Setelah dua gelombang secara berturut-turut mengajar calon petugas sensus pertanian 2013, saya merasa wawasan saya semakin bertambah. Pada gelombang pertama, pesertanya berasal dari wilayah yang sub sektor padi dan palawija dominan. Di gelombang kedua ini, pesertanya banyak yang berasal dari wilayah yang sub sektor perikanan nya dominan, yaitu Kecamatan Muaragembong. Kecamatan yang berada di pesisir pantai utara Jawa ini memang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Bekasi yang memiliki garis pantai sepanjang 72 kilometer namun masih terabaikan. Di kecamatan ini, kebanyakan penduduknya berusaha pada sub sektor perikanan dengan budidaya ikan bandeng dan udang. Jadi, peserta di kelas saya mayoritas juga merupakan petani tambak bandeng dan udang.
Seperti biasanya, saya menyempatkan diri berbincang-bincang dengan peserta yang memiliki usaha perikanan. Selain tambak bandeng dan udang, usaha penangkapan ikan di laut dan sungai juga dilakoni oleh sebagian besar penduduk di kecamatan ini. Dari sisi produksi, biaya produksi di bidang perikanan cukup membuat mereka kesulitan dalam melakukan usahanya. Misalnya untuk penangkapan ikan. Kapal yang diperlukan untuk melaut itu harganya mahal, belum lagi solar dan peralatan lainnya seperti jaring dan pukat. Oleh karena itu, ketika melaut mereka melakukannya secara berkelompok dan modalnya ditanggung bersama, termasuk juga menyewa kapal kalau salah satu diantara mereka tidak memiliki kapal. Hasilnya mereka bagi sesuai dengan persentase modal yang mereka setor.
Masalahnya, bagaimana mereka memasarkan hasil tangkapannya? Mereka mengaku menjual langsung di pasar ikan Cilincing dan Marunda. Kebetulan disana sekarang sudah ada tempat pelelangan ikan. Jadi mereka tinggal membawa hasil melautnya kesana untuk dijual.
Hal yang sama juga berlaku untuk mereka yang mengusahakan ikan di tambak. Mereka menjualnya ke TPI, hanya saja sarana transportasinya kurang baik. Mereka juga bercerita kalau saat ini di wilayah mereka yang memiliki tambak dan kapal kebanyakan bukan penduduk setempat. Artinya, kapital yang mereka miliki bukanlah berasal dari daerah tersebut. Mereka hanya merupakan bagian dari faktor produksi.
Biasanya yang dilakukan pemerintah adalah memberikan bantuan modal. Sejauh apa bantuan tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan mereka jika sistemnya seperti ini? Sebesar apapun bantuan yang diberikan oleh pemerintah, kalau sistemnya belum mendukung, memang akan sulit untuk mendongkrak kesejahteraan nelayan.
Ini adalah salah satu simple thought hari ini dari pengalaman di tempat pelatihan ini.
No comments:
Post a Comment