Pages

Friday, November 4, 2011

aLL bY my SeLf..

Ini hari Jum'at. Biasanya status saya di bbm adalah ALIF, Alhamdulillah It's Friday. Tapi hari ini saya lagi ga bawa bb, jadi ga bisa nulis status itu. Sempet mikir kenapa ga diseting aja ya di bb kalau setiap hari jum'at otomatis akan berstatus seperti itu, jadi rasa happy karena besok libur lebih dapet lagi.

Anyway, I'm really happy today karena banyak hal. Pertama, buku publikasi yang jadi tanggung jawab saya sudah selesai *jenggg jenggg...*. Saya kasih tau ya, waktu bikin buku itu cuma seminggu, tapi itu adalah seminggu tergila tahun ini. Soalnya tiap hari bangun jam setengah tiga cuma buat nulis sehalaman.. aduh mirisnya.. Yah, kemampuan ini sudah berkurang sodara-sodara.. Kalau sampai di kantor sulit untuk melanjutkan, karena sooooo many disturbances.

Kedua, senengnya itu karena tadi ada yang demo masak di kantor. Mereka masak apa yah? Semacam kare ayam gitu lah trus bikin es krim segala.. Walaupun saya ga ikut icip icip, tapi seneng aja ngeliatnya. Gini-gini juga pecinta kuliner dan follower pak Bondan (apa ya maksudnya?)

Ketiga, I'm happy because I'm finally feel happy ajah.. Memangnya harus ada alasan khusus ya untuk seneng? Yah, oke deh kalo gitu. Saya seneng karena

Oh iya.. hari ini hari Jum'at dan saya sendirian di ruangan. Saya suka kayak gini nih, sendirian.. jadi penguasa ruangan, bisa nulis blog, bisa dengerin musik kesukaan tanpa harus pake earphone dsb dsb. Tapi temen seruangan yang tiga orang itu bisa kompak yah ga masuk di hari ini (sebenernya dua, tapi yang satu ijin pulang cepet jam 10-an gitu). Jum'at lho ini.. artinya liburan akan lebih lamaaaa apalagi hari minggunya Idul Adha.. Owwwhhh ngiri..

Tapi eits... ga boleh gitu.. the good point is everything I wished before come true, right? Itu sesuatu banget lho. Tinggal 12 lagi buku publikasi yang harus kelar.. WHATTT?!@*$??!

Wednesday, September 14, 2011

this is not this is it

Okay, it's been a month and a half I've done this double duty. It gave me a new horizon and enriched my knowledge. It took my energy, my time, my attention, but thank God not my money.

Anyway, I enjoyed this double duty that the boss given me. Of course there were many obstacles but as long as i could manage it, that's okay. More duties, more staffs, more problems, but sure not more incomes.. Still, Alhamdulillah I learned something here.

So far, everything is running well for me, for them, for the boss. And it's about time for me to give it over to the next one. No, this is not this is it. This is really something.. *syahrini style*

Monday, May 9, 2011

On time itu belum tentu baik :(

Sumpah, ini postingan iseng sambil menunggu waktu meeting.

Ceritanya saya datang terlalu pagi dalam sebuah meeting di salah satu hotel di bandung. Di undangan tertulis acaranya jam 10 pagi. Saya sudah buru-buru dari bekasi pas mau check in kata front office nya belum booking! Duh!. Pas saya cek ke si empunya acara, katanya mulainya jam 1 siang.. Bwahahaha.. Jadilah saya terlantar di lobi!

Padahal, untuk mencapai hotel ini saya sempet kesasar gara-gara mengikuti petunjuk gps di maps iPad saya..hohoho gps pun bisa menipu! Satu jam lalu saya berada tepat di depan gedung BI Bandung sambil celingukan memegang iPad dan terheran-heran karena hotel yang saya tuju yang menurut gps ada di depan BI adalah perkantoran pemkot Bandung! Cakepnya...

Akhirnya saya naik taksi ke daerah pasteur tempat the real hotel is..

Dan sialnya, pas sampai pun, panitianya ga ada.. Sempat bingung tuh mbak-mbak resepsionis karena ga ada yang booking. Terus waktu saya telpon ke si penyelenggara yang notabene adalah kantor walikota bekasi, katanya acaranya jam 1 siang! Gubrag!! Kirain sudah telat karena kesasar sampai Braga segala, ternyata being on time is not a value for them!!! Nggileni toh yo..

Thursday, April 21, 2011

diam itu.. tidak ngomong..

"Freeze! You have right to remind silent! Anything you say will be used in the court of law.. ". Begitulah statement polisi amerika kalau mau menahan seseorang (yang waktu kecil sering saya lihat dalam serial hunter).

Dulu, saya suka berpikir kenapa orang yang ditangkap harus diam? Memangnya kalau dia teriak-teriak akan ada orang yang menolong? Yang menangkap kan polisi.. mana ada yang mau nolongin dia.. (dulu disini maksudnya sekitar tahun 85-an). Akhirnya, saya mengerti, kenapa sang buronan punya hak untuk diam (right to remind silent). Maksudnya, apapun keterangan yang keluar dari mulutnya saat itu bisa digunakan dalam persidangan nantinya sebagai bukti..

Sebegitunya.. bahkan seorang buronan pun punya hak untuk diam. Menurut agama saya, kalau kita tergoda untuk marah, sebaiknya diam. Karena kalau dalam kondisi marah, kita banyak bicara, kemungkinan besar apa yang keluar dari mulut kita hanya berisi hal-hal yang tidak baik. Jadi teringat, pernah ada yang menulis status "segala sesuatu yang diawali dengan rasa marah akan berakhir dengan rasa malu". Jadi alangkah baiknya kalau dalam kondisi marah, sebaiknya ya diam saja.

Diam itu emas.. diam itu tidak ngomong..

Wednesday, April 20, 2011

another night in blog

The situation is getting serious..
Yes, I'm having writing block.
Why? I really don't know.
How? Still I don't know the transmission
When? tonight
Where? here.. in my mind

I've been doing the blogwalking as a habit. But yet it doesn't solve the problem.
Lately I have been thinking that what I do from 8 to 4 is just a survivatory not fighting for the score anymore. That's why I need to change the perspective to turn the spillover.

However, I believe that this will be no longer a problem when I find the answer. And the most basic question is how can I find the answer? Quite strange eh?

Anyway, llfe goes on, time will fly and day will be replaced by night. Keep fighting, keep smiling, keep learning.. it's just a never ending process..

Tuesday, April 5, 2011

Proxy Mean Test

Don't judge a book by its cover. That's a wise man say. Never judge something by just looking at a glance. Data user from all over discipline must know about this. When they have data, they have to recognize where and how it was collected, not specifically, but they have to know.

Statistics Indonesia is an official institution that provide macro data such as number of poor household, The data itself speaks not only to show where the position of Indonesia in the world, but also used to draw some policies. It is strategic but also tricky in term how the data is used.

I have this information from a friend who responsible for the methodology on how the data was collected and smoothed. After they collected data from the field (they use the term field to represent where the respondents is located), it was weighted and judged by several variables, But not only that. They have to be smoothed because there are many political aspects on this. That's why there is one more process called proxy mean test.

Proxy Mean Test is counted with the formula Ln (Yi) = BX + Err(i)  The model is supported with Susenas data from 2003-2008 and Podes (2 point of years). Although the reability of those two kind of data is still questioned by data user, but those data is the best we have (in Indonesia). There is no other institution can provide data like that (with lower budget)

Say, you have only couple of billion to provide micro data to draw policies that affect the whole country. The difficulties of collecting data is high but the pay off is low. What would you do? Science takes it all! And proxy mean test is one of the methodology that help Statistics Indonesia to provide data. Pretty smart eh..

>> I posted this about 2 years ago in my multiply

Sunday, April 3, 2011

kekayaan --> kapital --> demokrasi

Ceritanya hari Sabtu Minggu ini dihabiskan untuk memasak dan menonton DVD Korean Series. Minggu ini nonton Secret Garden. Lumayan juga ceritanya, setingannya winter season, jadi pemandangannya salju semua. Yang berkesan adalah rumahnya si pemeran utama laki-laki. Serba kaca.. Kemudian, memperhatikan bagaimana kalangan kaya beraksi dan bertransformasi.

Tetapi, saya tidak sedang memposting review Secret Garden. Minggu siang ini saya juga baca e-magazine Prisma yang download dengan penuh kasih sayang oleh hubby. Menurutnya saya harus rajin membaca artikel-artikel di majalah tersebut supaya wawasan saya tambah luas dan tidak nonton DVD Koresn Series terus. Hehehe hopefully it works..

Artikel pertama yang saya baca dari majalah itu berjudul "Mengolah Kekayaan, Kapital dan Demokrasi". Itulah sebabnya judul postingan ini mirip dengan judul artikel tersebut dan bukannya secret garden:).

Artikel tersebut memceritakan bagaimana kita tertarik untuk menjadi kaya. Dalam sejarah manusia, dalam memenuhi kebutuhan dasarnya untuk bertahan hidup, yaitu makan, nenek moyang kita hanya mengumpulkan dan mengambil apa yang disediakan oleh alam. Sehingga dahulu manusia banyak berburu dan bergaya hidup nomaden yang berpindah-pindah, demi untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Seiring dengan perkembangan manusia sebagai makhluk yang berakal, mulai dikenal cara hidup untuk berproduksi dengan bercocok tanam dan beternak dan mulai bertempat tinggal menetap. Lebih jauh lagi, karena untuk berproduksi diperlukan tenaga kerja yang banyak (sebelum era industrialisasi), kita juga mengenal istilah perbudakan. Bahkan, si penulis mengungkapkan perbedaan perbudakan berdasarkan letak geografis. Dia menceritakan perbudakan di Roma berbeda dengan perbudakan di Amerika. Di Roma, hasil perbudakan yang paling nyata hingga saat ini adalah Colasseum. Sementara di Amerika perbudakan di kebun-kebun kapas berupa kapital dan akumulasi kapital, yaitu kekayaan yang menghasilkan kekayaan lain sedemikian rupa, sehingga menjadi dasar imperialisme dalam segala arti. Mungkin maksudnya, karakter manusia yang tidak pernah puas dalam mengumpulkan kekayaan dengan berproduksi, beralih dengan melipatgandakan kekakayaan dengan kapital.

Terkait dengan itu, saya teringat dengan buku-bukunya Robert T. Kiyosaki (yang sialnya, saya miliki seriesnya). Kalau pernah baca Rich Dad Poor Dad pasti teringat dengan cashflow quadran dan kata-kata biarkan uang bekerja untuk anda. Lebih riilnya, melipatgandakan kekayaan melalui instrumen keuangan seperti saham dan portofolio. Sehingga kaptal tidak lagi bersentuhan dengan produksi nyata. Karena kapital/modal berlipat ganda menjadi kapital lagi.

Dan tebak, siapa yang memiliki peran dalam mengimbangi perubahan tersebut? Ya... Pemerintah. Adalah pemerintah yang memegang peranan dalam menjaga keseimbangan ekonomi tersebut. Disitulah kata demokrasi ditempatkan, menjadi sesuatu yang akan mengkatalisasi perubahan baik ke arah yang baik maupun yang buruk.

Jujur saja, buat saya artikel ini seperti mengingatkan kembali apa yang perlu saya perbaiki sebagai abdi negara. Terlepas dari segala kekisruhan politik yang semakin aneh dan membuat tidak nyaman berbagai media untuk saya nikmati (yang akhirnya membuat saua lebih sering nonton Korean Series, hehe justifikasi)

Dan, seperti yang ditampilkan dalam Secret Garden yang mengekspos bagaimana keluarga konglomerat bekerja, terlihat bagaimana peran pemerintah tetap tidak bisa diabaikan, dan disitulah politik bersentuhan dengan ekonomi. Oh dunia, semakin hari engkau semakin menunjukkan betapa harus berhati-hatinya menjalani hidup ini.

Selanjutnya artikel tersebut juga menjelaskan