Ini hari Jum'at. Biasanya status saya di bbm adalah ALIF, Alhamdulillah It's Friday. Tapi hari ini saya lagi ga bawa bb, jadi ga bisa nulis status itu. Sempet mikir kenapa ga diseting aja ya di bb kalau setiap hari jum'at otomatis akan berstatus seperti itu, jadi rasa happy karena besok libur lebih dapet lagi.
Anyway, I'm really happy today karena banyak hal. Pertama, buku publikasi yang jadi tanggung jawab saya sudah selesai *jenggg jenggg...*. Saya kasih tau ya, waktu bikin buku itu cuma seminggu, tapi itu adalah seminggu tergila tahun ini. Soalnya tiap hari bangun jam setengah tiga cuma buat nulis sehalaman.. aduh mirisnya.. Yah, kemampuan ini sudah berkurang sodara-sodara.. Kalau sampai di kantor sulit untuk melanjutkan, karena sooooo many disturbances.
Kedua, senengnya itu karena tadi ada yang demo masak di kantor. Mereka masak apa yah? Semacam kare ayam gitu lah trus bikin es krim segala.. Walaupun saya ga ikut icip icip, tapi seneng aja ngeliatnya. Gini-gini juga pecinta kuliner dan follower pak Bondan (apa ya maksudnya?)
Ketiga, I'm happy because I'm finally feel happy ajah.. Memangnya harus ada alasan khusus ya untuk seneng? Yah, oke deh kalo gitu. Saya seneng karena
Oh iya.. hari ini hari Jum'at dan saya sendirian di ruangan. Saya suka kayak gini nih, sendirian.. jadi penguasa ruangan, bisa nulis blog, bisa dengerin musik kesukaan tanpa harus pake earphone dsb dsb. Tapi temen seruangan yang tiga orang itu bisa kompak yah ga masuk di hari ini (sebenernya dua, tapi yang satu ijin pulang cepet jam 10-an gitu). Jum'at lho ini.. artinya liburan akan lebih lamaaaa apalagi hari minggunya Idul Adha.. Owwwhhh ngiri..
Tapi eits... ga boleh gitu.. the good point is everything I wished before come true, right? Itu sesuatu banget lho. Tinggal 12 lagi buku publikasi yang harus kelar.. WHATTT?!@*$??!
Friday, November 4, 2011
Wednesday, September 14, 2011
this is not this is it
Okay, it's been a month and a half I've done this double duty. It gave me a new horizon and enriched my knowledge. It took my energy, my time, my attention, but thank God not my money.
Anyway, I enjoyed this double duty that the boss given me. Of course there were many obstacles but as long as i could manage it, that's okay. More duties, more staffs, more problems, but sure not more incomes.. Still, Alhamdulillah I learned something here.
So far, everything is running well for me, for them, for the boss. And it's about time for me to give it over to the next one. No, this is not this is it. This is really something.. *syahrini style*
Anyway, I enjoyed this double duty that the boss given me. Of course there were many obstacles but as long as i could manage it, that's okay. More duties, more staffs, more problems, but sure not more incomes.. Still, Alhamdulillah I learned something here.
So far, everything is running well for me, for them, for the boss. And it's about time for me to give it over to the next one. No, this is not this is it. This is really something.. *syahrini style*
Monday, May 9, 2011
On time itu belum tentu baik :(
Sumpah, ini postingan iseng sambil menunggu waktu meeting.
Ceritanya saya datang terlalu pagi dalam sebuah meeting di salah satu hotel di bandung. Di undangan tertulis acaranya jam 10 pagi. Saya sudah buru-buru dari bekasi pas mau check in kata front office nya belum booking! Duh!. Pas saya cek ke si empunya acara, katanya mulainya jam 1 siang.. Bwahahaha.. Jadilah saya terlantar di lobi!
Padahal, untuk mencapai hotel ini saya sempet kesasar gara-gara mengikuti petunjuk gps di maps iPad saya..hohoho gps pun bisa menipu! Satu jam lalu saya berada tepat di depan gedung BI Bandung sambil celingukan memegang iPad dan terheran-heran karena hotel yang saya tuju yang menurut gps ada di depan BI adalah perkantoran pemkot Bandung! Cakepnya...
Akhirnya saya naik taksi ke daerah pasteur tempat the real hotel is..
Dan sialnya, pas sampai pun, panitianya ga ada.. Sempat bingung tuh mbak-mbak resepsionis karena ga ada yang booking. Terus waktu saya telpon ke si penyelenggara yang notabene adalah kantor walikota bekasi, katanya acaranya jam 1 siang! Gubrag!! Kirain sudah telat karena kesasar sampai Braga segala, ternyata being on time is not a value for them!!! Nggileni toh yo..
Ceritanya saya datang terlalu pagi dalam sebuah meeting di salah satu hotel di bandung. Di undangan tertulis acaranya jam 10 pagi. Saya sudah buru-buru dari bekasi pas mau check in kata front office nya belum booking! Duh!. Pas saya cek ke si empunya acara, katanya mulainya jam 1 siang.. Bwahahaha.. Jadilah saya terlantar di lobi!
Padahal, untuk mencapai hotel ini saya sempet kesasar gara-gara mengikuti petunjuk gps di maps iPad saya..hohoho gps pun bisa menipu! Satu jam lalu saya berada tepat di depan gedung BI Bandung sambil celingukan memegang iPad dan terheran-heran karena hotel yang saya tuju yang menurut gps ada di depan BI adalah perkantoran pemkot Bandung! Cakepnya...
Akhirnya saya naik taksi ke daerah pasteur tempat the real hotel is..
Dan sialnya, pas sampai pun, panitianya ga ada.. Sempat bingung tuh mbak-mbak resepsionis karena ga ada yang booking. Terus waktu saya telpon ke si penyelenggara yang notabene adalah kantor walikota bekasi, katanya acaranya jam 1 siang! Gubrag!! Kirain sudah telat karena kesasar sampai Braga segala, ternyata being on time is not a value for them!!! Nggileni toh yo..
Thursday, April 21, 2011
diam itu.. tidak ngomong..
"Freeze! You have right to remind silent! Anything you say will be used in the court of law.. ". Begitulah statement polisi amerika kalau mau menahan seseorang (yang waktu kecil sering saya lihat dalam serial hunter).
Dulu, saya suka berpikir kenapa orang yang ditangkap harus diam? Memangnya kalau dia teriak-teriak akan ada orang yang menolong? Yang menangkap kan polisi.. mana ada yang mau nolongin dia.. (dulu disini maksudnya sekitar tahun 85-an). Akhirnya, saya mengerti, kenapa sang buronan punya hak untuk diam (right to remind silent). Maksudnya, apapun keterangan yang keluar dari mulutnya saat itu bisa digunakan dalam persidangan nantinya sebagai bukti..
Sebegitunya.. bahkan seorang buronan pun punya hak untuk diam. Menurut agama saya, kalau kita tergoda untuk marah, sebaiknya diam. Karena kalau dalam kondisi marah, kita banyak bicara, kemungkinan besar apa yang keluar dari mulut kita hanya berisi hal-hal yang tidak baik. Jadi teringat, pernah ada yang menulis status "segala sesuatu yang diawali dengan rasa marah akan berakhir dengan rasa malu". Jadi alangkah baiknya kalau dalam kondisi marah, sebaiknya ya diam saja.
Diam itu emas.. diam itu tidak ngomong..
Dulu, saya suka berpikir kenapa orang yang ditangkap harus diam? Memangnya kalau dia teriak-teriak akan ada orang yang menolong? Yang menangkap kan polisi.. mana ada yang mau nolongin dia.. (dulu disini maksudnya sekitar tahun 85-an). Akhirnya, saya mengerti, kenapa sang buronan punya hak untuk diam (right to remind silent). Maksudnya, apapun keterangan yang keluar dari mulutnya saat itu bisa digunakan dalam persidangan nantinya sebagai bukti..
Sebegitunya.. bahkan seorang buronan pun punya hak untuk diam. Menurut agama saya, kalau kita tergoda untuk marah, sebaiknya diam. Karena kalau dalam kondisi marah, kita banyak bicara, kemungkinan besar apa yang keluar dari mulut kita hanya berisi hal-hal yang tidak baik. Jadi teringat, pernah ada yang menulis status "segala sesuatu yang diawali dengan rasa marah akan berakhir dengan rasa malu". Jadi alangkah baiknya kalau dalam kondisi marah, sebaiknya ya diam saja.
Diam itu emas.. diam itu tidak ngomong..
Wednesday, April 20, 2011
another night in blog
The situation is getting serious..
Yes, I'm having writing block.
Why? I really don't know.
How? Still I don't know the transmission
When? tonight
Where? here.. in my mind
I've been doing the blogwalking as a habit. But yet it doesn't solve the problem.
Lately I have been thinking that what I do from 8 to 4 is just a survivatory not fighting for the score anymore. That's why I need to change the perspective to turn the spillover.
However, I believe that this will be no longer a problem when I find the answer. And the most basic question is how can I find the answer? Quite strange eh?
Anyway, llfe goes on, time will fly and day will be replaced by night. Keep fighting, keep smiling, keep learning.. it's just a never ending process..
Yes, I'm having writing block.
Why? I really don't know.
How? Still I don't know the transmission
When? tonight
Where? here.. in my mind
I've been doing the blogwalking as a habit. But yet it doesn't solve the problem.
Lately I have been thinking that what I do from 8 to 4 is just a survivatory not fighting for the score anymore. That's why I need to change the perspective to turn the spillover.
However, I believe that this will be no longer a problem when I find the answer. And the most basic question is how can I find the answer? Quite strange eh?
Anyway, llfe goes on, time will fly and day will be replaced by night. Keep fighting, keep smiling, keep learning.. it's just a never ending process..
Tuesday, April 5, 2011
Proxy Mean Test
Don't judge a book by its cover. That's a wise man say. Never judge something by just looking at a glance. Data user from all over discipline must know about this. When they have data, they have to recognize where and how it was collected, not specifically, but they have to know.
Statistics Indonesia is an official institution that provide macro data such as number of poor household, The data itself speaks not only to show where the position of Indonesia in the world, but also used to draw some policies. It is strategic but also tricky in term how the data is used.
I have this information from a friend who responsible for the methodology on how the data was collected and smoothed. After they collected data from the field (they use the term field to represent where the respondents is located), it was weighted and judged by several variables, But not only that. They have to be smoothed because there are many political aspects on this. That's why there is one more process called proxy mean test.
Proxy Mean Test is counted with the formula Ln (Yi) = BX + Err(i) The model is supported with Susenas data from 2003-2008 and Podes (2 point of years). Although the reability of those two kind of data is still questioned by data user, but those data is the best we have (in Indonesia). There is no other institution can provide data like that (with lower budget)
Say, you have only couple of billion to provide micro data to draw policies that affect the whole country. The difficulties of collecting data is high but the pay off is low. What would you do? Science takes it all! And proxy mean test is one of the methodology that help Statistics Indonesia to provide data. Pretty smart eh..
>> I posted this about 2 years ago in my multiply
Statistics Indonesia is an official institution that provide macro data such as number of poor household, The data itself speaks not only to show where the position of Indonesia in the world, but also used to draw some policies. It is strategic but also tricky in term how the data is used.
I have this information from a friend who responsible for the methodology on how the data was collected and smoothed. After they collected data from the field (they use the term field to represent where the respondents is located), it was weighted and judged by several variables, But not only that. They have to be smoothed because there are many political aspects on this. That's why there is one more process called proxy mean test.
Proxy Mean Test is counted with the formula Ln (Yi) = BX + Err(i) The model is supported with Susenas data from 2003-2008 and Podes (2 point of years). Although the reability of those two kind of data is still questioned by data user, but those data is the best we have (in Indonesia). There is no other institution can provide data like that (with lower budget)
Say, you have only couple of billion to provide micro data to draw policies that affect the whole country. The difficulties of collecting data is high but the pay off is low. What would you do? Science takes it all! And proxy mean test is one of the methodology that help Statistics Indonesia to provide data. Pretty smart eh..
>> I posted this about 2 years ago in my multiply
Sunday, April 3, 2011
kekayaan --> kapital --> demokrasi
Ceritanya hari Sabtu Minggu ini dihabiskan untuk memasak dan menonton DVD Korean Series. Minggu ini nonton Secret Garden. Lumayan juga ceritanya, setingannya winter season, jadi pemandangannya salju semua. Yang berkesan adalah rumahnya si pemeran utama laki-laki. Serba kaca.. Kemudian, memperhatikan bagaimana kalangan kaya beraksi dan bertransformasi.
Tetapi, saya tidak sedang memposting review Secret Garden. Minggu siang ini saya juga baca e-magazine Prisma yang download dengan penuh kasih sayang oleh hubby. Menurutnya saya harus rajin membaca artikel-artikel di majalah tersebut supaya wawasan saya tambah luas dan tidak nonton DVD Koresn Series terus. Hehehe hopefully it works..
Artikel pertama yang saya baca dari majalah itu berjudul "Mengolah Kekayaan, Kapital dan Demokrasi". Itulah sebabnya judul postingan ini mirip dengan judul artikel tersebut dan bukannya secret garden:).
Artikel tersebut memceritakan bagaimana kita tertarik untuk menjadi kaya. Dalam sejarah manusia, dalam memenuhi kebutuhan dasarnya untuk bertahan hidup, yaitu makan, nenek moyang kita hanya mengumpulkan dan mengambil apa yang disediakan oleh alam. Sehingga dahulu manusia banyak berburu dan bergaya hidup nomaden yang berpindah-pindah, demi untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Seiring dengan perkembangan manusia sebagai makhluk yang berakal, mulai dikenal cara hidup untuk berproduksi dengan bercocok tanam dan beternak dan mulai bertempat tinggal menetap. Lebih jauh lagi, karena untuk berproduksi diperlukan tenaga kerja yang banyak (sebelum era industrialisasi), kita juga mengenal istilah perbudakan. Bahkan, si penulis mengungkapkan perbedaan perbudakan berdasarkan letak geografis. Dia menceritakan perbudakan di Roma berbeda dengan perbudakan di Amerika. Di Roma, hasil perbudakan yang paling nyata hingga saat ini adalah Colasseum. Sementara di Amerika perbudakan di kebun-kebun kapas berupa kapital dan akumulasi kapital, yaitu kekayaan yang menghasilkan kekayaan lain sedemikian rupa, sehingga menjadi dasar imperialisme dalam segala arti. Mungkin maksudnya, karakter manusia yang tidak pernah puas dalam mengumpulkan kekayaan dengan berproduksi, beralih dengan melipatgandakan kekakayaan dengan kapital.
Terkait dengan itu, saya teringat dengan buku-bukunya Robert T. Kiyosaki (yang sialnya, saya miliki seriesnya). Kalau pernah baca Rich Dad Poor Dad pasti teringat dengan cashflow quadran dan kata-kata biarkan uang bekerja untuk anda. Lebih riilnya, melipatgandakan kekayaan melalui instrumen keuangan seperti saham dan portofolio. Sehingga kaptal tidak lagi bersentuhan dengan produksi nyata. Karena kapital/modal berlipat ganda menjadi kapital lagi.
Dan tebak, siapa yang memiliki peran dalam mengimbangi perubahan tersebut? Ya... Pemerintah. Adalah pemerintah yang memegang peranan dalam menjaga keseimbangan ekonomi tersebut. Disitulah kata demokrasi ditempatkan, menjadi sesuatu yang akan mengkatalisasi perubahan baik ke arah yang baik maupun yang buruk.
Jujur saja, buat saya artikel ini seperti mengingatkan kembali apa yang perlu saya perbaiki sebagai abdi negara. Terlepas dari segala kekisruhan politik yang semakin aneh dan membuat tidak nyaman berbagai media untuk saya nikmati (yang akhirnya membuat saua lebih sering nonton Korean Series, hehe justifikasi)
Dan, seperti yang ditampilkan dalam Secret Garden yang mengekspos bagaimana keluarga konglomerat bekerja, terlihat bagaimana peran pemerintah tetap tidak bisa diabaikan, dan disitulah politik bersentuhan dengan ekonomi. Oh dunia, semakin hari engkau semakin menunjukkan betapa harus berhati-hatinya menjalani hidup ini.
Selanjutnya artikel tersebut juga menjelaskan
Tetapi, saya tidak sedang memposting review Secret Garden. Minggu siang ini saya juga baca e-magazine Prisma yang download dengan penuh kasih sayang oleh hubby. Menurutnya saya harus rajin membaca artikel-artikel di majalah tersebut supaya wawasan saya tambah luas dan tidak nonton DVD Koresn Series terus. Hehehe hopefully it works..
Artikel pertama yang saya baca dari majalah itu berjudul "Mengolah Kekayaan, Kapital dan Demokrasi". Itulah sebabnya judul postingan ini mirip dengan judul artikel tersebut dan bukannya secret garden:).
Artikel tersebut memceritakan bagaimana kita tertarik untuk menjadi kaya. Dalam sejarah manusia, dalam memenuhi kebutuhan dasarnya untuk bertahan hidup, yaitu makan, nenek moyang kita hanya mengumpulkan dan mengambil apa yang disediakan oleh alam. Sehingga dahulu manusia banyak berburu dan bergaya hidup nomaden yang berpindah-pindah, demi untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Seiring dengan perkembangan manusia sebagai makhluk yang berakal, mulai dikenal cara hidup untuk berproduksi dengan bercocok tanam dan beternak dan mulai bertempat tinggal menetap. Lebih jauh lagi, karena untuk berproduksi diperlukan tenaga kerja yang banyak (sebelum era industrialisasi), kita juga mengenal istilah perbudakan. Bahkan, si penulis mengungkapkan perbedaan perbudakan berdasarkan letak geografis. Dia menceritakan perbudakan di Roma berbeda dengan perbudakan di Amerika. Di Roma, hasil perbudakan yang paling nyata hingga saat ini adalah Colasseum. Sementara di Amerika perbudakan di kebun-kebun kapas berupa kapital dan akumulasi kapital, yaitu kekayaan yang menghasilkan kekayaan lain sedemikian rupa, sehingga menjadi dasar imperialisme dalam segala arti. Mungkin maksudnya, karakter manusia yang tidak pernah puas dalam mengumpulkan kekayaan dengan berproduksi, beralih dengan melipatgandakan kekakayaan dengan kapital.
Terkait dengan itu, saya teringat dengan buku-bukunya Robert T. Kiyosaki (yang sialnya, saya miliki seriesnya). Kalau pernah baca Rich Dad Poor Dad pasti teringat dengan cashflow quadran dan kata-kata biarkan uang bekerja untuk anda. Lebih riilnya, melipatgandakan kekayaan melalui instrumen keuangan seperti saham dan portofolio. Sehingga kaptal tidak lagi bersentuhan dengan produksi nyata. Karena kapital/modal berlipat ganda menjadi kapital lagi.
Dan tebak, siapa yang memiliki peran dalam mengimbangi perubahan tersebut? Ya... Pemerintah. Adalah pemerintah yang memegang peranan dalam menjaga keseimbangan ekonomi tersebut. Disitulah kata demokrasi ditempatkan, menjadi sesuatu yang akan mengkatalisasi perubahan baik ke arah yang baik maupun yang buruk.
Jujur saja, buat saya artikel ini seperti mengingatkan kembali apa yang perlu saya perbaiki sebagai abdi negara. Terlepas dari segala kekisruhan politik yang semakin aneh dan membuat tidak nyaman berbagai media untuk saya nikmati (yang akhirnya membuat saua lebih sering nonton Korean Series, hehe justifikasi)
Dan, seperti yang ditampilkan dalam Secret Garden yang mengekspos bagaimana keluarga konglomerat bekerja, terlihat bagaimana peran pemerintah tetap tidak bisa diabaikan, dan disitulah politik bersentuhan dengan ekonomi. Oh dunia, semakin hari engkau semakin menunjukkan betapa harus berhati-hatinya menjalani hidup ini.
Selanjutnya artikel tersebut juga menjelaskan
Friday, March 25, 2011
#pengakuan
Everybody needs a break and escape from the routine. At least that's what I believe (since couple hours ago hehehe). And I did it (I'm not proud but i like to make a confession).
Well, actually it happened when my boy need my presence at school to finish the unfinished matter (whooaaa.. kinda strange eh?). So, after coming to office and doing some works, I went to my boy's school. It only took two or three hours to talk to his teacher and do the form submission ( I need to check them out).
Then I went home.. haiyyyaaa.. what a crap!
I think I need time to be irresponsible person for a while. So, what i do at home? Nothing.. I just ate and watched the movie.. hihihi..
But I went back to office at 12. And i write this confession..
God, I know I need to know how it feels to be irresponsible, but after all, I don't enjoy it much.. Sorry..
Well, actually it happened when my boy need my presence at school to finish the unfinished matter (whooaaa.. kinda strange eh?). So, after coming to office and doing some works, I went to my boy's school. It only took two or three hours to talk to his teacher and do the form submission ( I need to check them out).
Then I went home.. haiyyyaaa.. what a crap!
I think I need time to be irresponsible person for a while. So, what i do at home? Nothing.. I just ate and watched the movie.. hihihi..
But I went back to office at 12. And i write this confession..
God, I know I need to know how it feels to be irresponsible, but after all, I don't enjoy it much.. Sorry..
Sunday, March 20, 2011
From Korean Series
Sudah banyak judul Korean Series yang ditonton. Dari semuanya, dilihat dari tampilannya bisa diambil beberapa catatan sebagai berikut :
1. Mereka cinta produk dalam negeri.
Sepertinya saya belum pernah melihat sebuah screen yang tidak menampilkan produk asli Korea. Mulai dari mobil yang mereka gunakan (terutama untuk Korean Series yang baru2) yang ditampilkan selalu mobil-mobil produksi mereka macam hyundai atau KIA. Begitu juga handphone kalo ga LG ya Samsung. Gadget mereka, yang ditampilkan adalah produk bikinan mereka walaupun hasil meniru. Dan mereka bangga!
2. Kuliner mereka lestari
Dalam Korean Series, walaupun ceritanya tentang remaja atau anak sekolahan, tapi gaya kuliner mereka tetap Korea yang makan nasi, sayuran dan buah. Tidak terlihat di screen mereka lagi nongkrong di McD atau franchise barat lainnya. Kalaupun ada frame yang menceritakan lagi makan burger atau hotdog, itu adalah resto mereka bukan franchise dari barat.
3. Aja aja fighting!
Kata kata ini hampir selalu ada di setiap Korean Series yang sudah ditonton. Ini adalah kata-kata penyemangat kalau lagi down. Maksudnya supaya tidak segera menyerah dan tetap berusaha.
4. Pemandangan
Tidak perlu diragukan lagi, mereka pinter ngambil view yang bagus. Musim dingin diolah sedemikian rupa jadi lebih menarik. Musim gugur juga begitu, ranting-ranting kering kenapa jadi enak dilihat ya? Hal sepele diolah dan dikemas sedemikian rupa menjadi luar biasa dan enak dilihat.
5. Lesson of life
Korean Series memang tak ubahnya sinetron di Indonesia. Ceritanya sederhana dan mudah dicerna serta tidak pakai ribet dan terkadang sedikit lebay dan bertele-tele. Tetapi dalam setiap Korean Series, mereka selalu memasukkan pelajaran hidup di dalam adegan dan ceritanya. Tanpa terkesan menggurui dan mendikte. Ini yang menjadi kekurangan dalam sinetron di Indonesia. Kalaupun ada message nya terkesan sangat menggurui.
6. Friendly episode
Jumlah episode Korean Series memang bener2 friendly, sekitar 15-30 episode tiap judulnya. Ini dikemas dalam 3-4 DVD. Kalau beli bajakan pun sekitar 30 ribuan. Satu seri bisa ditonton untuk seminggu, tergantung kondisi, mau stripping nontonnya atau santai. Dibandingkan kalau saya membeli novel yang harganya sudah diatas 50 ribuan dan habis dalam sekejap (kpm saya tinggi) acara nonton Korean Series ini jadi alternatif hiburan yang murah. Tapi mata saya lebih cepat lelah menonton dibandingkan membaca.
Okay, itu saja beberapa catatan dari Korean Series. Ambil bagusnya buang jeleknya. Tiru baiknya lupakan buruknya..
1. Mereka cinta produk dalam negeri.
Sepertinya saya belum pernah melihat sebuah screen yang tidak menampilkan produk asli Korea. Mulai dari mobil yang mereka gunakan (terutama untuk Korean Series yang baru2) yang ditampilkan selalu mobil-mobil produksi mereka macam hyundai atau KIA. Begitu juga handphone kalo ga LG ya Samsung. Gadget mereka, yang ditampilkan adalah produk bikinan mereka walaupun hasil meniru. Dan mereka bangga!
2. Kuliner mereka lestari
Dalam Korean Series, walaupun ceritanya tentang remaja atau anak sekolahan, tapi gaya kuliner mereka tetap Korea yang makan nasi, sayuran dan buah. Tidak terlihat di screen mereka lagi nongkrong di McD atau franchise barat lainnya. Kalaupun ada frame yang menceritakan lagi makan burger atau hotdog, itu adalah resto mereka bukan franchise dari barat.
3. Aja aja fighting!
Kata kata ini hampir selalu ada di setiap Korean Series yang sudah ditonton. Ini adalah kata-kata penyemangat kalau lagi down. Maksudnya supaya tidak segera menyerah dan tetap berusaha.
4. Pemandangan
Tidak perlu diragukan lagi, mereka pinter ngambil view yang bagus. Musim dingin diolah sedemikian rupa jadi lebih menarik. Musim gugur juga begitu, ranting-ranting kering kenapa jadi enak dilihat ya? Hal sepele diolah dan dikemas sedemikian rupa menjadi luar biasa dan enak dilihat.
5. Lesson of life
Korean Series memang tak ubahnya sinetron di Indonesia. Ceritanya sederhana dan mudah dicerna serta tidak pakai ribet dan terkadang sedikit lebay dan bertele-tele. Tetapi dalam setiap Korean Series, mereka selalu memasukkan pelajaran hidup di dalam adegan dan ceritanya. Tanpa terkesan menggurui dan mendikte. Ini yang menjadi kekurangan dalam sinetron di Indonesia. Kalaupun ada message nya terkesan sangat menggurui.
6. Friendly episode
Jumlah episode Korean Series memang bener2 friendly, sekitar 15-30 episode tiap judulnya. Ini dikemas dalam 3-4 DVD. Kalau beli bajakan pun sekitar 30 ribuan. Satu seri bisa ditonton untuk seminggu, tergantung kondisi, mau stripping nontonnya atau santai. Dibandingkan kalau saya membeli novel yang harganya sudah diatas 50 ribuan dan habis dalam sekejap (kpm saya tinggi) acara nonton Korean Series ini jadi alternatif hiburan yang murah. Tapi mata saya lebih cepat lelah menonton dibandingkan membaca.
Okay, itu saja beberapa catatan dari Korean Series. Ambil bagusnya buang jeleknya. Tiru baiknya lupakan buruknya..
Friday, March 18, 2011
Mengeluh tidak menyelesaikan masalah
Seringkali tidak disadari kita sering mengeluh untuk hal-hal sepele. Seperti cuaca yang panas atau hujan, antrian yang panjang, kemacetan, pekerjaan yang belum selesai, bahkan sampai urusan pembantu, anak-anak maupun pasangan hidup pun selalu dikeluhkan. Dulu, waktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar saya sering mengeluhkan guru yang pilih kasih. Karena keseringan mengeluh walaupun dalam hati, prestasi saya pun melorot. Kejadiannya waktu kelas empat. Entah kenapa tiba-tiba saya mendapat semangat baru untuk tidak mempedulikan sikap guru tersebut dan hanya fokus pada pelajaran saja. Hasilnya menakjubkan! Nilai-nilai saya menjadi jauh lebih bagus dibandingkan saat saya banyak mengeluh.
Begitu pula pada saat kuliah, karena harus berangkat dari rumah jam 5.15 pagi. Padahal dari TK hingga SMA jarak antara rumah dan sekolah tidak pernah jauh. Awal kuliah adalah saat yang berat karena saya berangkat dari Bekasi ke Depok dengan angkutan umum pula. Tetapi, ketika saya diterima di sekolah kedinasan, saya malah merindukan saat-saat kuliah di UI. Karena kuliah di sekolah kedinasan trrsebut adaptasinya membutuhkan kesabaran tingkat tinggi :)
Lalu, saya menerimanya begitu saja dan berhenti mengeluh, karena masa depan saya dirangkai disana. Hari demi demi hari dijalani saja tanpa banyak mengeluh. Macet di pulogadung dinikmati, pulang kuliah harus les bahasa inggris di LIA, ya dinikmati saja.. Akhirnya, selesai juga dan ditugaskan di tempat yang baik.
Sudah bekerja pun, saya masih suka mengeluh.. Harus ke lapangan sampai malam lah, dimarahin responden lah, rekan kerja yang ga friendly, kebijakan yang makan ati.. Selalu ada hal yang dikeluhkan. Tetapi semuanya sama, semakin saya sering mengeluh semakin tidak nyaman untuk dikerjakan dan semakin tidak berarti apa yang sudah dikerjakan. Pelajaran hidup yang mengagumkan ini saya dapat dari hasil mengamati kehidupan ibu saya.
Ibu, tidak memiliki pendidikan yang baik. SD saja beliau tidak tamat. Bapak saya juga bukan orang yang memiliki pekerjaan stabil. Pernah selama dua tahun bapak saya tidak bisa menafkahi kami karena sakit. Dan demi Allah, tidak sekalipun saya mendengar ibu saya mengeluh, padahal saat itu saya sedang duduk di bangku SMP dan membutuhkan biaya yang besar. Beliau hanya berusaha mencari jalan untuk mendapatkan uang tanpa harus berhutang. Padahal sekolah SD pun tidak dapat. Menurut beliau, orang yang banyak mengeluh adalah orang yang tidak bisa bersyukur dan tidsk akan mengatasi apapun.
Waktu ibu menunaikan ibadah haji tahun 2003 doa yang beliau panjatkan untukku adalah agar aku menjadi orang yang bersyukur. Katanya, kalau kita bersyukur maka nikmatnya akan ditambah oleh Allah. Padahal waktu itu saya menitip doa agar saya dibebaskan dari hutang. Bahkan, saya yang dianugerahi pendidikan yang jauh lebih baik tidak berpikir hingga kesitu.
Mengeluh memang tidak akan menyelesaikan masalah. Malah hanya akan membuat kita tidak bersyukur. Dan bila kita tidak bersyukur, nikmatnya tidak akan ditambah oleh Allah SWT. Jadi, dilarang mengeluh!
Begitu pula pada saat kuliah, karena harus berangkat dari rumah jam 5.15 pagi. Padahal dari TK hingga SMA jarak antara rumah dan sekolah tidak pernah jauh. Awal kuliah adalah saat yang berat karena saya berangkat dari Bekasi ke Depok dengan angkutan umum pula. Tetapi, ketika saya diterima di sekolah kedinasan, saya malah merindukan saat-saat kuliah di UI. Karena kuliah di sekolah kedinasan trrsebut adaptasinya membutuhkan kesabaran tingkat tinggi :)
Lalu, saya menerimanya begitu saja dan berhenti mengeluh, karena masa depan saya dirangkai disana. Hari demi demi hari dijalani saja tanpa banyak mengeluh. Macet di pulogadung dinikmati, pulang kuliah harus les bahasa inggris di LIA, ya dinikmati saja.. Akhirnya, selesai juga dan ditugaskan di tempat yang baik.
Sudah bekerja pun, saya masih suka mengeluh.. Harus ke lapangan sampai malam lah, dimarahin responden lah, rekan kerja yang ga friendly, kebijakan yang makan ati.. Selalu ada hal yang dikeluhkan. Tetapi semuanya sama, semakin saya sering mengeluh semakin tidak nyaman untuk dikerjakan dan semakin tidak berarti apa yang sudah dikerjakan. Pelajaran hidup yang mengagumkan ini saya dapat dari hasil mengamati kehidupan ibu saya.
Ibu, tidak memiliki pendidikan yang baik. SD saja beliau tidak tamat. Bapak saya juga bukan orang yang memiliki pekerjaan stabil. Pernah selama dua tahun bapak saya tidak bisa menafkahi kami karena sakit. Dan demi Allah, tidak sekalipun saya mendengar ibu saya mengeluh, padahal saat itu saya sedang duduk di bangku SMP dan membutuhkan biaya yang besar. Beliau hanya berusaha mencari jalan untuk mendapatkan uang tanpa harus berhutang. Padahal sekolah SD pun tidak dapat. Menurut beliau, orang yang banyak mengeluh adalah orang yang tidak bisa bersyukur dan tidsk akan mengatasi apapun.
Waktu ibu menunaikan ibadah haji tahun 2003 doa yang beliau panjatkan untukku adalah agar aku menjadi orang yang bersyukur. Katanya, kalau kita bersyukur maka nikmatnya akan ditambah oleh Allah. Padahal waktu itu saya menitip doa agar saya dibebaskan dari hutang. Bahkan, saya yang dianugerahi pendidikan yang jauh lebih baik tidak berpikir hingga kesitu.
Mengeluh memang tidak akan menyelesaikan masalah. Malah hanya akan membuat kita tidak bersyukur. Dan bila kita tidak bersyukur, nikmatnya tidak akan ditambah oleh Allah SWT. Jadi, dilarang mengeluh!
Wednesday, March 16, 2011
Sebuah catatan yang menggugah..
-----Original Message-----
From: Nur Rahadiani
Sent: 14/03/2011 18:35:00
Subject: [Medical_UI_98] Bencana di Jepang: Up date Hari Ke-empat
Dear all,
Alhamdulillah, hari ini hari ke-4 setelah bencana gempa dan tsunami menimpa
Jepang. Kami yg berdomisili di daerah Kansai (Osaka, Kobe, Kyoto, dsk) dalam
keadaan sehat wal afiat. Semoga seterusnya demikian.
Walaupun beberapa gempa susulan masih dapat dirasakan di daerah yg lokasinya
dekat dgn episentrum gempa. Gempa terakhir dilaporkan terjadi pagi ini di
Ibaraki-ken (sebelah Tokyo) berkekuatan 6 SR. Namun, peringatan akan terjadinya
tsunami di seluruh daerah pantai timur sudah dicabut resmi oleh pemerintah
Jepang sejak malam tadi. Alhamdulillah.
Provinsi Miyagi, terutama kota Sendai, salah satu tempat paling parah yg
mengalami tsunami, sudah mulai berbenah. Di kota ini terdapat salah satu
universitas papan atas Jepang, yaitu Tohoku university. Banyak mahasiswa
Indonesia beserta keluarga mereka tinggal di kota ini. Sampai skrg, mereka yg
selamat masih tinggal di pengungsian: gedung-gedung sekolah, stadium OR, balai
kota, dan tempat lain. Rencananya, secara berangsur-angsur, mereka akan dijemput
dan direlokasikan ke SRIT (Sekolah Rakyat Indonesia di Tokyo) oleh KBRI untuk
mendapatkan perawatan, pelayanan dan pendataan yg lebih memadai....Sendai masih
gelap gulita, dingin luar biasa, dan carut marut penuh dgn sampah akibat
tsunami. Mari kita doakan semua korban agar segera terbebas dari ketakutan dan
kemalangan. Amin.
Efek gempa dan tsunami yg menimpa Jepang kali ini mmg sangat dahsyat. Dampaknya
bagi kehidupan bernegara, jauh lebih besar dibanding dengan yg pernah dialami
Indonesia dgn gempa-tsunami Aceh lalu. Jika dulu, gempa di Aceh hampir tidak
terasa di Jkt, gempa Jepang kali ini mengubah `ritme` kehidupan Tokyo sebagai
pusat pemerintahan dan ekonomi.
Per hari ini, Tokyo dan kota-kota di sekitarnya dilaporkan akan mengalami
pemadaman listrik secara bergilir. Kereta dan subway pun tidak akan beroperasi
secara normal untuk menghemat konsumsi listrik. Ini semuanya terpaksa dilakukan
karena pasokan listrik berkurang sejak meledaknya reaktor no.1 plt nuklir di
Fukushima dan down-nya pendingin reaktor no.2 di plt yang sama. Penumpang
menumpuk di stasiun-satiun kereta. Hampir semuanya terlambat tiba di
kantor/sekolah akibat waktu tempuh yg berlipat menjadi 3 atau 4 kalinya. Namun
demikian, chaos dan kepanikan tidak pernah terlihat di Tokyo, bahkan dalam
keadaan darurat spt ini. Semua org ttp tertib, rapi mengantri dan mendahulukan
org lain. Mereka berprinsip, itu adalah sumbangsih mereka untuk membuat keadaan
tidak bertambah parah. Salut!
Kami, pelajar Indonesia yg sedang kuliah di sini merasakan betul kekaguman luar
biasa untuk bangsa Jepang. Triple bencana (gempa, tsunami, ledakan pltn) yg
dialami mereka skrg tidak membuat mereka hanyut dalam kesedihan atau peratapan
nasib. Yang ada justru sikap saling bahu-membahu, ttp dalam sikap tenang dan
tegar. Falsafah hidup mereka yang `ganbaru` (berjuang sekuat mungkin) menjadi
penguat hati dan generator energi yg paling besar.
Televisi Jepang menyiarkan laporan perkembangan bencana non-stop, terus menurus
tanpa jeda iklan, semenjak hari Jum`at lalu, di seluruh channelnya. Namun tidak
ada iringan lagu sedih, liputan anak menangis, dan lain-lain yg sering kali kita
lihat di liputan bencana ala tv Indonesia. Metode yg bagus sekali untuk tidak
mengkondisikan kesedihan yg berkepanjangan. Di lain sisi, yang disiarkan adalah
imbauan-imbauan pemerintah ttg hal-hal apa saja yg harus diperbuat untuk
kebaikan bersama. Seperti menghemat listrik dgn meminimalisasi penggunaan alat
elektronik, meng-unplug kabel, dll. Juga diajarkan cara-cara untuk survive spt
menggunakan air scr hemat, merakit kompor sendiri, dll. Disiarkan juga
nomer-nomer call center yg bisa dihub 24 jam, rs darurat, pemadam kebakaran,
dll...Dan yang lebih mengharukan adalah kesungguhan para pemimpin mereka untuk
melayani rakyat yg sedang kesusahan!
Perdana menteri Naoto Kan selalu muncul di tv menggunakan baju lapangan spt org
para pekerja. Semua mentri pun demikian. Dilaporkannya apa yg sudah ditempuh
sampai hari ini, apa saja yg berhasil ditanggulangi, apa rencana ke depan,
berapa jumlah korban teridentifikasi dll. Wajahnya tampak jelas kelelahan. Tapi
suara dan isi pidatonya selalu mengugah semangat rakyat untuk terus berjuang,
gambaru bersama-sama. Aduhai, alangkah bahagianya rakyat Jepang dipimpin
orang-orang yg dapat dipercaya!
Tabik kami untuk mereka, bangsa Jepang dan para pemimpin mereka yg amanh,
setulus-tulusnya...
Demikian up date dari Osaka kali ini. Mohon doa dari kawan-kawan semua. Mohon
maaf bila ada yg kurang berkenan..
Salam,
dian
Nur Rahadiani
Department of Histopathology (C3)
Graduate school of Medicine, Faculty of Medicine
Osaka University, JAPAN
phone : 81-80-5337-7666
From: Nur Rahadiani
Sent: 14/03/2011 18:35:00
Subject: [Medical_UI_98] Bencana di Jepang: Up date Hari Ke-empat
Dear all,
Alhamdulillah, hari ini hari ke-4 setelah bencana gempa dan tsunami menimpa
Jepang. Kami yg berdomisili di daerah Kansai (Osaka, Kobe, Kyoto, dsk) dalam
keadaan sehat wal afiat. Semoga seterusnya demikian.
Walaupun beberapa gempa susulan masih dapat dirasakan di daerah yg lokasinya
dekat dgn episentrum gempa. Gempa terakhir dilaporkan terjadi pagi ini di
Ibaraki-ken (sebelah Tokyo) berkekuatan 6 SR. Namun, peringatan akan terjadinya
tsunami di seluruh daerah pantai timur sudah dicabut resmi oleh pemerintah
Jepang sejak malam tadi. Alhamdulillah.
Provinsi Miyagi, terutama kota Sendai, salah satu tempat paling parah yg
mengalami tsunami, sudah mulai berbenah. Di kota ini terdapat salah satu
universitas papan atas Jepang, yaitu Tohoku university. Banyak mahasiswa
Indonesia beserta keluarga mereka tinggal di kota ini. Sampai skrg, mereka yg
selamat masih tinggal di pengungsian: gedung-gedung sekolah, stadium OR, balai
kota, dan tempat lain. Rencananya, secara berangsur-angsur, mereka akan dijemput
dan direlokasikan ke SRIT (Sekolah Rakyat Indonesia di Tokyo) oleh KBRI untuk
mendapatkan perawatan, pelayanan dan pendataan yg lebih memadai....Sendai masih
gelap gulita, dingin luar biasa, dan carut marut penuh dgn sampah akibat
tsunami. Mari kita doakan semua korban agar segera terbebas dari ketakutan dan
kemalangan. Amin.
Efek gempa dan tsunami yg menimpa Jepang kali ini mmg sangat dahsyat. Dampaknya
bagi kehidupan bernegara, jauh lebih besar dibanding dengan yg pernah dialami
Indonesia dgn gempa-tsunami Aceh lalu. Jika dulu, gempa di Aceh hampir tidak
terasa di Jkt, gempa Jepang kali ini mengubah `ritme` kehidupan Tokyo sebagai
pusat pemerintahan dan ekonomi.
Per hari ini, Tokyo dan kota-kota di sekitarnya dilaporkan akan mengalami
pemadaman listrik secara bergilir. Kereta dan subway pun tidak akan beroperasi
secara normal untuk menghemat konsumsi listrik. Ini semuanya terpaksa dilakukan
karena pasokan listrik berkurang sejak meledaknya reaktor no.1 plt nuklir di
Fukushima dan down-nya pendingin reaktor no.2 di plt yang sama. Penumpang
menumpuk di stasiun-satiun kereta. Hampir semuanya terlambat tiba di
kantor/sekolah akibat waktu tempuh yg berlipat menjadi 3 atau 4 kalinya. Namun
demikian, chaos dan kepanikan tidak pernah terlihat di Tokyo, bahkan dalam
keadaan darurat spt ini. Semua org ttp tertib, rapi mengantri dan mendahulukan
org lain. Mereka berprinsip, itu adalah sumbangsih mereka untuk membuat keadaan
tidak bertambah parah. Salut!
Kami, pelajar Indonesia yg sedang kuliah di sini merasakan betul kekaguman luar
biasa untuk bangsa Jepang. Triple bencana (gempa, tsunami, ledakan pltn) yg
dialami mereka skrg tidak membuat mereka hanyut dalam kesedihan atau peratapan
nasib. Yang ada justru sikap saling bahu-membahu, ttp dalam sikap tenang dan
tegar. Falsafah hidup mereka yang `ganbaru` (berjuang sekuat mungkin) menjadi
penguat hati dan generator energi yg paling besar.
Televisi Jepang menyiarkan laporan perkembangan bencana non-stop, terus menurus
tanpa jeda iklan, semenjak hari Jum`at lalu, di seluruh channelnya. Namun tidak
ada iringan lagu sedih, liputan anak menangis, dan lain-lain yg sering kali kita
lihat di liputan bencana ala tv Indonesia. Metode yg bagus sekali untuk tidak
mengkondisikan kesedihan yg berkepanjangan. Di lain sisi, yang disiarkan adalah
imbauan-imbauan pemerintah ttg hal-hal apa saja yg harus diperbuat untuk
kebaikan bersama. Seperti menghemat listrik dgn meminimalisasi penggunaan alat
elektronik, meng-unplug kabel, dll. Juga diajarkan cara-cara untuk survive spt
menggunakan air scr hemat, merakit kompor sendiri, dll. Disiarkan juga
nomer-nomer call center yg bisa dihub 24 jam, rs darurat, pemadam kebakaran,
dll...Dan yang lebih mengharukan adalah kesungguhan para pemimpin mereka untuk
melayani rakyat yg sedang kesusahan!
Perdana menteri Naoto Kan selalu muncul di tv menggunakan baju lapangan spt org
para pekerja. Semua mentri pun demikian. Dilaporkannya apa yg sudah ditempuh
sampai hari ini, apa saja yg berhasil ditanggulangi, apa rencana ke depan,
berapa jumlah korban teridentifikasi dll. Wajahnya tampak jelas kelelahan. Tapi
suara dan isi pidatonya selalu mengugah semangat rakyat untuk terus berjuang,
gambaru bersama-sama. Aduhai, alangkah bahagianya rakyat Jepang dipimpin
orang-orang yg dapat dipercaya!
Tabik kami untuk mereka, bangsa Jepang dan para pemimpin mereka yg amanh,
setulus-tulusnya...
Demikian up date dari Osaka kali ini. Mohon doa dari kawan-kawan semua. Mohon
maaf bila ada yg kurang berkenan..
Salam,
dian
Nur Rahadiani
Department of Histopathology (C3)
Graduate school of Medicine, Faculty of Medicine
Osaka University, JAPAN
phone : 81-80-5337-7666
Tuesday, March 15, 2011
ketika sedang mengantuk
Sumpah setengah mati, pagi ini sel-sel kelabuku tidak bisa bekerja dengan sempurna.. Sepertinya kekurangan oksigen karena aku luar biasa mengantuk.
Sulit sekali rasanya untuk tune in kalau sedang mengantuk seperti ini. Apalagi ini adalah kantuk bawaan dari rumah. Yah, inilah ganjarannya kalau semalaman ngoprek iPad sampai malam dan tidak kenal waktu. Sepertinya aku mulai addict dan akan sering bertemu dengan iTunes untuk malam-malam berikutnya.. Keseimbangan terganggu sudah..
Alhasil, untuk meminimalisir kantuk ini, semua social media kuaktifkan.. twitter, facebook, chit chat sana sini ga jelas.. cuma supaya ga ngantuk.. Hasilnya? melek ga malah tambah ngantuk.
Katanya kalau mengantuk harus banyak bergerak. Tapi tadi aku sudah beres-beres banyak file di meja.. masih ngantuk aja..
Aku butuh mantra ajaib yang bisa mengusir kantuk ini segera..
Sulit sekali rasanya untuk tune in kalau sedang mengantuk seperti ini. Apalagi ini adalah kantuk bawaan dari rumah. Yah, inilah ganjarannya kalau semalaman ngoprek iPad sampai malam dan tidak kenal waktu. Sepertinya aku mulai addict dan akan sering bertemu dengan iTunes untuk malam-malam berikutnya.. Keseimbangan terganggu sudah..
Alhasil, untuk meminimalisir kantuk ini, semua social media kuaktifkan.. twitter, facebook, chit chat sana sini ga jelas.. cuma supaya ga ngantuk.. Hasilnya? melek ga malah tambah ngantuk.
Katanya kalau mengantuk harus banyak bergerak. Tapi tadi aku sudah beres-beres banyak file di meja.. masih ngantuk aja..
Aku butuh mantra ajaib yang bisa mengusir kantuk ini segera..
hakunamatata
Hakunamatata.. means no worry
Who am I worrying about?
Nothing.. but due date
Why due date?
Because it pushes my limits
And what is my limit?
My patience..
What will happen if I lose my patience?
I'll be no longer a nice person
How come?
Okay, I'll think twice then..
Who am I worrying about?
Nothing.. but due date
Why due date?
Because it pushes my limits
And what is my limit?
My patience..
What will happen if I lose my patience?
I'll be no longer a nice person
How come?
Okay, I'll think twice then..
Monday, March 14, 2011
Jumlah Si Miskin
oleh Kecuk Suhariyanto
Sejumlah tokoh lintas agama membuat pernyataan terbuka. Mereka menyebut pemerintah telah berbohong. Tidak tanggung-tanggung kebohongan itu. Jumlahnya delapan belas, terdiri dari sembilan kebohongan lama dan sembilan kebohongan baru. Demikian tersua di pelbagai media.
Karena pernyataan terbuka ini merupakan seruan moral tokoh lintas agama yang tak punya kepentingan politik praktis, gaungnya ke mana-mana. Pemerintah berusaha membela diri, tetapi membikin situasi justru lebih buruk. Pemerintah dinilai kurang arif dan tak mau menerima masukan konstruktif.
Salah satu kebohongan lama yang disebutkan adalah perihal penyampaian angka kemiskinan. Pemerintah dituduh berbohong karena menyatakan jumlah penduduk miskin 2010 adalah 31,02 juta jiwa, padahal data penduduk yang layak menerima beras miskin 70 juta jiwa.
Pertanyaannya, mengapa sampai ada dua angka kemiskinan yang jauh berbeda, padahal keduanya sama-sama berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Data kemiskinan makro
Mencoba menghitung jumlah penduduk miskin bukan pekerjaan mudah. Setakat ini belum satu pun metodologi yang sempurna memotret kemiskinan. Secara umum, kemiskinan didefinisikan sebagai kondisi saat seseorang atau sekelompok orang tak mampu memenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat.
Hanya terdiri dari satu kalimat, tetapi maknanya sangat luas sehingga bisa mengundang perdebatan panjang. Contohnya, apa yang dimaksud dengan kehidupan bermartabat. Apa pula yang termasuk hak-hak dasar? Apalagi, tidak semua hak dasar dapat dikuantifikasi, seperti rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan dan hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial-politik.
Dari definisi itu terlihat bahwa kemiskinan merupakan masalah multidimensi. Sulit mengukurnya sehingga perlu kesepakatan pendekatan pengukuran yang dipakai.
Salah satu konsep penghitungan kemiskinan yang diterapkan di banyak negara, termasuk Indonesia, adalah konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Dengan konsep ini, definisi kemiskinan yang sangat luas mengalami penyempitan makna karena kemiskinan hanya dipandang sebagai ketakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan.
Dalam terapannya, dihitunglah garis kemiskinan absolut. Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran/pendapatan per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan disebut penduduk miskin. Penghitungan penduduk miskin ini didasarkan pada data sampel, bukan data sensus, sehingga hasilnya sebetulnya hanyalah estimasi.
Data yang dihasilkan biasa disebut data kemiskinan makro. Di Indonesia, sumber data yang digunakan adalah Survei Sosial Ekonomi Nasional. Pencacahannya dilakukan setiap Maret dengan jumlah sampel 68.000 rumah tangga. BPS menyajikan data kemiskinan makro ini sejak tahun 1984 sehingga perkembangan jumlah dan persentase penduduk miskin bisa diikuti dari waktu ke waktu.
Salah satu data kemiskinan yang mengundang polemik panjang adalah data kemiskinan pada Maret 2006. BPS mengumumkan jumlah penduduk miskin naik dari 35,1 juta jiwa (15,97 persen) pada Februari 2005 menjadi 39,30 juta jiwa (17,75 persen) pada Maret 2006 karena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Data kemiskinan makro yang terakhir dikeluarkan BPS adalah posisi Maret 2010 ketika jumlah penduduk miskin 31,02 juta jiwa atau 13,33 persen total penduduk Indonesia. Data ini hanya menunjukkan estimasi jumlah dan persentase penduduk miskin yang berguna untuk perencanaan serta evaluasi program kemiskinan dengan target geografis.
Akan tetapi, data itu tidak dapat menunjukkan siapa dan di mana alamat penduduk miskin sehingga tidak operasional untuk program penyaluran bantuan langsung, seperti bantuan langsung tunai, beras untuk rakyat miskin, dan Jaminan Kesehatan Masyarakat.
Data kemiskinan mikro
Masalah muncul saat pemerintah menaikkan harga BBM pada tahun 2005 dan ingin memberi kompensasi kepada penduduk lapisan bawah berupa penyaluran bantuan langsung tunai, beras untuk rakyat miskin, dan Jaminan Kesehatan Masyarakat. Orientasi program penanggulangan kemiskinan di Indonesia mendadak berubah total.
Di zaman Orde Baru, program penanggulangan kemiskinan memakai pendekatan geografis (desa), seperti Inpres Desa Tertinggal. Sejak tahun 2005, yang digunakan pendekatan individu atau rumah tangga, seperti bantuan langsung tunai, beras untuk rakyat miskin, dan Jaminan Kesehatan Masyarakat.
Penyaluran bantuan langsung tak bisa memakai data kemiskinan makro sebab memerlukan nama dan alamat si miskin. Pengumpulan data harus dengan sensus, bukan sampel, sehingga data yang dihasilkan disebut sebagai data kemiskinan mikro. Ini berbeda dengan metode penghitungan kemiskinan makro dengan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Pengumpulan data kemiskinan mikro didasarkan pada ciri-ciri rumah tangga miskin supaya pendataan bisa cepat dan hemat biaya.
Sampai saat ini baru dua kali BPS mengumpulkan data kemiskinan mikro: Oktober 2005 dan September 2008. Data yang diperoleh disebut data rumah tangga sasaran (RTS) dan mencakup bukan hanya rumah tangga miskin, tetapi juga rumah tangga hampir miskin yang hidup sedikit di atas garis kemiskinan.
Jumlah RTS hasil pendataan September 2008 adalah 17,5 juta. Dengan asumsi kasar rata-rata jumlah anggota rumah tangga empat orang, diperoleh angka 70 juta jiwa. Jadi, sebetulnya tak ada dua angka kemiskinan. Data 31,02 juta menunjukkan penduduk miskin, sementara data 70 juta menunjukkan penduduk miskin plus hampir miskin.
Selisih di antara keduanya menunjukkan besarnya penduduk hampir miskin di Indonesia. Mereka tidak tergolong miskin, tetapi sangat rentan terhadap kemiskinan. Sedikit gejolak ekonomi akan menyebabkan mereka mudah berubah status menjadi miskin. Maka, setiap kebijakan yang diambil harus memperhitungkan dampaknya bukan hanya pada rumah tangga miskin, tetapi juga rumah tangga hampir miskin. Sehari-hari keduanya sering tak berbeda nyata.
Kecuk Suhariyanto Direktur Analisis dan Pengembangan Statistik, BPS
Sumber :http://cetak.kompas.com/read/2011/01/21/04361281/jumlah.si.miskin
Sejumlah tokoh lintas agama membuat pernyataan terbuka. Mereka menyebut pemerintah telah berbohong. Tidak tanggung-tanggung kebohongan itu. Jumlahnya delapan belas, terdiri dari sembilan kebohongan lama dan sembilan kebohongan baru. Demikian tersua di pelbagai media.
Karena pernyataan terbuka ini merupakan seruan moral tokoh lintas agama yang tak punya kepentingan politik praktis, gaungnya ke mana-mana. Pemerintah berusaha membela diri, tetapi membikin situasi justru lebih buruk. Pemerintah dinilai kurang arif dan tak mau menerima masukan konstruktif.
Salah satu kebohongan lama yang disebutkan adalah perihal penyampaian angka kemiskinan. Pemerintah dituduh berbohong karena menyatakan jumlah penduduk miskin 2010 adalah 31,02 juta jiwa, padahal data penduduk yang layak menerima beras miskin 70 juta jiwa.
Pertanyaannya, mengapa sampai ada dua angka kemiskinan yang jauh berbeda, padahal keduanya sama-sama berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Data kemiskinan makro
Mencoba menghitung jumlah penduduk miskin bukan pekerjaan mudah. Setakat ini belum satu pun metodologi yang sempurna memotret kemiskinan. Secara umum, kemiskinan didefinisikan sebagai kondisi saat seseorang atau sekelompok orang tak mampu memenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat.
Hanya terdiri dari satu kalimat, tetapi maknanya sangat luas sehingga bisa mengundang perdebatan panjang. Contohnya, apa yang dimaksud dengan kehidupan bermartabat. Apa pula yang termasuk hak-hak dasar? Apalagi, tidak semua hak dasar dapat dikuantifikasi, seperti rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan dan hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial-politik.
Dari definisi itu terlihat bahwa kemiskinan merupakan masalah multidimensi. Sulit mengukurnya sehingga perlu kesepakatan pendekatan pengukuran yang dipakai.
Salah satu konsep penghitungan kemiskinan yang diterapkan di banyak negara, termasuk Indonesia, adalah konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Dengan konsep ini, definisi kemiskinan yang sangat luas mengalami penyempitan makna karena kemiskinan hanya dipandang sebagai ketakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan.
Dalam terapannya, dihitunglah garis kemiskinan absolut. Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran/pendapatan per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan disebut penduduk miskin. Penghitungan penduduk miskin ini didasarkan pada data sampel, bukan data sensus, sehingga hasilnya sebetulnya hanyalah estimasi.
Data yang dihasilkan biasa disebut data kemiskinan makro. Di Indonesia, sumber data yang digunakan adalah Survei Sosial Ekonomi Nasional. Pencacahannya dilakukan setiap Maret dengan jumlah sampel 68.000 rumah tangga. BPS menyajikan data kemiskinan makro ini sejak tahun 1984 sehingga perkembangan jumlah dan persentase penduduk miskin bisa diikuti dari waktu ke waktu.
Salah satu data kemiskinan yang mengundang polemik panjang adalah data kemiskinan pada Maret 2006. BPS mengumumkan jumlah penduduk miskin naik dari 35,1 juta jiwa (15,97 persen) pada Februari 2005 menjadi 39,30 juta jiwa (17,75 persen) pada Maret 2006 karena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Data kemiskinan makro yang terakhir dikeluarkan BPS adalah posisi Maret 2010 ketika jumlah penduduk miskin 31,02 juta jiwa atau 13,33 persen total penduduk Indonesia. Data ini hanya menunjukkan estimasi jumlah dan persentase penduduk miskin yang berguna untuk perencanaan serta evaluasi program kemiskinan dengan target geografis.
Akan tetapi, data itu tidak dapat menunjukkan siapa dan di mana alamat penduduk miskin sehingga tidak operasional untuk program penyaluran bantuan langsung, seperti bantuan langsung tunai, beras untuk rakyat miskin, dan Jaminan Kesehatan Masyarakat.
Data kemiskinan mikro
Masalah muncul saat pemerintah menaikkan harga BBM pada tahun 2005 dan ingin memberi kompensasi kepada penduduk lapisan bawah berupa penyaluran bantuan langsung tunai, beras untuk rakyat miskin, dan Jaminan Kesehatan Masyarakat. Orientasi program penanggulangan kemiskinan di Indonesia mendadak berubah total.
Di zaman Orde Baru, program penanggulangan kemiskinan memakai pendekatan geografis (desa), seperti Inpres Desa Tertinggal. Sejak tahun 2005, yang digunakan pendekatan individu atau rumah tangga, seperti bantuan langsung tunai, beras untuk rakyat miskin, dan Jaminan Kesehatan Masyarakat.
Penyaluran bantuan langsung tak bisa memakai data kemiskinan makro sebab memerlukan nama dan alamat si miskin. Pengumpulan data harus dengan sensus, bukan sampel, sehingga data yang dihasilkan disebut sebagai data kemiskinan mikro. Ini berbeda dengan metode penghitungan kemiskinan makro dengan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Pengumpulan data kemiskinan mikro didasarkan pada ciri-ciri rumah tangga miskin supaya pendataan bisa cepat dan hemat biaya.
Sampai saat ini baru dua kali BPS mengumpulkan data kemiskinan mikro: Oktober 2005 dan September 2008. Data yang diperoleh disebut data rumah tangga sasaran (RTS) dan mencakup bukan hanya rumah tangga miskin, tetapi juga rumah tangga hampir miskin yang hidup sedikit di atas garis kemiskinan.
Jumlah RTS hasil pendataan September 2008 adalah 17,5 juta. Dengan asumsi kasar rata-rata jumlah anggota rumah tangga empat orang, diperoleh angka 70 juta jiwa. Jadi, sebetulnya tak ada dua angka kemiskinan. Data 31,02 juta menunjukkan penduduk miskin, sementara data 70 juta menunjukkan penduduk miskin plus hampir miskin.
Selisih di antara keduanya menunjukkan besarnya penduduk hampir miskin di Indonesia. Mereka tidak tergolong miskin, tetapi sangat rentan terhadap kemiskinan. Sedikit gejolak ekonomi akan menyebabkan mereka mudah berubah status menjadi miskin. Maka, setiap kebijakan yang diambil harus memperhitungkan dampaknya bukan hanya pada rumah tangga miskin, tetapi juga rumah tangga hampir miskin. Sehari-hari keduanya sering tak berbeda nyata.
Kecuk Suhariyanto Direktur Analisis dan Pengembangan Statistik, BPS
Sumber :http://cetak.kompas.com/read/2011/01/21/04361281/jumlah.si.miskin
Thursday, January 27, 2011
memori yang kacau..
Beberapa hari yang lalu, ada yang add saya di fesbuk. Saya cek mutual friendnya dengan saya banyak sekali.. Berarti, kalau bukan temen kerja, ya temen sekolah. Jadi saya confirm aja. Kebetulan, nama akun fesbuk saya berbeda dengan nama asli saya untuk menghindari berbagai hal yang dipikirkan. Jadi hanya teman-teman yang benar-benar 'teman' yang tahu saya. Kalau teman dunia maya, taunya ya yang tertera di dunia maya :)
Lalu, tiba-tiba dia pm saya dan memastikan bahwa saya adalah orang yang dia kenal. Haduh.. dia tau saya, dan ternyata dia teman SMP saya. Dia konfirmasi mengenai kegiatan saya waktu masih SMP dulu. Parahnya, saya tidak ingat siapa dia.. walaupun saya sudah browsing foto-fotonya.. oh dear..
Saya mencoba mengingat-ingat siapa dia, dan kira-kira pada momen apa saya berinteraksi dengannya, tapi tetap saja tidak ingat. Akhirnya saya tanya-tanya ke teman yang lain via twitter dan bbm, kali aja ada yang bisa bantu saya mengingat-ingat.
Dari bbm, saya dikasih tau ciri-cirinya waktu SMP dulu, dan kegiatan-kegiatannya. Tapi tetap saja tidak ada di memori otak ini. Oh dear, saya tidak suka kalau begini. Sudah berapa kali yang seperti ini terjadi.. Sepertinya saya memang harus punya diari supaya kalau saya lupa, saya bisa baca lagi apa saja yang telah terjadi. Atau dituliskan di blog saja ya..
Lalu, tiba-tiba dia pm saya dan memastikan bahwa saya adalah orang yang dia kenal. Haduh.. dia tau saya, dan ternyata dia teman SMP saya. Dia konfirmasi mengenai kegiatan saya waktu masih SMP dulu. Parahnya, saya tidak ingat siapa dia.. walaupun saya sudah browsing foto-fotonya.. oh dear..
Saya mencoba mengingat-ingat siapa dia, dan kira-kira pada momen apa saya berinteraksi dengannya, tapi tetap saja tidak ingat. Akhirnya saya tanya-tanya ke teman yang lain via twitter dan bbm, kali aja ada yang bisa bantu saya mengingat-ingat.
Dari bbm, saya dikasih tau ciri-cirinya waktu SMP dulu, dan kegiatan-kegiatannya. Tapi tetap saja tidak ada di memori otak ini. Oh dear, saya tidak suka kalau begini. Sudah berapa kali yang seperti ini terjadi.. Sepertinya saya memang harus punya diari supaya kalau saya lupa, saya bisa baca lagi apa saja yang telah terjadi. Atau dituliskan di blog saja ya..
Tuesday, January 25, 2011
how to avoid KTA offer
Sudah beberapa bulan ini saya selalu mendapat tawaran kredit tanpa agunan dari berbagai bank melalui sms. Biasanya sms-sms tersebut datangnya di sore hari. Tetapi akhir-akhir ini sms itu juga muncul di inbox di siang hari, pas jam istirahat gitu. Lalu, akhir-akhir ini mulai ditelpon oleh telemarketer yang sibuk mempromosikan kredit tersebut. And it is annoying! Gimana tidak menjengkelkan, kirain telpon dari siapa atau urgen atau apaaaa gitu eh taunya dari telemarketer. Iya kalau saat itu kita sedang tidak sibuk, tidak sedang di jalan, tidak sedang berpikir. Telpon di saat yang tidak tepat apalagi kalau kontennya tidak tepat, sudah dipastikan memicu emosi. Apalagi, sang telemarketer merupakan pejuang tangguh yang kalau kita bilang sedang rapat, beberapa waktu kemudian dia telpon lagi. Kalau kita bilang tidak tertarik, maka dia akan menceracau soal jualannya itu. Hiiih.. bikin gemes!
Soal telemarketer yang menjengkelkan itu, saya pernah menggunakan dua cara berikut ini untuk menghindari telemarketer KTA (terutama seringnya jualan ini).
1. Cara jutek..
Sebenarnya tidak jutek-jutek amat. Pertama kali dia telpon, dia pasti akan mengkonfirmasi nama kita. Nah, saat itulah jurusnya dimulai. Biasanya saya akan langsung balik bertanya seperti ini "Mbak/Mas tau nomor telpon saya dari siapa?" si telemarketer akan bilang begini "dari pusat data kami bu.." Saya jawab lagi "apa nama perusahaannya?" Kalau si telemarketer pantang menyerah, biasanya dia akan menyebutkan nama perusahaannya. Terus saya tanya lagi "Bisa saya tau nomor telponnya?" Nah, yang sudah-sudah dia akan bilang "tunggu sebentar ya bu" Terus dia bicara lagi dengan kita dan bilang tidak bisa. Saya lalu bilang begini "Saya tidak bersedia memberikan data saya kalau saya tidak bisa bicara dengan PIC yang sudah tau nomor saya. Masa saya tidak boleh tau nomor telpon data centernya padahal mereka tau nomor telpon saya" jreng..jreng.. dan dia akan undur diri atau langsung tutup telpon.. klek..
2. Cara telemarketer..
Pernah dengar fight fire with fire. Ya ini adalah cara yang kurang lebih sama. Begini, kalau ada telpon dari telemarketer dan dia mulai mengkonfirmasi nama, saya dengan lebay nya akan berkata "Oh, begini mbak/mas saya juga lagi cari nasabah KTA nih, gimana kalau mbak/mas jadi nasabah KTA kita aja. Dari bank ******* , bunganya kompetitif lho.. syarat-syaratnya gampang kok, cuma fotocopy KTP dan konfirmasi data aja..." Dan si telemarketer di seberang sana akan klek... tutup telpon. Hahaha jeruk makan jeruk itu namanya..
Sementara baru dua cara itu aja yang sukses dilakukan.. Nanti kalau ada pengalaman lain akan saya posting..
Soal telemarketer yang menjengkelkan itu, saya pernah menggunakan dua cara berikut ini untuk menghindari telemarketer KTA (terutama seringnya jualan ini).
1. Cara jutek..
Sebenarnya tidak jutek-jutek amat. Pertama kali dia telpon, dia pasti akan mengkonfirmasi nama kita. Nah, saat itulah jurusnya dimulai. Biasanya saya akan langsung balik bertanya seperti ini "Mbak/Mas tau nomor telpon saya dari siapa?" si telemarketer akan bilang begini "dari pusat data kami bu.." Saya jawab lagi "apa nama perusahaannya?" Kalau si telemarketer pantang menyerah, biasanya dia akan menyebutkan nama perusahaannya. Terus saya tanya lagi "Bisa saya tau nomor telponnya?" Nah, yang sudah-sudah dia akan bilang "tunggu sebentar ya bu" Terus dia bicara lagi dengan kita dan bilang tidak bisa. Saya lalu bilang begini "Saya tidak bersedia memberikan data saya kalau saya tidak bisa bicara dengan PIC yang sudah tau nomor saya. Masa saya tidak boleh tau nomor telpon data centernya padahal mereka tau nomor telpon saya" jreng..jreng.. dan dia akan undur diri atau langsung tutup telpon.. klek..
2. Cara telemarketer..
Pernah dengar fight fire with fire. Ya ini adalah cara yang kurang lebih sama. Begini, kalau ada telpon dari telemarketer dan dia mulai mengkonfirmasi nama, saya dengan lebay nya akan berkata "Oh, begini mbak/mas saya juga lagi cari nasabah KTA nih, gimana kalau mbak/mas jadi nasabah KTA kita aja. Dari bank ******* , bunganya kompetitif lho.. syarat-syaratnya gampang kok, cuma fotocopy KTP dan konfirmasi data aja..." Dan si telemarketer di seberang sana akan klek... tutup telpon. Hahaha jeruk makan jeruk itu namanya..
Sementara baru dua cara itu aja yang sukses dilakukan.. Nanti kalau ada pengalaman lain akan saya posting..
Thursday, January 20, 2011
google before you ask..
Sambil dengerin lighthouse family menyanyikan lagu high, saya menulis blog ini.. *soundtrack jelas dibutuhkan saat menulis akhir-akhir ini*
Oke, hari ini saya mau cerita tentang pertanyaan.
Tadi pagi, kolega saya di instansi lain telpon. Dia bilang saat ini sedang dengar pendapat dengan DPRD dan beliau mendapat pertanyaan yang menurutnya saya bisa bantu menjawabnya. Idiiih...
Saya sih oke aja, selama bisa membantu kenapa ga? Jadi, ssya tawarkan beberapa opsi dalam hal bantu membantu ini, pertama apakah kita harus bertemu face ton face hanya untuk membahas hal ini? *Ugh, saya lagi males jalan..* jadi, saya minta untuk chating aja, tapi dia menolak *mungkin gadgetnya blm mumpuni atau apalah* Yang jelas saya ga bisa beredar hari ini karena masalah renstra yang gregetin itu.. Akhirnya, kesepakatan pun terjadi, dia kirim email.. he he he
Waktu baca pertanyaan-pertanyaan anggota dewan yang terhormat itu, saya agak senyum-senyum, karena menurut pikiran saya, mereka tuh tau ga sih apa yang ditanyain? Karena semua itu sebenarnya sudah ada di indikator ekonomi makro yang setiap tahun dibuat.
Misalnya nih, katanya tidak ada data korelasi antara laju pertumbuhan ekonomi dengan penyerapan tenaga kerja. Oh, get real dong.. itu data LPE dan TPAK kan bisa dilihat.. Tiap tahun juga kita kasih kok.. hohoho.. ketahuan ya apa yang selama ini kita lakukan tidak pernah difollow up..
Atau misalnya, dia tanya kenapa tidak ada data kredit yang diberikan oleh bank.. Saya sih jawab aja, kenapa ga browsing www.bi.go.id ? Di situs itu semua data perbankan sampai tingkat 2 ada. Makanya read before you talk, google before you ask..
So, akhirnya saya bisa tau bagaimana kualitas anggota dewan di kota bekasi..
Oke, hari ini saya mau cerita tentang pertanyaan.
Tadi pagi, kolega saya di instansi lain telpon. Dia bilang saat ini sedang dengar pendapat dengan DPRD dan beliau mendapat pertanyaan yang menurutnya saya bisa bantu menjawabnya. Idiiih...
Saya sih oke aja, selama bisa membantu kenapa ga? Jadi, ssya tawarkan beberapa opsi dalam hal bantu membantu ini, pertama apakah kita harus bertemu face ton face hanya untuk membahas hal ini? *Ugh, saya lagi males jalan..* jadi, saya minta untuk chating aja, tapi dia menolak *mungkin gadgetnya blm mumpuni atau apalah* Yang jelas saya ga bisa beredar hari ini karena masalah renstra yang gregetin itu.. Akhirnya, kesepakatan pun terjadi, dia kirim email.. he he he
Waktu baca pertanyaan-pertanyaan anggota dewan yang terhormat itu, saya agak senyum-senyum, karena menurut pikiran saya, mereka tuh tau ga sih apa yang ditanyain? Karena semua itu sebenarnya sudah ada di indikator ekonomi makro yang setiap tahun dibuat.
Misalnya nih, katanya tidak ada data korelasi antara laju pertumbuhan ekonomi dengan penyerapan tenaga kerja. Oh, get real dong.. itu data LPE dan TPAK kan bisa dilihat.. Tiap tahun juga kita kasih kok.. hohoho.. ketahuan ya apa yang selama ini kita lakukan tidak pernah difollow up..
Atau misalnya, dia tanya kenapa tidak ada data kredit yang diberikan oleh bank.. Saya sih jawab aja, kenapa ga browsing www.bi.go.id ? Di situs itu semua data perbankan sampai tingkat 2 ada. Makanya read before you talk, google before you ask..
So, akhirnya saya bisa tau bagaimana kualitas anggota dewan di kota bekasi..
Monday, January 17, 2011
bete bete aaah...

Monday morning,
Sebenarnya sudah sangat-sangat prepare..
Bangun sudah dari jam 3, secara ada yang mau puasa senin-kamis.
Ga ada materi yang harus disiapkan, karena minggunya sudah dikerjakan.
Kondisi mobil ok banget..
Tapi..
Pas mau berangkat, pintu pagar sulit dikunci kembali.. 5 menit terbuang
Terkena macet di jalan, yang seharusnya memang biasa..
Lolos dari pintu rel kereta api dengan sempurna..
Dan melakukan manuver U-turn yang cantik..
Sampai..
Nekat ambil kiri jalan di depan stasiun sangaaaat mepet karena hampir 7.30
Dan menyenggol becak yang seenaknya aja parkir di pinggir jalan..
Damn!
Pas absen persis 7.30, tapi pintu kiri rada tergores.. nice!!!
Friday, January 14, 2011
For you, I stay
Dear readers..
Saya baru memfolow akun WordsOf_Truth di twitter. Di bio nya, tertulis : I tweet inspirational, motivational & charming words that are spoken from the heart which should be said to a girlfriend or wife. I also RT quotes.
Kebayang kan seromantis dan segombal apa tweet-tweetnya? Salah satunya yang membuat saya kepikiran itu tweet yang satu ini
The only reason I stay here is because here is where I can be beside you. I've never liked this place, I despise it, but for you I stay.
What's the story behind? Begini ceritanya (mirip gaya mbah-mbah kalau mau cerita)..
Dalam suatu weekend, saya ingin pergi ke Bogor. Ceritanya waktu itu saya mendambakan makan Pia Apple's Pie, dan saya ingin makan di tempatnya.. Sudah terbayang-bayang apple pie yang manis beraroma kayu manis itu.. Saya malah bercita-cita membawa pulang chicken pienya segala.. sambil menghayal lebih enak mana chicken pie atau makaroni panggang yang letaknya tidak jauh dari situ.
Sayangnya, khayalan itu cuma khayalan saja. Karena hubby bersekongkol dengan anak-anak untuk ke Bandung, jalan-jalan ke kawah putih. Memang sih saya belum pernah kesana walaupun sudah setua ini.. Secara saya memang tidak maniak jalan-jalan..tapi enjoy aja kalo diajak jalan-jalan..
Setengah terpaksa saya ikut ke sana, daripada sendirian tidak jelas begitu.. So, see the connection here between the story and the tweet? Masih belum jelas?
Oke lah kalau begitu.. saya jelaskan.. *please mengertilah...*
Karena saya sayang sama keluarga.. sayang sama mereka, walaupun saya tidak ingin ke sana, saya tetap menemani mereka. Walaupun hingga saat ini apple pie itu masih terbayang-bayang rasanya.. saya tidak menyesal ikut dengan mereka karena apa yang tadinya saya pikir tempat itu paling biasa saja dan akan membuat saya bosan ternyata.. Subhanallah.. luar biasa indahnya.. Di Indonesia itu lho.. *kagum*
Saya baru memfolow akun WordsOf_Truth di twitter. Di bio nya, tertulis : I tweet inspirational, motivational & charming words that are spoken from the heart which should be said to a girlfriend or wife. I also RT quotes.
Kebayang kan seromantis dan segombal apa tweet-tweetnya? Salah satunya yang membuat saya kepikiran itu tweet yang satu ini
The only reason I stay here is because here is where I can be beside you. I've never liked this place, I despise it, but for you I stay.
What's the story behind? Begini ceritanya (mirip gaya mbah-mbah kalau mau cerita)..
Dalam suatu weekend, saya ingin pergi ke Bogor. Ceritanya waktu itu saya mendambakan makan Pia Apple's Pie, dan saya ingin makan di tempatnya.. Sudah terbayang-bayang apple pie yang manis beraroma kayu manis itu.. Saya malah bercita-cita membawa pulang chicken pienya segala.. sambil menghayal lebih enak mana chicken pie atau makaroni panggang yang letaknya tidak jauh dari situ.
Sayangnya, khayalan itu cuma khayalan saja. Karena hubby bersekongkol dengan anak-anak untuk ke Bandung, jalan-jalan ke kawah putih. Memang sih saya belum pernah kesana walaupun sudah setua ini.. Secara saya memang tidak maniak jalan-jalan..tapi enjoy aja kalo diajak jalan-jalan..
Setengah terpaksa saya ikut ke sana, daripada sendirian tidak jelas begitu.. So, see the connection here between the story and the tweet? Masih belum jelas?
Oke lah kalau begitu.. saya jelaskan.. *please mengertilah...*
Karena saya sayang sama keluarga.. sayang sama mereka, walaupun saya tidak ingin ke sana, saya tetap menemani mereka. Walaupun hingga saat ini apple pie itu masih terbayang-bayang rasanya.. saya tidak menyesal ikut dengan mereka karena apa yang tadinya saya pikir tempat itu paling biasa saja dan akan membuat saya bosan ternyata.. Subhanallah.. luar biasa indahnya.. Di Indonesia itu lho.. *kagum*
Another day in blog
Hari ini, Jum'at, seperti biasa pagi-pagi di kantor ada senam pagi. Saya termasuk yang suka senam pagi dan ada beberapa yang tidak suka senam pagi. Kita punya instruktur senam yang memang sengaja kita bayar untuk jadi instruktur senam setiap hari Jum'at pagi. Biar profesional.. he he he
Biasanya, tahapan-tahapan senamnya itu seperti ini : pertama senam jantung sehat, kedua senam pembentukan (kadang-kadang aerobik, kadang-kadang BL, jadi ibu-ibu pada suka), ketiga senam santai, seperti senam pompom atau senam poco-poco. Nah hari ini, kita diajarin senam country. Senam country itu sebenarnya mirip-mirip dance country yang tap-tap gitu. Gimana ya mendeskripsikannya? Yah, yang jelas saya sangat menikmati senam country ini. Apalagi musik pengiringnya agak akrab di telinga saya, achy breaky heart..
Yang saya suka kalau senam itu, badan jadi terasa lebih bugar dan fit. Kemarin, saya masih merasakan sisa-sisa masuk angin. Setelah senam eh hilang deh.. pegel-pegelnya sudah pergi. Biasanya, kalau paginya senam, tidur pun jadi nyenyak.. beneran lho!
Cuman.. senam itu juga ada efek sampingnya. Si instruktur itu rupanya orang yang jeli melihat peluang dan pasar. Setiap kali datang, ada saja yang dia tawarkan untuk kita-kita yang kebanyakan ibu-ibu ini..
Pertama-tama, dia bawa CD kompilasi yang isinya kompilasi lagu-lagu yang lagi hit tapi diremix ala house music itu, yang suka dibuat senam aerobik. Berikutnya, dia bawa brosur kosmetik, dia tawarin itu deodoran, make up, bedak, dan lain sebagainya.. Selanjutnya, dia tawarin celana training yang seksi seperti yang dia pakai.. "Bisa bayar dua kali kalau gajian", begitu katanya kalau berpromosi hihihi..
Tadi, coba tebak apa yang dia bawa?.. Dia bawa kaos kaki! Katanya supaya matching sama celana training yang beberapa waktu lalu dia bawa dan laris diborong ibu-ibu! Hayyyahhh!!! Tak tanggung-tanggung, dia juga bawa kaos yang dimatchingin sama kaos kakinya.. hahahaha...
Kira-kira minggu depan dia bawa apa ya??? *berpikir keras, anggap aja ini senam otak*
Biasanya, tahapan-tahapan senamnya itu seperti ini : pertama senam jantung sehat, kedua senam pembentukan (kadang-kadang aerobik, kadang-kadang BL, jadi ibu-ibu pada suka), ketiga senam santai, seperti senam pompom atau senam poco-poco. Nah hari ini, kita diajarin senam country. Senam country itu sebenarnya mirip-mirip dance country yang tap-tap gitu. Gimana ya mendeskripsikannya? Yah, yang jelas saya sangat menikmati senam country ini. Apalagi musik pengiringnya agak akrab di telinga saya, achy breaky heart..
Yang saya suka kalau senam itu, badan jadi terasa lebih bugar dan fit. Kemarin, saya masih merasakan sisa-sisa masuk angin. Setelah senam eh hilang deh.. pegel-pegelnya sudah pergi. Biasanya, kalau paginya senam, tidur pun jadi nyenyak.. beneran lho!
Cuman.. senam itu juga ada efek sampingnya. Si instruktur itu rupanya orang yang jeli melihat peluang dan pasar. Setiap kali datang, ada saja yang dia tawarkan untuk kita-kita yang kebanyakan ibu-ibu ini..
Pertama-tama, dia bawa CD kompilasi yang isinya kompilasi lagu-lagu yang lagi hit tapi diremix ala house music itu, yang suka dibuat senam aerobik. Berikutnya, dia bawa brosur kosmetik, dia tawarin itu deodoran, make up, bedak, dan lain sebagainya.. Selanjutnya, dia tawarin celana training yang seksi seperti yang dia pakai.. "Bisa bayar dua kali kalau gajian", begitu katanya kalau berpromosi hihihi..
Tadi, coba tebak apa yang dia bawa?.. Dia bawa kaos kaki! Katanya supaya matching sama celana training yang beberapa waktu lalu dia bawa dan laris diborong ibu-ibu! Hayyyahhh!!! Tak tanggung-tanggung, dia juga bawa kaos yang dimatchingin sama kaos kakinya.. hahahaha...
Kira-kira minggu depan dia bawa apa ya??? *berpikir keras, anggap aja ini senam otak*
Thursday, January 13, 2011
tentang korean series..
Saat ini, saya tidak suka cenderung membenci sinetron. Menurut saya membosankan dan tidak jelas maunya apa. Tapi masalahnya, saya suka Korean Series.. alias drama Korea, alias sinetron dari Korea, alias menghabiskan waktu dengan menonton orang2 imut ituh!!!
Saya harus mengakui kalau saya memang sengaja membeli DVD Korean Series.. bajakan pula! But, it's entertaining loh!! Swear.. Dan ini adalah kebiasaan (buruk) saya yang selalu disindir hubby.. Katanya kayak abg kalo suka drama Korea. Tapi buat saya maju terus pantang mundur!! Kim Buk dan Lee Min Ho tetep enak diliat kok.. hihihi nakal!
Sampai suatu hari, ketika saya nonton salah satu drama Korea di ruang tengah sambil menemani hubby dinner, saya mempercepat DVD tersebut (kebiasaan saya kalau ada dialog yang saya anggap lebay dan lambat), tiba-tiba hubby protes.."eh.. eh.. jangan dicepetin, saya jadi ketinggalan tuh apa maksudnya" Oh no! Tampaknya seseorang sedang mengikuti jalan cerita drama Korea ini.. hmmm.. my hubby? Can you believe it?
Serial yang seluruhnya berjumlah 30 episode itu saya tonton perlahan tapi pasti. Keesokan malamnya, waktu hari minggu, saya nonton di kamar bersama hubby.. dan dia mengikuti serial tersebut dengan tekun.. Karena sudah jam 11.30, saya tidur, tapi hubby masih tekun menonton.. he he he.. ketagihan dia!!
Alhasil, paginya kita bangun telat. Hubby bilang dia nonton sampai jam 2 pagi.. Ha ha ha... welcome to the club honey..
Saya harus mengakui kalau saya memang sengaja membeli DVD Korean Series.. bajakan pula! But, it's entertaining loh!! Swear.. Dan ini adalah kebiasaan (buruk) saya yang selalu disindir hubby.. Katanya kayak abg kalo suka drama Korea. Tapi buat saya maju terus pantang mundur!! Kim Buk dan Lee Min Ho tetep enak diliat kok.. hihihi nakal!
Sampai suatu hari, ketika saya nonton salah satu drama Korea di ruang tengah sambil menemani hubby dinner, saya mempercepat DVD tersebut (kebiasaan saya kalau ada dialog yang saya anggap lebay dan lambat), tiba-tiba hubby protes.."eh.. eh.. jangan dicepetin, saya jadi ketinggalan tuh apa maksudnya" Oh no! Tampaknya seseorang sedang mengikuti jalan cerita drama Korea ini.. hmmm.. my hubby? Can you believe it?
Serial yang seluruhnya berjumlah 30 episode itu saya tonton perlahan tapi pasti. Keesokan malamnya, waktu hari minggu, saya nonton di kamar bersama hubby.. dan dia mengikuti serial tersebut dengan tekun.. Karena sudah jam 11.30, saya tidur, tapi hubby masih tekun menonton.. he he he.. ketagihan dia!!
Alhasil, paginya kita bangun telat. Hubby bilang dia nonton sampai jam 2 pagi.. Ha ha ha... welcome to the club honey..
Hari yang tak sempurna
Ini adalah postingan pertama di tahun 2011. Dan sebenarnya, pagi ini tidak diawali dengan semangat yang baik. Bagaimana mau baik, sehari sebelumnya setelah saya pulang dari bandung dan sampai di kantor, menderita masuk angin.. Akibatnya, saat pulang ke rumah naik motor, saya muntah-muntah di jalan.. untung aja waktu itu saya lupa pake masker..
Dan pagi ini, rasa capeknya belum 100 persen hilang.. *Ah, curcol sebentar ga pa pa lah
Untuk menaikkan mood yang rada-rada terjun bebas itu, saya coba menyelesaikan semua urusan kantor dengan tap tap schedule.. *sok sibuk mode on* Pertama, pagi-pagi saya sudah menyambangi kantor tetangga depan untuk minta data. Alhamdulillah BERHASIL. Saya pikir, this is gonna be my day.. Merasa beruntung..
Urusan kedua sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kantor, tapi urgent. Saya perlu sedikit menginvestigasi administrasi sekolah anak saya yang katanya konflik di sistem komputer mereka. Saya sambangi sekolahnya yang memang dekat dengan kantor.. Ternyata, saat itu lagi mati lampu! Alamak.. ada-ada aja..
Balik ke kantor saya ingat urusan saya nomor 3, soal aplikasi beasiswa yang kemarin sempat bikin dag dig dug karena ada surat yang tertinggal.. Saya telpon si PIC nya.. Katanya berkas tak ada *omigot what's going on?* Beberapa menit kemudian dia telp saya lagi, bla--bla--bla kesimpulannya "Bu Monik tidak bisa ikut tes beasiswa S3 karena belum kerja selama 4 tahun sejak dapat beasiswa S2 dan IPK 3,76 bukan cum laude" *tepok jidat* Dan saya cuma menjawab "Oke, akan saya coba tahun depan"
Urusan keempat, jaringan kantor sedang dalam proses maintenance. Kebetulan kita lagi memperluas jaringan komputer di kantor sejak menerima tambahan komputer dalam jumlah besar. Dan itu berdampak pada koneksi internet di komputer saya yang PUTUS! Akhirnya, beli alat baru.. Nasib! Untungnya bukan dari kocekku.. he he he..
Urusan kelima, soal ICOR. Bos menginginkan saya menghitung ICOR Kota Bekasi. Wokeh.. on process..
Urusan keenam, bendahara baru minta diajarin pake salah satu program aplikasi keuangan. Welldone..
Urusan ketujuh, PT POS.. yang bikin saya senewen tiga bulan terakhir ini.. Saya lupa harusnya pagi ini saya kesana untuk membuat clear masalah tersebut. Nyatanya.. SAYA LUPA!!!
Urusan kedelapan, ditagih kerjaan via email.. Oh, ya... hari ini email-emailnya tidak ada yang asik. Semuanya soal tagihan kerjaan.. Mantabs.. serasa orang tersibuk di dunia.. atau orang yang belum kelar kerjaannya? he he..
Urusan kedelapan, sebenarnya tidak persis urusan saya.. Tapi sore tadi, setelah di rumah dan lagi asik bbm-an di sms bos untuk mengupload file yang ditunggu bos besar.. halah.. untunglah ada teman yang masih di kantor dan bersedia membantu menyelesaikan urusan ini.. kalau tidak.. haduh!
Oke, mereka bilang I don't like monday cause monday is busy.. Tapi nyatanya, hari kamis pun yang sudah pakai batik aja masih bisa runyam!! Jadi, apa yang salah dengan hari ini? Tidak ada yang salah. Hanya saja, hari ini memang tidak berjalan sempurna
Dan pagi ini, rasa capeknya belum 100 persen hilang.. *Ah, curcol sebentar ga pa pa lah
Untuk menaikkan mood yang rada-rada terjun bebas itu, saya coba menyelesaikan semua urusan kantor dengan tap tap schedule.. *sok sibuk mode on* Pertama, pagi-pagi saya sudah menyambangi kantor tetangga depan untuk minta data. Alhamdulillah BERHASIL. Saya pikir, this is gonna be my day.. Merasa beruntung..
Urusan kedua sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kantor, tapi urgent. Saya perlu sedikit menginvestigasi administrasi sekolah anak saya yang katanya konflik di sistem komputer mereka. Saya sambangi sekolahnya yang memang dekat dengan kantor.. Ternyata, saat itu lagi mati lampu! Alamak.. ada-ada aja..
Balik ke kantor saya ingat urusan saya nomor 3, soal aplikasi beasiswa yang kemarin sempat bikin dag dig dug karena ada surat yang tertinggal.. Saya telpon si PIC nya.. Katanya berkas tak ada *omigot what's going on?* Beberapa menit kemudian dia telp saya lagi, bla--bla--bla kesimpulannya "Bu Monik tidak bisa ikut tes beasiswa S3 karena belum kerja selama 4 tahun sejak dapat beasiswa S2 dan IPK 3,76 bukan cum laude" *tepok jidat* Dan saya cuma menjawab "Oke, akan saya coba tahun depan"
Urusan keempat, jaringan kantor sedang dalam proses maintenance. Kebetulan kita lagi memperluas jaringan komputer di kantor sejak menerima tambahan komputer dalam jumlah besar. Dan itu berdampak pada koneksi internet di komputer saya yang PUTUS! Akhirnya, beli alat baru.. Nasib! Untungnya bukan dari kocekku.. he he he..
Urusan kelima, soal ICOR. Bos menginginkan saya menghitung ICOR Kota Bekasi. Wokeh.. on process..
Urusan keenam, bendahara baru minta diajarin pake salah satu program aplikasi keuangan. Welldone..
Urusan ketujuh, PT POS.. yang bikin saya senewen tiga bulan terakhir ini.. Saya lupa harusnya pagi ini saya kesana untuk membuat clear masalah tersebut. Nyatanya.. SAYA LUPA!!!
Urusan kedelapan, ditagih kerjaan via email.. Oh, ya... hari ini email-emailnya tidak ada yang asik. Semuanya soal tagihan kerjaan.. Mantabs.. serasa orang tersibuk di dunia.. atau orang yang belum kelar kerjaannya? he he..
Urusan kedelapan, sebenarnya tidak persis urusan saya.. Tapi sore tadi, setelah di rumah dan lagi asik bbm-an di sms bos untuk mengupload file yang ditunggu bos besar.. halah.. untunglah ada teman yang masih di kantor dan bersedia membantu menyelesaikan urusan ini.. kalau tidak.. haduh!
Oke, mereka bilang I don't like monday cause monday is busy.. Tapi nyatanya, hari kamis pun yang sudah pakai batik aja masih bisa runyam!! Jadi, apa yang salah dengan hari ini? Tidak ada yang salah. Hanya saja, hari ini memang tidak berjalan sempurna
Subscribe to:
Comments (Atom)