidaknya itulah yang terjadi pada saya, beberapa postingan saya buat ketika sedang menunggu transportasi moda. Saat ini pun, postingan ini dibuat ketika menunggu anak-anak ujian..
Dulu pernah ada masa dimana saya sangat excited dengan ujian. Rasa deg-degan nya itu memang memicu adrenalin, tapi kalo hasilnya memuaskan, memunculkan serotonin :). Saya pikir semua orang pasti pernah menghadapi ujian. Dan rasa deg-degan setiap ujian pasti berbeda. Ada ujian yang suka dianggap biasa saja, semacam uts atau uas. Ada juga ujian yang sampai dibawa stres, dipikirin terus padahal sudah berlalu. Yang paling wow itu biasanya ujian saat masuk PTN, ujian bikin sim termasuk yang wow juga ga ya? Entahlah..
Ujian, pasti ada dalam setiap kehidupan manusia. Bentuknya macam-macam, menghadapinya pun berbeda-beda penanganannya. Tetapi dari semua ujian yang pernah saya lalui, kuncinya cuma satu, persiapan dan bersikap tenang. Kalau sudah melakukan persiapan, dan bisa bersikap tenang, insya Allah ujian bisa dilalui dengan baik.
Kalau sudah selesai ujian, tinggal berserah diri dan tetap berharap yang terbaik.
Selamat ujian..
Wednesday, January 14, 2015
2015 Blog Breaking
Judul postingan ini diinspirasi dari spanduk pembangunan apartemen deket rumah yang bertuliskan ground breaking. Itu artinya pembangunan apartemen tersebut baru saja dimulai. Begitu juga dengan postingan kali ini, tang menandakan postingan pertama di tahun 2015.
Sejujurnya, postingan ini saya buat sambil menunggu commuter line yang sudah tiga hari ini jadwalnya kacau balau sehingga kenyamanan penumpang terganggu. Dan entah kenapa, justru di saat jadwal CL terganggu saya malah terpaksa menggunakan angkutan ini.. pyuuh..
Akibatnya, banyak teman-teman yang bertanya kenapa saya tidak bawa mobil, kenapa jadi sering naik CL, apakah sudah terjadi penurunan kesejahteraan, apakah lalu lintas sangat macet jadi naik CL, apakah bekasi sebegitu parahnya sampai tidak nyaman untuk naik mobil dan seterusnya.. Dan saya pun menjawab secara random pertanyaan-pertanyaan itu dengan sempurna..
Ada dua hal saya terpaksa harus naik CL. Pertama adalah sesi 1. Kalau saya mengajar sesi 1 yang dimulai jam 7.30, peluang saya untuk datang terlambat kalau naik mobil cukup besar, sekitar 20-25 persen. Soalnya dalam 20 hari kerja selama sebulan, rata-rata saya telat itu 3-4 kali. Kalau datangnya sudah telat, biasanya perlu mood booster karena kesal datang terlambat. Hal kedua adalah non academic factor. Itu bisa macam-macam selain sesi 1. Misalnya saja waktu itu gembok mobil saya tidak bisa terbuka, bangun kesiangan, ada telpon penting... loh.. iya kadang telpon bisa lama..
Buat seorang komuter seperti saya, naik CL itu bisa membantu dari sisi waktu, tapi tidak dari sisi kenyamanan. Selain itu ada aja cerita hasil curi dengar pembicaran penumpang yang lagi ngobrol. Iya, biasanya saya naik CL tanpa teman, jadi kalau di stasiun atau di dalam gerbong ya asik sendiri. Kind of a loner type hehe..
Contohnya hari ini, saya jadi tau ternyata sinetron yang lagi happening itu zoda. Nah, saya yg jarang nonton tv jadi penasaran. Kata ibu-ibu penumpang CL, rajanya ganteng tapi sayang pendek hahaha.. trus saya juga jadi tau sate padang yg enak deket rumah saya waktu di dalam gerbong dan lg untel-untelan penumpangnya. Gerombolan penumpang CL itu asik ngomongin sate padang. Dari hasil curi dengar itu saya bisa tau kalau mereka tinggal deket area rumah saya.
Angkuta kereta api itu kalau di PDB yang berbasis SNA 1993 masuk ke dalam sektor angkutan, subsektor angkutan rel. Daya angkutnya yang besar untuk melintas antar kota dan tanpa macet plus biayanya yang murah, membuat komuter mengandalkan CL. Berdasarkan pengalaman saya naik CL, demand untuk subsektor ini sangat tinggi. Sayangnya tidak diiringi supply. Sebagai penganut general equilibrium garis keras, kalau supply tidak bisa nencukupi demand, ada kebijakan yang harus diambil. Ga mungkin kn kita impor jasa angkutan kereta, kecuali pmtbnya yang diimpor.
Di tengah carut marutnya sektor transportasi ini, ternyata saya bisa tertawa dalam hati. Menikmati sih ga juga, tapi daripada kesel lah.. jadi lihat sisi positifnya aja. Demikian juga untuk tahun ini, semoga saya jadi lebih positive thinking..