Saturday, January 26, 2013
Ciri Khas Sistem Ekonomi
Subhanallah.. itu sungguh-sungguh membuat hati saya mencelat.Terutama untuk kata-kata re-establishment of Syariah-Khilafah. Bagaimana tidak, saya sering sekali mengingatkan kepada anak-anak saya bahwa Indonesia itu negara dengan populasi Islam terbanyak di dunia, jadi mereka sebagai orang muslim harus menjadi muslim terbaik di bidangnya supaya Islam segera berjaya kembali. Dan ketika membaca bio felix, saya kembali teringat dan bersemangat untuk menjadi muslim terbaik di bidangnya untuk re-establihment of syariah-khilafah.
Saat ini sebenarnya saya sedang membaca buku Sistem Ekonomi Islam - Prinsip Dasar, yang ditulis oleh Dr. Muhammad Sharif Chaudhry, MA, LLB, Ph,D. Beliau adalah seorang hakim agung di Pakistan dan telah wafat tanggal 29 Juni 2009, semoga Allah mengampuni semua dosanya, menerima semua amal salehnya dan memasukkannya ke dalam surga. Naskah buku ini aslinya dapat didownload di http://www.muslimtents.com/ . Uniknya copyright nya gratis. Saya sendiri sengaja membeli buku ini di toko buku karena memang sangat tertarik dengan ekonomi Islam dan sangat antusias untuk mempelajarinya,
Bab pertama buku ini bercerita tentang ciri khas setiap sistem ekonomi. Dan itu adalah sedikit hal yang ingin saya bagi hari ini. Setiap sistem ekonomi memiliki ciri khasnya sendiri yang menjadi dasarnya. Dari dasarnya itulah maka sistem ekonomi tersebut dapat dikenali. Setidaknya ada 4 sistem ekonomi yang memiliki ciri khas.
Pertama, sistem kapitalis modern. Ini adalah sistem ekonomi yang saat ini banyak dianut oleh negara-negara di dunia. Kapitalisme modern muncul karena adanya industrialisasi yang cepat serta difasilitasi oleh kemajuan yang dicapai oleh manusia dalam sains dan teknologi, didasarkan pada ide perkeonomian pasar bebas, tanpa atau sedikit sekali campur tangan pemerintah di bidang ekonomi, bunga, dan perbankan. Jujur saja, ini adalah sistem ekonomi yang pertama kali saya pelajari dalam hidup saya.
Kedua, sistem sosialisme. Sistem ini muncul sebagai reaksi terhadap kapitalisme. Menganut kontrol negara sepenuhnya terhadap perekonomian dan pemilikan alat produksi oleh negara atau masyarakat. Sistem ini sempat mengalami masa jayanya setelah era perang dunia II.
Ketiga, sistem ekonomi feodal. Feodalisme berarti pemilikan tanah oleh sedikit orang atau keluarga dan menjadikan mayoritas masyarakat sebagai penyewa atau pekerja yang menggarap tanah, baik sebagai budak para tuan tanah atau sekadar berbagi hasil pertanian.
Keempat, sistem ekonomi Islam, yang sedang saya pelajari saat ini. Islam menganut keadilan dan kejujuran di lapangan ekonomi. Menurut Islam, manusia adalah khalifah atau wakil Tuhan dalam seluruh rencana Tuhan, dan telah diberi hak pemilikan terbatas atas alat-alat produksi. Islam mengakui adanya campur tangan negara dalam kegiatan ekonomi demi menjamin kesejahteraan warganya. Penghapusan bunga, pelembagaan sedekah dan zakat, konsep halal dan haram, distribusi kekayaan yang merata, dilarangnya penimbunan dan menekankan pentingnya sirkulasi keakayaan, konsen dengan kesejahteraan kaum miskin adalah ciri khas sistem ekonomi Islam. Saya menuliskan ini dengan apa adanya dari buku tersebut.
Walaupun saya masih dalam proses membaca buku tersebut, tetapi seperti kata felix shiauw dalam bio twitternya - membaca untuk menulis, saya tidak segan untuk menuliskannya.
Tuesday, January 8, 2013
Do Not Assume
Saat ini saya sedang double duty alias merangkap dua tanggung jawab sekaligus. Ini terjadi karena rekan kerja saya yang sedang cuti melahirkan. Jadi, terhitung sejak tahun 2013 ini dimulai, saya memiliki tanggung jawab lebih banyak untuk sekitar tiga bulan ke depan. Sebenarnya ini bukan yang pertama kalinya. Tahun 2011, saya juga pernah mengalami hal yang sama ketika rekan kerja yang bertanggungjawab atas pekerjaan tersebut pensiun. Namun, tetap saja saya mengalami jet lag karena dua jenis pekerjaan yang sungguh berbeda.
Seperti halnya suatu siklus, jenis pekerjaan tambahan ini pun juga mengalami perubahan. Maksudnya, walaupun dulu saya pernah menangani hal serupa, tetapi tetap ada beberapa perubahan. Oh ya, saya biasa menangani masalah teknis, dan double duty nya itu masalah ketatausahaan yang concern sekali di bidang administrasi. Dibandingkan sebelumnya, sekarang ini lebih well organized dan computerized. Jadi sebenarnya ga sulit-sulit amat untuk mengikuti irama dan alurnya. But still, bereaucracy is bereaucracy. Harus ekstra sabar dan tawakal untuk menjalaninya.
Kadang saya suka berpikir mungkin inilah bentuk kasih sayang Allah ke saya untuk melatih kesabaran. Jujur, saya bukan orang sabar. Jadi mungkin ini adalah masa pelatihan saya untuk menjadi insan yang lebih baik.
Terkait dengan sabar itulah, saya punya cerita tentang perlunya sabar nanak nunuk untuk mengikuti irama kerja di bidang ini. Ada beberapa hal yang memang perlu dikoordinasikan dengan instansi lain, dan saya pikir itu hal biasa karena bisa dikomunikasikan dengan teknologi melalui telpon atau email. Tapi nyatanya saya salah. Ternyata perlu usaha lebih dari itu untuk menyelesaikan hal sederhana karena memang SOP nya seperti itu. Saya tidak boleh berasumsi yang bukan-bukan. Segalanya harus jelas terlebih dulu daripada nantinya salah. Mengutip perkataan D.A. Benton, "bertanya lebih baik daripada menebak-nebak, dan kamu akan mendapatkan petunjuk"
Sepertinya ada satu lagi hikmah yang bisa saya ambil dari double duty ini. Saya termasuk seorang introvert yang agak sukar berkomunikasi langsung dengan orang. Mungkin saya sedang dilatih untuk menjadi seorang komunikator yang lebih baik, dan bertemu orang dengan karakter yang lebih beragam lagi. Yang jelas ini pelajaran baru buat saya yang terbiasa membuat asumsi dalam mengalisis. Saat ini do not assume, just ask to make it clear..
Tuesday, January 1, 2013
First post in 2013
Pernah ga merasa waktu itu cepat sekali berjalan. Perasaan baru kemarin hari Jum'at eh tiba-tiba sudah ketemu Jum'at lagi. Perasaan baru kemarin repot banget mengurus anak-anak yang masih kecil, sekarang sudah harus memikirkan kuliahnya. Begitu juga pergantian tahun terasa semakin dekat saja jaraknya. Dulu pertama kali membuat blog ini tahun 2008, sekarang sudah tshun 2013.
Variabel waktu bukan sesuatu yang dipandang sederhana pada semua bidang studi. Bahkan di statistik ada satu bahasan tersendiri mengenai model deret waktu atau time series . Di bidang ekonomi, sosial ataupun teknik, waktu menjadi variabel yang melekat dalam sebuah proses. Bahkan einstein pun sangat tertarik dengan waktu sehingga terciptalah teori relativitas.
Postingan pertama di tahun 2013 ini juga menunjukkan usia blog ini yang semakin menua. Rentang waktu yang semakin melebar itu semoga membuat isi blog ini semakin membaik dan memberi makna.