Ada yang terasa kurang pas hari ini. Tanda-tanda ketidakpasan itu diawali dengan bangun tidur. Pertama kali saya membuka mata pagi ini, langsung terdengar sayup-sayup orang mengaji pertanda sebentar lagi adzan Subuh. Ketika saya lihat jam di dinding, waktu sudah menunjukkan pukul 4.30 WIB. Artinya saya terlambat 1 jam 30 menit dari jadwal rutin saya. Sejak kuliah dulu, saya terbiasa bangun jam 3 pagi (kadang-kadang lebih sedikit dan kadang juga tidur lagi setelah subuh hehehe). Bangun tidur, benda yang pertama kali saya cari adalah ponsel saya, karena ponsel itu adalah benda yang paling bertanggung jawab atas telatnya saya bangun. Seharusnya benda itu mengeluarkan suara gitar genjrang genjreng yang selalu membangunkan saya, dan kalau saya cuekin, dia akan genjrang genjreng 5 menit berikutnya. Setelah dicari-cari, samsung S3 (FYI, ini ponsel umurnya udah 2 tahun, die hard dan saya belum bisa move on dari benda ini) ketemu dalam kondisi mati. Pantas saja saya tidak mendengar nada genjrang genjrengnya.. *sigh*
Walaupun bangun telat, the show must go on. Jadi saya segera ke dapur, masak untuk sarapan dan bekal ke kantor, bikin kopi (untuk saya sendiri) dan beres-beres sambil menunggu adzan subuh. Pekerjaan domestik seperti ini sudah rutin saya kerjakan sejak saya tidak pakai asisten rumah tangga lebih dari satu tahun. Sebelumnya, ketika punya asisten rumah tangga, saya punya me-time yang berlimpah dan cenderung mubazir. Ngulet aja bisa 15 menit, leyeh-leyehnya bisa 30 menit.. ga produktif lah hehehe.
Dampak dari bangun yang telat itu adalah saya tidak bisa nonton tv. Karena biasanya saya masih sempat nonton tv sambil minum kopi :) Ok, saya pikir saya akan minum kopi saya di mobil nanti, jadi saya masukkan ke dalam tumbler. Karena harus bergegas ke kantor, saya segera mengemasi buku-buku yang semalam saya baca ke dalam tas sambil menyemangati hubby (menyemangati = teriak-teriak supaya cepat berangkat)karena waktu sudah 5.45. Saya berharap kondisi tol cikampek ramah dan baik dengan saya.
Kira-kira sebelum mencapai gerbang tol bekasi barat, saya baru sadar kalau saya tidak membawa ponsel. Biasanya saya memantau kondisi lalu lintas melalui ponsel dengan aplikasi waze, atau mantengin timelinenya lewatmana dan ntmc plus mendengarkan jakfm. Kenyataan hari ini saya tidak membawa ponsel tidak membuat saya terlalu gimanaa gitu. Lalu lintas tadi pagi lancar-lancar saya. Kehidupan sosial media saya juga aman-aman saja. Satu-satunya yang berat dengan tidak adanya ponsel adalah saya tidak leluasa menghubungi rumah karena harus pinjam telepon kantor :)
No comments:
Post a Comment