Pages

Monday, January 20, 2014

A little thing about neparnas

Cuaca memang sedang tidak mendukung. Sudah seminggu ini hujan turun terus menerus seolah menuntaskan rindunya pada bumi. Hehehe hujan itu sanggup membuat orang jadi ber-melow ria ya. Hujan juga sanggup membuat aktivitas yang rutin dijalani tiba-tiba berubah 180 derajat dari posisi awalnya. Bayangkan, lalu lintas arah Jakarta dari Bekasi yang biasanya sudah macet jadi lebih macet lagi karena hujan yang turun membuat genangan di beberapa tempat, sehingga kendaraan yang lewat harus menurunkan kecepatannya. Ya bukan salah hujannya juga sih, salah manage kota aja.

Hari ini saya tidak masuk kantor. Bukan karena hari ini ga ada kuliah. Bukan juga karena hujan yang turun terus dari sejak saya bangun pagi ini, tetapi karena putri sulung saya lagi sakit karena selama seminggu terakhir selalu terkena hujan kalau berangkat atau pulang dari sekolah. Lha wong hujannya kalo ga pagi ya sore, jadi kena terus deh. Karena ga masuk, officially, I become Stay At Home Mom. Enak juga ternyata. Apalagi sebelumnya weekend, jadi ini seperti extended weekend hehehe. Tapi baru juga jam segini, saya mulai merasa bosan karena semua pekerjaan rumah sudah selesai. Ckckck tipikal working mom banget ya... padahal barusan saya bilang jadi stay at home mom, eh sudah rindu jadi working mom.

Jadi, akhirnya saya mulai menulisi blog ini, yang sudah sering saya PHP-in bahwa saya akan selalu konsisten menulis di blog apapun yang terjadi. Cih! Palsu banget ya.. Sebenarnya, sebelum menulis di blog ini, saya abis baca-baca materi untuk kuliah saya besok. Rencananya sih besok ngasih materi Neparnas, Neraca pariwisata nasional.

Yang menarik dari neparnas ini konsep supply-demand nya itu. Maksudnya begini, kegiatan pariwisata itu kan kegiatan yang kesannya santai, rileks, ga mikir macem-macem, menyenangkan diri dan seterusnya. Ternyata dibalik kegiatan yang terkesan ga ada apa-apanya itu tersimpan potensi ekonomi yang wuihh... besar dan punya dampak yang luar biasa terhadap penciptaan output di sektor lainnya. Nah, kalau mau dibawa ke teori ekonomiya, bisa diawali dari konsep supply-demand.

Apa sih yang jadi demand-nya pariwisata? Secara keseluruhan ada konsumsi wisatawan, investasi, dan promosi. Wisatawan yang datang ke Indonesia pasti akan melakukan konsumsi dong. Mereka kan perlu makan, tempat tinggal, beli oleh-oleh dan sebagainya. Nah, konsumsi itu bisa menjadi pemicu peningkatan output di sektor terkait, seperti hotel dan restoran.

Demand selanjutnya investasi yang bisa dilakukan oleh pemerintah maupun swasta. Begini, karena adanya wisatawan, dan mereka perlu akomodasi, terciptalah yang namanya investasi. Ini pula yang menjadi supply untuk pariwisata, yaitu penyediaan sarana dan prasaran pariwisata

Terus, pertanyaan berikutnya, kenapa sih harus repot-repot menyediakan data pariwisata? Ternyata pariwisata itu memberikan devisa buat negara yang lumayan wow. Buktinya pariwisata merupakan empat kontributor tertinggi kepada devisa. Jadi, ini penting dan harus diurus yang benar supaya bisa memajukan perekonomian kita.

Data yang bisa disajikan dalam neparnas itu meliputi dua hal; pertama, data tenaga kerja dari kegiatan dunia usaha yang terkait dengan kegiatan pariwisata, kedua data pengeluaran dunia usaha untuk pariwisata. Selain itu bisa dilihat dampak pariwisata terhadap perekonomian dengan memanfaatkan tabel Input Output.

Dari situ, bisa dibuat kebijakan-kebijakan yang bersesuaian supaya bisa meningkatkan perekonomian negara. Pyuuh.. bayangkan, untuk membuat satu kebijakan kecil saja, perlu data yang detail. Iya, itu harus dilakukan kalau negara kita mau maju..

No comments: