Pages

Thursday, December 23, 2010

damn it's true!

Salah satu akun twitter yang difollow abg saya adalah akun @DamnItsTrue. Iseng aja saya buka-buka itu akun dan membaca-bacanya. Hasilnya, saya senyum-senyum sendiri dan dalam hati memaklumi mengapa si abg memfolow akun tersebut. Dan, sekedar sharing (barangkali ada yang punya abg), saya menulis tentang akun tersebut.

Di bio akun tersebut tertulis
Facts that are relevant to your daily life, since April 21, 2010. #DamnItsTrue

Jadi, sudah bisa dibayangkan kira-kira seperti apa isi timeline si empunya akun. Lokasinya di newyork, pastinya semua twitnya dalam bahasa inggris. Twit-twitnya seputar kehidupan remaja putri pada umumnya, tentang sekolah, persahabatan, cinta monyet,fashion, naksir-naksiran. Pokonya girlie abis!

Mungkin, dia memberi nama akunnya damn it's true karena twit-twitnya anti jaim, jadi tidak twittergenic (istilah untuk orang yang kelihatan bagus di twitter tapi ancur aslinya). Jadi, tidak ada kepura-puraan.. hohoho berat nih..

Tuesday, December 21, 2010

Thanks God It's Over

2010 ku mungkin tidak berjalan seperti yang sudah aku setting sebelumnya. Disisi pekerjaan teknis memang tidak menghadapi kendala. Becoming trend setter is another side of the success. But everything has its' trade off. I trade it off with couple of miscommunication and misleading. But overall, I did a good job.

Selain dari sisi teknis, saya juga menangani sisi finansial. Inilah yang membuat 2010 saya tidak happy. Bagaimana mau happy kalau posisi saya selalu berada di tengah-tengah baik dalam pengambilan keputusan, kebijakan maupun pemeriksaan. The damn good thing is I learned how to manage a huge money. It's priceless.. something you just can't learn from school.

Couple weeks ago, saya menghadap bos saya dan saya minta resign dari posisi pengelolaan finansial ini. Bukannya saya tidak mau mengurusinya atau menyerah atau apalah.. Saya tidak tahan dibentak-bentak rekan sekerja yang merasa paling banyak bekerja, berkontribusi dan merasa memiliki. Mungkin untuk kategori pelecehan itu adalah pelecehan pertama yang saya terima. Bagaimana tidak, waktu itu (Mei 2010) dia (laki-laki) seenaknya saja minta uang tanpa mau mengurus pertanggungjawabannya. Jelas saja saya tidak mau memberikan. Eh, dia bentak-bentak saya, dia bilang susah ngomong sama saya, dia gebrak itu meja, dan saya cuma terdiam. Heran, hari gini masih hidup kelakukan seperti preman begitu.. Padahal yang butuh itu dia lho.. he he he. Dan sejak saat itu tekad saya untuk resign semakin kuat dan bertambah kuat. Saya sempat menulis email ke bos untuk resign saat itu juga. Tapi tidak saya send karena menurut saya akan menjadi preseden buruk kalau resign di tengah duty. Dan saya lebih memilih cara silence untuk meredam semua persoalan ini. Saya perempuan, apa jadinya kalau saya mengadu masalah yang mungkin akan dianggap sepele oleh bos. Bisa-bisa saya dibilang cengeng.. huh!

But it's over. Setelah resign, rasanya legaaaa... dan saya minta sama bos supaya dia yang mengganti saya. Biar dia tau bagaimana rasanya dikejar tanggung jawab. Lebih terkesan curhat? Ya iya lah.. apa gunanya blog kalo ga buat curhat..

Sunday, December 19, 2010

sunday = me + novel

Saya penggila novel, tampaknya itu tidak terbantahkan. Novel apa saja, mulai dari yang serius, fiksi, non fiksi, yang ceritanya rumit, yang plotnya ga jelas, bahkan roman picisan pun jadi. Kebiasaan membaca novel ini sedemikian sulitnya dihentikan, sampai-sampai dulu adik ipar saya waktu lagi pedekate dengan keluarga saya memberikan novel harry potter sebagai sogokannya.. ha ha ha.. it works!

Waktu kecil, bacaan saya mungkin sama seperti teman-teman se-kohort (baca: teman seusia). Novel serial lima sekawan, trio detektif, si badung, pokoknya semua karangan enid blyton baik yang beli sendiri, pinjam ke teman, pinjam ke perpus atau baca gratisan di toko buku adalah novel masa kecil saya.

Sedikit aja gede, saya beralih ke novel-novelnya agatha christie, john grisham, sidney sheldon dan lain-lain. Terus lebih tua lagi mulai baca novel-novelnya Maria A. Sarjono karena waktu itu ada beberapa bukunya yang menjadi cerita bersambung di salah satu majalah wanita. Banyak lah pengarang novel yang ga saya hafal.

Kebiasaan itu berlanjut hingga saya menikah 14 tahun yang lalu. Saya juga tidak terpaku pada pengarangnya, apakah dia pengarang terkenal atau tidak, dalam negeri atau luar negeri. Suami saya bahkan dengan senang hati meminjam novel-novel tersebut dari perpustakaan di daerah pasar minggu (dekat kantornya) untuk saya baca. Setiap kali dia memulangkan buku-buku tersebut dan meminjam yang lainnya, si penjaga perpustakaan bertanya apa dia tau ceritanya? Suami saya bilang istrinyalah yang membacanya, si penjaga merasa aneh aja.

Mungkin, memory saya yang lemah atau saya memang hanya menganggap membaca novel itu sebagai hiburan, saya sangat jarang hapal dengan ceritanya. Beberapa yang bagus dan menarik, memang benar-benar melekat di benak saya dan tidak mau pergi walau saya mengusirnya:) Selebihnya, saya harus membacanya lagi.

Selama ini saya sudah menjual dua kardus besar novel-novel lama saya, membakar 3 kardus ukuran indomie karena sudah tidak layak baca (kondisinya mengenaskan) dan saat ini ada dua box plastik ukuran sedang di kamar saya, satu lemari buku di ruang keluarga, setengah lemari di kamar anak saya, dan ada sekitar 5-7 novel yang bertebaran tak jelas dimana-mana. Belum lagi yang dipinjam oleh teman-teman suami dan anak saya.

Ya, saya juga baca novel-novel teenlit, chiclit dan lit lit lainnya itu. Lumayan menghibur kok. Apalagi yang saya cari dari membaca novel kalau bukan hiburan. Kalau boleh jujur, saya malu sekali waktu diklat pimpinan, saya harus masuk asrama. Waktu itu saya membawa novel-novelnya Stephenie Meyer alias trilogi twilight. Lagi ngetrend waktu itu novelnya. Teman sekamar saya yang punya anak gadis sempat geleng-geleng karena bacaan saya sama seperti bacaan anaknya.. he he. Waktu anaknya datang untuk menjenguknya, dia memperkenalkan saya, "ini lho tante monik yang bacaannya gaul itu".

Kadang-kadang saya juga menonton novel yang difilmkan, walaupun kadang kurang sreg juga. Yah, bagaimanapun juga imaginasi yang diperoleh dari membaca novel jauh lebih liar dibandingkan dengan imaginasi yang diterjemahkan ke dalam film. Misalnya aja shopaholic, laskar pelangi, sherlock holmes.. Jauh.. jauh lebih seru membaca novelnya.

Saat ini, ada dua novel di meja kamar saya, the rosetti letter dan sang pencerah. Keduanya saya beli satu setengah bulan yang lalu. Bungkus plastiknya sudah saya buang, sudah saya belai-belai, bolak-balik halamannya, tapi belum saya baca. Saya selalu berencana lazy sunday adalah waktu untuk membaca novel. Tapi terus terang kedua novel itu tersalip dengan novel yang baru saya beli kemarin dan sudah habis saya baca, the shiver.. he he..

Kalau sudah begini, apakah saya memang penggila novel, atau sekedar mengoleksinya?

Saturday, December 18, 2010

the journal of cirebon

Rapat itu berjalan tiga hari, tapi dua hari efektif karena perjalanan yang harus ditempuh oleh teman-teman dari kab/kota se-Jawa Barat. Saya berangkat nebeng mobil bos bersama dua orang teman saya lainnya. Pagi sekitar jam 8 mulai jalan.

Menikmati pesisir utara sepanjang perjalanan, ngobrol yang ga jelas tujuannya, kemudian mampir di Pesona Laut untuk mengisi perut yang keroncongan karena sarapan yang ga nendang. Dan, sebagai manusia yang selalu ingin eksis, pastinya harus narsis dengan berfoto-foto di tepi pantai indramayu yang saat itu sedang pasang dan angin yang berhembus agak kencang.

Suasana seperti itu mengingatkan masa kecil saya yang hampir setiap minggu selalu ke pantai ancol, Jakarta cuma untuk jalan-jalan. Dulu tidak banyak event atau orang yang berjualan di pantai ancol, paling kita ke pasar seni untuk melihat lukisan dan bertemu dengan pak Tino Sidin karena dia juga sering ke sana atau baca buku gratis di toko buku gramedia (sekarang sudah tidak ada). Pantai Ancol dulu juga tidak kotor seperti sekarang, udaranya masih bersih, tidak penuh orang yang piknik, belum ada DUFAN, ah pokoknya enak lah..

Setelah makan, kita mampir ke rumah bos di Indramayu. Disuguhin mangga pastinya! hehehe, sampe di bawa ke Cirebon segala! Sempat mampir juga (cuma lewat) ke kantor di Indramayu.. Alhasil sampai di hotel sudah tengah hari. hehehe

Lalu pleno dimulai, hal pertama yang membuat saya tertawa adalah ruang rapat yang lucu, karena penempatan toilet yang rada aneh (menurut saya). Toilet itu seenaknya saja berada di depan, berdampingan dengan podium pembicara. Konyolnya lagi, pintunya itu hanya berupa tirai berwarna hijau garis-garis putih.. Ya Tuhan, siapakah yang mendesain aula seperti ini? Tapi ya sudahlah, mungkin toilet itu ga sengaja aja dibuat he he toilet yang aneh.. Saya sempat bertaruh dengan teman-teman saya, apa ada yang berani masuk ke toilet itu saat pleno sedang berlangsung. He hehe, manalah mereka berani. Sehebat apa pun seseorang ingin buang air kecil pada saat pleno, mana mau masuk ke toilet di depan itu, bisa-bisa dianggap mau maju ke depan.. hahay..

Lalu saya melihatnya, sekilas, melihat lagi, memastikan.. Dan saya menjadi beku. Saya tidak mungkin menghindarinya kan.. Jadi saya hanya memandang lurus ke depan, mengabaikan, dan terus membuat otak saya bekerja. Tidak pernah mudah buat saya, tapi itulah yang terjadi.

Sorenya, bersama sembilan orang teman saya yang ibu-ibu semua memutuskan untuk jalan-jalan dengan mobil kantor seorang teman. Kebanyakan mereka berasal dari bandung. Dan anehnya, kita malah jalan ke mal grage. Tuhan pun tau, bandung dan bekasi pun penuh dengan mal. Lebih parahnya lagi, kita di mal tersebut sampai tutup. Bahkan saya menyaksikan para SPG sedang briefing akhir dan absen pulang. Ya Tuhan, ampunilah saya.. Gilanya lagi, ibu-ibu itu pada borong saudara-saudara!!! Padahal harganya sama, barangnya juga sama, karena departemen store itu ada juga di bandung atau bekasi... parrrah parrraaah...

Hari kedua, big boss datang, tapi sudah siang. Sesi siang itu, direncanakan dimulai jam 13.30. Tapi baru juga jam 13.15 ketika saya sedang hebat-hebatnya dibuai kantuk, teman sekamar mengingatkan untuk segera masuk karena bosnya memanggil. Bos besar sudah bertengger di podium pembicara, dan sedang menegur sana sini karena telat masuk. Padahal jam tangan saya, di blackberry saya, di hp teman saya, di jam dinding, baru jam 13.20. Menurut bos besar, saat itu sudah jam 13.30. Manalah bisa!!! Tapi seperti yang dibilang direktur PLN, atasan adalah orang yang tidak bisa dilawan, kalau dilawan pasti kita kalah.. jadi, saya hanya terpekur mendengar omelannya.

Ketika sedang makan siang, sebelumnya, saya sempat mengusulkan untuk membuat seragam sesama komisi. Ide ini bukan ide baru, tapi memang sudah setahun yang lalu di facebook (bukti kalau ide ini memang lawas). Jadi kita berencana untuk pergi ke trusmi, memilih model kain batik, memesannya, dan dipakai untuk tahun depan. Perfect!

Itulah sebabnya, sore harinya kita serombongan sebanyak sembilan orang pergi ke trusmi. Yang saya sukai dari kota Cirebon adalah TIDAK MACET. Sungguh, kelancaran lalu lintas merupakan kejadian langka di Kota Bekasi. So, sampailah kita di suatu toko di trusmi (sorry ga disebut namanya), pilah pilih.. coba sana coba sini.. liat-liat sekedar cek harga. Deal.. bayar.. jreng.. Jam 7 baru kembali di hotel. Pertandingan semifinal piala AFF sudah mulai.. Yang paling penting makan malam masih ada, walaupun.. yah saya tidak bisa mendebat soal makanan.

Entah kenapa, tenggorokan saya menjadi sakit, suara seperti habis, termasuk air minum yang disediakan hotel di kamar juga habis. Padahal saat itu sudah jam 11 malam. Oh, terima kasih Tuhan atas cobaan ini..

Hari ketiga. Paginya, saya packing hasil belanjaan semalam dan jalan keluar bersama teman sekamar saya untuk makan nasi jamblang. Nah, buat yang belum tau nasi jamblang, tapi sudah tau nasi kucing, yah mirip lah.. cuma beda di bungkusannya. Kalau nasi jamblang pakai daun jati, nasi kucing pakai daun pisang. Khasnya, katanya di sambalnya yang berupa irisan cabai merah kecil-kecil.. Pada saat membayar, saya sempat terpana dengan tukang hitungnya. Dia itu membawa kalkulator harga 10 ribuan sambil menanyakan apa saja yang saya makan. Saya menyebutkan satu per satu dan tangannya langsung menekan tombol-tombol di kalkulatornya. Ketika saya menyebutkan makanan yang saya makan, pasti ada jedanya dong.. nah pada saat jeda itu pun, dia tetap menekan-nekan tombol kalkulator.. Wah, saya sempat berpikir negatif, jangan-jangan harganya jadi berkali lipat. Tapi ternyata tidak. Tombol apa yang dia tekan ya? Tanda + atau = he he he

Hari itu saya dan sepuluh orang lainnya yang berasal dari Depok, Bekasi, Bogor berencana naik kereta Argo Jati untuk pulang. Karena weekend dan rumah bos saya di Indramayu, ga mungkin lah dia balik lagi ke Bekasi..

Rapat selesai jam 10.30. Ketika saya bersiap-siap menunggu teman yang lainnya di lobi, saya diberi tahu kalau bos Sukabumi masuk rumah sakit karena serangan jantung dan dirawat di rumah sakit di pondok jati. Kereta yang akan saya tumpangi baru akan berangkat jam 2 siang. Jadi selama sisa waktu yang ada, saya cuma terduduk di loby bersama beberapa teman perempuan dan nasrani, karena yang lainnya sedang sholat Jum'at.

Sampai di rumah jam tujuh. Kondisi lelah, bete, tapi masih sempat update twitter dan baca bbm. Tertulis di grup saya, bos Sukabumi itu telah meninggal dunia jam 6. Innalillahi wa Innailaihi rojiun.. Kematian, cuma Allah yang tahu..

Sunday, December 5, 2010

because i wasn't born to fail..

I love encouraging stories, they motivate me to improve myself better and better. They give you positive energy. Usually the story is about one's success, sometimes it just a motivated sentences or phrase. There are a lot of sources about encouraging stories on internet. If I had difficulty to understand it, just use google translator... he he

But the most sources of encouraging stories ever is the Al Qur'an, my holly book. It gives you everything you want to know, everything you should to know, everything you should do, what you have to avoid, your obligations, your life here and after.. Subhanallah, It's powerful book!

To be honest, I'm not good in reciting Al Qur'an. But when I read the translation, I'm flying.. Every words has amazing meaning. It broaden my horizon, woke me up from my sleep, gave me light in the dark.. I don't know more to say..

One of the story is about why the faithful are not easily offended when insulted and slandered.. (QS 25 63). I read it when I faced the same problem, and it gave me strength to raised my head.

Another thing is about our birth to the world was meant to be a winner. Because the creation of us happened from billion of cell who want to win the egg. So, i think i wasn't born to fail.. And it gives me confidence to win every move, every battle, every negotiation.. Don't you think so?

Saturday, December 4, 2010

inspiring quotes

Alat komunikasi paling hebat adalah 'Doa'

Emosi paling tidak berguna adalah 'Rendah Diri'

Aset terbesar adalah 'Iman'

Dua kata paling penuh kekuatan adalah 'Saya Bisa'

Senjata paling berbahaya adalah 'Lidah'

Sangat buruk kondisi anda, jika anda tidak memlikinya.. yaitu : 'Harapan'

Komputer paling hebat di dunia adalah 'Fikiran Manusia'

Kekuatan terbesar di dunia adalah 'Cinta'

Kegagalan paling melumpuhkan adalah 'Alasan yg dibuat-buat'

Obat tidur paling mujarab adalah 'Fikiran yg Damai'

Masalah terbesar untuk diatasi adalah 'Rasa Takut'

Energi terbesar adalah 'Dorongan Semangat'

Sumber Daya terbesar kita adalah 'Generasi Muda'

Spesies yang hampir punah adalah 'Pemimpin Yang Berdedikasi'

Kepribadian terburuk adalah 'Egois'

Pekerjaan paling memuaskan adalah 'Membantu Orang Lain'

Kehilangan terbesar adalah 'Harga Diri'

Sukacita terbesar adalah 'Memberi'

Kebiasaan paling merusak adalah 'Khawatir'

Pakaian paling indah di dunia adalah 'Senyum'

A wise person remembers his/her friends at all times.. A fool only when he/she has need of them

One who is keeping his/her tounge & his/her mouth, is keeping his/her sou

Don't worry about : 1. who doesn't like you.. 2. who has more.. 3. who's doing what..

Blessed are those that can give without remembering.. and receive without forgetting..

Friday, November 26, 2010

lets do it

My boys are going to stay at school tonight. They have a regular activity to stay at their school to contemplate and recite the Qur'an. On the other side, my daughter will be very busy with her social media network. So, I can simply imagine what my night will be without them at home.

I made a plan to finish my reading, the rosetti letter - hopefully - to start the weekend. In order to do so, I need a lot of spirit and willingness to do it. While this bad mood still on the go, what should I do then?

I'm still at the office waiting for the lunch time. It's friday, it's sunny and I have no to do list today.. Then, lets do it..

Tuesday, November 23, 2010

entahlah

Rencana untuk rapat hari ini, entah mengapa tidak jadi dilaksanakan. Padahal dari semalam saya sudah mempersiapkan bahannya. Tapi ya sudahlah kalau memang tidak jadi. Hari ini juga hampir semua teman-teman turun ke lapangan untuk membuser pekerjaan yang belum masuk.

Mood saya juga kurang baik hari ini. Saya lagi tidak ingin membaca, tidak ingin memperbaiki publikasi, tidak ingin chating, tidak ingin ngeblog, pokoknya tidakapa-apa. Praktis hari ini menjadi hari paling tidak produktif selama bulan ini. Tapi justru tanpa ada apa-apa itu capeknya malah luar biasa. Kepala rasanya berat, mata sangat mengantuk. Aneh ya, beda kalau sedang sibuk.

Hari ini, saya hanya berusaha menjadi pendengar dari teman-teman yang berkeluh kesah mengenai sistem, kondisi negara yang aneh dan lainnya. Dan itu membuat kepala saya terasa bertambah berat..

Mungkin kondisi tubuh saya memang kurang fit, atau saya nya lagi err.. he he he

Tentang euro

Mukaddimah
Syahdan, Wolfgang Kroger, seorang pakar ekonomi dari Institut fur Wirtschaftsforschung (Institut Penelitian Ekonomi) di Wiesbaden Jerman, pernah bertanya-tanya ketika melihat sebuah fenomena menarik yang dilakukan masyarakat Eropa : benarkah mereka sedang berniat membuat sebuah benteng pertahanan baru yang eksklusif ?

Entah keheranan macam apa yang membuat Kroger menjadi bertanya-tanya demikian. Namun yang jelas, sebuah fenomena menarik memang sedang dilakukan oleh sebagian masyarakat Eropa. Di awal Tahun Kelinci ini, mereka ‘melahirkan’ satu currency yang selama ini memang telah dipersiapkan menjadi bakal satu-satunya one currency in Europe : Euro.

Banyak pihak kemudian bersikap terhadap kelahiran mata uang ini yang diprediksikan akan menjadi strong currency dan menjadi rival sekaligus penanding kedigdayaan hard currencies yang telah ada selama ini.

Melihat potensi yang dimiliki masyarakat Eropa, harapan yang ditumpukan pada euro sebagai satu currency yang dapat mempengaruhi perekonomian Eropa dan dunia semestinya memang bukan sebuah utopia. Kendati demikian, pendapat yang bernada skeptis juga muncul seiring dengan optimisme yang dibangun ditengah maraknya diskursus yang penuh dengan euforia kelahiran mata uang baru berkode EUR itu. Sikap yang demikian adalah wajar, mengingat euro harus bersaing dengan USD Block dan FAR East Block yang begitu kuat menguasai perekonomian dunia.

Nah, mampukah euro menjadi satu acuan baru alternatif diversivikasi aset finansial global ?

Bermula dari Maastricht
Keinginan untuk membentuk satu mata uang tunggal euroland terjadi pada tahun 1957 ketika beberapa negara Eropa melakukan kesepakatan dalam Treaty Rome untuk saling bekerja sama di bidang ekonomi, politik dan keamanan.

Kerja sama di bidang ekonomi terus berlanjut hingga European Economic Cooperation yang kemudian tumbuh menjadi European Union (Belgia, Jerman, Spanyol, Prancis, Irlandia, Italia, Luksemburg, Austria, Belanda, Portugal dan Finlandia) bersepakat untuk membentuk sebuah sistem moneter eropa (european monetary system). Sistem yang disepakati kemudian untuk mengatur lalu lintas moneter di euroland adalah melalui pembentukan Economic and Monetary Union (EMU) pada tahun 1990.

Prinsip-prinsip dalam EMU tersebut kemudian dijabarkan melalui Maastricht Treaty pada tahun 1992 yang diantaranya berisi kesepakatan untuk menjadikan euro sebagai satu mata uang tunggal negara anggota EMU dan membentuk European Central Bank (ECB) sebagai bank sentral penerbit euro. Empat tahun kemudian dalam pertemuan Madrid, lahirlah euro sebagai bakal mata uang tunggal negara-negara anggota EMU. Benefit yang ingin diperoleh dari euro adalah sebagai media penguat European Single Market dan pen-support investasi di euroland dengan kemampuannya untuk mereduksi real interest rate. Selain itu, EMU berharap euro dapat menjadi intermediasi sekaligus katalis bagi proses integrasi politik Eropa.

Pada pertengahan Desember 1995, diputuskan untuk memberlakukan Euro mulai 1 Januari 1999 dan akan memasuki periode take-off pada tahun 2002. Dalam interval tersebut (periode transisi), ECB akan mengatur pencapaian nilai tukar euro secara permanen dengan menerapkan dual pricing system atau kebijakan ‘no prohibition, no compulsion’. Artinya, tidak ada keharusan dan larangan bagi individu atau perusahaan dalam menggunakan euro. Mereka masih dapat mempergunakan mata uang mereka sendiri dalam bertransaksi.
Nilai tukar mata uang euro — yang diperdagangkan di pasar valas semenjak 4 Januari 1999 — terhadap mata uang negara peserta sudah dipatok semenjak 31 Desember 1998 sampai dengan 1 Juli 2002. Pada permulaan tahun 2002, uang kertas dan koin euro akan diperkenalkan kepada masyarakat dan menarik uang kertas dan koin negara-negara peserta dari peredaran sampai dengan 30 Juni 2002.

Dampak Euro
Pada dasarnya, kelahiran euro lebih dirasakan manfaatnya oleh para negara peserta dikarenakan transaksi yang terjadi diantara mereka tidak akan bergantung lagi pada dollar US. Sebagaimana diketahui, lebih dari separo aktivitas perdagangan yang dilakukan di euroland dilakukan dalam dollar US. Padahal, Eropa mempunyai pangsa pasar yang lebih besar (21 %) dibanding Amerika Serikat (18 %) dalam perdagangan internasional.

Bagi negara-negara peserta, pemberlakuan euro akan dapat mereduksi biaya-biaya yang timbul dari berbagai macam transaksi yang selama ini terjadi seperti costs of exchanging money dan bank charges. Secara begitu, transaksi yang dilakukan di euroland akan menjadi lebih efektif dan efisien.

Efektif dikarenakan semua pihak yang melakukan aktivitas trading dan keuangan hanya akan menggunakan satu euro-account yang dengan demikian akan membuat mekanisme pembayaran antar negara EMU menjadi lebih efisien. Pada akhirnya, mereka dapat lebih berkompetisi di pasaran global yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara peserta. Selain itu, berkurangnya currency risk di euroland akibat penyederhanaan mata uang Eropa akan menjadi kaptivator tersendiri bagi para investor untuk datang.

Sedangkan bagi perusahaan-perusahaan negara peserta yang berkepentingan dengan euro, benefit yang dapat mereka petik adalah berkurangnya cost of exchanging currencies, hedging cost, cost of financing dan cross border transaction cost. Dengan demikian, harapan untuk menjadikan european single market yang kompetitif di pasar global akan semakin terwujud.
Lantas apa dampaknya bagi perekonomian luar Eropa ?

Leburnya beberapa mata uang yang didukung dengan strong currency mark Jerman dan franch Prancis menjadi one currency in Europe akan lebih menyederhanakan jumlah mata uang dunia. Jelas hal ini akan mempermudah kerja otoritas-otoritas moneter yang berkepentingan dengan pasar keuangan di kawasan euro (dan internasional) dalam mengupayakan kestabilkan pasar uang. Kekhawatiran perubahan nilai tukar antar negara Eropa dan negara lainnya menjadi suatu hal yang tidak perlu dirisaukan kembali.

Selain itu, bergabungnya beberapa kekuatan besar negara Eropa akan menjadi penyeimbang kedigdayaan Amerika yang selama ini begitu pongah mendominasi aktivitas perekonomian global. Kekuatan ini akan menjadi lebih besar seandainya Inggris, Swedia, Denmark dan Yunani yang sementara ini masih ogah bergabung ikut lebur dalam EMU.

Pada akhirnya, setiap individu, institusi perusahaan atau negara akan mempunyai alternatif pilihan currency yang stabil sehingga dapat dipakai sebagai salah satu acuan aset finansial. Dunia sudah belajar banyak dari kenyataan bahwa krisis global yang terjadi belakangan ini lebih diakibatkan karena volatilitas nilai dollar US yang sedemikian fluktuatif dan penuh dengan ketidakpastian.

Potensi Euro
Optimisme euro bakal menjadi mata uang kuat yang dapat bersaing dengan hard currency yang selama ini mendominasi aktivitas perekonomian global sepertinya bukan sebuah sikap yang dibuat tanpa berlandaskan argumen yang mendasar. Dengan melihat beberapa potensi yang dimiliki oleh negara-negara euro, optimisme tersebut bukanlah sebuah utopia.

Negara-negara euro, memiliki beberapa potensi yang dapat menjadi sumber kekuatan bagi Eropa untuk bersaing dengan negara adi kuasa seperti jumlah penduduk, ukuran dan independensi ekonomi, perdagangan internasional dan relatif stabilnya kondisi ekonomi-politik.

Dengan 373.7 juta penduduk Europen Union, mereka mampu menguasai 21.66 % perdagangan internasional dan menghasilkan gross domestic product sebesar 8.4 triliun dollar US. Selain itu, jumlah cadangan devisa yang dimiliki bank-bank sentral negara EMU dapat mencapai nilai sebesar US$ 349.8 miliar, sementara Amerika dan Jepang masing-masing berjumlah US$ 49.1 miliar dan US$ 172.4 miliar.

Sumbangan gross domestic product kesebelas anggota EMU dalam Organization for Economic & Cooperation Development (OECD) juga memiliki porsi yang lebih besar ketimbang Amerika dan Jepang. Mereka mampu menghasilkan porsi sumbangan sebesar 38.3%, sedangkan Amerika dan Jepang masing-masing hanya sebesar 32.5% dan 20.5%.

Kondisi tersebut didukung dengan posisi European Central Bank (ECB) yang sangat independen sehingga peran-peran yang harus dimainkan oleh ECB untuk mempertahankan stabilitas harga, menentukan kebijakan nilai tukar dan kebijakan moneter serta mengelola likuiditas sehari-hari dapat terbebas dari intervensi pihak luar – termasuk pemerintah negara anggota EMU.

Konsolidasi neraca, pendanaan dan investasi yang lebih efektif dan efisien dari penggunaan TARGET (Trans-european Automated Real-time Gross settlement Express Transfer system) — sebagai sistem pembayaran antar negara euro — dan didukung oleh sistem kliring RTGS (Real Time Gross Settlement) akan sangat membantu meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja pihak-pihak yang melakukan transaksi.

Diperkirakan, kombinasi equity capital markets di euroland sebagai akibat dari more fixed rate issuance by nonsovereigns akan dapat menciptakan total kapitalisasi pasar yang hampir setara dengan US$ 5.2 triliun. Besarnya jumlah ini memang sangat memungkinkan jika mengingat lebih dari 60% transaksi perdagangan Eropa yang dilakukan terjadi diantara sesama negara Eropa itu sendiri.

Jika kekuatan-kekuatan tersebut dapat benar-benar terealisir, bukan suatu hal yang mustahil negara-negara euro dapat menjadi penyeimbang negara Clinton di pentas perdagangan global. Artinya, tidak akan ada lagi disparitas yang terlalu melebar antara negara-negara euro dengan negara adi kuasa yang sempat geger lantaran skandal Lewinsky itu. Peluang yang dapat segera dimanfaatkan euro adalah menurunnya jumlah foreign reserve bank–bank sentral secara global dalam dollar US dari 77% (1973) menjadi 51% (1995). Bank for International Settlement (BIS), International Monetary Fund (IMF), Citibank, Goldman Sachs dan Merill Lynch bahkan memperkirakan euro bakal menjadi eksodus foreign reserve bank-bank sentral di seluruh dunia dengan merubah komposisi cadangan devisa mereka.

Portofolio modal swasta Eropa di seluruh dunia juga mengalami peningkatan dari 13% di tahun 1981 menjadi 37% pada tahun 1995. Sementara porsi dollar US mengalami penurunan dari 67% (1981) menjadi 40% (1995).
Di Asia, negara yang langsung bereaksi dengan munculnya euro di pentas perdagangan internasional adalah Hongkong. Negara mantan jajahan Inggris itu sudah memindahkan sebagian aset-nya dalam euro sehingga nilai dollar US sempat melemah akibat sentimen pasar yang berubah. Korea Selatan, Cina dan Filipina juga sudah berniat untuk mempergunakan euro sebagai salah satu mata uang cadangan devisa. Presiden Filipina Joseph Estrada dalam KTT ASEAN di Hanoi beberapa waktu yang lalu bahkan melontarkan satu gagasan untuk meniru euroland dengan membentuk satu mata uang tunggal bagi negara-negara Asia.

Bagaimana dengan Indonesia ? Gubernur BI Syahril Sabirin dalam suatu kesempatan sudah menyinggung kemungkinan diterapkannya euro dalam cadangan devisa negara kita. Selama ini, cadangan devisa yang dimiliki Indonesia masih mempergunakan basket currency dollar US, yen, deutsche mark dan poundsterling. Peluang lain yang dapat dimanfaatkan Indonesia adalah kenyataan bahwa perdagangan Indonesia-Eropa mempunya porsi yang sangat besar.

Masa Depan Euro
Pertanyaan yang kemudian patut kita gagas adalah mampukah euro menjadi a new hard currency ? Jawab dari pertanyaan ini akan kembali kepada negara-negara peserta EMU itu sendiri untuk mengupayakan terciptanya sebuah sistem keuangan yang efisien dan kuat.

Untuk dapat membuat kondisi tersebut, peran yang harus dimainkan ECB menjadi sangat strategis namun juga berat. Dalam jangka pendek, ECB harus dapat mengkonsolidasikan kebijakan masing-masing negara peserta EMU yang tentu saja masih mempunyai kepentingan dan kondisi yang amat beragam agar kriteria keanggotaan yang telah disepakati dalam Maastricht Treaty dapat dicapai.

Sebagaimana diketahui, Maastricht Treaty 1992 menetapkan lima kriteria yang harus dipenuhi oleh negara peserta EMU, yaitu :

Stabilitas harga yang tinggi. Parameter yang dipakai untuk mengukur tingkat kestabilan ini adalah laju inflasi yang tidak boleh lebih dari 1.5% laju inflasi terendah tiga anggota EMU.
Rasio defisit anggaran yang tidak boleh lebih dari 3% gross domestic product. Jika terjadi satu negara mempunya rasio melebihi 3%, hal tersebut dianggap sebagai suatu pengecualian yang bersifat sementara saja.
Rasio utang terhadap gross domestic product tidak boleh lebih dari 60%.
Fluktuasi margin normal yang diperkenankan melalui mekanisme nilai tukar dapat dicapai sedikitnya dalam dua tahun tanpa melakukan devaluasi atas mata uang Eropa lain; dan
Suku bunga nominal jangka panjang tak boleh melebihi 2% poin diatas suku bunga tiga negara anggota EMU yang memiliki inflasi terbaik.
Jika poin-poin kesepakatan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, pengkondisian one currency in Europe diperkirakan akan berjalan dengan baik dikarenakan saling kesepahaman dan kesamaan masing-masing negara peserta sudah dapat tertata.

Dalam jangka panjang, institusi independen yang dikomandani wong Belanda Wim Duisenberg itu harus dapat menjaga kestabilan nilai euro. Kondisi yang demikian harus terus dibangun agar euro dapat menjadi satu alternatif portofolio keuangan internasional yang benar-benar kredibel. Langkah konkrit yang sudah dilakukan ECB untuk memelihara tingkat kestabilan di pasar uang internasional adalah dengan mengambil tindakan membeli dan menyimpan yen dalam cadangan devisa negara Eropa. Sebab, Jepang adalah motor penggerak perekonomian Asia yang masih dan akan menjadi pasar yang besar bagi investasi Eropa.

Relatif stabilnya nilai euro yang didukung dengan leburnya strong currency semacam mark Jerman dan franch Prancis, memungkinkan pihak-pihak yang selama ini mempergunakan basket currency seperti dollar US dan yen akan segera mempertimbangkan penggunaan mata uang ini.

Kendati demikian, EMU harus mewaspadai ‘ancaman’ pihak eksternal (baca : Amerika) yang jelas-jelas tidak akan membiarkan begitu saja misi dan dominasinya di pasar global terancam. Sampai saat ini, pasar dollar US masih memonopoli 80% perdagangan dunia dengan total perdagangan sebesar US$ 250 miliar – US$ 300 miliar. Sikap Amerika terlihat jelas dengan meniupkan ancaman resesi global dan membuat dollar melemah di pasar uang pada saat pertama peluncuran euro.

Nah, mampukah euro menjadi sebuah kekuatan baru ? Just wait and see, begitu kata orang Inggris.

(artikel lawas ini dipublikasikan di Jurnal PRESTASI No.2/ I/1999)

Sunday, November 21, 2010

adaptasi psikologis

Charles Darwin, si bapak evolusi pernah bilang kira-kira begini "bukan makhluk yang paling kuat atau paling pintar yang mampu bertahan, tetapi makhluk yang bisa beradaptasilah yang mampu bertahan". Dulu, waktu masih mengenakan seragam abu-abu (maksudnya SMA, karena sekarang pun kalo ke kantor juga pakai seragam abu-abu) saya selalu terkesima dengan kesimpulan darwin tersebut. Sekarang, maknanya bisa jauh lebih dalam lagi..

Maksudnya begini, orang kuat memang banyak, orang pintar apalagi.. banyak juga. Tetapi, memang bukan orang yang paling kuat atau paling pintar lah yang mampu bertahan hidup (mungkin lebih tepat eksis), tetapi orang yang paling bisa beradaptasi dengan perubahan.

Sejarah mencatat bahwa bangsa barbar memang merupakan orang-orang yang kuat, tapi ada daya.. mereka tidak bisa beradaptasi dengan dinginnya suhu di belahan bumi yang lain (kalau tidak salah waktu mereka menginvasi Rusia). Sebagai hasilnya, kaum mereka menjadi punah.

Siapa pun mengakui kalau bangsa Eropa dan Amerika memiliki teknologi canggih dan up to date. Tetapi, mereka tidak beradaptasi dengan baik terhadap perubahan global. Seperti design, harga, kemudahan mendapatkan barang. Hasilnya, bangsa Jepang lah yang paling banyak memperoleh keuntungan dari pengembangan teknologi yang semula dirintis oleh bangsa Eropa dan Amerika.

Soal adaptasi ini juga terjadi terhadap psikologis seseorang. Stress yang berkepanjangan misalnya, merupakan salah satu contoh sulitnya beradaptasi dengan perubahan dalam kehidupan (menghadapi permasalahan yang berbeda-beda dan terus berkembang). Kesulitan adaptasi psikologis mungkin juga menjadi penyebab mengapa banyak anak muda kita yang terjebak dalam penyalahgunaan narkoba.

Di dalam dunia kerja, kesulitan adaptasi psikologis sepertinya tidak hanya berupa stress saja. Tetapi juga dalam penyimpangan perilaku kerja. Korupsi contohnya, bisa menjadi contoh sulitnya untuk beradaptasi secara psikologis. Terbukanya kesempatan, dorongan kebutuhan ekonomi, dan lemahnya pengawasan membuat psikologis seseorang menjadi rentan dan melupakan semua norma dalam bekerja. Akibatnya, seperti Gayus itulah.. Dia adalah contoh aktual dari sulitnya adaptasi psikologis dalam lingkungan kerja.

Orang yang sanggup beradaptasi psikologis dalam dunia kerja, pasti akan memunculkan potensi-potensi positif dalam dirinya yang membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik dan tangguh. Sehingga dia akan mampu bertahan dalam situasi apapun.

Yah, ini cuma sedikit pemikiran saya saja di malam hari, karena terkena dampak kafein yang ternyata bekerja dengan sangat sempurna.. he he he

Semoga, saya mampu beradaptasi psikologis. Baik dalam lingkungan, keluarga, pekerjaan dan keseharian saya.. Amien..

Sunday, November 7, 2010

#merapi

Takdir hanya Alloh yang tahu..
Sejak Gunung Merapi meletus 26 Oktober yang lalu hingga kini, masih gonjang ganjing tak menentu, membuat saya semakin pasrah kepada pencipta saya. Yah, manusia memang cuma bisa merencanakan, mengusahakan, tapi takdir memang kepunyaan Alloh semata.

Saudara sepupu saya tinggal di Muntilan, yang masuk dalam zona lingkar merapi. Mau tak mau saya mengkhawatirkan keselamatannya sekeluarga. Sempat saya minta mengungsi ke Bekasi walaupun mereka sudah mengungsi di sekitar Borobudur. Gimana ya, rasanya khawatir saja..

Saya juga memfollow @jalinmerapi di twitter saya. Hmm, sebuah akun koordinasi untuk mengatasi bencana alam di gunung merapi. Dari akun inilah saya mendapat informasi real time mengenai arus pengungsian, logistik dan status gunung merapi. Saya sangat berharap di lingkar merapi selalu terdapat sinyal yang baik agar koordinasi yang sangat tergantung dengan sinyal ini bisa terus eksis dan melaporkan kondisi terakhir di lingkar merapi.

Untuk mereka yang terpaksa mengungsi dari lingkar merapi. Yang terpaksa harus meninggalkan sementara (semoga) lingkungan sehari-harinya, semoga diberi ketabahan dan kesabaran yang luar biasa. Semoga bencana ini segera usai, saya selalu meyakini bahwa segala sesuatu itu pasti berakhir baik, kalau belum baik, artinya itu memang belum berakhir..

Inilah salah satu pelajaran hidup dari sekian banyak pelajaran hidup saya yang berharga, bahwa dalam kondisi seperti ini tidak ada yang dapat menolong selain Alloh semata. Semoga, mereka yang berada di lingkar merapi selalu mendapat pertolongan Alloh SWT. Amien..

Sunday, October 31, 2010

lazy sunday morning

Waktu cepat berlalu.. sudah jum'at dan tau-tau sudah minggu lagi..
Hari ini saya mendapat undangan walimatussafar dua buah. Pertama, walimatussafar tetangga dan kedua kakak ipar saya sendiri. Sepertinya yang pertama harus mengalah..

Tetapi, layaknya hari libur bawaannya malas (sesuatu yang tidak boleh dipelihara betapapun enaknya..) Pagi-pagi saya sudah ngecek twitter saya, nge-tweet sejenak untuk bilang pagi ke tweeps. Sok eksis memang, tapi it gives me good feeling.. hehehe

Di pasar (kegiatan yang harus dilakukan kalau ingin masak enak hari ini) saya beli bakpao.. hua anget-anget gitu, membuat sepanjang jalan pulang saya tidak bisa berhenti memikirkan betapa lezat rasanya bila dimakan bersama kopi buatan saya (tentunya). Huah.. ga konsen pokoknya sejak beli bakpao..

Sampai di rumah, acara leyeh-leyeh favorit saya pun dimulai.. Secara rumah sudah rada clean karena staf rumah saya (bahasa keren untuk pembokat) sudah bersih-bersih. Sambil nonton tv dan vuala.. oh nikmatnya lazy sunday morning..

Sekarang, saya lagi nunggu hubby yang masih di bandung karena kerjaan untuk pergi ke rumah kakak ipar saya yang mau berangkat haji.. Oh, saya kapan ya?

Ok, happy sunday morning..

Wednesday, October 20, 2010

kenapa saya jadi marah?

Akhir-akhir ini saya sering kali merasa pemberitaan mengenai kinerja pemerintah sekarang cenderung memojokkan. Disadari atau tidak disadari, hal itu pun kerap mempengaruhi pemikiran saya.

Ah, apa sih maunya rakyat Indonesia tuh? Ga mau menurut, ga mau tertib administrasi, ga mau clean, ga mau bekerja dengan baik, semua dibantah, semua ditentang. Bahkan aparat penegak hukum seperti TNI/Polri dihakimi sendiri. Haduh, chaos bener ya negaraku..hiks.

Memang tidak semua aparatur pemerintah itu bener. Memang masih banyak yang korupsi, Memang masih banyak yang ga kompeten, ga disiplin, ga taat aturan dan lain sebagainya. Tetapi apa itu lantas membuat rakyat Indonesia berhak berbuat semaunya? Tidak pakai etika? Tidak pakai perasaan? Tidak pakai logika? Memangnya, kalau mereka ditempatkan pada posisi pemerintah sekarang lalu semua permasalahan negeri ini akan selesai dan menguap begitu saja? Ga kan...

Lalu, kenapa juga saya jadi marah begini? Ga ngerti lah..

Tuesday, October 19, 2010

hari yang tidak sempurna

Mungkin, kemarin bukanlah hari yang sempurna untuk saya. Staf saya sakit, dokumen ditunggu paling lambat besok, analisis sudah harus segera dikirim, padahal banyak data yang belum masuk dan program entrinya macet pula. Sungguh, benar-benar sibuk sendiri. Dalam hati sih saya menyumpahi ketidakdisiplinan saya dalam mengelola waktu-waktu sebelumnya. Sudah gitu, saya masih sempat membayangkan bagaimana rasanya kalau escape dari kantor sambil nonton di XXI.. Sungguh terlalu!!

Tapi hari yang tidak sempurna itu sudah berlalu. Dokumen sudah dikirim, analisis sudah selesai dan dikirim (tentunya). Yang tersisa adalah sisipan rasa sesal karena tidak mampu berbuat yang lebih baik lagi. Menyesal karena mengetahui bahwa sebenarnya saya bisa mengerjakannya lebih baik lagi kalau saja bla.. bla.. bla.. Dan rasa seperti ini seperti yang sudah-sudah akan bertahan untuk beberapa waktu ke depan.

Saya bukan orang yang suka bekerja bak bik buk, sibuk di ending deadline. Tapi manakala semua itu harus terjadi, saya akan melewatinya dengan baik. Walaupun tetap tidak bisa dipungkiri semuanya harus berbagi dengan rasa sesal.

Semoga, tidak terjadi lagi!

Friday, October 15, 2010

nice fact!

Artikel dari metrotvnews.com yang menarik..

Fakta Menarik Perempuan Amerika dan Keuangannya

SUDAH menjadi pengetahuan umum bahwa perempuan memiliki cara berbeda dalam menangani keuangan pribadi dibandingkan lelaki. Perempuan memiliki realitas keuangan yang berbeda, karena cenderung hidup lebih lama, menghabiskan waktu pensiun lebih lama, dan lebih mungkin keluar dari pekerjaan demi mengurus keluarga.

Nah, berikut ini adalah sejumlah fakta menarik tentang perempuan dan finansial, yang dirangkum dari Women & Co., sebuah divisi sumber daya finansial khusus untuk perempuan dari Citigroup:

1. Kaum perempuan mengontrol 60 persen dari total kekayaan di Amerika Serikat (AS) dan sekitar setengah dari kekayaan pribadi, yang besarnya diperkirakan antara US$10-12 juta.

2. Sekitar tahun 2028 mendatang, rata-rata perempuan diproyeksikan memiliki pendapatan lebih dari rata-rata lelaki di AS.

3. Hampir semua pertumbuhan pendapatan di AS selama 15-20 tahun terakhir berasal dari kaum perempuan.

4. Kaum perempuan berada di ambang melampaui laki-laki dalam jumlah tenaga kerja di AS.

5. Sebanyak 90 persen perempuan akan bertanggung jawab sepenuhnya atas keuangan mereka, pada suatu saat dalam kehidupan mereka.

6. Kaum perempuan merupakan 43 persen dari penduduk AS dengan aset kotor melebihi US$1,5 juta.

7. Perempuan memiliki 40 persen bisnis pribadi di AS, dan bisnis yang mereka kelola tumbuh dua kali lipat dari tingkat perusahaan di AS secara keseluruhan.

8. Sebanyak 50 persen dari seluruh modal investasi AS berasal dari perempuan.

9. Sekitar 85 persen keputusan pengeluaran rumah tangga dibuat oleh perempuan.

10. Perempuan memiliki masa kerja lebih pendek dibandingkan lelaki. Rata-rata, perempuan mengambil masa setara dengan 11 tahun untuk keluar dari pekerjaan dan merawat keluarga.

11. Sebanyak 73 persen perempuan mendefinisikan kekayaan sebagai 'keamanan' atau 'kebebasan.'

12. Sebanyak 92 persen kaum ibu menganggap diri mereka sebagai role model yang baik menyangkut keuangan.

13. Uang merupakan topik diskusi nomor satu antara ibu dan anak perempuannya di masa kini. (MI/ICH)

Thursday, October 14, 2010

more supermarkets

Feeling so productive lately..

As I went to the office this morning, I saw new supermarket will be opened on Oct 22nd. It's about a kilo from my home. For your information, one and half kilos from my home to the east there is a big supermarket. And now, there will be one more to the west. The supermarket I'm talking about is not a regular one, but a big one, more like hypermarket.

That makes me think, would that position make me more consumptive? My home is in between, the access is no longer a problem, I can go there by walking if I want to. But how about the small store nearby? How it will effect them? Ugh, I don't think it's fair.

my top priorities

Why do I put plural word in my title, priorities?
It seems that I have a lot of things to do. Indeed, I do. Start from searching data to complete my works, financial meeting this morning, getting things well done in financial section, printing my two books, arranging meeting with post agency and many more..

Although they all should have completed by this friday, I still have to put them in order. In case, there is additional job, I have no plan B.

Wednesday, October 13, 2010

postingan di malam yang hujan

Hmm.. I just can't sleep tonight. Not because of the coffee intake this afternoon, but because my mind can't stop thinking. Luckily I have a lot of to think and hopefully to share.

Reading my friends' status on facebook and timeline on twitter become old fashion lately. Nothing interesting. Chit chat is no longer overwhelming activity. My head is full of outlines. They consist of what kind of books or writing I should have done in the next few days.

I have to download more data, search more references to make everything well done. Since the internet connection is not okay, so I decide to write this things down. Just to make it easier, I can only wish in this blog that my writings will be the best.

And as data collected to support my analysis, I can assure that the proof is out there..

So, in this cold lonely night, I have to start writing.. he he he

Thursday, October 7, 2010

from bandung with multijob..

Ah, ternyata hidup memang tidak akan pernah mudah kalau tidak dijalani dengan sungguh-sungguh.. Ini bukti lho, bukan janji..

Ceritanya begini,
Dua minggu terakhir ini saya agak paciweuh karena harus bolak-balik bandung. Ke Bandungnya sih ga masalah, tetapi kan tetap saja harus meninggalkan pekerjaan yang di Bekasi, meninggalkan urusan di rumah dan segudang pemikiran yang baru muncul setengah-setengah. Di tengah-tengah keribetan itu pun, saya masih saja memiliki rencana-rencana yang inginnya segera terealisasikan.

Sialnya, selama itu pula self discipline yang selalu saya jaga menguap entah kemana. Akibatnya tentu bisa ditebak, saya jadi kebat kebit ketika semua pekerjaan jatuh tempo. Sumpah, tidak mudah menjaga spirit untuk tetap disiplin. Walaupun saya mengerti, paham dan yakin dengan segala konsekuensi yang bakal saya hadapi kalau saya sedikit saja melonggarkan diri, tapi entah setan apa yang membuat saya jadi kurang disiplin diri.

Bahkan, postingan ini pun merupakan draft, yang seharusnya saya post seminggu yang lalu. Alhasil, dari bolak balik bandung itu saya memiliki multijob yang saat ini membuat saya sangat resah dan semakin gelisah karena pekerjaan saya belum tuntas. Walaupun harus diakui, kalau sudah menuliskannya seperti ini, ada sedikit rasa lega menyesap pelan di dalam diri... Halah..

Sunday, October 3, 2010

Reading 'this time i fail better'

Waktu blog walking ke blog nya dika si kambing jantan, ada beberapa hal yang rasa-rasanya memang it's true.. real..

Misalnya saja tulisannya yang terakhir, yang bisa disimpulkan kalau kepribadian kita bisa dibaca dari status, time line kita di situs sosmed. Well, disadari atau tidak, apa yang kita bicarakan, tuliskan merupakan ungkapan dari hati atau kepribadian kita sendiri. Jadi ada benarnya juga tulisan dika..

Iseng, akhirnya saya baca blognya dia yang lain, yang jauh lebih jadul. Isinya menurut saya bagus lah.. terobservasi dengan baik. Itu keliatan lho dari tulisannya. Ungkapan perasaannya juga ehm lumayan..

Ada satu postingan yang mengingatkan saya akan pekerjaan yang saya lakoni. Judulnya, this time I fail better. Dia mengisyaratkan bahwa setiap kali bukunya terbit dia merasa selalu saja ada kekurangan yang kemudian diperbaikinya di buku berikutnya..

That's true again my dear.. Saya juga selalu merasa begitu setiap kali melihat apa yang telah saya kerjakan, kemudian mengevaluasinya.. Rasa tidak puas itu memang membantu kita untuk berbuat lebih baik lagi di pekerjaan berikutnya.. Right? Keep on writing dik..

Thursday, September 30, 2010

Love your job not your company..

Akhir-akhir ini saya suka menyenandungkan penggalan lagunya agnes monica dalam hati, seperti ini "karena kusanggup, walau ku tak mau.."

Penuh makna kah? Sedikit, he he he
Hubungannya dengan pekerjaan (maaf kalau saya sering mengekspresikan pekerjaan saya). Maksudnya begini, saya selalu mengerjakan pekerjaan yang sanggup saya kerjakan, walaupun sebenarnya saya tidak mau mengerjakannya. Lho.. lho.. menentang hukumkah? Tentu tidak! Cuma menentang kata hati saja.. ehem.. sejak kapan ya..

Tepatnya sejak Juni 2008.. weitz.. memang penuh makna ternyata..
Aduh, susah ya kalau sudah jatuh cinta dengan pekerjaan. Apapun dilakoni walau terkadang tidak mau, tapi tetap saja dikerjakan..

Entah, saya lupa siapa yang bilang begini, janganlah kamu mencintai perusahaan tempatmu bekerja, tapi cintailah pekerjaanmu, niscaya kamu tidak akan pernah bosan..

Believe me, it is true..

Sunday, September 26, 2010

A contemplation

Ini adalah status friend facebook, yang bisa membuat hati merasa tentram dan selalu ingin memperbaiki diri :

Mengapa orang beriman tidak mudah sakit hati ketika dihina,diumpat & difitnah (QS.25:63)

Karena :

1.Hidup adalah Ujian

2.Utk Ampunan Dosa

3.Diangkat derajat krn Sabar

4.Dosa & Sial kembali pd si Penghina

5.Membakar Amal Ibadah si penghina

6.Tidak ada yg tdk dibalas diakhirat kelak

7.Doa yg mustajab krn diZolimi

8.Hinaan membuat orang beriman muhasabah diri

9.Potensi dirinya utk amal sholeh - bukan melayani si penghina.

Saturday, September 25, 2010

revelation

Hayyah.. know what?
In the past two weeks I've been thinking
About a lot of things
To keep me balance..
It's about to put everything in its place, orderly
It's about being patient and never complain
It's about receiving and open minded
More..
And trust me, it's easy to write hard to do..

yellow /coldplay/

Look at the stars,
Look how they shine for you,
And everything you do,
Yeah they were all yellow,

I came along
I wrote a song for you
And all the things you do
And it was called yellow

So then I took my turn
Oh all the things I've done
And it was all yellow

Your skin
Oh yeah your skin and bones
Turn into something beautiful
D'you know you know I love you so
You know I love you so

I swam across
I jumped across for you
Oh all the things you do
Cause you were all yellow

I drew a line
I drew a line for you
Oh what a thing to do
And it was all yellow

Your skin
Oh yeah your skin and bones
Turn into something beautiful
D'you know for you i bleed myself dry
For you i bleed myself dry

Its true look how they shine for you
look how they shine for you
look how they shine for you
look how they shine for you
look how they shine for you
look how they shine
look at the stars look how they shine for you

Monday, September 20, 2010

susahnya jadi cewek


Ini dicopy dari grup bbm saya, lucu juga bacanya, karena sebagian memang ada benarnya..

diem dikira sombong
senyum dikira centil
nyamperin dikira gatel
ngelirik dikira genit
perhatian dikira naksir
nerima cowo dikira murahan
nolak dikira jual mahal
manja dikira sok imut
cuek dikira angkuh
negur dikira SKSD
ditraktir dikira matre
jalan ma lebih tua dikira simpanan

capeee deh..

Wednesday, September 15, 2010

here we go again..

Selamat Idul Fitri!!
Usai sudah Ramadhan, dan usai pula liburan Idul Fitri.. Back to office, back to activity.. Alhamdulillah.. liburan pun ga kemana-mana.. serasa mati gaya..
Masalahnya justru setelah Idul Fitri itulah banyak acara kemana-mana, jadi liburan kali ini dimanfaatin untuk di rumah sajah..
Apalagi kalau bukan acara di Bandung, Cepu, Kudus.. hoalah.. buanyak banget ya.. dan semuanya bukan dalam rangka liburan tapi on duty! Sekali lagi ON DUTY..
Ga enak banget ya.. tapi nikmati aja..
Wokeeh.. libur telah usai.. semoga kesibukan mendatang menjadi ladang amal ibadah kita semua.. amien..

Wednesday, August 18, 2010

follow my tweet..

Entah kenapa, semalam saya mempunyai pikiran aneh. Saya maupun bikin tweet di twitter menjadi sebuah cerita. Alurnya ya ngikutin keseharian saya aja. Apa yang lagi saya pikir dan saya rasakan pada saat itu.

Ini terinspirasi dari tweetnya pak mentri kominfo kemarin ketika dirgahayu RI ke 65. Dia tweet tentang kemerdekaan sampai 8 kali dan masing-masing diberi nomor. Kemudian dia meminta semua yang punya akun twitter memberi komentar.

Kalau saya inginnya tweet2 saya itu menjadi sebuah rangkaian cerita bila digabungkan. Dengan bahasa yang rada-rada lebay juga ga masalah. Yang penting jadi cerita..

Wanna see my stories.. follow me on twitter.. akmonika..

Monday, August 16, 2010

waaah.. sedaaapnya...

Ahlan ya ramadhan...

Ramadhan kali ini saya baru mulai puasa di hari ke lima. Maklum, begitulah takdir saya sebagai perempuan.. ehm.. Tapi, Alhamdulillah anak-anak semua memaklumi dan mereka berpuasa tanpa merasa terpaksa atau tidak rela. Duuuh.. senangnya..

Dan, saya pikir saya akan menjalani ibadah puasa kali ini dengan bebas pekerjaan.. ternyata.. oh my! tidak saudara-saudara.. Saya tetap dikejar-kejar deadline.. Alhamdulillah.. masih ada pekerjaan.. begitu sisi positif saya.

Layaknya keluarga lain yang sedang menjalankan ibadah puasa, saya pun rela untuk bersusah payah menyenangkan keluarga saya saat berbuka. Bukan dalam sisi finansial saja, tapi juga effortnya.. pokoknya segala daya dan upaya dilakukan sebagai apresiasi saya karena anak-anak berpuasa dengan ikhlas.. tidak seperti tahun sebelumnya.. yang bungsu mengeluuuuh terus..

Karena saat ini upin ipin lagi ngetren di televisi, maka setiap kali mau berbuka, si bungsu selalu meniru gaya upin ipin untuk memuji saya.. waaah.. sedaapnyaaaa..

Saturday, July 31, 2010

sibuk

Sumpah.. jelang ramadhan ini saya sibuuukk sekali..

Monday, July 26, 2010

menghilangkan rasa bete

Beberapa hari yang lalu, teman facebook saya menulis di statusnya,"lagi bete". Keadaan seperti itu pasti pernah dialami oleh banyak orang. Ketika kebosanan mulai melanda, tak puguh lagu mau ngapain, begini salah begitu salah, tidak ingin berada di tempat dimana dia berada.. dll.. dll..

Saya tulis di status teman saya itu supaya tidak bete, dia tarik napas dalam-dalam, tahan lima detik, lalu dikeluarkan perlahan.. kalau tidak berhasil berarti salah resep. Iya, karena itu sebenarnya untuk menahan emosi.

Rasa-rasanya saya pernah memposting judul yang sama di blog multiply sekitar dua tahun yang lalu.. (ketika saya sangat menggilai blog). Waktu itu, saya menulis tentang apa saja yang dilakukan untuk menghilangkan rasa bete. Beberapa diantara mungkin akan saya tulis lagi.. dengan versi yang lain..

Pertama, turn the music on.. biasanya bisa mengurangi rasa bete
Kedua, keluar sebentar, liat-liat situasi.. tapi jangan lupa balik lagi..
Ketiga, nge-blog.. seperti saya ini .. lagi bete neh!

Sunday, July 25, 2010

lesson learned today..

Tadi siang, ketika makan bareng anak-anak di d'cost (punten nyebut tempat) ada hal-hal menarik yang menambah semangat untuk menempuh hidup dengan lebih baik lagi.

Sebelum kita menikmati hidangan, kita masuk waiting list.. he he ini memang bukan resto mewah tapi demand-nya lumayan, mungkin karena harganya yang rada miring.. (sekali lagi rada..)

Akhirnya, kita dapat table, order bla..bla..bla.. dan menunggu pesanan tiba. Sambil menunggu pesanan which are udang mayonaise, gurame asem manis, kerang saus tiram, sapi lada hitam, tumis tauge ikan asin, kangkung balacan, cumi saos padang.. (he he banyak.. maklum rakyatnya yang makan juga banyak) kita sholat dzuhur dulu bergantian.. (di resto ini ada tempat sholatnya.. please ini ga promosi).

Setelah saya selesai sholat, gantian hubby yang sholat.. he he segitunya nungguin meja sampai sholat aja gantian.. maklum tadi agak lama waiting listnya.

Sambil menunggu makanan tiba, saya lihat2 list orderan saya sambil memanjangkan leher ke arah dapur (maksudnya celingak celinguk kali aja pesanan saya sudah jadi). Eh, tau-tau ada pria berumur jelang lima puluhan mendatangi saya, dan bertanya "ada yang bisa dibantu bu?".. He he rada malu, saya bilang, "ga ada kok cuma ngecek pesanan saya ada yang kurang apa ga"

Tidak berapa lama pesanan datang, dan kita langsung menyantap.. dengan penuh semangat tentunya.. yah maklumlah lagi lapar berat..

Sekilas saya melihat pria setengah baya itu bergerak kesana kemari, gayanya tenang.. akurat.. meyakinkan.. Kalau ada customer yang ingin pesan tambahan dia segera menghampiri. Kalau ada table yang sudah selesai, segera dia turut membantu pelayan disitu.

Dilihat tampilannya, pastilah dia bukan pelayan atau sekedar pegawai biasa, mungkin owner.. mungkin area manager.. atau semacam store manager.. atau manager in charge atau apalah.. pokoknya bukan waitress.

Dengan headset di kepala, saya perhatikan dia sesekali memberi perintah hampir setengah berbisik, mengecek ke PDA, bergerak menyambangi customer, mengecek dapur etc etc etc.. Menilik penampilannya yang tidak lagi muda, gayanya yang tenang namun luar biasa efisien (catatan : restoran sedang ramai2nya), membuat saya salut sama beliau..

Setelah kita selesai makan, saya antri di kasir. Ketika saya sedang mengantri, orang di depan saya rupanya ada masalah dengan ordernya. Sepertinya ada item yang tidak diakuinya.. Si kasir berbicara melalui headsetnya mengenai kondisi tersebut, kayaknya sih ke pria tadi..dengan nada seperti bawahan ke atasan.. karena ketika saya menengok ke belakang untuk mengecek kondisi anak-anak, si pria paruh baya itu sedang bergerak ke arah kasir.. dengan tenang dan efisien..

Si bapak itu langsung mengecek ke monitor komputer, dan si customer di depan saya itu menganulir klaimnya setelah dihampiri oleh temannya.. masalah selesai..
Lalu, saya membayar makanan saya..

Ketika keluar restoran itu, saya masih sempat melihat pria paruh baya itu sedang membantu pelayan membersihkan table..

Hmmm.. tebakan saya dia pasti manager.. tapi seorang manager dengan responsibility sense yang luar biasa. Bayangkan dia bisa berada di segala lini pelayanan.. dengan emosi yang terjaga, tenang, dan gerakan yang luar biasa efisien..

Thank you Allah, I've learned something today..

when i want to say the f word

Terkadang, ada saat-saat tertentu dimana kita ingin sekali mengucapkan the f word. Walau secara etika itu absolutely not okay for us to do so, tapi pastilah ada masanya ketika kekesalan mencapai puncaknya. Ini adalah beberapa kejadian yang membuat saya ingin sekali mengucapkan the f word itu.. walaupun tidak terucap.

1. Ketika ada yang menyerobot antrian (terutama di kasir)
2. Ketika lagi jalan, ada motor/mobil yang nyelonong dan membuat cipratan tak enak dipandang mata terkena baju kita.. (lagi apes deh)
3. Ketika ada orang yang mengakui hasil karya kita (sering bow..)
4. Ketika kita difitnah orang (wah, kalo ini.. langsung berdoa banyak-banyak biar dibales sama Allah)
5. Ketika kita merasa apa yang sudah diprediksikan pasti terjadi tapi ternyata meleset dari perkiraan (biasanya kalo lagi nonton bola atau f1)
6. Ketika ada yang mengambil hak kita (yang ini seringkali berkaitan dengan honor)
7. Ketika lagi naik motor dan sedang menunggu kereta api lewat di perlintasan kereta api, ada mobil yang bannya melindas kaki.. (oh, that's really.. really.. f..)

and many more..

Monday, July 19, 2010

the moment of truth..

Hasil googling dari kata kunci the moment of truth yang paling pas buat saya adalah suatu istilah yang diciptakan oleh Jan Carlzon, CEO Scandinavian Airline System (SAS) yang mengadakan pertemuan antara penyedia service dengan para pelanggan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan dari perusahaan yang bersangkutan. Inilah yang dimaksud Carlzon dengan Moments of Truth.

Tadi pagi menjelang siang, saya menghadiri rapat koordinasi dengan beberapa stakeholder. Yang menakjubkan adalah, betapa kondisi the moment of truth itu really happen.. Banyak hal yang bisa dieksplor lebih jauh lagi, lebih cepat lagi, lebih bermutu lagi, dan lebih-lebih lainnya..

Kemudian, saya membandingkannya dengan FGD yang mungkin mirip-mirip dengan the moment of truth ini. Wikipedia bilang, A focus group is a form of qualitative research in which a group of people are asked about their perceptions, opinions, beliefs and attitudes towards a product, service, concept, advertisement, idea, or packaging.

Mirip-miripkah? Ya.. Sedikit perbedaan terletak pada feedback yang diberikan. FGD mensyaratkan feedback yang diperlukan, sedangkan the moment of truth akan memunculkan the moment of impact.

The moment of impact adalah semua kejadian interaksi ketika anggota melakukan sesuatu yang lebih, sesuatu yang inovatif yang di luar dugaan. Seperti memunculkan ide-ide baru untuk membuat hal yang biasa menjadi luar biasa.

The moment of truth juga merupakan salah satu game yang populer di amerika yang menghadirkan pertanyaan2 konyol dan memalukan yang harus dijawab oleh lawannya. Jawaban bisa di luar dugaan, dengan reaksi yang juga bisa di luar dugaan.

Anyway, I guess I found myself in the moment of truth today.. Thank you Allah..

Saturday, May 1, 2010

Kau Dengan Gunung Mu, Aku Dengan Gunung Ku

ditulis oleh Made Teddy Artiana, S. Kom
fotografer & penulis


“Begitu banyak orang takut akan persaingan. Ini aneh. Karena permulaan kehadiran kita didunia ini dimulai dalam sebuah proses persaingan. Mungkin kita dapat belajar dari sebuah proses pembuahan. Sel sperma yang berjuta-juta itu harus bersaing sedemikian rupa untuk membuahi satu sel telur. Mereka harus berlomba berenang begitu cepat, berebut untuk mengawini satu sel telur tersebut. Dan yang kuat, cepat, tangguh akan keluar sebagai pemenang”

Demikianlah uraian yang berulang kali ku dengar dari salah seorang ulama yang sangat terkenal, guru sekaligus seseorang yang sangat kukagumi. Tapi kalau boleh jujur, aku tidak terlalu sependapat dengannya. Uraian beliau tentang persaingan kuanggap tidak seratus persen benar.

Mengapa ?

Aku dibesarkan dalam sebuah masyarakat yang memelihara sebuah persaingan sebagai budaya tak terlepaskan dari kehidupan mereka. (Siapa sih yang tidak ? Aku rasa kita semua mengalami nasib yang sama).

Mula-mula di dunia pendidikan. Sebagian besar dari kita terbiasa/terpaksa belajar dan memperoleh prestasi, seolah-olah seperti dalam sebuah arena persaingan. Juara satu, dua dan tiga. Ranking sepuluh besar. Kebiasaan ini diteruskan dalam dunia kerja, baik dunia profesional maupun bisnis.

Tips dan trick memenangkan kompetisi.
Kiat mengalahkan pesaing.
Cara mengetahui strategi Competitor.
Sebelas langkah untuk segera dipromosikan.
Seratus jurus untuk melampaui karir atasan Anda di kantor.

Kepala ini sudah terlanjur terdoktrin tentang dengan hal-hal seperti itu sehingga hampir tidak ada lagi yang berani bertanya : apakah semua ini mutlak benar ? Benarkah segalanya begitu terbatas ? Benarkah hidup ini tidak menyediakan kecukupan untuk semua orang ? Benarkan TUHAN yang sangat tidak terbatas itu sedemikian miskin, sehingga kita ‘ditakdirkan’ harus saling sikut, saling rampas, adu cepat, adu licik, main dukun, sogok sana sini hanya atas nama memenangkan persaingan. Sementara DIA diatas sana berdiri sebagai wasit –sang pengadu domba- mengganjari para pemenang dan menertawai pecundang-pecundang malang.

Kontradiksi dengan semuanya itu. Bukankah sedari kecil kita juga telah sering mendengar pengajaran-pengajar an sebagai berikut :

“Mungkin bukan rejeki kita”
“Sudah menjadi rejeki dia”
“Rejeki itu sudah kita bawa ketika kita lahir”
“Setiap manusia sudah punya rejeki masing-masing”
“Menjemput rejeki”
“Rejeki tidak mungkin tertukar”
“Iri hati kita tidak menambah atau mengurangi rejeki orang lain”

Periksalah seluruh kitab suci di atas muka bumi ini dan temukan sebuah ayat tentang persaingan. Tentang betapa sedikitnya kemampuan TUHAN memberikan rejeki pada umat-NYA. Tentang betapa terbatasnya segala sesuatu. Dari sana kita akan mendapat gambaran yang jauh berbeda dengan dunia yang didalamnya kita sudha bernafas sejak kecil.

Lalu dari mana doktrin ini berasal ? Apakah pendapat dunia sekuler telah begitu mencemari kita ?

Kita tahu bahwa ada dua jenis manusia didunia ini. Mereka yang beriman dan mereka yang berotak. Ini tidak berarti orang-orang beriman tidak memiliki otak sama sekali dikepala mereka, atau begitu juga sebaliknya mereka yang berotak sama sekali tidak memiliki iman dihati mereka. Ini hanya sebuah istilah yang ingin menggambarkan “tentang apa yang mendominasi kehidupan mereka sehari-hari”.

Bagi mereka yang mengagung-agungkan otak, lebih percaya hanya kepada apa yang mereka lihat, alami dan pelajari. Namun kaum beriman –yang seringkali bersandar pada hati- menaruh kepercayaan pada apa yang tidak kasat mata. Janji TUHAN, pahala, dan lain sebagainya.

Kedua golongan ini saling berinteraksi, saling mempengaruhi satu dengan lain. Mungkinkah diktat besar mengenai persaingan kemudian ditandatangani disini, lalu diterima sebagai sebuah kebenaran turun temurun ?

Kita belajar karena ingin menduduki ranking tertentu atau bahkan lebih parah dari itu : karena takut tidak lulus dan takut tidak memenuhi syarat pekerjaan di masyarakat. Hanya segelintir orang yang belajar karena rasa ingin tahu yang tulus.

Ingin mendapat pendapatan atau jabatan yang lebih tinggi. Bisnis yang lebih hebat. Uang yang lebih banyak. Lalu mulai bermanuver, politiking, si-sa-si-ji- sa-si : sikut sana sini, jilat sana-sini. Apakah pendekatan ‘memberikan yang terbaik dan berkarya sehebat mungkin’ sudah terlalu kuno dan kurang efektif lagi ?

Bukankah ‘memperbaiki diri’ adalah salah satu takdir yang harus kita penuhi ? Bahwa orang yang keadaannya sama saja dengan hari kemarin adalah orang-orang yang merugi dan bahwa orang-orang yang keadaannya lebih buruk dari kemarin adalah orang-orang terkutuk ? Sama sekali bukan alasan siapa menang dan siapa kalah. Siapa yang mendapat dan siapa yang terpaksa menyerahkan.

Lalu untuk apa kita belajar, memperoleh gelar Prof, Dr., SH, S. Kom, MBA, MSI, TKW, HIV ? Untuk apa seluruh daya upaya, pengorbanan, keringat, strategi, riset, kreatifitas dan usaha yang telah kita dikerahkan ?

Untuk menggali tambang emas gunung rejeki kita masing-masing !

Itu juga berarti, sama sekali tidak menjadi masalah jika kita saling membantu, saling sokong, saling memberi informasi rahasia, saling menyumbangkan tips dan trik, karena kita tidak sedang berebutan menggali satu gunung rame-rame, tapi yang kita lakukan adalah menggali gunung rejeki kita masing-masing, yang sudah ditentukan TUHAN menjadi bagian kita sejak kita lahir.

Saling jegal ? Buat apa !?
Itu hanya sebuah pemborosan energi yang sudah pasti membuat pekerjaan menambang emas kita masing-masing jauh lebih lambat dari kecepatan sebenarnya. Lebih jauh dari itu, hanya merupakan kegiatan yang mengotori hati nurani dan mengundang hal-hal buruk terjadi pada hidup kita.

Sedikit banyak ini merupakan kabar baik bagi para pencundang, bahwa ternyata masih begitu banyak harapan dalam hidup ini. Sebaliknya merupakan kabar buruk buat mereka-mereka yang selama ini membusungkan dada, karena merasa telah mengalahkan banyak orang dalam hidupnya. Bahwa ternyata kemenangan yang mereka raih adalah palsu. Para pemenang palsu ini berlari kesetanan padahal tidak ada yang mengejar mereka. Menggali membabi buta, padahal yang mereka gali adalah gunung mereka sendiri, yang tidak mungkin diganggu gugat oleh siapapun. Oooh poor fake winner…

Bahkan Sun Tzu dalam strategi perangnya mengatakan secara implisit bahwa musuh yang sebenarnya ada dalam diri kita. Sehingga seorang jenderal perang yang ceroboh, akan terbunuh. Penakut, akan tertangkap. Lekas marah, akan mudah terprovokasi dan mereka yang begitu sensitif akan kehormatan akan dengan mudah dipermalukan. Bukankah itu semua ada dalam diri kita ? Dengan kata lain yang membuat kita terbunuh, tertangkap, marah, dan dipermalukan adalah diri kita sendiri dan sama sekali bukan orang lain. Jadi pemenang sejati adalah mereka yang mengalahkan bagian dari diri mereka yang buruk dan sama sekali bukan mengalahkan orang lain.

Jadi bagaimana membuat persaingan tidak relevan lagi ?

Agak sedikit berbeda dengan pendekatan yang Blue Ocean Strategy tawarkan (ada baiknya jika kita kembali kepada kebenaran awal, takdir mula-mula manusia) bahwa : kau berhadapan dengan gunung rejeki mu dan aku berhadapan dengan gunung rejeki ku.

Otomatis persaingan menjadi sangat tidak relevan lagi.

Apakah perenungan ini valid ? Apakah ini sebuah kebenaran yang terlupakan atau lamunan iseng keblinger dari orang yang baru hidup sepertiga abad ? Semuanya kembali kepada diri kita masing-masing tetapi apapun itu : “Terjadilah sesuai dengan iman mu !!!” atau dalam bahasa lain “TUHAN adalah seperti prasangka hamba-NYA”.

Oh iya ada sesuatu yang hampir saja terlupakan. Mengenai analogi sel sperma dan sel telur diatas.

Mungkin ada baiknya jika kita melihat dari sudut pandang berbeda. Yaitu sudut pandang sel telur. Bahkan satu sel telur tidak perlu merasa kuatir akan sel sperma untuknya, karena TUHAN telah menyediakan berjuta-juta sel sperma, yang tanpa diminta berenang dan berusaha membuahinya.

Pola pandang seperti ini memang cenderung ganjil dan nyeleneh.

Tapi paling lewat pola pandang seperti ini berakibat
hidup menjadi begitu luar biasa,
sesama yang selama ini dipandang sebagai ancaman, berubah menjadi partner yang menyenangkan,
hati yang semula bergejolak dalam pertempuran yang tidak perlu kini mengalir teduh dan
TUHAN dimuliakan karena ketidakterbatasan kemampuan BELIAU menyediakan segala sesuatu untuk semua.

What a wonderfull world !
What an abundance life !!
What an exciting journey !!!

Sunday, April 25, 2010

Indonesia.. Are You Ready??

In facing national programme called Sensus Penduduk, that will be held during May 2010, I have been think about a lot of things. Like, will the people receive us, or will they give us the answer correctly..

So far, as I know.. people respond to incentives. I kept meet people who always asked what will they get if they answered our questions.. even my friends,,

Their mindset are not changing even when I told them that data we collect will be used by the government to draw some policies..They do not understand the importance of collecting data. or maybe they don't want to understand?

On Sensus Penduduk, the preparation is final. The execution is just counting for the date. So, Indonesia.. Are You Ready??

Alamat penting..

KEMENTERIAN KOORDINATOR

Bidang Kesejahteraan Rakyat

Bidang Perekonomian
Alamat : Jl. Lapangan Banteng Timur 2-4 Jakarta 10310
Telepon : (021) 3808384, 3850119
Fax : (021) 3440394

Bidang Politik dan Keamanan
Alamat : Jl. Merdeka Utara No. 7 Jakarta 10110
Telepon : (021) 3849453, 3451064
Fax : (021) 3450918

DEPARTEMEN

Departemen Agama (Ministry of Religious Affairs)
Alamat : Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta 10710
Telepon : (021) 381-1679
Fax : (021) 381-1436

Departemen Dalam Negeri (Ministry of Home Affairs)
Alamat : Jl. Merdeka Utara No. 7 Jakarta 10110
Telepon : (021) 345-0058, 384-2222
Fax : (021) 383-1193

Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (Ministry of Energy and Mineral Resources)
Alamat : Jl. Merdeka Selatan 18 Jakarta 10110
Telepon : (021) 380-4242, 381-3233
Fax : (021) 384-7461

Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (HAM) (Ministry of Justice and Human Rights)
Alamat : Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 6-7 Kuningan, Jakarta 12940
Telepon : (021) 525-3004 Ext. 258, 526-5989
Fax : (021) 526-3082

Departemen Kehutanan (Ministry of Forestry)
Alamat : Gedung Manggala Wanabakti, Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta
Telepon : (021) 573-1820
Fax : (021) 570-0226

Departemen Kelautan dan Perikanan (Ministry of Marine Affairs and Fisheries)
Alamat : Ex. Gedung Humpuss, Jl. Merdeka Timur No. 16, Jakarta
Telepon : (021) 350-0023
Fax : (021) 351-9133

Departemen Kesehatan (Ministry of Health)
Alamat : Jl. H.R. Rasuna Said Blok X 5 Kav. 4-9, Blok A, 2nd Floor,
Jakarta 12950
Telepon : (021) 520-1590
Fax : (021) 520-1591

Departemen Keuangan (Ministry of Finance)
Alamat : Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta 10710
Telepon : (021) 384-1067, 381-4324
Fax : (021) 380-8395

Departemen Luar Negeri (Ministry of Foreign Affairs)
Alamat : Jl. Taman Pejambon No. 6 Jakarta
Telepon : (021) 344-1508, 345-6014
Fax : (021) 380-5511

Departemen Pendidikan (Ministry of National Education)
Alamat : Jend. Sudirman Pintu 1, Senayan, Jakarta 10002
Telepon : (021) 573-1618, 573-6870
Fax : (021) 573-6870

Departemen Perhubungan (Ministry of Communication)
Alamat : Jl. Merdeka Barat No. 8 Jakarta 10110javascript:void(0)
Telepon : (021) 381-1308
Fax : (021) 345-1657

Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Ministry of Industry and Trade)
Alamat : Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 52-53, 2nd Floor, Jakarta 12950
Telepon : (021) 525-6548
Fax : (021) 522-9592

Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (Ministry of Settlement and Regional Infrastructure)
Alamat : Jl. Patimura No. 20, Kebayoran Baru, Jakarta
Telepon : (021) 724-7564, 739-7758
Fax : (021) 726-0855

Departemen Pertahanan (Ministry of Defence)
Alamat : Jl. Merdeka Barat 13-14 Jakarta 10110
Telepon : (021) 345-6184, 381-2028
Fax :

Departemen Pertanian (Ministry of Agriculture)
Alamat : Jl. Harsono RM. No. 3 Ragunan , Pasar Minggu Jakarta 12550
Telepon : (021) 780-4056
Fax : (021) 780-4237

Departemen Sosial (Ministry of Social Affairs)
Alamat : Jl. Salemba Raya No. 28 Jakarta 10430
Telepon : (021) 310-3781, 310-3591
Fax : (021) 310-3783

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Ministry of Manpower and Transmigration)
Alamat : Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 51 Jakarta 12950
Telepon : (021) 522-9285, 798-9924
Fax : (021) 797-4488

NON DEPARTEMEN/KEMENTERIAN NEGARA

Bank Indonesia (Bank of Indonesia)
Alamat : Jl. MH Thamrin 2, Jakarta 10010
Telepon : (021) 231-0847, 231-0408
Fax : (021) 350-1867

Kejaksaan Agung (Attorney General)
Alamat : Jl. Sultan Hasanudin No. 1 Kebayoran Baru, Jakarta 12160
Telepon : (021) 720-8577, 725-1403
Fax : (021) 725-1277

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Ministry of State Owned Enterprises)
Alamat : Jl. Dr. Wahidin Raya No. 2 Jakarta
Telepon : (021) 577-2776, 386-4449
Fax : (021) 384-1094

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Ministry of Culture and Tourism)
Alamat : Jl. Medan Merdeka Barat 17, Jakarta 10110
Telepon : (021) 384-9142, 345-6705
Fax : (021) 387-7600, 384-8245

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Ministry of Communications and Information)
Alamat : Jl. Medan Merdeka Barat No. 9 Jakarta 10110
Telepon : (021) 384-4227
Fax : (021) 386-7600

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Ministry of Cooperatives, Small and Medium Enterprises)
Alamat : H.R. Rasuna Said Kav. 3-5, Kuningan, Jakarta 12940
Telepon : (021) 520-4375
Fax : (021) 522-0849

Kementerian Lingkungan Hidup (Ministry of Environment)
Alamat : B Building, 2nd Floor, Jl. DI. Panjaitan, Kav. 24 Kebon Nanas,
Jakarta 13410
Telepon : (021) 858-0103
Fax : (021) 858-0101

Kementerian Pemberdayaan Perempuan (Ministry of Women Empowerment)
Alamat : Jl. Medan Merdeka Barat No. 15 Jakarta 10110
Telepon : (021) 380-539, 380-563
Fax : (021) 381-0052

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Ministry of Administrative Reform)
Alamat : Jl. Jend. Sudirman Kav. 69, Jakarta
Telepon : (021) 739-8381, 739-8341
Fax : (021) 739-8385, 739-8389

Kementerian Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia
Alamat : Menara Saidah, 18th floor. Jl. MT Haryono Kav. 29-30 Jakarta
Telepon : (021) 7918-6444, 7918-6654
Fax : (021) 7918-6654

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Ministry of National Development Planning)
Alamat : Jl. Taman Suropati No. 2, Jakarta
Telepon : (021) 334-811, 3190-6288
Fax : (021) 314-5374

Kementerian Riset dan Teknologi (Ministry of Research and Technology)
Alamat : Gedung BPPT II, 2nd Floor, Jl. MH. Thamrin 8, Jakarta 10340
Telepon : (021) 316-9960, 316-9961
Fax : (021) 391-1789

Panglima TNI (Military Commander in Chief)
Alamat : Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta 13870
Telepon : (021) 8459-1244, 8459-1243
Fax : (021) 845-6805

Sekretariat Negara Republik Indonesia (State Secretary Republic of Indonesia)
Alamat : Gedung Utama Setneg, Jl. Veteran No. 17 Jakarta 10110
Telepon : (021) 384-5627, Ext. 4201, 4202

Wednesday, April 21, 2010

from Garut with dodol!!

Just arrived..
Believe it or not, I have a lot of things to do just couple days ahead. After simultaneous consultation at Garut, I think a lot of things need to be carried out in order to construct that damn table..
That table itself drives me crazy since the deal is not satisfied me at all. Well, since I have positive mind inside and goodwill to finish what I've done, I think I'm gonna finish it no matter what..
So, here I am.. blog walking at night again, just like what I do two years ago..
And about that dodol.. like dodol.. it's hard to chew.. he he he...

Saturday, April 10, 2010

what if

Looking back on the things I've done is become a habit lately. I tried to get the value in it. Somehow, when you look back, you may find out that there were a lot of dissatisfaction. It's natural, but what if it made you loose your spirit to be a better one?

Thursday, April 1, 2010

Do you think it’s worth enough?

Well, it is only a simple thought that suddenly came up my mind this evening.,
I’m about in the middle of a big work for the next couple week. Arranging an event in order to accomplish my task to succeed my office program. A lot of work to be done and more works is coming up, although the goals has been set up and arrangement has been made, but still there is a disguise deep inside.

As I predicted, the event is not run very well.. At least, according to my opinion (who am I anyway trying to judge this!). It is not only financial matter, it includes the arrangement itself. It is far away from my expectations. There’s a different point of view among us, but that’s okay..

The problem is I feel like has been trapped. I can’t imagine what will happened if I signed those silly contracts!

The contract said that they will be paid at least five days after the treasury dept send the money to our account. Am I going to be the first person to contact by them if the time has come? Them here refers to about five thousand people! OH MY GOD!!!
And I don’t even think it’s worth enough with the payment. Do you think it’s worth enough?

Semut dan Lalat

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah.

Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu.
Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk,
namun ternyata pintu kaca itu telah tertutup rapat.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu,
dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca.

Demikian terus menerus dan berulang-ulang.
Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan.

Esok paginya,
nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan.

Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati.

Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua,

"Ada apa dengan lalat ini, Pak?
Mengapa dia sekarat?"

"Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini.

Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya
jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.

" Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi,

"Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras ?
Kenapa tidak berhasil ? "

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab,

"Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali,
hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama."

Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius,

" Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama
tapi mengharapkan hasil yang berbeda,
maka nasib kamu akan seperti lalat ini. "

" Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda,
mereka hanya melakukannya dengan CARA yang berbeda. "

Note :
CARA yg berbeda itu adalah : USAHA yg terus menerus terhubung dgn Alloh Ta'ala.
Bukan setelah berusaha lalu santai2 menyerahkan cucian piring kotor ke Alloh Ta'ala.

Wednesday, February 3, 2010

konsisten..

Hi there!

Ternyata menjadi konsisten itu tidak mudah dan memerlukan usaha yang tidak sedikit. Pada prinsipnya saya berusaha konsisten untuk mengisi blog-blog saya secara reguler sesuai dengan segmentasinya.. tapi itulah bila terjadi chaos dalam kehidupan.