Pages

Saturday, April 27, 2013

Day 2. Dxb-Jed-Madinah

Setelah menunggu sekitar 6 jam di bandara Dubai, perjalanan dilanjutkan nenuju Jeddah. 6 jam di Dubai membuat saya sangat terkesan dengan salah satu bandara terbaik di dunia ini. Duty free shop nya luas banget, toilet dan prayer roomnya super bersih. Buat penumpang yang transit lama seperti saya bahkan disediakan bangku khusus supaya bisa rebahan. Ini bandara yang nyaman sekali, jangan sekali-kali membandingkannya dengan bandara Soetta, nanti kita malu.

6 jam di bandara ini, seperti biasa saya mengobrol dengan penumpang lain dengan destinasi berbeda. Dia adalah max dari Holland, seorang foundation raiser sebuah NGO yang menurutnya pretty small. NGO nya bergerak di bidang pendidikan. Awalnya dia bertanya mengenai seragam yang sata pakai. Kenapa saya memakai pakaian dengan motif yang sama dengan beberapa orang lainnya. Dia juga tertarik dengan motif batik baju yang saya pakai. Jadilah saya cerita tentang batik sampai scholarship nya StuNed.. hehehe ga dimana2 tetep usaha..

Perjalanan ke Jeddah masih dengan maskapai Emirates tapi jenis pesawat yang berbeda, Airbus 380 yang menurut saya lebih baik daripada Boeing 777 karena kabin kelas ekonominya lebih nyaman, headrest monitor lebih luas dan ada aplikasi Al-Qur'an nya. Perbedaan pesawat Boeing 777 dan Airbus 380 adalah pada kecepatannya. Land speed Boeing 777 adalah 995 km per jam. Sementara Airbus 380 hanya separuhnya.

Sampai di Jeddah pukul 9.30 waktu Jeddah. Dilanjutkan perjalanan melalui darat dengan bis selama 5 jam. Sepanjang perjalanan yg terlihat adalah bukit bebatuan. I have no idea how it happened. Kadang- kadang  terlihat onta di bukit tersebut. Yang saya suka selama perjalanan ini adalah jalannya yang mulus dan tanpa macet. Buat orang yang selalu menghadapi kemacetan setiap hari seperti saya, itu adalah sesuatu..sangat. oh ya satu hal lagi, di jalanan tidsk terlihat orang-orang berseliweran. Berapa sih populasi Jeddah?

Sesampainya di Madinah, kami check in ke hotel. Hotel disini tinggi-tinggi dan besar. Semacam hutan beton yang mengelilingi masjid Nabawi. Sorenya, saya sholat di masjid tersebut. Subhanallah.. masjidnya bagus sekali. Ada payung-payungnya. Memasuki masjid ini harus diperiksa oleh azkar perempuan berjubah hitam dan bercadar. Saya tetap berada di masjid sampai Isya, baru kembali ke hotel.

Setelah makan malam, kami kembali ke masjid untuk sholat di Raudah. Raudah adalah tempat antara rumah nabi dan mimbar nabi. Tempat tersebut merupakan salah satu dari tempat berdoa yang segera diijabah Allah. Bagi perempuan, memasuki tempat ini ada waktu tertentu karena lokasinya di tempat sholat laki-laki. Saya kesana jam 10 malam waktu Madina sampai jam 1 pagi. Ya, kami harus mengantri untuk sholat disana. Sampai hotel, saya langsung tidur :)

No comments: