28 April 2013
Pagi itu saya menyempatkan diri jalan-jalan di main road dekat masjid Nabawi setelah sholat Subuh. Disini banyak burung merpati..Subhanallah.. Banyak yang menjual makanan burung, jadi saya tergoda untuk membeli dan memberi makan burung-burung itu. Rasanya seperti anak kecil, tapi ini sungguh menyenangkan dan menentramkan.
Saya dan hubby berkeliling di pasar yang masih belum buka semua. Kami hanya window shopping hehe.. Toko-toko disini semua yang menjaga laki-laki, mungkin ada yang perempuan, tapi selama saya disini belum pernah melihat penjaga toko perempuan lazimnya di Indonesia. Begitu pula dengan reklame. Di kota ini tidak ada reklame yang ada gambar orangnya baik itu laki-laki maupun perempuan. Reklame disini hanya berisi tulisan dan gambar barangnya saja. Satu lagi, perempuan disini tidak berjalan sendiri, kalau tidak bersama dengan teman perempuannya, ya bersama dengan suami atau ayahnya atau mahramnya. Jadi, saya kemana-mana selalu bersama hubby. Padahal saya sering kemana-mana sendiri.
Umroh ini mengambil miqot di Bir Ali, Madinah. Jadi kami kesana untuk sholat sunat ihrom. Sebelumnya, kami sudah memakai pakaian ihrom dari hotel. Berangkat ke Bir Ali pukul 2 siang waktu Madinah. Kami sholat Dzuhur dan Ashar dijama dulu di masjid Nabawi. Sedih rasanya tidak bisa berlama-lama disini. Kalau saya bilang sedih, itu memang benar-benar sedih yang sampai menangis begitu.
Sebenarnya, perjalanan Madinah-Mekah biasanya ditempuh dalam waktu sekitar 5 jam. Tapi di jalan kami mengalami kendala teknis pada bis yang membawa kami. Sebuah cobaan yang harus dinikmati. Alhasil kami tiba di Mekkah jam 12 malam. Selain kendala teknis itu, di rombongan kami memang banyak yang sudah sepuh, jadi perlu transit sebentar.
Sampai di hotel, hanya untuk makan malam yang tertunda dan menaruh barang bawaan. Kami langsung berjalan menuju Masjidil Haram yang berjarak 300 meter dari hotel. Jam 1.30 pagi kami masuk Masjidil Haram dan disanalah berdiri Kabah. When I stared Kabah.. Subhanallah it's real..
Rangkaian ibadah umroh diawali dengan miqot, lalu tawaf dan sa'i. Tawaf itu memutari Kabah sebanyak tujuh kali sambil mengagungkan kebesaran Allah. Sedangkan Sa'i berjalan bolak-balik antara bukit Safa dan Marwah. Masjidil Haram itu masjid yang sangat bersih, untuk melakukan rangkaian ibadah umroh ini sangat nyaman walaupun banyak orang dari berbagai negara di dunia.