Pages

Monday, May 11, 2015

a due date

Kalau boleh jujur, yang namanya menghadapi due date itu bukanlah sesuatu yang baru untuk pegawai veteran (ini bahasa halus dari kata'tua') seperti saya. Sejak pertama kali bekerja di pusat dengan ritme kerja yang tap-tap dan kontinyu, sampai sekitar dua tahun lalu, yang namanya due date a.k.a deadline memang selalu menghantui. Hantu ini sempat berhenti menakuti ketika saya alih profesi (haizz ini apaan sih, kesannya berubah profesi jadi artis gitu..). Iya, kalau mau boleh jujur lagi, profesi yang sekarang ini ibaratnya zona double nyaman. Mungkin beberapa teman saya kurang setuju dengan pendapat saya, tapi it's okay, saya menghargai pendapat dan pendapatan mereka kok :)

Yang namanya due date, buat semua pegawai di lini manapun pasti akan menghadapinya, yang membedakan adalah tingkat stres-nya. Ada due date yang kalau dipikirin sampai bikin orang sakit karena selalu pusing memikirkan pekerjaannya, khawatir dengan proses dan hasilnya nanti. Ada juga yang dibawa santai, tapi istiqomah, tetap dikerjakan sesuai prosedur, lalu pasrah.. Ada juga sih yang cuek, pura-pura ga punya peran dalam kegiatan, go with the flow versi dia. Di dunia ini, sebenarnya memang cuma ada tiga itu aja tipe pegawai dalam menghadapi due date.

Dan masih dalam kerangka jujur-jujuran tadi, saya termasuk yang kedua. Ok, ini sebenarnya tidak perlu dijelaskan, karena dijelaskan juga tidak ada manfaatnya. Tapi kondisi menghadapi 'due date' itu kembali menghantui saya. Sempat ilfil karena sudah dua tahun tidak merasakan deg-degannya dengan due date ini. Sempat ketawa ketiwi dalam hati kalau mengingat apa yang sudah saya lakukan kalau berhadapan yang namanya due date ini. Dulu saya sering menganiaya badan saya dengan mengambil jatah tidur yang minimal 4 jam sehari menjadi sekitar 3-2 jam sehari. Tapi sekarang saya tidak bisa bersikap seperti itu terhadap badan saya, alasannya sudah jelas, badan saya saat ini tidak dalam kondisi seperti beberapa tahun lalu itu. Dulu kalau tidur cuma 3 jam sehari, di kantor masih bisa aktif, lalu pulang balas dendam tidur, bisa langsung kembali segar. Tapi metabolisme tubuh sekarang ini sudah mengalami perubahan, jadi tidak bisa lagi seperti itu. Justru saat ini, saya tidak boleh tidur kurang dari 4 jam. Kalau kurang, bisa kayak zombie kalau ke kantor. Yang hadir cuma badannya saja, tapi konsentrasinya entah kemana. Dan kalau dalam kondisi seperti ini, nyetir pun ga boleh, harus naik angkutan umum. Apalagi sekarang semua pekerjaan domestik (baca: rumah tangga) harus ditangani sendiri, karena saya tidak pakai asisten rumah tangga. Jadi sebenarnya ini cuma trade off antara pekerjaan kantor dengan pekerjaan domestik :)

Lalu, due date apa yang saya hadapi? Ah, ini sebenarnya cuma kasus biasa, tapi mungkin karena sudah lama tidak menghadapinya jadi kesannya 'wow' aja. Dan untuk tune in nya itu rasanya beraaaaaaat banget.. oh dear..
Itu juga yang akhirnya membuat saya akhirnya menulis di sini, kali aja dengan melepaskan itu semua dalam tulisan ini bisa memuluskan jalan saya untuk tune in. Ayo kasih semangat dong.. If the sky is the limit, it's time to fly! Fighting!!!

No comments: