29 April 2013
Perbedaan waktu di Mekkah dengan Indonesia sekitar 4-5 jam. Ini membuat saya masih suka salah memperkirakan waktu sholat.
Menjalankan ibadah umroh membuat saya tak bisa berkata-kata karena merasa benar-benar kecil dan penuh dosa di hadapanNya. Memohon ampunan adalah prioritas doa saya. Selama di Madinah dan Makkah saya tidak pernah sholat di hotel. Saya selalu sholat di masjid, walaupun kaki sampai penat karena bolak balik hotel-masjid dengan jalan yang menanjak. Saya pikir, saya harus memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk beribadah di Masjidil Haram. Rasanya sangat berbeda ketika kita sholat langsung di hadapan Kabah yang menjadi kiblat seluruh umat Islam di dunia.
Di Masjidil Haram, suasananya selalu ramai sepanjang waktu. Jam berapa pun kita kemari selalu ramai oleh orang yang sholat, umroh atau tawaf saja. Hari kelima ini, kami tidak ada acara lain selain memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. It's always make me speechless..
No comments:
Post a Comment