Pages

Saturday, May 4, 2013

Day 6. All About Masjidil Haram

30 April 2013

Masjidil Haram saat ini sedang direnovasi hampir separuhnya. Otomatis daya tampung jamaahnya menjadi sedikit berkurang. Saya melihat banyak orang Indonesia yang bekerja di Masjidil Haram, mereka bekerja sebagai cleaning servis yang membersihkan masjid dan sebagai buruh konstruksi pada pekerjaan renovasi masjid. Awalnya saya tidak begitu memperhatikan mengapa banyak orang Indonesia yang bekerja sebagai buruh konstruksi, belakangan saya tahu ternyata kontraktor yang mengerjakan pekerjaan renovasi Masjidil Haram berasal dari Indonesia, PT. Waskita Karya. Pantas saja banyak buruh Indonesia.

Saya sempat berbincang-bincang dengan orang yang bekerja disini. Gaji para pekerja Indonesia masih jauh berada di bawah pekerja dari India. Kita berada sedikit di atas Banglades. Sebagai gambaran, petugas kebersihan di Masjidil Haram dari Indonesia hanya digaji 800 real (1 Real sekitar 2700 Rupiah), sopir digaji 1500 Real. Biaya hidup disini relatif mahal.

Hari ke-enam ini aktivitas saya banyak dihabiskan di Masjidil Haram. Tawaf, membaca Al Qur'an dan sholat. Sebelum pulang saya memuaskan keingintahuan saya dengan mengelilingi masjid ini sendirian. Melihat arsitekturnya, dari atas hingga bawah dan tempat air zamzam yang ditutup karena renovasi. Jadi, mereka menaruh air zamzam dalam tong-tong keramik di dalam masjid. Makanya saya betah banget berada di masjid. Waktu di masjid Nabawi juga ada air zamzam di dalam masjid.

Saya pernah tawaf di siang hari yang sangat terik. Anehnya, ketika tawaf, tidak terasa panas dan lantai terasa dingin. Memang seluruh masjid ini menggunakan marmer putih dan abu-abu. Indah sekali..

No comments: