Pages

Thursday, December 23, 2010

damn it's true!

Salah satu akun twitter yang difollow abg saya adalah akun @DamnItsTrue. Iseng aja saya buka-buka itu akun dan membaca-bacanya. Hasilnya, saya senyum-senyum sendiri dan dalam hati memaklumi mengapa si abg memfolow akun tersebut. Dan, sekedar sharing (barangkali ada yang punya abg), saya menulis tentang akun tersebut.

Di bio akun tersebut tertulis
Facts that are relevant to your daily life, since April 21, 2010. #DamnItsTrue

Jadi, sudah bisa dibayangkan kira-kira seperti apa isi timeline si empunya akun. Lokasinya di newyork, pastinya semua twitnya dalam bahasa inggris. Twit-twitnya seputar kehidupan remaja putri pada umumnya, tentang sekolah, persahabatan, cinta monyet,fashion, naksir-naksiran. Pokonya girlie abis!

Mungkin, dia memberi nama akunnya damn it's true karena twit-twitnya anti jaim, jadi tidak twittergenic (istilah untuk orang yang kelihatan bagus di twitter tapi ancur aslinya). Jadi, tidak ada kepura-puraan.. hohoho berat nih..

Tuesday, December 21, 2010

Thanks God It's Over

2010 ku mungkin tidak berjalan seperti yang sudah aku setting sebelumnya. Disisi pekerjaan teknis memang tidak menghadapi kendala. Becoming trend setter is another side of the success. But everything has its' trade off. I trade it off with couple of miscommunication and misleading. But overall, I did a good job.

Selain dari sisi teknis, saya juga menangani sisi finansial. Inilah yang membuat 2010 saya tidak happy. Bagaimana mau happy kalau posisi saya selalu berada di tengah-tengah baik dalam pengambilan keputusan, kebijakan maupun pemeriksaan. The damn good thing is I learned how to manage a huge money. It's priceless.. something you just can't learn from school.

Couple weeks ago, saya menghadap bos saya dan saya minta resign dari posisi pengelolaan finansial ini. Bukannya saya tidak mau mengurusinya atau menyerah atau apalah.. Saya tidak tahan dibentak-bentak rekan sekerja yang merasa paling banyak bekerja, berkontribusi dan merasa memiliki. Mungkin untuk kategori pelecehan itu adalah pelecehan pertama yang saya terima. Bagaimana tidak, waktu itu (Mei 2010) dia (laki-laki) seenaknya saja minta uang tanpa mau mengurus pertanggungjawabannya. Jelas saja saya tidak mau memberikan. Eh, dia bentak-bentak saya, dia bilang susah ngomong sama saya, dia gebrak itu meja, dan saya cuma terdiam. Heran, hari gini masih hidup kelakukan seperti preman begitu.. Padahal yang butuh itu dia lho.. he he he. Dan sejak saat itu tekad saya untuk resign semakin kuat dan bertambah kuat. Saya sempat menulis email ke bos untuk resign saat itu juga. Tapi tidak saya send karena menurut saya akan menjadi preseden buruk kalau resign di tengah duty. Dan saya lebih memilih cara silence untuk meredam semua persoalan ini. Saya perempuan, apa jadinya kalau saya mengadu masalah yang mungkin akan dianggap sepele oleh bos. Bisa-bisa saya dibilang cengeng.. huh!

But it's over. Setelah resign, rasanya legaaaa... dan saya minta sama bos supaya dia yang mengganti saya. Biar dia tau bagaimana rasanya dikejar tanggung jawab. Lebih terkesan curhat? Ya iya lah.. apa gunanya blog kalo ga buat curhat..

Sunday, December 19, 2010

sunday = me + novel

Saya penggila novel, tampaknya itu tidak terbantahkan. Novel apa saja, mulai dari yang serius, fiksi, non fiksi, yang ceritanya rumit, yang plotnya ga jelas, bahkan roman picisan pun jadi. Kebiasaan membaca novel ini sedemikian sulitnya dihentikan, sampai-sampai dulu adik ipar saya waktu lagi pedekate dengan keluarga saya memberikan novel harry potter sebagai sogokannya.. ha ha ha.. it works!

Waktu kecil, bacaan saya mungkin sama seperti teman-teman se-kohort (baca: teman seusia). Novel serial lima sekawan, trio detektif, si badung, pokoknya semua karangan enid blyton baik yang beli sendiri, pinjam ke teman, pinjam ke perpus atau baca gratisan di toko buku adalah novel masa kecil saya.

Sedikit aja gede, saya beralih ke novel-novelnya agatha christie, john grisham, sidney sheldon dan lain-lain. Terus lebih tua lagi mulai baca novel-novelnya Maria A. Sarjono karena waktu itu ada beberapa bukunya yang menjadi cerita bersambung di salah satu majalah wanita. Banyak lah pengarang novel yang ga saya hafal.

Kebiasaan itu berlanjut hingga saya menikah 14 tahun yang lalu. Saya juga tidak terpaku pada pengarangnya, apakah dia pengarang terkenal atau tidak, dalam negeri atau luar negeri. Suami saya bahkan dengan senang hati meminjam novel-novel tersebut dari perpustakaan di daerah pasar minggu (dekat kantornya) untuk saya baca. Setiap kali dia memulangkan buku-buku tersebut dan meminjam yang lainnya, si penjaga perpustakaan bertanya apa dia tau ceritanya? Suami saya bilang istrinyalah yang membacanya, si penjaga merasa aneh aja.

Mungkin, memory saya yang lemah atau saya memang hanya menganggap membaca novel itu sebagai hiburan, saya sangat jarang hapal dengan ceritanya. Beberapa yang bagus dan menarik, memang benar-benar melekat di benak saya dan tidak mau pergi walau saya mengusirnya:) Selebihnya, saya harus membacanya lagi.

Selama ini saya sudah menjual dua kardus besar novel-novel lama saya, membakar 3 kardus ukuran indomie karena sudah tidak layak baca (kondisinya mengenaskan) dan saat ini ada dua box plastik ukuran sedang di kamar saya, satu lemari buku di ruang keluarga, setengah lemari di kamar anak saya, dan ada sekitar 5-7 novel yang bertebaran tak jelas dimana-mana. Belum lagi yang dipinjam oleh teman-teman suami dan anak saya.

Ya, saya juga baca novel-novel teenlit, chiclit dan lit lit lainnya itu. Lumayan menghibur kok. Apalagi yang saya cari dari membaca novel kalau bukan hiburan. Kalau boleh jujur, saya malu sekali waktu diklat pimpinan, saya harus masuk asrama. Waktu itu saya membawa novel-novelnya Stephenie Meyer alias trilogi twilight. Lagi ngetrend waktu itu novelnya. Teman sekamar saya yang punya anak gadis sempat geleng-geleng karena bacaan saya sama seperti bacaan anaknya.. he he. Waktu anaknya datang untuk menjenguknya, dia memperkenalkan saya, "ini lho tante monik yang bacaannya gaul itu".

Kadang-kadang saya juga menonton novel yang difilmkan, walaupun kadang kurang sreg juga. Yah, bagaimanapun juga imaginasi yang diperoleh dari membaca novel jauh lebih liar dibandingkan dengan imaginasi yang diterjemahkan ke dalam film. Misalnya aja shopaholic, laskar pelangi, sherlock holmes.. Jauh.. jauh lebih seru membaca novelnya.

Saat ini, ada dua novel di meja kamar saya, the rosetti letter dan sang pencerah. Keduanya saya beli satu setengah bulan yang lalu. Bungkus plastiknya sudah saya buang, sudah saya belai-belai, bolak-balik halamannya, tapi belum saya baca. Saya selalu berencana lazy sunday adalah waktu untuk membaca novel. Tapi terus terang kedua novel itu tersalip dengan novel yang baru saya beli kemarin dan sudah habis saya baca, the shiver.. he he..

Kalau sudah begini, apakah saya memang penggila novel, atau sekedar mengoleksinya?

Saturday, December 18, 2010

the journal of cirebon

Rapat itu berjalan tiga hari, tapi dua hari efektif karena perjalanan yang harus ditempuh oleh teman-teman dari kab/kota se-Jawa Barat. Saya berangkat nebeng mobil bos bersama dua orang teman saya lainnya. Pagi sekitar jam 8 mulai jalan.

Menikmati pesisir utara sepanjang perjalanan, ngobrol yang ga jelas tujuannya, kemudian mampir di Pesona Laut untuk mengisi perut yang keroncongan karena sarapan yang ga nendang. Dan, sebagai manusia yang selalu ingin eksis, pastinya harus narsis dengan berfoto-foto di tepi pantai indramayu yang saat itu sedang pasang dan angin yang berhembus agak kencang.

Suasana seperti itu mengingatkan masa kecil saya yang hampir setiap minggu selalu ke pantai ancol, Jakarta cuma untuk jalan-jalan. Dulu tidak banyak event atau orang yang berjualan di pantai ancol, paling kita ke pasar seni untuk melihat lukisan dan bertemu dengan pak Tino Sidin karena dia juga sering ke sana atau baca buku gratis di toko buku gramedia (sekarang sudah tidak ada). Pantai Ancol dulu juga tidak kotor seperti sekarang, udaranya masih bersih, tidak penuh orang yang piknik, belum ada DUFAN, ah pokoknya enak lah..

Setelah makan, kita mampir ke rumah bos di Indramayu. Disuguhin mangga pastinya! hehehe, sampe di bawa ke Cirebon segala! Sempat mampir juga (cuma lewat) ke kantor di Indramayu.. Alhasil sampai di hotel sudah tengah hari. hehehe

Lalu pleno dimulai, hal pertama yang membuat saya tertawa adalah ruang rapat yang lucu, karena penempatan toilet yang rada aneh (menurut saya). Toilet itu seenaknya saja berada di depan, berdampingan dengan podium pembicara. Konyolnya lagi, pintunya itu hanya berupa tirai berwarna hijau garis-garis putih.. Ya Tuhan, siapakah yang mendesain aula seperti ini? Tapi ya sudahlah, mungkin toilet itu ga sengaja aja dibuat he he toilet yang aneh.. Saya sempat bertaruh dengan teman-teman saya, apa ada yang berani masuk ke toilet itu saat pleno sedang berlangsung. He hehe, manalah mereka berani. Sehebat apa pun seseorang ingin buang air kecil pada saat pleno, mana mau masuk ke toilet di depan itu, bisa-bisa dianggap mau maju ke depan.. hahay..

Lalu saya melihatnya, sekilas, melihat lagi, memastikan.. Dan saya menjadi beku. Saya tidak mungkin menghindarinya kan.. Jadi saya hanya memandang lurus ke depan, mengabaikan, dan terus membuat otak saya bekerja. Tidak pernah mudah buat saya, tapi itulah yang terjadi.

Sorenya, bersama sembilan orang teman saya yang ibu-ibu semua memutuskan untuk jalan-jalan dengan mobil kantor seorang teman. Kebanyakan mereka berasal dari bandung. Dan anehnya, kita malah jalan ke mal grage. Tuhan pun tau, bandung dan bekasi pun penuh dengan mal. Lebih parahnya lagi, kita di mal tersebut sampai tutup. Bahkan saya menyaksikan para SPG sedang briefing akhir dan absen pulang. Ya Tuhan, ampunilah saya.. Gilanya lagi, ibu-ibu itu pada borong saudara-saudara!!! Padahal harganya sama, barangnya juga sama, karena departemen store itu ada juga di bandung atau bekasi... parrrah parrraaah...

Hari kedua, big boss datang, tapi sudah siang. Sesi siang itu, direncanakan dimulai jam 13.30. Tapi baru juga jam 13.15 ketika saya sedang hebat-hebatnya dibuai kantuk, teman sekamar mengingatkan untuk segera masuk karena bosnya memanggil. Bos besar sudah bertengger di podium pembicara, dan sedang menegur sana sini karena telat masuk. Padahal jam tangan saya, di blackberry saya, di hp teman saya, di jam dinding, baru jam 13.20. Menurut bos besar, saat itu sudah jam 13.30. Manalah bisa!!! Tapi seperti yang dibilang direktur PLN, atasan adalah orang yang tidak bisa dilawan, kalau dilawan pasti kita kalah.. jadi, saya hanya terpekur mendengar omelannya.

Ketika sedang makan siang, sebelumnya, saya sempat mengusulkan untuk membuat seragam sesama komisi. Ide ini bukan ide baru, tapi memang sudah setahun yang lalu di facebook (bukti kalau ide ini memang lawas). Jadi kita berencana untuk pergi ke trusmi, memilih model kain batik, memesannya, dan dipakai untuk tahun depan. Perfect!

Itulah sebabnya, sore harinya kita serombongan sebanyak sembilan orang pergi ke trusmi. Yang saya sukai dari kota Cirebon adalah TIDAK MACET. Sungguh, kelancaran lalu lintas merupakan kejadian langka di Kota Bekasi. So, sampailah kita di suatu toko di trusmi (sorry ga disebut namanya), pilah pilih.. coba sana coba sini.. liat-liat sekedar cek harga. Deal.. bayar.. jreng.. Jam 7 baru kembali di hotel. Pertandingan semifinal piala AFF sudah mulai.. Yang paling penting makan malam masih ada, walaupun.. yah saya tidak bisa mendebat soal makanan.

Entah kenapa, tenggorokan saya menjadi sakit, suara seperti habis, termasuk air minum yang disediakan hotel di kamar juga habis. Padahal saat itu sudah jam 11 malam. Oh, terima kasih Tuhan atas cobaan ini..

Hari ketiga. Paginya, saya packing hasil belanjaan semalam dan jalan keluar bersama teman sekamar saya untuk makan nasi jamblang. Nah, buat yang belum tau nasi jamblang, tapi sudah tau nasi kucing, yah mirip lah.. cuma beda di bungkusannya. Kalau nasi jamblang pakai daun jati, nasi kucing pakai daun pisang. Khasnya, katanya di sambalnya yang berupa irisan cabai merah kecil-kecil.. Pada saat membayar, saya sempat terpana dengan tukang hitungnya. Dia itu membawa kalkulator harga 10 ribuan sambil menanyakan apa saja yang saya makan. Saya menyebutkan satu per satu dan tangannya langsung menekan tombol-tombol di kalkulatornya. Ketika saya menyebutkan makanan yang saya makan, pasti ada jedanya dong.. nah pada saat jeda itu pun, dia tetap menekan-nekan tombol kalkulator.. Wah, saya sempat berpikir negatif, jangan-jangan harganya jadi berkali lipat. Tapi ternyata tidak. Tombol apa yang dia tekan ya? Tanda + atau = he he he

Hari itu saya dan sepuluh orang lainnya yang berasal dari Depok, Bekasi, Bogor berencana naik kereta Argo Jati untuk pulang. Karena weekend dan rumah bos saya di Indramayu, ga mungkin lah dia balik lagi ke Bekasi..

Rapat selesai jam 10.30. Ketika saya bersiap-siap menunggu teman yang lainnya di lobi, saya diberi tahu kalau bos Sukabumi masuk rumah sakit karena serangan jantung dan dirawat di rumah sakit di pondok jati. Kereta yang akan saya tumpangi baru akan berangkat jam 2 siang. Jadi selama sisa waktu yang ada, saya cuma terduduk di loby bersama beberapa teman perempuan dan nasrani, karena yang lainnya sedang sholat Jum'at.

Sampai di rumah jam tujuh. Kondisi lelah, bete, tapi masih sempat update twitter dan baca bbm. Tertulis di grup saya, bos Sukabumi itu telah meninggal dunia jam 6. Innalillahi wa Innailaihi rojiun.. Kematian, cuma Allah yang tahu..

Sunday, December 5, 2010

because i wasn't born to fail..

I love encouraging stories, they motivate me to improve myself better and better. They give you positive energy. Usually the story is about one's success, sometimes it just a motivated sentences or phrase. There are a lot of sources about encouraging stories on internet. If I had difficulty to understand it, just use google translator... he he

But the most sources of encouraging stories ever is the Al Qur'an, my holly book. It gives you everything you want to know, everything you should to know, everything you should do, what you have to avoid, your obligations, your life here and after.. Subhanallah, It's powerful book!

To be honest, I'm not good in reciting Al Qur'an. But when I read the translation, I'm flying.. Every words has amazing meaning. It broaden my horizon, woke me up from my sleep, gave me light in the dark.. I don't know more to say..

One of the story is about why the faithful are not easily offended when insulted and slandered.. (QS 25 63). I read it when I faced the same problem, and it gave me strength to raised my head.

Another thing is about our birth to the world was meant to be a winner. Because the creation of us happened from billion of cell who want to win the egg. So, i think i wasn't born to fail.. And it gives me confidence to win every move, every battle, every negotiation.. Don't you think so?

Saturday, December 4, 2010

inspiring quotes

Alat komunikasi paling hebat adalah 'Doa'

Emosi paling tidak berguna adalah 'Rendah Diri'

Aset terbesar adalah 'Iman'

Dua kata paling penuh kekuatan adalah 'Saya Bisa'

Senjata paling berbahaya adalah 'Lidah'

Sangat buruk kondisi anda, jika anda tidak memlikinya.. yaitu : 'Harapan'

Komputer paling hebat di dunia adalah 'Fikiran Manusia'

Kekuatan terbesar di dunia adalah 'Cinta'

Kegagalan paling melumpuhkan adalah 'Alasan yg dibuat-buat'

Obat tidur paling mujarab adalah 'Fikiran yg Damai'

Masalah terbesar untuk diatasi adalah 'Rasa Takut'

Energi terbesar adalah 'Dorongan Semangat'

Sumber Daya terbesar kita adalah 'Generasi Muda'

Spesies yang hampir punah adalah 'Pemimpin Yang Berdedikasi'

Kepribadian terburuk adalah 'Egois'

Pekerjaan paling memuaskan adalah 'Membantu Orang Lain'

Kehilangan terbesar adalah 'Harga Diri'

Sukacita terbesar adalah 'Memberi'

Kebiasaan paling merusak adalah 'Khawatir'

Pakaian paling indah di dunia adalah 'Senyum'

A wise person remembers his/her friends at all times.. A fool only when he/she has need of them

One who is keeping his/her tounge & his/her mouth, is keeping his/her sou

Don't worry about : 1. who doesn't like you.. 2. who has more.. 3. who's doing what..

Blessed are those that can give without remembering.. and receive without forgetting..